Like dulu

Total Tayangan Laman

Rabu, 24 April 2013

Versi Teks One Piece Film Z bagian 14

Sebelumnya : One Piece Film Z bagian 13

Download One Piece Film Z disini

"Meskipun bajak laut, kau memiliki keberanian yang lebih dari Angkatan Laut pengecut itu." ucap Z. "Tetapi..."

"Gear Third!!" akhirnya Luffy mengaktifkan gear ketiganya. Tangan Luffy membesar, kemudian. "Giganto Pistol!!!" serangan Luffy mendorong tubuh Z. Namun, Z masih mampu menahannya.

"Aku adalah Z!!" teriaknya.

"Z!!!!" Luffy melesat dengan Gear Second.
"Smash Buster!!" Z juga melesat dengan serangannya.
Serangan mereka saling hantam dan ledakan kekuatanpun terjadi. Dan hebatnya, Luffy mampu meretakkan senjata dari batu laut Z.

"Luffy!!" Nami dan yang lainnya sudah sampai.

"Bocah... Kenapa kau begitu ingin melawanku?" tanya Z. "Meskipun kau bisa mengalahkanku, pada akhirnya tetap saja kau bajak laut. Tak ada seorangpun yang akan berterimakasih padamu."

"Memangnya kenapa?" ucap Luffy. "Aku akan melakukan apapun yang kumau!! Kalau aku tak bisa mengalahkanmu, aku juga tak akan bisa menjadi Raja Bajak Laut!!"

"Jadi begitu ya? Kau terdengar seperti anak-anak."

Senjata tangan buatan Z hancur. Namun di dalamnya, ternyata masih ada tangan buatan lainnya. Tangan normal yang hanya saja warnanya hitam.

"Melakukan apa yang kau mau? Kalau begitu, aku juga akan melakukan sesukaku. Akan kugunakan seluruh sisa hidupku untuk mengakhiri ambisimu!!" ucap Z. "Kemarilah!! Ini akan jadi pertarungan akhir!!"

Luffy juga menggunakan hakinya hingga kedua lengannya menjadi hitam. Kini mereka sama-sama menggunakan haki, dan pertarungan menjadi semakin menegangkan.

"Zephyr si tinju hitam telah kembali..." ucap Aokiji. Ternyata dari atas bebatuan, Aokiji menyaksikan pertarungan mereka.

Luffy terus menyerang, tapi Z tak mau mengalah. Keduanya sama-sama saling pukul, hebat. Z memukul perut Luffy, tapi kemudian Luffy membalas dengan pukulan telak di wajah.

Keseimbangan Z mulai goyah, dan bersamaan dengan serangan itu bayangan masa kecil Z terlintas di kepalanya.

"Heh..." Z tersenyum dan semakin bersemangat. Jbuakkk!!! Z menghajar Luffy dengan pukulan-pukulannya. Tapi kemudian, Luffy menendang Z hingga terjatuh. "Aku akan melakukannya!! Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!" teriak Luffy.

"Namaku adalah Z!!" teriak Z dan juga kembali menyerang. Keseimbangan mereka sudah sama-sama goyah sekarang. Z memukul wajah Luffy, namun Luffy tak jatuh dan langsung membalas dengan pukulan yang lebih keras di wajah Z.

Luffy terus menghajarnya, sampai kemudian Z tak mampu berdiri lagi dan akhirnya terjatuh. Z rebah, sementara Luffy masih mampu untuk berdiri. Z tampak begitu kelelahan. "Aku semakin tua..." ucapnya.

"Hanya karena itu tubuhku jadi tak bisa bergerak lagi...
Memalukan sekali. Saat-saat menyenangkan itu berakhir dengan sangat cepat..."

Dari kejauahn, teman-teman Luffy yang menonton akhirnya bisa lega. "Franky, pertarungannya berakhir tepat waktu, padahal nyaris saja." ucap Zoro.

"Luffy!!"

"Mereka yang mengikuti impian mereka, menghancurkan segalanya dan terus maju. Ambil topi jeramimu dan juga nyawaku." ucap Z. Tapi, Luffy berkata, "Aku tak butuh nyawamu. Aku sudah puas. Kalau kau mau lanjut, aku tidak peduli."

"Tidak. Aku juga sudah puas." ucap Z.

"Luffy!!" teman-teman Luffy menghampirinya.
"Apa kau baik-baik saja, Luffy?"
"Teman-teman!"

"Teman-teman, apanya!? Lagi-lagi kau maju sendirian!!"

"Z Sensei!!" Ain menghampiri Z. Meski telah dikalahkan, ternyata Ain dan Binz masih hidup.
"Ain... Binz... "Maafkan aku... telah memberi kalian begitu banyak pekerjaan..." ucap Z.

"Aku... Aku... Aku senang melihat anda baik-baik saja." ucap Ain.

"Ooo, kelihatannya semua sudah berkumpul di sini." tiba-tiba Kizaru dan oasukannya muncul dari atas lereng bukit.

"Kizaru!!?"

"Memalukan sekali, Topi Jerami dan Zephyr Sensei hampir mati. Tapi melihat kalian akan mati, itu sama saja." ucap Kizaru.

"Oh tidak, di saat-saat begini..."

"Pada akhirnya, aku melakukan apa yang kumau. Sekarang aku harus membayar harga dari apa yang kuinginkan." Z berdiri di depan Luffy dan yang lainnya, seolah ingin menghadapi Kizaru dan para anak buahnya.

"Kalau tidak, aku tak akan bisa menunjukan wajahku pada orang yang mendahuluiku." ucap Z. "Luffy si Topi Jerami, kalian memiliki petualangan kalian sendiri kan? Serahkan saja sisanya padaku, Z!!"

"Pak tua!!"

"Tidak, Sensei!!" Ain mencoba untuk menghentikannya, namun tiba-tiba tembok es besar muncul dan menghalangi jalannya. Tembok es itu memisahkan antara Z dan kelompok Luffy, membuat Z dapat bertarung tanpa ragu dan Luffy bisa kabur dari Angkatan Laut. Dan selain itu, Kuzan juga sudah membekukan semua tabung Batu Dainanya.

"Kuzan!! Kau membuatkanku tempat dimana aku bisa mati ya?" ucap Z.

"Sensei! Sensei! Sensei..." Ain terus berusaha untuk menembus es itu. Namun, ia tak bisa. "Sensei..." yang bisa dilakukannya sekarang hanyalah berharap senseinya baik-baik saja.

Di sisi lain tembok es, pertarungan antara Z dan Angkatan Laut telah dimulai. Meski baru saja melewati pertarungan hidup dan mati melawan Luffy, namun Z masih mampu mengamuk dan menghajar para pasukan Angkatan Laut.

Beberapa petinggi Angkatan Laut, para wakil Admiral terdiam dan tak mau melawan. Yang kini melawan hanyalah pasukan Angkatan Laut, dan juga Kizaru. "Yasakani no Magatama!!" Kizaru menyerang dengan tembakan caha bertubi-tubinya.

"Borsalino!!"

"Selamat tinggal, Zephyr Sensei!!!" teriak Kizaru. Serangan cahaya Kizaru menembus tubuh Z, namun ia masih terus bertahan.

Sekilas, salah seorang wakil Admiral Angkatan Laut tampak meneteskan air mata melihat mantan gurunya akan mati seperti itu. Bagaimanapun mereka tak tega.

"Akan kuberikan pada kalian latihan terakhir kalian!!" ucap Z. Ia masih belum mau menyerah dan kemudian menyerang kembali. Pertempuran panjang terjadi, sementara Luffy dan yang lainnya telah berada di atas kapal mereka, berlayar menuju petualangan baru yang telah menunggu.

"Hieyaaahhh!!!!" Z membasmi satu per satu pasukan Angkatan Laut. Namun pada akhirnya, Z tak mampu bertahan. Namun setidaknya, ia mati sesuai dengan keinginannya.

Yang bisa diselamatkan dari Z hanyalah sisa-sisa senjata tangan buatannya. Aokiji memungut senjata itu dan menaruhnya di makam murid-murid Z yang ada di ujung bukit. Ain dan Binz menangis di depan makam sensei mereka itu.

"Jangan menangis!!" ucap Aokiji. "Dia mengakhiri hidupnya seperti yang dia inginkan. Hebat bukan?" lanjutnya.

Z mati sebagai pahlawan, dan ia telah melakukan apa yang dia ingin. Di masa lalunya, Z kecil senang membantu teman-temannya. Z yang memakai topeng pahlawan dan senjata kayu di tangan kanannya menghajar anak-anak berandal yang menyakiti temannya.

"Kami pasti akan membalas ini!!" ucap anak-anak berandal itu.

"Datang saja kalau kalian mau!!" ucap Z. kemudian berpose layaknya pahlawan dan berkata, "Aku adalah pahlawan keadilan, namaku... Z!!!!"

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar