Skip to main content

Versi Teks Beelzebub Chapter 42

Sebelumnya : Beelzebub Chapter 41

Secara mengejutkan, Oga dan Furuichi masuk ke dalam Dunia Iblis, alam primitif yang di dalamnya terdapat berbagai mahluk asing. Di antaranya adalah mahluk dengan dua mata yang ada di atas antena seperti siput yang ada di depan mereka.

"Yoppulu" Ucap Mahluk itu dalam bahasanya.

"..." Oga dan Furuichi terdiam, antara tak mengerti dan shock.

"Yoppulume nu!!" Mata mahluk itu mulai bergetar.

"Furuichi, kau lihat mahluk itu? Apa kita perlu memukulnya?"
"Tunggu dulu, aku rasa dia sedang mencoba untuk berkomunikasi dengan kita. KIta tak perlu melukainya, dan sepertinya kita hanya perlu membalas dengan kata Yoppulu"

"Benar nih? ITu cuma salam ya?"

Oga dan Furuichipun bersiap, "Yo ..."
Belum selesai mereka menyampaikan salam itu, mahluk tadi memasang wajah marah, "Yoppulu, Yoporo Meri Papiiii!!!!" Ia bahkan memasang gelakak akan menyerang.

Untuk itu, tanpa banyak pikir lagi Oga langsung memukulnya sampai mati.


"A-apa yang kalian lakukan ..." Lamia kaget melihat apa yang Oga lakukan.

"Ng?"
"Itu karena dia tiba-tiba menyerang kami" Ucap Furuichi.

"Di-dia hanya ingin mengucapkan salam pada kalian!!! Alien Yoppulu itu adalah iblis paling ramah di wilayah ini!!!" Jelas Lamia.

"Alien Yoppulu? Mereka Alien?"
"Tapi dia juga bilang kalau itu iblis" Oga dan Furuichi bertanya-tanya.

"Ini bencana" Ucap Lamia lagi. "Manusia datang bersamaku ke Dunia Iblis, dan membuat masalah terburuk. Kita berada di Vlad Haunt!"

"Vlad Haunt?"
"Apa itu?" Oga dan Furuichi tak mengerti.

Kemudian, Lamia menjelaskan ...
"Vlad Haunt, ada seorang Iblis penguasa menyelidiki tempat ini. Dan setelah ia kembali, orang-orang mulai menyebutnya seperti itu. Tempat ini benar-benar menyeramkan!!! Ini adalah tempat super berbahaya yang di dalamnya terdapat begitu banyak binatang liar dan penduduk asli"

"Tidak masalah bagi kami"
"Ya, kita bisa pulang menggunakan Alaindelon kan" Ucap Furuichi.

"Eh? Iya juga ya, Alaindelon!" Lamia membalikan wajahnya, melihat ke arah iblis bapak-bapak itu. Akan tetapi ...

"Ya ..." Tampak keadaan ALaindelon begitu parah. Tubuhnya tersangkut di ranting-ranting pepohonan dengan berbagai luka dari kepala sampai kaki.

"..."

"Maaf, aku lupa memberitahumu ...
Karena terlalu banyak orang, kondisiku jadi begini" Ucap Alaindelon.

"Dia seperti boneka rongsokan sekarang"


Setelahnya, mereka menurunkan tubuh iblis itu, dan membaringkannya di tanah.

"Kelihatannya, tempat transfer sudah ditutup ...
Fufu, jangan mengkhawatirkan luka ini" Alaindelon tampak berusaha untuk tetap bersikap tenang meskipun ia sekarat. "Kalau beristirahat, mungkin nanti aku akan sembuh. Ah, aku mulai merasa baikan sekarang"

"Alaindelon!!!! Apa yang harus kami lakukan kalau kau mati!?"
"Benar, jangan sampai kau mati!!!! Kalau kau mati, ku bunuh kau!!!!!" bentak kesal Oga.

"Jangan begitu ...
Aku tak akan mati disini" Ucap Alaindelon dengan tampang menyedihkan.
"Haah, aku akan merayakan hari ulang tahun putriku, aku sudah berjanji akan membelikan baju untuknya, aku tak boleh mati dulu"

"Hei, hentikan adegan klise kematian ini!!!"

"Lamia, kau dokter kan, kalau begitu lakukan sesuatu!!!!"

"Benar sih, tapi tanpa dokter kepala, aku tak bisa melakukan sesuatu terhadap lukanya" Ucap Lamia.

"Benar juga, mana si dokter Forkus itu!!?"
"Cuma dia dan kita yang ditransfer kemari"

"Apa!!!!?"

"Nona Lamia ..." Keadaan Alaindelon tampak semakin parah.
"Aku akan pergi ... Tolong ... Sisanya ..."

"Alaindelon!!!!!"
"Cukup, jangan bercanda sialan!!!!! Buka matamu bangsat, ini bukan pertama kalinya kau mati kan!!!?" Oga mencengkram leher baju Alaindelon dan mengguncang-guncangkan tubuhnya.

"Hei hei, kejam sekali" Ucap Furuichi.

"Piiip Piiip Piiip" Sesuatu dari saku Alaindelon tiba-tiba saja berbunyi.

"Transmitter ya?"
"Ponsel? Bagaimana cara memakainya?"

"Berikan padaku" Lamia mengambilnya.

"Halo?"

"Lamia ya? Apa kalian baik-baik saja?" Ternyata telpon itu adalah dari Hilda.

"Kak Hilda!?" Secerca harapan muncul di depan mereka semua.

"Aku senang kedengarannya kalian baik-baik saja"

"Sebenarnya, Alaindelon sudah ..."

"Ya, aku tahu" Ucap Hilda. Kemudian, dia bertanya, "Kalian dimana?"

Lamiapun menjelaskan keadaannya.
"Vlad Haunt? Sepertinya situasi kalian tidak begitu bagus. Itu adalah wilayah yang bahkan tidak bisa disentuh oleh kerajaan. Di antara semua tempat, kalian malah mendarat di tempat mengerikan seperti itu"

"Apa seburuk itu ya?"

"Dan, aku harap kalian tidak menyakiti penduduk asli"

"AH, itu, sebenarnya ..."

Lamia menjelaskannya.

"Sudah terjadi!!?"

"Uwoooooooohhhhh!!!!!" Sesuatu berteriak. Dan ternyata, teriakan itu berasal dari mahluk Yoppulu tadi, yang ternyata belum mati.

"Apa yang terjadi? Suara apa tadi itu? Hei" Hilda bertanya-tanya.
"Alien Yoppulu!? Bodoh!! Mereka adalah suku penjaga wilayah itu!!! Dia pasti memanggil teman-temannya!!"

"Teman?"

"Akubaba!! Cepat keluar dari sana, aku akan berusaha sebisa mungkin membantu kalian sini!" Ucap Hilda.

"Akubaba? Oh, maksudnya burung yang dikendarai Hilda waktu itu ya. Kalau itu sih, sudah pernah kau kalahkan kan, Oga?"

"Ya" Oga memasang kuda-kuda untuk bertarung.

"Bodoh" Ucap Hilda, "Akubaba liar itu ..."

"Uwaaaaaaaaaaaaaaa!!!" Mahluk yang muncul adalah sesosok menyerupai burung yang hanya saja wajahnya lebih menyeramkan dan ukurannya setara Godzila.

"Lariiii!!!!!!"

"Dasar pembohong!!!" Bentak Oga sambil berlari, "Kalau ini sih sudah pasti spesies yang berbeda!!"

"Karena itulah ku suruh kalian lari saja, kalian sudah diangap sebagai musuh di Vlad Haunt"

"Apa? Kalau begitu, tidak masalah dimana ..."

Bzzttttttt ...
Kilatan listrik keluar dari tubuh bayi Beel, dan ...

Jblaaarrrrr!!!!! Secara mengagumkan listrik itu menyambar dan menghanguskan monster raksasa tadi.

"Bayi Beel!!?"
"Huwaaaa!!!!"
"Apa kekuatannya meningkat karena berada di Dunia Iblis?"

"Hmm, sepertinya kalian telah diselamatkan oleh kekuatan tuan muda" Ucap Hilda.
"Tapi jangan lengah, dan lakukan apa yang aku katakan. Yang harus kalian lakukan sekarang adalah, menemukan putri Alaindelon" Jelas Hilda.

Sementara itu dari kejauhan, tampak dua lelaki yang berwujud seperti manusia pada umumya sedang mengawasi mereka.

Bersambung ke Beelzebub Chapter 43
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments