Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 141
Hari hari berlalu, Gon dan Killua terus berlatih di bawah bimbingan Biscuit. Dan sekarang, mereka telah sampai pada tahap Ken. Ya, kali ini mereka berlatih pertahanan. Dan jika sebelumnya Gon bahkan tak bisa menahan ken untuk dua menit lamanya, kali ini ia sudah bisa melakukannya dengan lebih baik.
"Bagus, sekarang sudah lebih dari tiga puluh menit. Kau sudah jauh lebih kuat dibandingkan dengan bulan lalu" Ucap Biscuit sambil menunjukan jarinya ...
"Tiga!!!!" Ucap Gon dan Killua hampir bersamaan.
"Bingo! Killua menang karena lebih cepat sepersekian detik. Gon, push up seribu kali"
"Heeeeh ..." Gonpun melakukan apa yang Biscuit perintahkan.
"Lalu, mulai hari ini, kalian akan berlatih untuk pertarungan yang sebenarnya" Ucap Biscuit.
"Ken!" Biscuit meminta Killua dan Gon untuk saling berhadapan, dan saling menggunakan pertahanan ken. "Untuk menjelaskan situasi dengan mudah, kita punya setengah defense dan ofense disini, kita sebut saja perbandingannya lima puluh lima puluh. Dalam keadaan normal, keadaan auranya adalah sepuluh sepuluh. Dengan kou penuh, kondisinya akan menjadi seratus ofense dan nol defense. Dan jika menggunakan ken pada keduanya, kau bisa bertarung sesukamu, tapi kau tidak akan bisa menyerang dengan kekuatan penuh. Jadi, apa yang harus kita lakukan?"
"Gunakan Kou" Jawab Gon.
"Bodoh. Sudah aku katakan kan, apa yang akan terjadi kalau kau diserang dibagian yang di luar daerah kou?"
"Gunakan Gyou" Jawab Killua.
"Jawaban yang bagus" Ucap Biscuit. "Dari kondisi lima puluh lima puluh, transfer kekuatan sebesar tujuh puluh ke tangan kanan, dan simpan tiga puluh sisanya di seluruh tubuh. GUnakan Gyou untuk mengatur nilai ofense dan defense sesuai dengan situasinya, itu adalah dasar dari pertarungan nen. Sekarang coba tangan kanan kekuatan tujuh puluh, seluruh tubuh tiga puluh. Nah, bagus, cobalah. Kalian tak perlu mengaturnya sampai angkanya terlalu tepat. Sekarang kaki kiri delapan pukuh tubuh dua puluh, sekarang kepala enam puluh tubuh empat puluh"
Biscuit ingin membiasakan Gon dan Killua mengatur proporsi penggunaan aura mereka.
"Haah, haah ..." Gon dan Killua kelelahan.
"Kalian akan melakukan latihan ini tiga kali sehari selama tiga puluh menit. Dan sekarang, ayo coba sparring" Perintah Biscuit, dan kemudian Gon dan Killuapun saling berhadapan, denga keadaan awal lima puluh lima puluh. Lima puluh bertahan lima puluh siap untuk menyerang.
"Mulai dari lima puluh lima puluh, ini adalah gerakan netral dalam pertarungan. Ubah jadi tujuh puluh untuk tangan kanan dan tiga puluh untuk tubuh. Atur nilai ofense dan defense yang sebenarnya, ini disebut sebagai Ryu. Buat Ryu dengan proses seketika. Cobalah. Untuk awal tak apa kalau lama, tapi lakukanlah dengan setenang mungkin"
Gon dan Killua berlatih untuk mengatur jumlah aura dan menyerang, dengan sangat lambat.
"Baik, itu sudah cukup. Sekarang ayo mulai Sparringnya"
Gon dan Killua kembali berhadapan.
"Kalian bisa menyerang dari mana saja dengan cara apapun. Untuk yang bertahan, analisa dan lihat baik-baik serangan lawan. Baik, mulai!!"
Gon dan Killuapun mulai melakukan latih tanding. Mereka berdua saling serang, namun dengan gerakan yang lambat karena mereka berlatih sambil menyesuaikan besar aura yang harus digunakan saat menyerang dan bertahan. Misalnya ketika Killua hendak menendang dengan lima puluh lima aura di kaki kanannya, Gon menggunakan tangan dengan enam puluh aura untuk menahannya.
"Penonton biasa pasti akan mereka hanya sedang bersenang-senang melakukan gerakan lambat, tapi sebenarnya mereka sedang membuat suatu formasi super dalam latih tanding" Pikir Biscuit.
"Lakukan gerakanmu dengan tenang dan tanpa tergesa-gesa!" Perintah Biscuit.
"JIka mereka melakukan ini setiap hari, dalam waktu dua bulan, mereka pasti akan bisa bertarung memakai Ryu dengan kecepatan yang super. Dan setelah itu, akhirnya level terakhir"
Sementara itu, jauh dari mereka, di suatu gua, markas dari kelompok yang berencana memenangkan game ini dengan cara memonopoli kartu sihir ...
"Baiklah, untuk sementara kita sudah memiliki 133 kartu kunci dengan 90 jenis yang berbeda. Mereka adalah hasil kerja keras kalian semua. Terimakasih atas usaha kalian. Kami tahu dimana tempat keberadaan tujuh dari sepuluh yang tersisa. Begitu juga dengan kartu lain di buku penyimpanan pemilik tertentu, mereka juga sebaik kita. Seorang atau sekelompok, yang dipimpin oleh Tsezugera kemungkinan besar juga memiliki kartu dengan jumlah yang sama pada slot kunci mereka. Tapi, penjagaan mereka sangat ketat, jadi kita tak bisa mendapatkan informasi. Pertemuan dengan mereka mungkin akan terjadi saat pertarungan terakhir. Tapi dalam urusan kartu sihir, kita memiliki keunggulan baik dalam kualitas maupun kuantitas. Jadi, kita mempunyai kesempatan menang yang besar. Semuanya, kemenangan sudah dekat!" Lelaki yang dulu sempat mengajak Gon bergabung memberi pengarahan. Kemudian ...
"Boleh aku menyampaikan sepatah kata?" Salah seorang lelaki berkacamata, satu dari anggota pendahulu kelompok itu hendak menyampaikan sesuatu.
"Lima tahun, aku tidak tahu itu waktu yang lama atau sebentar. Tapi untuk semua orang yang ada disini, aku punya sesuatu untuk kalian. Sebenarnya, aku adalah seorang Bomber"
Lelaki itu membuat suatu pengakuan yang sangat mengejutkan, fakta kalau sebenarnya ia adalah pembunuh misterius yang selama ini dicari-cari keberadaannya.
"Apa maksudnya ini!?"
"Dengarka saja aku" Ucap bomber itu.
"Bahkan sembilan anggota pendahulu lainnya saja tidak tahu hal ini. Dan mereka bukan kaki tanganku, jadi jangan membuat ini semakin rumit. Sekarang, karena kalian sudah tahu, langsung saja kita ke topik utama. Sebenarnya ... Ada Bom waktu yang sudah aku pasang pada kalian semua!!!"
"Apa!!!?" Tentu saja semuanya kaget.
"Bagaimana dia melakukannya ..."
"Sial, apa ini lelucon!!??"
"Ah, tolong dengarkan saja aku dengan tenang"
"Bagaimana mungkin kami bisa tenang setelah mendengar hal seperti itu!!?"
"Kubunuh kau!!!"
Saaat ...
Salah seorang dari mereka emosi dan langsung melesat ke belakangnya. Namun dengan cepat juga, Bomber tadi mencengkram wajah lelaki itu, dan lalu meledakannya. Boomb!!
"Huh, gara-gara ini aku harus memotong waktu pembicaraanku. Seperti yang kalian lihat, aku bisa membuat apa yang aku pegang meledak. Hmm, kurasa ledakan barusan hanya sebesar bola basket saja. Namun, itu akan berbeda dengan bom yang sudah aku pasang pada tubuh kalian semua. Jika bom itu meledak, tidak diragukan lagi, kalian semua akan mati"
"!!!!"
"Baiklah. Sekarang, aku akan memberitahu kalian cara untuk mematikan bom itu" Lelaki bomber itu itu tersenyum.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 143
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Hari hari berlalu, Gon dan Killua terus berlatih di bawah bimbingan Biscuit. Dan sekarang, mereka telah sampai pada tahap Ken. Ya, kali ini mereka berlatih pertahanan. Dan jika sebelumnya Gon bahkan tak bisa menahan ken untuk dua menit lamanya, kali ini ia sudah bisa melakukannya dengan lebih baik.
"Bagus, sekarang sudah lebih dari tiga puluh menit. Kau sudah jauh lebih kuat dibandingkan dengan bulan lalu" Ucap Biscuit sambil menunjukan jarinya ...
"Tiga!!!!" Ucap Gon dan Killua hampir bersamaan.
"Bingo! Killua menang karena lebih cepat sepersekian detik. Gon, push up seribu kali"
"Heeeeh ..." Gonpun melakukan apa yang Biscuit perintahkan.
"Lalu, mulai hari ini, kalian akan berlatih untuk pertarungan yang sebenarnya" Ucap Biscuit.
"Ken!" Biscuit meminta Killua dan Gon untuk saling berhadapan, dan saling menggunakan pertahanan ken. "Untuk menjelaskan situasi dengan mudah, kita punya setengah defense dan ofense disini, kita sebut saja perbandingannya lima puluh lima puluh. Dalam keadaan normal, keadaan auranya adalah sepuluh sepuluh. Dengan kou penuh, kondisinya akan menjadi seratus ofense dan nol defense. Dan jika menggunakan ken pada keduanya, kau bisa bertarung sesukamu, tapi kau tidak akan bisa menyerang dengan kekuatan penuh. Jadi, apa yang harus kita lakukan?"
"Gunakan Kou" Jawab Gon.
"Bodoh. Sudah aku katakan kan, apa yang akan terjadi kalau kau diserang dibagian yang di luar daerah kou?"
"Gunakan Gyou" Jawab Killua.
"Jawaban yang bagus" Ucap Biscuit. "Dari kondisi lima puluh lima puluh, transfer kekuatan sebesar tujuh puluh ke tangan kanan, dan simpan tiga puluh sisanya di seluruh tubuh. GUnakan Gyou untuk mengatur nilai ofense dan defense sesuai dengan situasinya, itu adalah dasar dari pertarungan nen. Sekarang coba tangan kanan kekuatan tujuh puluh, seluruh tubuh tiga puluh. Nah, bagus, cobalah. Kalian tak perlu mengaturnya sampai angkanya terlalu tepat. Sekarang kaki kiri delapan pukuh tubuh dua puluh, sekarang kepala enam puluh tubuh empat puluh"
Biscuit ingin membiasakan Gon dan Killua mengatur proporsi penggunaan aura mereka.
"Haah, haah ..." Gon dan Killua kelelahan.
"Kalian akan melakukan latihan ini tiga kali sehari selama tiga puluh menit. Dan sekarang, ayo coba sparring" Perintah Biscuit, dan kemudian Gon dan Killuapun saling berhadapan, denga keadaan awal lima puluh lima puluh. Lima puluh bertahan lima puluh siap untuk menyerang.
"Mulai dari lima puluh lima puluh, ini adalah gerakan netral dalam pertarungan. Ubah jadi tujuh puluh untuk tangan kanan dan tiga puluh untuk tubuh. Atur nilai ofense dan defense yang sebenarnya, ini disebut sebagai Ryu. Buat Ryu dengan proses seketika. Cobalah. Untuk awal tak apa kalau lama, tapi lakukanlah dengan setenang mungkin"
Gon dan Killua berlatih untuk mengatur jumlah aura dan menyerang, dengan sangat lambat.
"Baik, itu sudah cukup. Sekarang ayo mulai Sparringnya"
Gon dan Killua kembali berhadapan.
"Kalian bisa menyerang dari mana saja dengan cara apapun. Untuk yang bertahan, analisa dan lihat baik-baik serangan lawan. Baik, mulai!!"
Gon dan Killuapun mulai melakukan latih tanding. Mereka berdua saling serang, namun dengan gerakan yang lambat karena mereka berlatih sambil menyesuaikan besar aura yang harus digunakan saat menyerang dan bertahan. Misalnya ketika Killua hendak menendang dengan lima puluh lima aura di kaki kanannya, Gon menggunakan tangan dengan enam puluh aura untuk menahannya.
"Penonton biasa pasti akan mereka hanya sedang bersenang-senang melakukan gerakan lambat, tapi sebenarnya mereka sedang membuat suatu formasi super dalam latih tanding" Pikir Biscuit.
"Lakukan gerakanmu dengan tenang dan tanpa tergesa-gesa!" Perintah Biscuit.
"JIka mereka melakukan ini setiap hari, dalam waktu dua bulan, mereka pasti akan bisa bertarung memakai Ryu dengan kecepatan yang super. Dan setelah itu, akhirnya level terakhir"
Sementara itu, jauh dari mereka, di suatu gua, markas dari kelompok yang berencana memenangkan game ini dengan cara memonopoli kartu sihir ...
"Baiklah, untuk sementara kita sudah memiliki 133 kartu kunci dengan 90 jenis yang berbeda. Mereka adalah hasil kerja keras kalian semua. Terimakasih atas usaha kalian. Kami tahu dimana tempat keberadaan tujuh dari sepuluh yang tersisa. Begitu juga dengan kartu lain di buku penyimpanan pemilik tertentu, mereka juga sebaik kita. Seorang atau sekelompok, yang dipimpin oleh Tsezugera kemungkinan besar juga memiliki kartu dengan jumlah yang sama pada slot kunci mereka. Tapi, penjagaan mereka sangat ketat, jadi kita tak bisa mendapatkan informasi. Pertemuan dengan mereka mungkin akan terjadi saat pertarungan terakhir. Tapi dalam urusan kartu sihir, kita memiliki keunggulan baik dalam kualitas maupun kuantitas. Jadi, kita mempunyai kesempatan menang yang besar. Semuanya, kemenangan sudah dekat!" Lelaki yang dulu sempat mengajak Gon bergabung memberi pengarahan. Kemudian ...
"Boleh aku menyampaikan sepatah kata?" Salah seorang lelaki berkacamata, satu dari anggota pendahulu kelompok itu hendak menyampaikan sesuatu.
"Lima tahun, aku tidak tahu itu waktu yang lama atau sebentar. Tapi untuk semua orang yang ada disini, aku punya sesuatu untuk kalian. Sebenarnya, aku adalah seorang Bomber"
Lelaki itu membuat suatu pengakuan yang sangat mengejutkan, fakta kalau sebenarnya ia adalah pembunuh misterius yang selama ini dicari-cari keberadaannya.
"Apa maksudnya ini!?"
"Dengarka saja aku" Ucap bomber itu.
"Bahkan sembilan anggota pendahulu lainnya saja tidak tahu hal ini. Dan mereka bukan kaki tanganku, jadi jangan membuat ini semakin rumit. Sekarang, karena kalian sudah tahu, langsung saja kita ke topik utama. Sebenarnya ... Ada Bom waktu yang sudah aku pasang pada kalian semua!!!"
"Apa!!!?" Tentu saja semuanya kaget.
"Bagaimana dia melakukannya ..."
"Sial, apa ini lelucon!!??"
"Ah, tolong dengarkan saja aku dengan tenang"
"Bagaimana mungkin kami bisa tenang setelah mendengar hal seperti itu!!?"
"Kubunuh kau!!!"
Saaat ...
Salah seorang dari mereka emosi dan langsung melesat ke belakangnya. Namun dengan cepat juga, Bomber tadi mencengkram wajah lelaki itu, dan lalu meledakannya. Boomb!!
"Huh, gara-gara ini aku harus memotong waktu pembicaraanku. Seperti yang kalian lihat, aku bisa membuat apa yang aku pegang meledak. Hmm, kurasa ledakan barusan hanya sebesar bola basket saja. Namun, itu akan berbeda dengan bom yang sudah aku pasang pada tubuh kalian semua. Jika bom itu meledak, tidak diragukan lagi, kalian semua akan mati"
"!!!!"
"Baiklah. Sekarang, aku akan memberitahu kalian cara untuk mematikan bom itu" Lelaki bomber itu itu tersenyum.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 143
Comments
Post a Comment