Sebelumnya : Bleach Chapter 516
Tadaaaaaaaa, divisi nol telah muncul, dan mereka benar-benar jauh dari dugaan. Yang satu ibu-ibu gendut dengan aksesoris mirip sendok nasi di kepalanya, kemudian bapak-bapak gendut brewok botak, bapak-bapak kurus bergaya rambut maju, kribo metal, dan satu lagi wanita yang kelihatannya lebih normal.
"..." Ichigo tampak shock saat melihat pose alay mereka.
"Akhirnya sampai juga, Divisi nol telah tiba!! Sudah lama sekali nya, para Gotei 13 muda, apa kalian sudah makan dan tidur dengan benar??"
"Sedikit berbeda dari apa yang aku perkirakan ..." Ucap Shinji, bahkan iapun kaget.
Jbuakkkk!!!! Si ibu-ibu gendut menampar wajah Shinji.
"Hei, apa-apaan ini!?" Shinji tak terima.
"Sudah lama sekali ya, Shinji!! Apa Hiyori-chan tidak bersamamu? Aneh sekali."
"Sudah lama? Siapa kau??" Shinji tampak sudah tidak mengenali ibu-ibu gendut itu lagi, tapi kemudian, "Tunggu, Hiyori-chan?"
"Apa yang kau katakan, apa kau lupa denganku? Ini aku, Kirio!!" Ucapnya, Diviso nol, Kirio Hikifune.
"Ka-kau Kirio-san!!!?" Shinji benar-benar kaget. "Sekarang kau benar-benar ge... Eeh, kau benar-benar berubah!! Siapa kau!?" Ia masih tak bisa percaya.
"Oh, tidak, Shinji! Aku tidak berubah sebanyak itu. Ahh, aku lapar!!"
"Hoiii" Lelaki kurus berambut maju panjang menghampiri Unohana, "Sudah lama ya, Unohana. Bagaimana kabarmu? Apa kau menggunakan teknik penyembuhan yang aku ajari dengan benar?"
"Tentu saja" Jawab Unohana.
"Benarkah!?"
"Yah yah!!!" Lelaki botak merangkul lelaki itu, "Memang sudah sangat lama, tapi bisakah kalian lanjutkan bincang-bincangnya nanti saja??"
"Ooh, anggota divisi nol benar-benar tidak berubah, Bonze" Ucap Kyouraku, "Jadi, apa tujuan kalian datang kali ini?"
"Oh, kau, Ichigo Kurosaki kan?" Lelaki botak itu melihat Ichigo, da ia tahu. Kemudian setelahnya, baru ia menjawab pertanyaan Kyouraku tadi, "Kali ini, mengikuti tekad dari Raja Jiwa, kami datang untuk membangun kembali Gotei 13. Dan pertama-tama, Ichigo Kurosaki, kami harus membawamu ke suatu tempat."
"Jangan bercanda!!!!" Tiba-tiba Soi Fon berteriak.
"Aku tak peduli betapa pentingnya kalian, tapi setelah kalian bermalas-malasan sementara Seiretei dalam bahaya, kalian datang dan bilang mau membangun kembali!?" Soi Fon masih kesal.
Akan tetapi, lelaki botak itu tampak tak peduli dan kembali melanjutkan. "Baik, akan aku lanjutkan, aku bilang ..."
"Hei!!!!" Soi Fon kembali berteriak. Tapi kemudian, degg ...
Lelaki kurus berambut maju panjang telah berada di belakangnya, "Kau benar-benar mengganggu."
"Ba-bagaimana dia bisa ..." Soi Fon benar-benar kager.
"Siapa kau? Kapten Gotei 13, huh? Tugas kami adalah untuk melindungi tempat raja, sementara tugasmulah untuk melindungi Seiretei. Kalau kau sampai butuh bantuan kami karena kau tak bisa melindunginya, itu akan menodai namamu ..."
"Gh!" Soi Fon tak mampu melawan. Tapi kemudian, si lelaki botak malah menjitak kepala lelaki itu. "Sudah ku bilang kan bicaranya nanti saja, pertama kita harus melaksanakan tugas kita."
"Sudah tidak perlu." Anggota perempuan normal divisi nol datang dengan membawa empat bola raksasa mengunakan tangan-tangan yang kelihatannya buatan. Di dalam bola yang berpingsi bagaikan tabung itu, tampak Byakuya, Rukia, dan Renji yang terluka parah.
"Hanya tinggal Ichigo Kurosaki, yang harus kita bawa." Ucapnya.
"Hentikan." Cegat Unohana. Di antara bola itu, terdapat Byakuya, Renji, dan Rukia Kuchiki. Berbahaya kalau mereka dibawa meninggalkan Seiretei sekarang, kau tak boleh membawanya pergi.
"Justru itulah kenapa kami membawanya bersama kami," Ucap Lelaki kurus tadi, "Aku yakin kau juga pasti mengerti. Kau tak mampu menyembuhkan mereka sepenuhnya. Dan juga, Byakuya akan segera mati kalau tetap ada di sini. Kau tak bisa melakukannya, akulah yang akan menyembuhkan mereka semua. Kau mengerti kan? Retsu. Apa yabg kau ingin lakukan sekarang, bukanlah penyembuhan."
"Ng? Tensa Zangetsu ada di sana juga ya?" Kuritsuchi Mayuri baru sadar. di antara empat bola tabung itu, terdapat pedang Ichigo yang telah terbelah dua.
"Apa kau menerobos laboratoriumku? Kau selalu saja meremehkanku.' Ucap Mayuri.
"Oh, Mayuri ya, yah, aku tak pernah melakukan seperti apa yang kau tuduhkan. Aku hanya melambaikan tanganku, kemudian pintunya terbuka dengan sendirinya, itu saja. Kuncinya jauh lebih mudah untuk dibuka, dari saat aku berada di sana." Ucap perempuan itu, Senshumaru Shutara.
"Tu-Tunggu!" Ichigo masih belum paham, "Kalau kalian membawa mereka untuk menyembuhan, kenapa aku juga dibawa? Lukaku tidaklah serius dan tak perlu penanganan khusus." Jelas Ichigo, lalu kemudian Bonze menjelaskan kalau, "Aku tahu. Alasan kenapa kau dibaw adalah berbeda.'
"Alasan yang berbeda?"
"Haloooo!!!!!" Terdengar suatu suara melewati alat komunikasi.
"Aaah, aku benar-benar senang, waktu yang tepat. Kelihatannya kalian semua telah berkumpul."
Bersambung ke Bleach Chapter 518
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Tadaaaaaaaa, divisi nol telah muncul, dan mereka benar-benar jauh dari dugaan. Yang satu ibu-ibu gendut dengan aksesoris mirip sendok nasi di kepalanya, kemudian bapak-bapak gendut brewok botak, bapak-bapak kurus bergaya rambut maju, kribo metal, dan satu lagi wanita yang kelihatannya lebih normal.
"..." Ichigo tampak shock saat melihat pose alay mereka.
"Akhirnya sampai juga, Divisi nol telah tiba!! Sudah lama sekali nya, para Gotei 13 muda, apa kalian sudah makan dan tidur dengan benar??"
"Sedikit berbeda dari apa yang aku perkirakan ..." Ucap Shinji, bahkan iapun kaget.
Jbuakkkk!!!! Si ibu-ibu gendut menampar wajah Shinji.
"Hei, apa-apaan ini!?" Shinji tak terima.
"Sudah lama sekali ya, Shinji!! Apa Hiyori-chan tidak bersamamu? Aneh sekali."
"Sudah lama? Siapa kau??" Shinji tampak sudah tidak mengenali ibu-ibu gendut itu lagi, tapi kemudian, "Tunggu, Hiyori-chan?"
"Apa yang kau katakan, apa kau lupa denganku? Ini aku, Kirio!!" Ucapnya, Diviso nol, Kirio Hikifune.
"Ka-kau Kirio-san!!!?" Shinji benar-benar kaget. "Sekarang kau benar-benar ge... Eeh, kau benar-benar berubah!! Siapa kau!?" Ia masih tak bisa percaya.
"Oh, tidak, Shinji! Aku tidak berubah sebanyak itu. Ahh, aku lapar!!"
"Hoiii" Lelaki kurus berambut maju panjang menghampiri Unohana, "Sudah lama ya, Unohana. Bagaimana kabarmu? Apa kau menggunakan teknik penyembuhan yang aku ajari dengan benar?"
"Tentu saja" Jawab Unohana.
"Benarkah!?"
"Yah yah!!!" Lelaki botak merangkul lelaki itu, "Memang sudah sangat lama, tapi bisakah kalian lanjutkan bincang-bincangnya nanti saja??"
"Ooh, anggota divisi nol benar-benar tidak berubah, Bonze" Ucap Kyouraku, "Jadi, apa tujuan kalian datang kali ini?"
"Oh, kau, Ichigo Kurosaki kan?" Lelaki botak itu melihat Ichigo, da ia tahu. Kemudian setelahnya, baru ia menjawab pertanyaan Kyouraku tadi, "Kali ini, mengikuti tekad dari Raja Jiwa, kami datang untuk membangun kembali Gotei 13. Dan pertama-tama, Ichigo Kurosaki, kami harus membawamu ke suatu tempat."
"Jangan bercanda!!!!" Tiba-tiba Soi Fon berteriak.
"Aku tak peduli betapa pentingnya kalian, tapi setelah kalian bermalas-malasan sementara Seiretei dalam bahaya, kalian datang dan bilang mau membangun kembali!?" Soi Fon masih kesal.
Akan tetapi, lelaki botak itu tampak tak peduli dan kembali melanjutkan. "Baik, akan aku lanjutkan, aku bilang ..."
"Hei!!!!" Soi Fon kembali berteriak. Tapi kemudian, degg ...
Lelaki kurus berambut maju panjang telah berada di belakangnya, "Kau benar-benar mengganggu."
"Ba-bagaimana dia bisa ..." Soi Fon benar-benar kager.
"Siapa kau? Kapten Gotei 13, huh? Tugas kami adalah untuk melindungi tempat raja, sementara tugasmulah untuk melindungi Seiretei. Kalau kau sampai butuh bantuan kami karena kau tak bisa melindunginya, itu akan menodai namamu ..."
"Gh!" Soi Fon tak mampu melawan. Tapi kemudian, si lelaki botak malah menjitak kepala lelaki itu. "Sudah ku bilang kan bicaranya nanti saja, pertama kita harus melaksanakan tugas kita."
"Sudah tidak perlu." Anggota perempuan normal divisi nol datang dengan membawa empat bola raksasa mengunakan tangan-tangan yang kelihatannya buatan. Di dalam bola yang berpingsi bagaikan tabung itu, tampak Byakuya, Rukia, dan Renji yang terluka parah.
"Hanya tinggal Ichigo Kurosaki, yang harus kita bawa." Ucapnya.
"Hentikan." Cegat Unohana. Di antara bola itu, terdapat Byakuya, Renji, dan Rukia Kuchiki. Berbahaya kalau mereka dibawa meninggalkan Seiretei sekarang, kau tak boleh membawanya pergi.
"Justru itulah kenapa kami membawanya bersama kami," Ucap Lelaki kurus tadi, "Aku yakin kau juga pasti mengerti. Kau tak mampu menyembuhkan mereka sepenuhnya. Dan juga, Byakuya akan segera mati kalau tetap ada di sini. Kau tak bisa melakukannya, akulah yang akan menyembuhkan mereka semua. Kau mengerti kan? Retsu. Apa yabg kau ingin lakukan sekarang, bukanlah penyembuhan."
"Ng? Tensa Zangetsu ada di sana juga ya?" Kuritsuchi Mayuri baru sadar. di antara empat bola tabung itu, terdapat pedang Ichigo yang telah terbelah dua.
"Apa kau menerobos laboratoriumku? Kau selalu saja meremehkanku.' Ucap Mayuri.
"Oh, Mayuri ya, yah, aku tak pernah melakukan seperti apa yang kau tuduhkan. Aku hanya melambaikan tanganku, kemudian pintunya terbuka dengan sendirinya, itu saja. Kuncinya jauh lebih mudah untuk dibuka, dari saat aku berada di sana." Ucap perempuan itu, Senshumaru Shutara.
"Tu-Tunggu!" Ichigo masih belum paham, "Kalau kalian membawa mereka untuk menyembuhan, kenapa aku juga dibawa? Lukaku tidaklah serius dan tak perlu penanganan khusus." Jelas Ichigo, lalu kemudian Bonze menjelaskan kalau, "Aku tahu. Alasan kenapa kau dibaw adalah berbeda.'
"Alasan yang berbeda?"
"Haloooo!!!!!" Terdengar suatu suara melewati alat komunikasi.
"Aaah, aku benar-benar senang, waktu yang tepat. Kelihatannya kalian semua telah berkumpul."
Bersambung ke Bleach Chapter 518

Comments
Post a Comment