Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dragon Ball Z Episode

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 209 bagian 5

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 209 bagian 4 "Picollo-san..." Gohan merasa itu terlalu berlebihan. "Aku sudah menghancurkan semua kamera yang ada di sini. Dalam pertarugan nanti, mungkin saja identitasmu akan terbongkar, kan." ucap Picollo. "Dengan hancurnya kamera itu, teman-teman sekelasmu tak akan tahu. Kau akan bisa bertarung dengan nyaman." "Terimakasih, Picollo-san." ucap Gohan. "Apa yang baru saja terjadi..." Mr.Satan kebingungan. "Sial, aku jadi harus melakukannya tanpa kamera." Mr.Satan memasang kuda-kudang, bersiap di depan alat pengukur tenaga pukulan itu dan kemudian... dengan sekuat tenaga... "Hyaaaat!!!" Buakkk!!!! tertera angka 137. "Di-dia melakukannya!!! Nilainya 137!!!" ucap kaget panitia. "Uwooo!!!" para penonton bersorak. "Papa, kau hebat!!!" ucap Videl. "Semuanya, berjuang ya!!" ucap Mr.Satan dan kemudian pergi. "Aku akan menunggu lawan yang memberi...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 209 bagian 3

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 209 bagian 2 Di depan ruang peserta, sudah ada seorang panitia yang akan menunjukkan jalan. "Bagi yang ingin mengganti pakaian, silakan gunakan ruangan ini. Kami tak punya banyak waktu, jadi cepatlah." Para pesertapun pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian. "Uuh..." Trunks masih kesal. "Aku ingin bertarung melawan orang dewasa." "Sayang sekali dia tak tahu kalau kita ada di sini." ucap Krilin sambil melihat ke arah poster Mr.Satan. "Mungkin hanya kita yang akan menunjukkan pertarungan yang sangat hebat." Beberapa peserta ada juga yang tak mengganti pakaian, salah satunya adalah Picollo. Picollo berdiri di pojokkan, dan kemudian dua panitia menghampirinya. "Anu... kelihatannya anda pucat, apa anda baik-baik saja?" "Pergilah!! Aku memang seperti ini!!" bentak Picollo. "Ma-maafkan kami!" dua panitia itupun pergi. Peserta lain yang tak mengganti pakaian adalah Great Saiy...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 209 bagian 4

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 209 bagian 3 Sharpener lalu meloncat, hendak melepas ikat kepala tersebut, namun dia malah terjatuh dan kepalanya membentur lantai. "Sial... sakit..." ucapnya. "Baiklah!!" panitia memberi pengumuman. "Sebelum turnamen dimulai, mari kita lakukan eliminasi. Dengan tidak menghitung peserta dari divisi junior, terdapat 194 peserta yang ikut pada tahun ini." "Tapi, yang bisa ikut turnamen hanyalah 16 peserta. Karena Mr.Satan juara bertahan, secara otomatis dia akan lolos. Jadi, sisanya tinggal 15 peserta lagi." "Untuk memutuskan siapa yang bisa ikut serta, kami akan menggunakan mesin pemukul. 15 peserta dengan nilai tertinggi pada mesin pemukul inilah yang akan lolos ke turnamen." "Mesin pemukul?" Krilin dan yang lainnya baru pertama kalia mendengarnya. Croott!! seorang anak kecil yang dimintai oleh Sharpener menembakkan pistol air ke kacamata Gohan. Jadi, Gohanpun membukanya. Sharpener yang melih...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 209 bagian 1

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 208 Sambil menunggu Tenkaichi Budokai benar-benar dimulai, orang-orang yang akan menjadi peserta melakukan kegiatan bebas. Ada yang berkeliling, menunjukkan kebolehannya masing-masing pada para pengunjung, dan ada juga yang diwawancarai oleh wartawan. Sementara di Videl, ia tengah sibuk mencari-cari Gohan. "Apa Gohan-kun sudah sampai ya?" Videl bertanya-tanya. Kemudian, seseorang memanggilnya. "Videl..." -------- Dragon Ball Z Episode 209 -------- Great Saiyaman Dalam Bahaya! Kamera Tersembunyi Teks Version by www.Beelzeta.com Wajah Videl cemberut, karena yang memanggil bukanlah pemuda yang ia harapkan. Yang memanggil adalah Sharpener, teman sekelasnya. "Huh... Sharpener..." Sharpener datang dengan jas putih seperti orang yang akan menikah. Membawa bunga mawar, dan juga kamera. "Videl... ini adalah hadiah kemenanganmu nanti." ucap Sharpener sambil menunjukkan bunga yang ia bawa. "Tidak, terimakasih." s...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 209 bagian 2

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 209 bagian 1 "Sampai jumpa." ucap Gohan dan kemudian pergi. Tapi saat ia berjalan melewati Sharpener, tiba-tiba jubah merahnya dicengkram. "Tunggu! Siapa kau, hah!?" tanya Sharpener. "Dia adalah Great Saiyaman." jawab Videl. "Dia? Kalian berdua begitu akrab." ucap Sharpener. "Yah, bagaimanapun kami sering bekerja sama membantu polisi." ucap Videl. "Bukan begitu, Great Saiyaman?" Videl mengedipkan matanya. "Be-begitulah." jawab Gohan, Great Saiyaman. "Siapa kau ini sebenarnya, hah!?" Sharpener tak puas dengan jawaban itu. "Tak ada yang tahu siapa dia sebenarnya. Termasuk aku." ucap Videl. "Bukan begitu, Great Saiyaman?" "Ya..." Gohan hanya bisa mengangguk. "Apaan? cuih..." Sharpener memonyong-monyongkan bibirnya, meniru suara Videl, "Bukan begitu, Great Saiyaman?" "Apa kau cemburu, Sharpener?" tanya Videl. "Bo...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 208 bagian 1

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 207 Videl sudah semakin terbiasa melayang di udara. Meski belum mampu meluncur kesana kemari dengan bebas, namun setidaknya ketinggian yang bisa ia capai sudah mencapai beberapa meter, beda dari hari-hari sebelumnya yang hanya beberapa centi. "Lihat, aku sudah bisa terbang." ucap Videl. Dari bawah, Gohan hanya bisa menyahut, "Bagus-bagus, sempurna." kemudian Gohan berkata lagi, "Sekarang aku sudah tidak perlu mengajarimu lagi." Whussssss, berbeda dengan Videl Goten sudah mampu melesat. Goten berputar-putar di udara, melesat kesana kemari dengan kecepatan yang sangat hebat untuk ukuran seorang pemula. Melihat hal tersebut, Videlpun semakin tertarik untuk belajar lebih lanjut. "Berapa lama lagi aku bisa terbang seperti itu?" tanya Videl. Goten tak bisa menjawabnya dengan pasti dan kemudian hanya berkata, "Aku tidak tahu, mungkin akan butuh waktu yang cukup lama." "Kalau begitu aku akan terus datang ...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 208 bagian 2

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 208 bagian 1 "Ah, tentu saja." ucap Gohan sambil tersenyum. "Dia pasti akan terkejut." ucap Gohan lagi. "Dan lagi, kalau sampai papaku tahu aku main ke rumah laki-laki, dia pasti akan marah." ucap Videl. Videl ingat akan pesan ayahnya : "Videl, kau tak boleh bermain dengan seorang pria kecuali dia lebih kuat dariku." "Tak mungkin kan ada yang lebih kuat dari ayahku. Dia kan juara dunia." ucap Videl. "Yah, Gohan-kun, kau kuat, tapi sepertinya kau belum bisa mengalahkan papaku." "Ahaha..." Gohan hanya bisa tertawa kecil. Lalu, iseng-iseng Gohan bertanya, "Oh iya, apa kau pernah bertarung melawan ayahmu?" "Bertarung dengannya? Aku belum siap untuk itu. Dia kan juara dunia. Selama ini, aku berlatih sendiri." jelas Videl. "Sudah kuduga." pikir Gohan. "Itu sebabnya Videl-san belum menyadari kalau sebenarnya dia lebih kuat dari Mr.Satan." "Oh iy...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 208 bagian 3

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 208 bagian 2 Di langit, tampak juga Picollo masih berlatih dengan konsentrasinya. Aura kekuatan Picollo telah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dan bahkan, tekanannya mampu menciptakan gempa yang terasa di seluruh penjuru istana langit. Di pantai, rumah kakek kura-kura, Krilin juga tampak masih terus berlatih. Sejak menikah, Krilin jarang berlatih, jadi ia harus berlatih dengan lebih giat lagi. Di ruang latihan keluarga Mr.Satan, Videl juga tampak tengah berlatih dengan keras. Menendang-nendang alat latihan dengan begitu kuatnya hingga membuat murid-murid Mr.Satan yang ada di sana kaget. "Luar biasa, Videl-san..." "Dia jadi jauh lebih kuat dari sebelumnya." Videl berhenti dan tak lama setelahnya alat yang tadi ditendang-tendang Videl hancur. "Eeehhh!!?" orang-orang jadi semakin kaget. "Ganti dengan yang baru ya." pinta Videl. "B-baik." Videl keluar ruangan itu, kemudian menghampiri ayahnya yang sedang b...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 208 bagian 4

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 208 bagian 3 "Hei hei, Gohan, apa kau yakin akan bertarung seperti itu?" tanya Krilin. "Yaah, aku tak ingin teman-teman sekolahku tahu ini aku." ucap Gohan. "Bagaimana? Keren kan??" Dengan terpaksa Krilin menjawab, "Ya..." Setelahnya pesawat mendarat, dan merekapun turun. Beramai-ramai satu kelompok, mereka berjalan sambil melihat kanan dan kiri. Tempat itu begitu ramai karena banyak juga yang berjualan di luar arena. Tapi di tengah keramaian itu, belum tampak tanda-tanda keberadaan Goku sama sekali. "Banyak sekali ya orangnya..." ucap Krilin. "Yaah, kau benar, ramai sekali." ucap Bulma. "Apa Goku sudah sampai di sini ya??" Yamcha terus melihat-lihat. "Uwooo!!" dari kejuhan tiba-tiba saja terdengar suara ribut-ribut. "Eh? Ada apa??" "Mr.Satan!! Itu Mr.Satan!!" ucap anak-anak yang berlarian ke arah Mr.satan sambil membawa buku untuk minta tanda tangan. ...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 208 bagian 5

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 208 bagian 4 "Goku-sa, aku benar-benar merindukanmu..." ucap Chichi. "Aku juga." ucap Goku. Kemudian, Goku melihat ke arah Goten, yang sekarang malah sembunyi malu-malu di belakang Chichi. "Goten, itu ayahmu." ucap Chichi. "Dia mirip denganku. Apa itu anakku?" tanya Goku. Goku belum tahu. "Ayah?" Goten melihat ke arah Goku. Goku menghampirinya, dan akhirnya Goten memberanikan diri untuk berlari ke arah ayahnya. "Ayah!!" "Kau terlihat kuat, seperti aku!" ucap Goku, dan kemudian menggendongnya. Goten benar-benar senang, itulah pertama kalinya ia bertemu dengan sang ayah. "Ehm, Goku..." nenek penyihir yang juga datang bersama dengan Goku memperingatkan, "Waktumu hanya 24 jam. Ingat itu baik-baik." "Ya, aku mengerti." ucap Goku. "Kalau begitu sampai jumpa." nenek itu pun pergi. "Terimakasih ya, Baba!" ucap Goku. "Hei, jika tidak cep...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 207 bagian 4

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 207 bagian 3 Setelahnya kaki Videl kembali menyentuh tanah. "Luar biasa, kau mampu melakukannya hanya dalam waktu sehari!" ucap Gohan. "Begitukah??" Videl melihat ke arah Goten yang sekarang sudah bisa terbang ke sana kemari di udara. "I-itu karena Goten sudah biasa mengontrol KI nya." ucap Gohan. "Kau sudah melewati bagian yang sulit, sisanya tak akan menjadi masalah. Sekarang kau bisa belajar terbang sendiri." "Umm..." Videl menghadap ke arah Gohan dan kemudian berkata, "Aku akan kembali lagi besok." "Eh?? Kau sudah bisa menguasai bagian yang paling sulit, sisanya kau bisa mempelajarinya sendiri." ucap Gohan. Tapi, Videl tetap ingin latihan dengannya, "Aku ingin belajar lebih lanjut tentang KI darimu. Atau kau mau aku membocorkan identitasmu??" "Te-tentu saja tidak..." "Baiklah, kalau begitu sampai jumpa." ucap Videl dan kemudian mengeluarkan pesawat ...

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 207 bagian 5

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 207 bagian 4 Vegeta bisa menghindari semua serangan Trunks. Tapi pada satu titik, dia kelepasan dan malah memukul Trunks hingga terpental. Trunks terajatuh, dan mukanya memar. "Ayah curang. AYah bilang tak akan melakukan serangan balik..." "Jangan bodoh, aku tak pernah berkata seperti itu!" ucap Vegeta. "Sakit..." "Jangan menangis! Aku akan mengajakmu ke taman hiburan." "Aaah!!!" Trunks sudah melupakan rasa sakitnya. "Sekarang katakanlah, siapa yang lebih kuat, kau atau adik Son Gohan itu?" "Akulah yang sedikit lebih kuat darinya." ucap Trunks, "Lagipula aku memang setahun lebih tua darinya dan dia juga belum bisa terbang." "Sedikit, ya?" ucap Vegeta dalam hati. "Apa-apaan ini..." ----- Dragon Ball Z Episode 207 ----- Keesokan harinya di sisi Gohan dan Goten, mereka pergi menuju tempat latihan. "Ayo cepat, Goten!!" teriak Gohan sambil berlari....

Versi Teks Dragon Ball Z Episode 207 bagian 1

Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 206 Dengan wajah malu-malu, gugup, Gohan memberi pengarahan pada Videl dan adiknya mengenai bagaimana cara terbang. "Baiklah, aku akan mengajari kalian bagaimana cara agar bisa terbang. Pertama-tama, kalian harus bisa mengontrol KI. Itu tidak terlalu sulit, tapi akan lebih sulit kalau kalian ingin terbang dengan kecepatan tinggi." -------- Dragon Ball Z Episode 207-------- Terbanglah dengan Cepat, Videl!! Teks Version by www.Beelzeta.com "Mengontrol KI? Hei, apa itu KI?" tanya Videl. "Hmm, bagaimana menjelaskannya ya..." Gohan sempat bingung, kemudian berkata, "KI itu adalah semacam energi tersembunyi, semacam kekuatan tersembunyi yang ada di dalam tubuh." Videl masih belum mengerti, "Kekuatan tersembunyi seperti apa??" "Gimana cara menjelaskannya ya..." Gohan menjadi semakin bingung. Kemudian, Goten mengarahkan telapak tangannya ke bebatuan dan berkata, "Seperti ini." Boombb!!! beb...