Sebelumnya : Dragon Ball Z Kai Episode 94 Bagian 3
Tembakan kamehame itu semakin mendekat, dan nampaknya tempat mengarah ke tempat Gohan berdiri. Tapi kemudian, Gohan membuat tembakan balasan, "Kamehameha!!!!"
Untuk sesaat sempat terjadi hantaman kamehame. Tapi kemudian, Kamehame Gohan yang lebih kuat berhasil mengalahkan serangan Cell.
"Apa!!? Uaggghhhhh!!!!!" Cell terkena imbas serangan itu.
"Kamehamehanya lebih kuat, Aaaarghhhhhh!!!!!!!" Oleh Kamehameha itu, tubuh Cell terdorong ke luar angkasa. Ledakan terjadi, dan untuk sesaat suasana menjadi tenang.
"Uukhhh" Vegeta keluar dari tanah bekas ledakan tadi. "Anak itu berhasil" Ucapnya dalam hati, "Dia berhasil mengalahkan kamehameha Cell dengan kamehamehanya"
Yang lainnya juga mulai terbangun, dari kubahan pasir yang diakibatkan oleh ledakan tadi.
"!!!" Picollo kaget, "Aku masih bisa merasakan kekuatannya"
"Cell masih hidup!!" Lanjut Trunks.
"Mu-Mustahil"
Benar saja, Gohan masih menatap ke udara, dimana jauh di atas sana masih terlihat kalau Cell masih hidup. Namun begitu, kondisinya benar-benar parah. Kedua bagian di kepalanya yang mirip dengan tanduk terlihat sudah hancur. Tangan kirinya hilang, serta kedua kakinya juga sudah tidak tampak lagi. Cell terlihat begitu menderita, sementara di bawah Son Gohan malah tersenyum melihatnya.
"Gohan telah melampauiku" Ucap Goku dalam hati.
"Sejak saat itu, kekuatannya sudah melampaui Super Saiya"
Goku teringat akan saat-saat dirinya dan Gohan berlatih di ruang Dimensi dan Waktu. Saat itu, mereka berdua sama-sama dalam mode Super Saiya. Dan, Son Gohan sudah tampak sedikit kelelahan. Akan tetapi, meski begitu ia terus menyerang ayahnya.
"Bagus Gohan! Kau sudah bisa mengendalikan kekuatanmu dengan benar" Son Goku menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh anaknya. Hingga pada suatu ketika, Gohan berhasil memukul perut ayahnya. Refleks, Goku malah menendang hingga membuat anaknya itu terpental dan kembali ke mode biasa.
"Aaah, apa aku berlebihan ya?" Goku kembali ke mode normal. Sementara Gohan, secara perlahan ia mencoba untuk bangun.
"Hei Gohan, ayo kita istirahat. Kita sudah terus berlatih selama dua puluh jam" Goku berbalik, hendak beristirahat.
Nah, saat itulah, Gohan mulai memperlihatkan tanda-tanda kekuatannya. "A-Ayah ..."
"Eeh!!!??" Goku membalikan tubuhnya dan ia sangat kaget. Gohan memancarkan kekuatan yang benar-benar di luar dugaannya.
"Kenapa ayah berhenti?"
"Lu-luar biasa, kekuatan apa itu?"'
"Hyaaaahhh!!!"
Bhusss ...
Kekuatan Gohan saat itu memang hebat. Akan tetapi, ia belum bisa menguasainya, dan akhirnya pingsan tak lama setelahnya. Flashback berakhir ...
"Kau telah melampauiku, pokoknya kau harus menghabisi Cell" Pikir Goku.
"Ke-kenapa!!?" Cell, dengan tubuhnya yang dalam keadaan sekarat itu masih terus bertanya-tanya, "Kenapa ia bisa mengeluarkan jurus yang sekuat itu!??"
"Gohan!! Cepat habisi dia, cepat lakukan!!!" Teriak Goku.
"Habisi dia? Ini masih belum cukup, ayah" Ucap Gohan.
"Dia harus menderita lebih lama lagi"
"A-apa!?"
"Bicara apa dia itu!?"
"Go-Gohan ..."
"Gohan!!! Hanya kau yang bisa membunuh Cell, cepat lakukan!!!" Teriak Goku lagi, namun Gohan tampaknya benar-benar masih ingin menyiksa Cell lebih lama lagi. "Jangan main-main dengannya lagi!! Kita tak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya!!!"
"Aarggghh!!!" Cell menumbuhkan dirinya kembali dengan kemampuan regenerasi yang ia miliki.
"Sial ... Sial, Sial, Sial, Sial!!!!" Cell memperbesar otot-ototnya, berusaha sebisa mungkin untuk menambah tenaganya.
"Dengan wujud sempurna ini, tak mungkin aku dikalahkan bocah sepertimu!!" Ucap Cell dengan tubuh yang kali ini ukurannya beberapa kali lebih besar dari dirinya semula. Besar sekali, dengan kekuatan yang tentunya meningkat. Akan tetapi dengan ini, kecepatannya menjadi jauh menurun, bisa dilihat dengan lambatnya pukulan yang ia lancarkan hingga membuat Gohan begitu mudah menghindarinya.
"Kekuatannya bertambah, tapi kecepatannya malah menurun. Harusnya ia sadar dengan kesalahannya itu, ia pasti sudah terlalu emosi sampai kehilangan kendali" Ucap Trunks.
Cell terus menyerang, sementara Gohan terus saja mampu menghindarinya. Dan saat Gohan menyerang, jangankan menghindar, menahanpun tak bisa Cell lakukan. Son Gohan menghajar habis-habisan Cell sampai akhirnya ia tampak akan memuntahkan sesuatu.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 94 Bagian 5
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Tembakan kamehame itu semakin mendekat, dan nampaknya tempat mengarah ke tempat Gohan berdiri. Tapi kemudian, Gohan membuat tembakan balasan, "Kamehameha!!!!"
Untuk sesaat sempat terjadi hantaman kamehame. Tapi kemudian, Kamehame Gohan yang lebih kuat berhasil mengalahkan serangan Cell.
"Apa!!? Uaggghhhhh!!!!!" Cell terkena imbas serangan itu.
"Kamehamehanya lebih kuat, Aaaarghhhhhh!!!!!!!" Oleh Kamehameha itu, tubuh Cell terdorong ke luar angkasa. Ledakan terjadi, dan untuk sesaat suasana menjadi tenang.
"Uukhhh" Vegeta keluar dari tanah bekas ledakan tadi. "Anak itu berhasil" Ucapnya dalam hati, "Dia berhasil mengalahkan kamehameha Cell dengan kamehamehanya"
Yang lainnya juga mulai terbangun, dari kubahan pasir yang diakibatkan oleh ledakan tadi.
"!!!" Picollo kaget, "Aku masih bisa merasakan kekuatannya"
"Cell masih hidup!!" Lanjut Trunks.
"Mu-Mustahil"
Benar saja, Gohan masih menatap ke udara, dimana jauh di atas sana masih terlihat kalau Cell masih hidup. Namun begitu, kondisinya benar-benar parah. Kedua bagian di kepalanya yang mirip dengan tanduk terlihat sudah hancur. Tangan kirinya hilang, serta kedua kakinya juga sudah tidak tampak lagi. Cell terlihat begitu menderita, sementara di bawah Son Gohan malah tersenyum melihatnya.
"Gohan telah melampauiku" Ucap Goku dalam hati.
"Sejak saat itu, kekuatannya sudah melampaui Super Saiya"
Goku teringat akan saat-saat dirinya dan Gohan berlatih di ruang Dimensi dan Waktu. Saat itu, mereka berdua sama-sama dalam mode Super Saiya. Dan, Son Gohan sudah tampak sedikit kelelahan. Akan tetapi, meski begitu ia terus menyerang ayahnya.
"Bagus Gohan! Kau sudah bisa mengendalikan kekuatanmu dengan benar" Son Goku menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh anaknya. Hingga pada suatu ketika, Gohan berhasil memukul perut ayahnya. Refleks, Goku malah menendang hingga membuat anaknya itu terpental dan kembali ke mode biasa.
"Aaah, apa aku berlebihan ya?" Goku kembali ke mode normal. Sementara Gohan, secara perlahan ia mencoba untuk bangun.
"Hei Gohan, ayo kita istirahat. Kita sudah terus berlatih selama dua puluh jam" Goku berbalik, hendak beristirahat.
Nah, saat itulah, Gohan mulai memperlihatkan tanda-tanda kekuatannya. "A-Ayah ..."
"Eeh!!!??" Goku membalikan tubuhnya dan ia sangat kaget. Gohan memancarkan kekuatan yang benar-benar di luar dugaannya.
"Kenapa ayah berhenti?"
"Lu-luar biasa, kekuatan apa itu?"'
"Hyaaaahhh!!!"
Bhusss ...
Kekuatan Gohan saat itu memang hebat. Akan tetapi, ia belum bisa menguasainya, dan akhirnya pingsan tak lama setelahnya. Flashback berakhir ...
"Kau telah melampauiku, pokoknya kau harus menghabisi Cell" Pikir Goku.
"Ke-kenapa!!?" Cell, dengan tubuhnya yang dalam keadaan sekarat itu masih terus bertanya-tanya, "Kenapa ia bisa mengeluarkan jurus yang sekuat itu!??"
"Gohan!! Cepat habisi dia, cepat lakukan!!!" Teriak Goku.
"Habisi dia? Ini masih belum cukup, ayah" Ucap Gohan.
"Dia harus menderita lebih lama lagi"
"A-apa!?"
"Bicara apa dia itu!?"
"Go-Gohan ..."
"Gohan!!! Hanya kau yang bisa membunuh Cell, cepat lakukan!!!" Teriak Goku lagi, namun Gohan tampaknya benar-benar masih ingin menyiksa Cell lebih lama lagi. "Jangan main-main dengannya lagi!! Kita tak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya!!!"
"Aarggghh!!!" Cell menumbuhkan dirinya kembali dengan kemampuan regenerasi yang ia miliki.
"Sial ... Sial, Sial, Sial, Sial!!!!" Cell memperbesar otot-ototnya, berusaha sebisa mungkin untuk menambah tenaganya.
"Dengan wujud sempurna ini, tak mungkin aku dikalahkan bocah sepertimu!!" Ucap Cell dengan tubuh yang kali ini ukurannya beberapa kali lebih besar dari dirinya semula. Besar sekali, dengan kekuatan yang tentunya meningkat. Akan tetapi dengan ini, kecepatannya menjadi jauh menurun, bisa dilihat dengan lambatnya pukulan yang ia lancarkan hingga membuat Gohan begitu mudah menghindarinya.
"Kekuatannya bertambah, tapi kecepatannya malah menurun. Harusnya ia sadar dengan kesalahannya itu, ia pasti sudah terlalu emosi sampai kehilangan kendali" Ucap Trunks.
Cell terus menyerang, sementara Gohan terus saja mampu menghindarinya. Dan saat Gohan menyerang, jangankan menghindar, menahanpun tak bisa Cell lakukan. Son Gohan menghajar habis-habisan Cell sampai akhirnya ia tampak akan memuntahkan sesuatu.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 94 Bagian 5
Comments
Post a Comment