Sebelumnya : Cøde:Breaker Chapter 18
Ogami dan Toki sedang dalam masa kehilangan kekuatan mereka. Mereka tak bisa lagi melindungi Sakurakouji secara maksimal sekarang. Padahal, perempuan itu kini sedang berada dalam kondisi yang sangat berbahaya. Seorang pembunuh bayaran yang hanya memiliki satu lengan, Haruto, tengah berada di hadapannya.
"Sekarang, Sakurakouji, biarkan aku mengakhiri hidupmu"
Haruto mencoba untuk menyerang Sakurakouji. Tapi untung saja, meski dengan tanpa kekuatan api birunya, Ogami melindungi tubuh Sakurakouji, membuat malah lengannyalah yang tertebas.
Sementara itu, Toki yang kehilangan kekuatan dan berubah menjadi seorang anak kecil tampak pasrah, "Di depan ada si satu tangan, kemudian di belakang lebih bahaya dari sarang lebah, mungkinkah ini akhir untuk hidup kita"
"Ya ampun, kalian berdua memang benar-benar tidak berguna!!" Ucap Sakurakouji dengan ekspresi khasnya saat ia berbohong. "Untuk apa aku harus dilindungi oleh seseorang yang sudeah tak bisa menggunakan kekuatan seperti kalian, kalian ku pecat!! Sampai ketemu!!!" Sakurakouji berlari, berlari jauh dari mereka.
Sakurakouji mengatakan hal-hal seperti tadi dan berlari sebenarnya adalah karena ia tak mau mereka berdua terlibat. Sakurakouji tak mau Ogami dan Toki yang sudah kehilangan kekuatan ikut menjadi sasaran yang pembunuh bayaran. Dalam hati, Sakurakouji ingin menanggung semua ini sendirian.
"Si bodoh itu ..." Ogami tak mau diam begitu saja dan mengejar Sakurakouji.
"Hei hei, tunggu!" Kemudian diikuti oleh Toki.
"Tunggu!!!" Teriak Toki di belakang, "Bagaimana bisa aku mengejarmu, kau memiliki kaki yang lebih panjang"
Dengan tubuh anak-anaknya itu, Toki menjadi kesulitan untuk berlari cepat. Namun sepertinya, kecepatan tak ditentukan oleh panjang pendeknya kaki. Hal ini dapat dilihat dari si anak anjing yang kakinya bahkan leboh pendek, namun ia bisa berlari lebih cepat dari Toki.
"Sialan kau!!" Toki membentak si anjing.
"Hei Sakura, apa ada yang baru datang? Berisik sekali" Ibu Sakurakouji membuka pintu, dan ia bertanya-tanya mengenai keadaan yang terjadi.
"Ibu!!!" Toki yang sebelumnya mengejar Sakurakouji mendadak berhenti dan langsung membenamkan kepalanya di dada ibu Sakura.
"Eeh! Siapa kamu!?" Ibu Sakurakouji kaget, ia tak kenal dengan Toki yang telah berubah ke wujud anak-anak. "Darimana kau masuk???"
"Aku ingin disini lebih lama ..." Ucap Toki, dengan tampang sok imutnya, yang pada akhirnya membuat ibu Sakurakouji menerimanya.
"Uh, dasar anak yang manja, kau mengingatkanku akan seseorang"
Greeeb!!!!
Anak anjing menggigit kepala Toki.
Sementara itu di luar, gadis pembunuh bayaran yang bersenjatakan senapan raksasa masih terus membidik dan menembak, "Kau tidak akan bisa kabur dari peluruku!! Hohoho!!!"
Ia terus saja menembak. Sampai kemudian secara tiba-tiba, seorang pemuda yang tak lain adalah Heike berdiri di belakangnya.
"Aku rasa sekarang kau sedang berada di Daerah Kematian" Ucap Heike ke gadis itu.
"Siapa kau!!?" Gadis tabi buru-buru menghadap ke belakang dan langsung mengarahkan senapan besarnya, "Jangan berdiri di belakangn..."
Byaaaaaar!!!!!
Senapan raksasa gadis itu tiba-tiba saja hancur berkeping-keping, tersebar menjadi beberapa potongan.
"Apa-apa ..." Gadis itu kaget, tentu saja. Siapapun akan kaget saat melihat senjatanya tiba-tiba saja berhamburan seperti itu. "A-apa yang kau ... Siapa kau ..."
"Aku adalah seorang Cøde:Breaker, Cøde:02 Heike Masaomi" Heike memperkenalkan diri.
"Mu-mustahil!!" Perempuan itu tak percaya. "Aku hanya menerima informasi mwnganai dua orang Cøde:Breaker!!!"
"Itu benar. Tapi, tidak seorangpun bisa memerintahku" Heike ada di tempat itu bukan karena perintah siapapun, melainkan keinginannya sendiri. "Karena, akulah satu-satunya yang bisa melakukan itu"
"Omong kosong macam apa itu!!!!!" Perempuan tadi mengeluakan sebuah pistol biasa dan menggunakannya untuk menembak Heike. Akan tetapi, tak satupun pelurunya berhasil mengenai anggota Cøde:Breaker itu.
"Ah, perempuan nakal ..." Heike mulai mendekat.
"Hyaaaa!!!" Perempuan tadi mulai ketakutan.
"Sepertinya aku harus memberikanmu sedikit pelajaran. Mari kita buat supaya kau tak bisa membunuh lagi. Jangan khawatir, aku tak akan membunuhmu. Mata dibalas dengan mata, gigi dibalas dengan gigi, belenggu abadi untuk kejahatan"
Heike tak membunuh perempuan itu, hanya mengikatnya dan membuatnya terlihat begitu menderita, dengan tatapan mata yang kosong.
"Sepertinya kau sudah membunuh banyak orang. Aku tidak akan membunuhmu karena kau berharga. Tapi, aku akan memberikan ikatan kematian yang kekal di pikiranmu. Itulah akibat dari dosamu"
Heikepun pergi meninggalkannya.
Di sisi lain, Sakurakouji telah sampai di suatu tempat yang sepi, dimana disana ia pikir Ogami dan Toki tak akan ikut mendapat masalah.
"Tidak seorangpun akan terlibat disini"
"!!?"
"Itu adalah sifat mengelikan yang kau miliki" Haruto telah berada di balik pohon, beberapa meter di belakang Sakurakouji.
"Baiklah, seperti yang kau inginkan, aku akan membiarkanmu mati sendirian. Kenapa nyawamu diincar, apa klienku mempunyai suatu masalah denganmu, apakah kau tidak memiliki hak untuk bertanya seperti itu? Pembunuh hanyalah alat yang digunakan untuk membunuh. Tidak ada gunanya untuk mengetahui tujuan seorang klien" Ucap Haruto.
"Banyak orang di Dunia ini yang mempunyai seseorang yang ingin mereka bunuh. Bahkan, kau sendiri mungkin memiliki seseorang yang ingin kau bunuh. Aku akan melakukannya jika kau membayarku. Tapi, sepertinya kau tak akan bisa karena kau akan mati sekarang!!"
Haruto bersiap untuk membunuh Sakurakouji dengan senjatanya. Akan tetapi, tiba-tiba Ogami datang dan menodong kepala Haruto dengan pedang, membuatnya untuk sesaat berhenti bergerak.
Kemudian, Haruto menebaskan senjatanya pada pedang yang Ogami bawa. Dengan kata lain, Sakurakouji selamat, Ogami melindunginya.
"O-Ogami!?" Sakurakouji kaget.
"Tolong, aku sakit dan aku tidak mau menghabiskan tenagaku hanya untuk berlari, Sakurakouji"
Memang, Ogami terlihat kelelahan. Namun begitu, ia tetap ingin menghadapi Haruto dengan pedang yang dibawanya, dan ia yakin kalau ia bisa mengalahkannya, "Aku yakin kali ini kau tak akan bisa kabur dengan satu lenganmu itu, Haruto"
"Sebuah pedang menggantikan kekuatanmu yang hilang, huh?
Tidak berguna"
Deg ...
Tiba-tiba saja Ogami rebah.
"O-Ogami!!?"
"Tidak ada gunanya" Ucap Haruto. "Dia sudah tertidur. Walaupun tanpa kemampuan yang luar biasa, aku bisa mengontrol orang. Contohnya, jika aku membuat suara tertentu dengan panjang gelombang tertentu, sangat mungkin untuk menempatkan otaknya ke dalam keadaan tidak aktif, matilah dalam tidurmu!!!" Haruto bersiap untuk menebas.
"Tu-Tunggu!!!! Berhenti, Ogami tak punya ..."
Grebbb ...
Ternyata Ogami masih sadar, dan kini ia telah mencengkram wajah Haruto.
"Kau beruntung karena aku kehilangan kemampuanku sekarang"
"Sial!!" Haruto melepaskan diri.
"O-Ogami ..."
"Aku sudah pernah mendengar suara mengerikan itu sebelumnya. Jadi, aku tak akan jatuh dengan serangan yang sama" Ucap Ogami. "Haruto, walaupun kau berusaha untuk hidup dengan satu tangan, kau tak akan bisa kabur dari aku dan dosamu" Lanjutnya. Tapi tiba-tiba, Deg ...
Lagi-lagi Ogami rebah, dan kali ini Sakurakouji juga.
"Ukkhh!!! A-aku tak bisa bergerak" Ucap Sakurakouji dalam hati.
"Jangan salah" Ucap Haruto. "Aku telah belajar mengontorl orang tidak hanya dengan suara, namun juga dengan tatapan mata. Jangan pikir kalau aku masih sama dengan yang dulu. Kau bisa menikmati melihat misimu gagal dan perempuan ini akan mati di depan matamu. Ini bukanlah sebuah dosa, ini adalah pembalasan dendam yang dibayar dengan uang"
"APa maksudmu!? Apaqkah kau mau bilang aku telah membuat dendam seseorang yang ingin membunuhku!?" Sakurakouji bertanya.
"Jika kau mau mengetahuinya, maka aku akan memberitahumu"
Dengan kemampuannya, Haruto memperlihatkan suatu kilasan pada Sakurakouji, bayangan yang memperlihatkan seorang ibu dan anaknya tewas dibunuh oleh ayah Sakurakouji dan rekan-rekannya.
"Ha-hal yang barusan ..."
"Itu adalah ingatan dari klienku. Dia kehilangan keluarganya karena peluru nyasar yang ditembakan dalam perang Yakuza. Mereka dibunuh oleh ayahmu" Ucap Haruto.
"Mu-Mustahil" Pikir Sakurakouji tak percaya.
"Hanya membunuh yang membunuh keluarganya tidak dapat dihitung sebagai balas dendam. Balas dendam yang sesungguhnya adalah dengan membunuhmu, dan membuat ayahmu merasakan kehilangan yang sama dengan yang dirasakan oleh klienku. Tapi jangan khawatir, aku juga akan menyingkirkan seluruh Yakuza dengan membuat mereka membunuh satu sama lain karena perselisihan antar anggota sebagai hadiah atas kepergianmu. Itu merupakan salah satu komisi klienku juga. Kau akan terbunuh karena ayahmu adalah orang jahat. Jika kau ingin menyalahkan seseorang, salahkanlah ayahmu"
Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 20
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Ogami dan Toki sedang dalam masa kehilangan kekuatan mereka. Mereka tak bisa lagi melindungi Sakurakouji secara maksimal sekarang. Padahal, perempuan itu kini sedang berada dalam kondisi yang sangat berbahaya. Seorang pembunuh bayaran yang hanya memiliki satu lengan, Haruto, tengah berada di hadapannya.
"Sekarang, Sakurakouji, biarkan aku mengakhiri hidupmu"
Haruto mencoba untuk menyerang Sakurakouji. Tapi untung saja, meski dengan tanpa kekuatan api birunya, Ogami melindungi tubuh Sakurakouji, membuat malah lengannyalah yang tertebas.
Sementara itu, Toki yang kehilangan kekuatan dan berubah menjadi seorang anak kecil tampak pasrah, "Di depan ada si satu tangan, kemudian di belakang lebih bahaya dari sarang lebah, mungkinkah ini akhir untuk hidup kita"
"Ya ampun, kalian berdua memang benar-benar tidak berguna!!" Ucap Sakurakouji dengan ekspresi khasnya saat ia berbohong. "Untuk apa aku harus dilindungi oleh seseorang yang sudeah tak bisa menggunakan kekuatan seperti kalian, kalian ku pecat!! Sampai ketemu!!!" Sakurakouji berlari, berlari jauh dari mereka.
Sakurakouji mengatakan hal-hal seperti tadi dan berlari sebenarnya adalah karena ia tak mau mereka berdua terlibat. Sakurakouji tak mau Ogami dan Toki yang sudah kehilangan kekuatan ikut menjadi sasaran yang pembunuh bayaran. Dalam hati, Sakurakouji ingin menanggung semua ini sendirian.
"Si bodoh itu ..." Ogami tak mau diam begitu saja dan mengejar Sakurakouji.
"Hei hei, tunggu!" Kemudian diikuti oleh Toki.
"Tunggu!!!" Teriak Toki di belakang, "Bagaimana bisa aku mengejarmu, kau memiliki kaki yang lebih panjang"
Dengan tubuh anak-anaknya itu, Toki menjadi kesulitan untuk berlari cepat. Namun sepertinya, kecepatan tak ditentukan oleh panjang pendeknya kaki. Hal ini dapat dilihat dari si anak anjing yang kakinya bahkan leboh pendek, namun ia bisa berlari lebih cepat dari Toki.
"Sialan kau!!" Toki membentak si anjing.
"Hei Sakura, apa ada yang baru datang? Berisik sekali" Ibu Sakurakouji membuka pintu, dan ia bertanya-tanya mengenai keadaan yang terjadi.
"Ibu!!!" Toki yang sebelumnya mengejar Sakurakouji mendadak berhenti dan langsung membenamkan kepalanya di dada ibu Sakura.
"Eeh! Siapa kamu!?" Ibu Sakurakouji kaget, ia tak kenal dengan Toki yang telah berubah ke wujud anak-anak. "Darimana kau masuk???"
"Aku ingin disini lebih lama ..." Ucap Toki, dengan tampang sok imutnya, yang pada akhirnya membuat ibu Sakurakouji menerimanya.
"Uh, dasar anak yang manja, kau mengingatkanku akan seseorang"
Greeeb!!!!
Anak anjing menggigit kepala Toki.
Sementara itu di luar, gadis pembunuh bayaran yang bersenjatakan senapan raksasa masih terus membidik dan menembak, "Kau tidak akan bisa kabur dari peluruku!! Hohoho!!!"
Ia terus saja menembak. Sampai kemudian secara tiba-tiba, seorang pemuda yang tak lain adalah Heike berdiri di belakangnya.
"Aku rasa sekarang kau sedang berada di Daerah Kematian" Ucap Heike ke gadis itu.
"Siapa kau!!?" Gadis tabi buru-buru menghadap ke belakang dan langsung mengarahkan senapan besarnya, "Jangan berdiri di belakangn..."
Byaaaaaar!!!!!
Senapan raksasa gadis itu tiba-tiba saja hancur berkeping-keping, tersebar menjadi beberapa potongan.
"Apa-apa ..." Gadis itu kaget, tentu saja. Siapapun akan kaget saat melihat senjatanya tiba-tiba saja berhamburan seperti itu. "A-apa yang kau ... Siapa kau ..."
"Aku adalah seorang Cøde:Breaker, Cøde:02 Heike Masaomi" Heike memperkenalkan diri.
"Mu-mustahil!!" Perempuan itu tak percaya. "Aku hanya menerima informasi mwnganai dua orang Cøde:Breaker!!!"
"Itu benar. Tapi, tidak seorangpun bisa memerintahku" Heike ada di tempat itu bukan karena perintah siapapun, melainkan keinginannya sendiri. "Karena, akulah satu-satunya yang bisa melakukan itu"
"Omong kosong macam apa itu!!!!!" Perempuan tadi mengeluakan sebuah pistol biasa dan menggunakannya untuk menembak Heike. Akan tetapi, tak satupun pelurunya berhasil mengenai anggota Cøde:Breaker itu.
"Ah, perempuan nakal ..." Heike mulai mendekat.
"Hyaaaa!!!" Perempuan tadi mulai ketakutan.
"Sepertinya aku harus memberikanmu sedikit pelajaran. Mari kita buat supaya kau tak bisa membunuh lagi. Jangan khawatir, aku tak akan membunuhmu. Mata dibalas dengan mata, gigi dibalas dengan gigi, belenggu abadi untuk kejahatan"
Heike tak membunuh perempuan itu, hanya mengikatnya dan membuatnya terlihat begitu menderita, dengan tatapan mata yang kosong.
"Sepertinya kau sudah membunuh banyak orang. Aku tidak akan membunuhmu karena kau berharga. Tapi, aku akan memberikan ikatan kematian yang kekal di pikiranmu. Itulah akibat dari dosamu"
Heikepun pergi meninggalkannya.
Di sisi lain, Sakurakouji telah sampai di suatu tempat yang sepi, dimana disana ia pikir Ogami dan Toki tak akan ikut mendapat masalah.
"Tidak seorangpun akan terlibat disini"
"!!?"
"Itu adalah sifat mengelikan yang kau miliki" Haruto telah berada di balik pohon, beberapa meter di belakang Sakurakouji.
"Baiklah, seperti yang kau inginkan, aku akan membiarkanmu mati sendirian. Kenapa nyawamu diincar, apa klienku mempunyai suatu masalah denganmu, apakah kau tidak memiliki hak untuk bertanya seperti itu? Pembunuh hanyalah alat yang digunakan untuk membunuh. Tidak ada gunanya untuk mengetahui tujuan seorang klien" Ucap Haruto.
"Banyak orang di Dunia ini yang mempunyai seseorang yang ingin mereka bunuh. Bahkan, kau sendiri mungkin memiliki seseorang yang ingin kau bunuh. Aku akan melakukannya jika kau membayarku. Tapi, sepertinya kau tak akan bisa karena kau akan mati sekarang!!"
Haruto bersiap untuk membunuh Sakurakouji dengan senjatanya. Akan tetapi, tiba-tiba Ogami datang dan menodong kepala Haruto dengan pedang, membuatnya untuk sesaat berhenti bergerak.
Kemudian, Haruto menebaskan senjatanya pada pedang yang Ogami bawa. Dengan kata lain, Sakurakouji selamat, Ogami melindunginya.
"O-Ogami!?" Sakurakouji kaget.
"Tolong, aku sakit dan aku tidak mau menghabiskan tenagaku hanya untuk berlari, Sakurakouji"
Memang, Ogami terlihat kelelahan. Namun begitu, ia tetap ingin menghadapi Haruto dengan pedang yang dibawanya, dan ia yakin kalau ia bisa mengalahkannya, "Aku yakin kali ini kau tak akan bisa kabur dengan satu lenganmu itu, Haruto"
"Sebuah pedang menggantikan kekuatanmu yang hilang, huh?
Tidak berguna"
Deg ...
Tiba-tiba saja Ogami rebah.
"O-Ogami!!?"
"Tidak ada gunanya" Ucap Haruto. "Dia sudah tertidur. Walaupun tanpa kemampuan yang luar biasa, aku bisa mengontrol orang. Contohnya, jika aku membuat suara tertentu dengan panjang gelombang tertentu, sangat mungkin untuk menempatkan otaknya ke dalam keadaan tidak aktif, matilah dalam tidurmu!!!" Haruto bersiap untuk menebas.
"Tu-Tunggu!!!! Berhenti, Ogami tak punya ..."
Grebbb ...
Ternyata Ogami masih sadar, dan kini ia telah mencengkram wajah Haruto.
"Kau beruntung karena aku kehilangan kemampuanku sekarang"
"Sial!!" Haruto melepaskan diri.
"O-Ogami ..."
"Aku sudah pernah mendengar suara mengerikan itu sebelumnya. Jadi, aku tak akan jatuh dengan serangan yang sama" Ucap Ogami. "Haruto, walaupun kau berusaha untuk hidup dengan satu tangan, kau tak akan bisa kabur dari aku dan dosamu" Lanjutnya. Tapi tiba-tiba, Deg ...
Lagi-lagi Ogami rebah, dan kali ini Sakurakouji juga.
"Ukkhh!!! A-aku tak bisa bergerak" Ucap Sakurakouji dalam hati.
"Jangan salah" Ucap Haruto. "Aku telah belajar mengontorl orang tidak hanya dengan suara, namun juga dengan tatapan mata. Jangan pikir kalau aku masih sama dengan yang dulu. Kau bisa menikmati melihat misimu gagal dan perempuan ini akan mati di depan matamu. Ini bukanlah sebuah dosa, ini adalah pembalasan dendam yang dibayar dengan uang"
"APa maksudmu!? Apaqkah kau mau bilang aku telah membuat dendam seseorang yang ingin membunuhku!?" Sakurakouji bertanya.
"Jika kau mau mengetahuinya, maka aku akan memberitahumu"
Dengan kemampuannya, Haruto memperlihatkan suatu kilasan pada Sakurakouji, bayangan yang memperlihatkan seorang ibu dan anaknya tewas dibunuh oleh ayah Sakurakouji dan rekan-rekannya.
"Ha-hal yang barusan ..."
"Itu adalah ingatan dari klienku. Dia kehilangan keluarganya karena peluru nyasar yang ditembakan dalam perang Yakuza. Mereka dibunuh oleh ayahmu" Ucap Haruto.
"Mu-Mustahil" Pikir Sakurakouji tak percaya.
"Hanya membunuh yang membunuh keluarganya tidak dapat dihitung sebagai balas dendam. Balas dendam yang sesungguhnya adalah dengan membunuhmu, dan membuat ayahmu merasakan kehilangan yang sama dengan yang dirasakan oleh klienku. Tapi jangan khawatir, aku juga akan menyingkirkan seluruh Yakuza dengan membuat mereka membunuh satu sama lain karena perselisihan antar anggota sebagai hadiah atas kepergianmu. Itu merupakan salah satu komisi klienku juga. Kau akan terbunuh karena ayahmu adalah orang jahat. Jika kau ingin menyalahkan seseorang, salahkanlah ayahmu"
Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 20
Comments
Post a Comment