Skip to main content

Versi Teks Beelzebub Chapter 41

Sebelumnya : Beelzebub Chapter 40

Dengan tampang super serius, Furuichi bertanya pada Oga, "Kembali ke Dunia Iblis? Siapa?"

Kemudian dengan tampang yang tak kalah serius, Oga menjawab, "Dokter itu sendiri, dan juga si pendek itu"

Mereka berdua sedang membiacarakan mengenai kepergian si dokter dan Lamia sambil bermain bersantai main game. "Bayi Beel sudah sehat sekarang. Jadi, mereka sudah tidak dibutuhkan lagi disini. Dengan kata lain, ini adalah saatnya untuk mereka kembali ke Dunia Iblis"

"Begitukah?" Seseorang tiba-tiba saja datang.

"Begitukah?" Oga dan Furuichi kaget kemudian menghadap ke belakang.


Dan ternyata, yang datang adalah Lamia bersama si dokter. Ternyata mereka belum benar-benar kembali, "Apa-apaan tadi kalian itu? Gurauan ya? Sini coba bilang sekali lagi" Ucap kesal Lamia.

"Diam!! Kembali saja kalian!!!"

"Ya, kami juga ingin. Tapi, kami tak bisa menemukan dimana Andron" Ucap si dokter.
"Ku kira kalian tahu sesuatu mengenainya karena kalian tinggal bersama"

"Ah, itu, meskipun dia tinggal di rumahku, aku tak begitu tahu" Ucap Furuichi.

"Benarkah? Gawat" Ucap si dokter.

"Dokter, ayo tinggal disini beberapa hari lagi. Aku ingin bersama dengan tuan Beelze lebih lama lagi" Saran Lamia. Akan tetapi, si dokter menolaknya, "Banyak pasien sedang menunggu kita di Dunia Iblis"

"Ah ..."

"Coba saja panggil dia" Ucap Hilda.

"???"

"Hilda-dan?"

"Aku sedang mencoba untuk menghubunginya menggunakan ponsel, tapi tidak bisa" Ucap Hilda.

"Dia kan Iblis Transdimensi, kalau orang dekat memanggilnya, aku rasa dia akan keluar, coba saja, Furuichi" Lamia menunjuk Furuichi.

"Ya, baiklah ...
Tapi tunggu dulu, kenapa aku dekat dengannya!?"

"Sudah cepat, panggil saja!! Atgau ku ulangi lagi gurauan murahan tadi?"

"Gurauan murahan?" Hilda tak mengerti.
"Ya, sebenarnya ..."

"Baik-baik akan aku panggil!!!!" Teriak Furuichi panik, terpaksa untuk menyetujuinya.
"Jangan bilang ke Hilda-san mengenai itu!!!"

"Jadi kau mau memanggilnya?"

"Ya, kalau Hilda-san yang memintanya ..."

"Baiklah, jadi kita tak perlu khawatir lagi kan"

"Pffff, cepat panggil" Oga dan Beel menahan tawa.

"Kalian berdua, diam saja!!" Bentak Furuichi, dan kemudian dia bersiap untuk memanggilnya. Namun sebelum itu, di dalam batin Furuichi bercampur pro dan kontra antara harus memanggil atau tidak, "Kalau orang yang dekat dengannya memanggilnya, maka dia akan datang? Kalau begitu seharusnya kan Hilda-san atau bayi Beel saja yang memanggilnya? Mereka kan lebih dekat? Kenapa harus aku? Kalau aku yang memanggilnya dan dia benar-benar datang, berarti aku dekat dengannya? Aaaah, ini sangat mengerikan!! Tidak, dia pasti tak akan detang. Dia tak punya alasan untuk datang"

Secara perlahan, dengan suara yang sangat kecil, akhirnya Furuichi membisikan kata-kata untuk memanggil Iblis itu, "Andron ..."

Furuichi berharap kalau iblis itu tidak muncul, agar mereka tak menganggap kalau iblis itu dan dirinya dekat. Akan tetapi, Iblis itu malah tiba-tiba saja muncul dari balik meja.

"Anda memanggilku?"

"Gyaaaaaaaaa" Furuichi dan Oga terkejut dan tak mampu berkata banyak. Ternyata Furuichi memang memiliki kedekatan dengan iblis bapak-bapak berkumis dan bertubuh kekar itu.

Kemudian setelah menjelaskan semuanya, Andron meminta maaf.

"Maafkan aku, aku sedang berbicara dengan keluargaku"

"Bodoh, makanya aku memintamu untuk selalu membawa ponsel tangkap" Ucap Hilda.

"Ponsel tangkap?" Oga bertanya-tanya. Sementara Furuichi, ia masih memasang wajah trauma.


Selanjutnya, merekapun segera memulai proses untuk menuju Dunia Iblis. Dan pertama-tama, mereka pergi menuju sebuah tepi sungai.

"Apa kalian berdua sudah siap?" Andron bertanya pada Lamia dan si doker. Mereka diam, pertanda kalau mereka sudah siap.

"Lalu, kenapa aku harus ikut kemari juga!?" Oga, Furuichi, dan Hilda juga ada di sana.

"Setidaknya kalian harus mengantar kami" Ucap Lamia.

"Di Tepi Sungai lagi? Apa memang harus begitu?" Furuichi penasaran. Kemudian, Hilda menjelaskan, "Ya, pergi ke Dunia Iblis itu istimewa. Untuk menyebrangi dimensi, dibutuhkan energi alam dari sungai. Juga, orang yang bisa dikirim juga terbatas. Tidak banyak iblis yang bisa mengirim dua orang sekaligus. Mengenai Andron, dia adalah iblis yang cukup spesial ..."

"Meskipun kelihatannya mereka menganggapnya sebagai budak, tapi seenarnya mereka yakin padanya" Ucap Furuichi dalam hati.

"Tuan Beelze!!" Sebelum benar-benar pergi Lamia ingin berpamitan dengan bayi Beel.

"Huh? Mau apa kau bocah?" Oga memasang tampang sangar. "Mau sesuatu? Cepat pulang sana"

"Bukan urusanmu, aku hanya ingin menyampaikan sampai jumpa pada tuan Beelze"

"Nih" Oga menyerahkan bayi Beel, "Aku akan senang sekali kalau kau bisa membawanya pulang sekalian"

"Bodoh"

"Daaa!!" Beel mengelus-elus wajah Lamia.

"Tuan Beel ...
Tolong, jadilah raja Iblis yang hebat. Apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di pihakmu"

Akhirnya, merekapun bersiap untuk pergi.

"Kita akan berjumpa lagi nanti, Lamia"

"Kak Hilda ...
Kak Hilda!!!" Lamia meneteskan air mata.

"AYo berangkat" Andron membuka tubuhnya.

"Daaah" Dan merekapun bersiap untuk masuk.

"Dunia Iblis ya ...
Seperti apa ya?"
"Aku tidak tahu, tapi pasti tempatnya suram"

"Eh?" Oga dan Furuichi kaget saat melihat ke arah Lamia. Karena ternyata, bayi Beel berpegangan pada kakinya, seolah tak mau berpisah.

"!!!!"

"Tu-tuan Beelze ...
Kenapa anda disini!?"

"Daaa!!!"

"Ba-bayi Beel ke Dunia Iblis?? Aku mati!!!!" Pikir Oga dan kemudian berlari menuju Beel, "Mau kemana kau hah!!?"

"Oga!!" Furuichi menyusulnya.

"Kyaa!! Jangan tarik dia seperti itu!!" Teriak Lamia ke Oga, yang berusaha sekuat tenaga menarik kaki bayi Beel.

"Diam!! Sial, dia tak mau lepas!!! Lamia, pergi dari sana!!!"

"Apa? Mustahil!! Proses Transfernya sudah dimulai!!" Tangan Lamia bahkan sudah masuk ke tubuh Andron.

"Furuichi, bantu aku!!!" PInta Oga.
"Serius nih?" Sejenak Furuichi bengong.

"Tuan Beelze, tolong lepaskan aku!!!"

Selanjutnya Furuichi membantu. Ia menarik tubuh Oga yang menarik kaki nayi Beel. "Tidak bisa, kita dihisap!!! Hilda-san, tolong kami"

Mereka semakin terhisap, Lamia bahkan sudah benar-benar menghilang, dan bayi Beel hanya tinggal setengah bagian yang tampak.

"Oga, sudah cukup!!! Lepaskan saja dia!!!"

"Bodoh!! Kalau begitu aku bisa mati!!!"

"Kalau tidak, kamu akan ..."

"Gyaaaaa!!!!!!"

Mereka semua malah ikut terhisap, dan Andron telah menutup kembali tubuhnya.

"Ini ...
Ini bisa menjadi masalah serius" Ucap Hilda.


Oga dan Furuichi terbangun ...
Mereka terbaring, dan melihat ke arah langit, dimana disana tampak sesosok mirip naga beterbangan.

"Sudah bangun ya?" Di depan mereka, Lamia berdiri.

"Lamia ... Tidak mungkin, jangan-jangan di sini ..."

"Benar sekali. Di sini adalah, Dunia Iblis"

Tampak suatu hutan rimba yang luas. Tebing, bebatuan, lembah, air terjun, serta mahluk-mahluk eksotis yang terkadang malah tampak mengerikan.

"Dunia Iblis!!?"

Bersambung ke Beelzebub Chapter 42
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments