Skip to main content

Versi Teks Cøde:Breaker Chapter 20

Sebelumnya : Cøde:Breaker Chapter 19

"Itu benar. Ayahmu adalah orang jahat, Sakurakouji Sakura" Ucap Haruto.
"Sesuai dengan klienky, yang kau tahu sendiri telah kehilangan keluarganya karena ayahmu, aku akan membunuhmu"


"Ayahku membunuh orang ..." Pikir Sakurakouji, masih shock dengan bayangan yang tadi diperlihatkan oleh Haruto, bayangan ayahnya bersama dengan anggota Yakuzanya yang kelihatannya bertarunggung jawab atas matinya seorang perempuan dan anaknya.

"Tidak mungkin ... Ayahku sudah ..."

"Ukh, sial" Ogami mencoba untuk bangun.

"Sakurakouji, matilah dalam tubuhmu yang tak bisa bergerak itu" Haruto bersiap untuk menebas tubuh Sakurakouji yang telah lumpuh akibat pengaruh kemampuannya.

Sementara itu Ogami, ia masih berusaha untuk bisa bergerak. Sekuat tenaga ia mencoba untuk menggerakan jari-jarinya, menggenggam erat mata pedang yang dibawanya hingga akhirnya tangannyapun terluka. Bagai shinobi di dunia Naruto yang dapat bebas dari genjutsu dengan melukai tubuhnya, Ogami terbebas dari pengaruh Haruto. Ia bisa bergerak kembali. Namun sebelum itu, suatu bayangan terlintas di benaknya, bayangan masa kecilnya yang kelam ...

"Musnahkan, Musnahkan!! Musnahkan semua kejahatan dari Dunia ini!!"

Deg, Ogami membuang jauh-jauh ingatan itu dan kini menggunakan pedangnya untuk menebas senjata yang hendak haruto gunakan untuk menusuk Sakurakouji.

Berhasil, tebasan Ogami mementalkan senjata Haruto, membuat aksinya gagal dan ia bertanya-tanya.

"Apa!? Bagaimana bisa kau mengalahkan doujutsuku!?"

"Aku gelisah" Ucap Ogami. "Aku jadi gelisah saat aku melihat darah. Dan, itu tak bisa dihindari" Ucap Ogami, dankemudian menjewer-jewer kedua pipi Sakurakouji.

"Membosankan" Ucap Ogami.

"Eh!?"

"Kau memiliki wajah yang paling membosankan yang pernah ada, aku bahkan tak bisa percaya kalau kau adalah jenis langka, ya ampun. Walaupun kau menceramahiku tentang berhenti membunuh, kau terganggu hanya dengan mendengar kalau ayahmu sudah membunuh. Apa memang itu hal terbaik yang bisa kau lakukan, hah?"

"Apa ... Ber ... Berhenti mempermainkanku!!!!" Teriak Sakura, "Ayahku bukan lagi sang naga mengamuk seperti dulu lagi!! Dia sudah berjanji untuk tidak berbuat jahat lagi! Ayahku tidak akan pernah membunuh atau ikut dengan sesuatu yang mirip dengan itu, aku yakin!! Ayahku sekarang sudah menyadari pentingnya kehidupan!! Aku yakin akan hal itu setelah apa yang terjadi saat itu"

Flashback saat Sakurakouji dan ayahnya bermain game zombie :

"Ayah, zombienya semakin mendekat"
"Oh tidak, aku tak boleh membunuh, zombie juga"
"Oi, zombienya akan memakanmu"

Flashback berakhir.

"Jadi, dia mengajariku arti dari kehidupan setiap hari, dia adalah ayah yang hebat" Ucap Sakurakouji.

"..." Ogami dan Haruto terdiam.

"Ada yang salah?"

"Huh, akhirnya kau bertingkah seperti jenis langka" Ucap Ogami.

"Sekarang, Haruto si pembunuh bayaran, hentikan semua ini" Perintah Sakura. Tapi tentu saja Haruto tak akan mau berhenti semudah itu.

"Olahraga, kan?" Ogami bertanya.

"Eh?"

"Aku bilang kalau jam pertama besok adalah jam olahraga. Kita harus ganti baju dan yang lainnya, jadi kita sebaiknya berangkat lebih pagi ke sekolah. Karena itu, bisa kah kau mati secepatnya saja, Haruto?" Ogami tersenyum.

"Apa?"

"O-Oga ..."

Whusss!!!! Ogami melesat, menyerang dengan pedang yang dibawanya. Tentu saja, Haruto tak diam begitu saja. Ia mencoba untuk menahan tebasan pemuda itu. Akan tetapi tetap saja, bahu kirinya berhasil terkena tebasan.

"Kau, tidakkah kau takut mati!?" Haruto bertanya.

"Yah, aku tak yakin, tapi ...
Aku jadi gelisah dan bersemangat karena aku sangat ...
Sangat ingin membunuh orang jahat" Ogami memasang ekspresi yang berbeda.

"O-Ogami, dia seperti orang yang berbeda" Pikir Sakura.

"Penghinaan karena aku sudah kehilangan satu tangan ...
Aku akan membayarnya seratus kali lipat!!!!" Haruto juga marah, dan kembali mengguakan doujutsu tadi. Namun kali ini, Ogami tak terkena efeknya ...

"Jika aku tak melihatmu, doujutsumu tak akan bekerja kan" Ogami memejamkan mata. Namun ...

Ternyata yang menjadi incaran Haruto kini adalah kembali Sakurakouji. "Dengan ini, misimu akan gagal, terimalah rasa aib ini!!!!" Haruto melemparkan beberapa kunai ke arah Sakurakouji. Akan tetapi, bats bats!!!

Ogami menghalanginya. Ogami menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng yang menerima hujatan kunai itu.

"O-Ogami!!?"

"Kau punya waktu untuk melindunginya dengan tubuhmu, tapi ...
Kau tak akan bisa bergerak dengan baik menggunakan tubuh yang sudah terluka itu. Apa yang akan kau lakukan selanjut ..."

Grebb, Ogami menaruh pedangnya, dan kemudian dengan cepat mencengkram tangan kanan Haruto.

"Sebuah pedang tidaklah buruk, ini hanyalah masalah waktu" kemudian, Ogami membuka sarung yang menutupi tangan kirinya dengan gigi. "Dan sekarang, waktumu sudah habis"

"Tidak, mungkin ..."

"Sekarang giliranku" Kekuatan Ogami telah kembali. Ya, api biru keluar dari tangan kirinya.

"Ke-kemampuan api birunya sudah kembali ..."

"Sekarang, tanpa meninggalkan jejak" Kini Ogami mencengkram kepala Haruto degan telapak tangan kirinya. "Terbakarlah hingga menjadi abu, Haruto"

"Ogami!!!!" Sakurakouji mendorong Ogami. Tapi meski begitu, api biru sudah terlanjur menjalar tubuh Haruto.

"Ugghh, akhhh!!!" Ucap Haruto kepanasan, "Aku tak akan mati!!! Aku tidak akan mati!!!"

"Tidak ...
Jangan mati!!!!" Sakurakouji memeluk Haruto.

Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 21
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments