Skip to main content

Versi Teks Hunter x Hunter Chapter 145

Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 144

"Latihan tipe kekuatan level satu, yaitu memecah batu" Biscuit memeragakannya. Ia menaruh sebuah batu di bawah, dan kemudian memegang satu batu lainnya. Mengalirinya dengan aura dan kemudian menggunakan batu yang digenggamnya untuk menghancurkan batu yang ditaruhnya di bawah.

"Kalian akan memecahkan batu dengan batu, seperti ini. Kalian akan menyelesaikan level ini setelah kalian bisa memecahkan seribu batu dengan menggunakan satu batu dalam waktu satu hari. Baiklah ..."

Gon dan Killua bersiap dengan membawa masing-masing satu batu.

"Mulai!!!"


Bak Buk Bak Buk!!! Mereka berdua memulainya, menghancurkan batu demi batu menggunakan batu yang mereka genggam. Sampai pada suatu titik, batu yang Gon pegang pecah ...

"Aah, batunya hancur" Ucap Gon.

"Latihanmu selesai saat batu yang kau gunakan pecah. Kau hanya bisa menggunakan satu batu untuk satu hari" Ucap Biscuit. Dengan kata lain, game over untuk Gon hari ini.

"Sial, padahal aku sudah mencapai seratus lima puluh" Ucap Gon.

"Seratus delapan sembilan" Ucap Killua, yang kelihatannya melampaui Gon dalam hal ini, dan masih terus berlanjut.

"Ini benar-benar sulit" Pikir Killua. "Menggunakan shuu dan kou untuk menguatkan kekerasan pada batu yang dipegang, menaruh seratus persen serangan dan pertahanan di sekitar batu pada waktu yang bersamaan memang bukan apa-apa. Tapi kalau diulang terus, pikiranmu akan menjadi semakin lelah, dan tubuhmu juga. Aku sudah bisa merasakan kalau aku sudah tidak fokus dengan nenku lagi"

Jbuakkkk!!!!
Akhirnya, batu yang Killua pegangpun hancur.

"Game Over" Ucap Biscuit.

"Aku gagal, sial ..." Ucap Killua.

"Bicara apa kalian ini? Kalian sudah melakukannya dengan sangat baik. Biasanya, seorang murid perlu waktu berlatih selama satu minggu untuk bisa menghancurkan seratus batu"

"Baiklah, sekarang latihan tipe transformasi" Ucap Killua, yang kelihatannya sudah tak sabar untuk mempelajari tipenya.

"Jangan terburu-buru begitu" Ucap Biscuit.
"Peraturan dasar untuk latihan tipe spesifik adalah kau tak boleh melatih lebih dari satu tipe dalam sehari karena kau tidak boleh lalai dengan latihan dasarnya" Biscuit menunjukan jarinya.

"Enam!!!"

"Bingo! Seri" Ucap Biscuit.

"Lagi?"
"Akhir-akhir ini selalu seri" Ucap Killua dan Gon.

"Itu menunjukan kalau kalian berdua sudah bisa menggunakan gyou dengan baik" Ucap Biscuit.

"Tapi kalau seri, itu membosankan"
"Bagaimana kalau kita selesaikan dengan Janken?" Tantang Killua. Janken adalah istilah dalam bahasa Jepang untuk permainan gunting batu kertas.

"Yang kalah harus melakukan push up dan sit up sebanyak lima ratus kali"
"Baiklah, apa kau pikir kau bisa mengalahkanku, sang juara ini?"

Perlu diingat, sebelumnya Killua pernah menjadi juara Janken dengan mengalahkan Gon di final pada suatu Turnamen adu gunting batu kertas.

"Baiklah, mulai!!"
"Mulai dengan, gunting batu kertas!!!"

pertandingan berlangsung dan ...

"Aku menang!!!!" Gon memenangkannya. Kemudian dengan terpaksa, Killuapun harus melakukan sit up. "Sial"

"Hei kalian, apa kalian tahu tentang suatu kisah kalau Janken itu sebenarnya berasal dari seni bela diri kuno?"

"Eh?"
"Tidak"

"Shou atau telapak tangan dianggap sebagai kertas, paa. Shi atau jari dianggap sebagai gunting, choki. Ken atau kepalan tangan dianggap sebagai batu, guu. Shou digunakan untuk menyerang bagian dalam. Shi untuk menyerang bagian tubuh dengan spesifik. Kemudian, ken digunakan untuk menyerang tubuh bagian luar" Selanjutnya Biscuit menceritakan mengenai sejarah kisah itu ...

"Itu dia" Ucap Gon.

"Eh, Gon?"

"Jaken!!"


Di sisi lain, para anggota Genei Ryodan yang terdiri dari Phinks, Feitan, Franklin, Shizuku, Kurotopi, dan Shalnark telah berlabuh di pantai pulau itu.

"Ukkh, basah"
"Gunakan saja deme untuk menghisapnya"

"Sekarang, aku penasaran dengan pulau ini. Bagaimana kalau kita menggunakan Accompany untuk pergi ke suatu tempat?" Mereka berjalan, semakin ke tengah pulau itu. Sampai akhirnya, seorang lelaki menghadang mereka.

"Sudah lama tak ada pengunjung disini" Ucap lelaki itu.

Para Ryodan bersiaga.

"Jangan khawatir. Hanya memastikan, kalian kemari bukan karena kebetulan kan? Tidak mungkin kalian bisa kesini kalau mengikuti arus atau pasang"

"Orang ini kuat" Pikir Phinks, kemudian ia bertanya, "Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? Memberitahu arah?"

"Aku adalah salah satu pembuat game ini, namaku Reiza" Lelaki itu memperkenalkan diri.
"Tugasku adalah menjaga sistem emisi. Sihir, gerakan atau penyelundup yang masuk" Reiza mengeluarkan selembar kartu sihir.

"Ini adalah kartu sihir yang hanya bisa digunakan oleh game master"

Eliminate, sebuah kartu yang mampu memindahkan segala elemen yang masuk ke Gred Island secara illegal ke kontinen Aljien.

"Karena kalian tidak bermain sesuai aturan, maaf tapi aku harus mengeluarkan kalian. Kalian dipersilakan untuk kembali secara normal lagi kemari. Dan ngomong-ngomong, kalau kalian bisa mengalahkanku, kalian bisa mendapat sebuah barang khusus. Kalau kalian sudah bermain cukup lama, kita pasti bisa bertarung nantinya"

"Baiklah, kami akan kembali lagi melalui pintu utama" Ucap Phinks, sebelum akhirnya Reiza mengaktifkan Eliminate dan mengusir secara paksa mereka bertujuh.

"Hmm, tadi itu sekumpulan orang yang hebat" Ucap Reiza. Kemudian saat ia melihat ke arah perahu mereka yang masih tertinggal, lelaki itu mengeluarkan sebuah bola, melemparnya seperti kita mensmash bola voli hingga mengenai dan meledakan perahu itu.


Kembali ke sisi Gon, kelihatannya ia telah menemukan suatu teknik dan kini ia berdiri di depan sebongkah batu berukuran beberapa kali tubuhnya. Gon memasang kuda-kuda.

"Mulai dengan tinju, Jan! Ken! Guu!!!!"

Dengan teknik gunting batu kertas tersebut, Gon menciptakan pukulan dahsyat yang dengan mudah menghancurkan batu di depannya.

"Wow, begitu ya"

"Selanjutnya, mulai dengan tinju, Jan, Ken, Paa!!!"

"Bisc, bagaimana caramu membuat nen terbang?"

"Latihan"

Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 146
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments