Sebelumnya : Bleach Chapter 513
Ledakan tekanan roh raksasa menghancurkan tempat sekitar Ichigo. Begitu kuat dan dahsyat, ledakan hitam tiba-tiba yang benar-benar mengejutkan. Entah apa yang terjadi. Namun yang pasti, terlihat kalau Juha juga tidak meduganya.
"Yang mulia!!" Teriak khawatir assistantnya.
Juha terseret beberapa meter ke belakang, namun ia masih bisa menjaga keseimbangannya. Juga masih tampak kaget, dan kemudian berkata kalau, "Ini adalah sebuah kesalahan"
"Kesalahan? Hanya karena aku bisa bertahan hidup dari satu seranganmu?" Ichigo yang semula hampir mati tampak telah kembali berdiri.
"Bukan itu yang aku maksud" Ucap Juha, yang mana di kepalanya terlintas ingatan akan tanda yang mulai menyebar di leher Ichigo tadi.
Tanpa menjelaskan apapun lagi, Juha kembali menyerang. Dengan pedang yang dibawanya, ia menebas Ichigo. Untung saja, Ichigo mampu menahannya dengan pedang yang dimilikinya. Namun berkat ini, ledakan yang cukup kuat kembali terjadi.
"Jadi benar apa yang aku lihat" Ucap Juha. Mereka berdua kini saling berhadap-hadapan, Ichigo terdiam tak begitu mengerti sementara sang ketua Quincy itu melihat ke arah tanda yang kini telah sampai di lengan kiri Ichigo.
"Apa maksudmu?" Ichigo bertanya.
"Aku rasa adalah sebuah kesalahan mengirim quincy suci untuk menghentikanmu. Harusnya aku hanya mengirim Arrancar acak, karena ... Itu menyebabkan ingatan di dalam reiatsumu terbangun" Ucap Juha.
"Saat kau berada di dalam kurungan Kirge, kau mengeluarkan reiatsumu ke tingkat ekstrim untuk menghancurkannya. Saat kau kembali ke tubuhmu, ampas dari reiatsumu juga bersatu dengan reiatsu di sekitarnya. Dan Reiatsu Kirge, yang secara perlahan masuk ke dalam bagian dari jiwamu, membangunkan ingatan di dalam reiatsumu, dari akar yang paling dalam. Kurungan Kirge dibuat untuk menekan musuh. Itu tak bisa, mengurung Quincy"
"Apa yang kau katakan!? Ingatan reiatsu? Lalu apa hubungannya dengan quincy!?"
"Benar. Kau tak tahu apa-apa tentang dirimu. Bahkan ...
Tentang ibumu sendiri"
Deg ...
Sejenak Ichigo terdiam.
"Apa yang kau ..."
"Aku mau mengambilmu kembali dan mengajarimu kembali dari awal. Tapi kelihatannya tak ada waktu untuk mengambilnya secara pelan-pelan. Aku akan memaksamu untuk menyerah, dan menarikmu kembali"
"Aku bertanya, apa yang kau katakan hah!!!?" Ichigo berteriak.
"Akan ku beritahu saat kita sampai di Vandenreich" Juha melesat, bersiap untuk kembali menebas Ichigo. Untung saja, Ichigo kembali bisa menahannya. Tapi kemudian, Juha mencengkram rambut bagian depan kepala Ichigo dengan tangan kirinya, serta bersiap untuk menusuk dengan pedang di tangan kanannya.
"Kali ini aku akan menusukmu. Jangan pikir kau bisa menghindarinya dengan Blut Vene. Aku akan mengeluarkan tenagaku ..."
Deg ...
Tiba-tiba Juha merasakan sesuatu, ia tak bisa melakukannya.
"Ini ..."
"Sudah waktunya, yang mulia" Ucap asistennya. "Kau tak bisa berada di luar area Shatten Breich lagi, ayo kembali ke Vandenreich"
Kelihatannya, Juha memiliki suatu batasan waktu berada di luar daerahnya.
"Tidak mungkin, seharusnya ...
Oh" Juha teringat akan Aizen. "Begitu ya, Souzuke Aizen, ini pasti ulah tricknya. Dia membuatku kehilangan kesadaran akan persepsiku saat terakhir kami bertemu. Haschwald, kenapa kau tak memberitahuku kalau kau sudah menyadarinya?"
"Aku tahu itu, mencoba menghentikanmu akan percuma"
"Kalau begitu, ayo pergi" Merekapun bergegas untuk pergi, meninggalkan Ichigo begitu saja.
"Tunggu!!!" Teriak Ichigo. "Apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi?"
Hujan semakin deras ...
"Tak mungkin aku membiarkanmu pergi begitu saja setelah semua yang kau lakukan pada Soul Society"
Juha dan asistennya tak peduli dan terus melangkahkan kaki mereka.
"Aku bilang berhenti!!!" Ichigo melesat dan bersiap untuk menebas. Akan tetapi secepat kilat, blesssh, sesuatu menebas pedang Ichigo hingga patah. Ya, pedang kuat itu patah. Ichigo terdiam.
"Sampai jumpa, Ichigo Kurosaki" Ucap Juha. "Suatu hari nanti, aku akan kembali untuk mencarimu. Sembuhkan lukamu dan tunggu. Putraku ... Terlahir di Kegelapan"
Bersambung ke Bleach Chapter 515
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Ledakan tekanan roh raksasa menghancurkan tempat sekitar Ichigo. Begitu kuat dan dahsyat, ledakan hitam tiba-tiba yang benar-benar mengejutkan. Entah apa yang terjadi. Namun yang pasti, terlihat kalau Juha juga tidak meduganya.
"Yang mulia!!" Teriak khawatir assistantnya.
Juha terseret beberapa meter ke belakang, namun ia masih bisa menjaga keseimbangannya. Juga masih tampak kaget, dan kemudian berkata kalau, "Ini adalah sebuah kesalahan"
"Kesalahan? Hanya karena aku bisa bertahan hidup dari satu seranganmu?" Ichigo yang semula hampir mati tampak telah kembali berdiri.
"Bukan itu yang aku maksud" Ucap Juha, yang mana di kepalanya terlintas ingatan akan tanda yang mulai menyebar di leher Ichigo tadi.
Tanpa menjelaskan apapun lagi, Juha kembali menyerang. Dengan pedang yang dibawanya, ia menebas Ichigo. Untung saja, Ichigo mampu menahannya dengan pedang yang dimilikinya. Namun berkat ini, ledakan yang cukup kuat kembali terjadi.
"Jadi benar apa yang aku lihat" Ucap Juha. Mereka berdua kini saling berhadap-hadapan, Ichigo terdiam tak begitu mengerti sementara sang ketua Quincy itu melihat ke arah tanda yang kini telah sampai di lengan kiri Ichigo.
"Apa maksudmu?" Ichigo bertanya.
"Aku rasa adalah sebuah kesalahan mengirim quincy suci untuk menghentikanmu. Harusnya aku hanya mengirim Arrancar acak, karena ... Itu menyebabkan ingatan di dalam reiatsumu terbangun" Ucap Juha.
"Saat kau berada di dalam kurungan Kirge, kau mengeluarkan reiatsumu ke tingkat ekstrim untuk menghancurkannya. Saat kau kembali ke tubuhmu, ampas dari reiatsumu juga bersatu dengan reiatsu di sekitarnya. Dan Reiatsu Kirge, yang secara perlahan masuk ke dalam bagian dari jiwamu, membangunkan ingatan di dalam reiatsumu, dari akar yang paling dalam. Kurungan Kirge dibuat untuk menekan musuh. Itu tak bisa, mengurung Quincy"
"Apa yang kau katakan!? Ingatan reiatsu? Lalu apa hubungannya dengan quincy!?"
"Benar. Kau tak tahu apa-apa tentang dirimu. Bahkan ...
Tentang ibumu sendiri"
Deg ...
Sejenak Ichigo terdiam.
"Apa yang kau ..."
"Aku mau mengambilmu kembali dan mengajarimu kembali dari awal. Tapi kelihatannya tak ada waktu untuk mengambilnya secara pelan-pelan. Aku akan memaksamu untuk menyerah, dan menarikmu kembali"
"Aku bertanya, apa yang kau katakan hah!!!?" Ichigo berteriak.
"Akan ku beritahu saat kita sampai di Vandenreich" Juha melesat, bersiap untuk kembali menebas Ichigo. Untung saja, Ichigo kembali bisa menahannya. Tapi kemudian, Juha mencengkram rambut bagian depan kepala Ichigo dengan tangan kirinya, serta bersiap untuk menusuk dengan pedang di tangan kanannya.
"Kali ini aku akan menusukmu. Jangan pikir kau bisa menghindarinya dengan Blut Vene. Aku akan mengeluarkan tenagaku ..."
Deg ...
Tiba-tiba Juha merasakan sesuatu, ia tak bisa melakukannya.
"Ini ..."
"Sudah waktunya, yang mulia" Ucap asistennya. "Kau tak bisa berada di luar area Shatten Breich lagi, ayo kembali ke Vandenreich"
Kelihatannya, Juha memiliki suatu batasan waktu berada di luar daerahnya.
"Tidak mungkin, seharusnya ...
Oh" Juha teringat akan Aizen. "Begitu ya, Souzuke Aizen, ini pasti ulah tricknya. Dia membuatku kehilangan kesadaran akan persepsiku saat terakhir kami bertemu. Haschwald, kenapa kau tak memberitahuku kalau kau sudah menyadarinya?"
"Aku tahu itu, mencoba menghentikanmu akan percuma"
"Kalau begitu, ayo pergi" Merekapun bergegas untuk pergi, meninggalkan Ichigo begitu saja.
"Tunggu!!!" Teriak Ichigo. "Apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi?"
Hujan semakin deras ...
"Tak mungkin aku membiarkanmu pergi begitu saja setelah semua yang kau lakukan pada Soul Society"
Juha dan asistennya tak peduli dan terus melangkahkan kaki mereka.
"Aku bilang berhenti!!!" Ichigo melesat dan bersiap untuk menebas. Akan tetapi secepat kilat, blesssh, sesuatu menebas pedang Ichigo hingga patah. Ya, pedang kuat itu patah. Ichigo terdiam.
"Sampai jumpa, Ichigo Kurosaki" Ucap Juha. "Suatu hari nanti, aku akan kembali untuk mencarimu. Sembuhkan lukamu dan tunggu. Putraku ... Terlahir di Kegelapan"
Bersambung ke Bleach Chapter 515
Comments
Post a Comment