Sebelumnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 3
"Permintaanmu akan aku kabulkan" Shenlong menyanggupinya.
"Bagus!" Krilin senang.
"Krilin-san ..."
Shenlongpun melakukannya, dan, "Permintaamu sudah aku kabulkan. Kalau begitu, selamat tinggal"
Dua permohonan telah dikabulkan. Shenlong menghilang dan bola-bola naganya kembali terpencar ke berbagai penjuru planet Bumi. Dan tak lama setelahnya, langit yang gelap kembali menjadi cerah.
"Krilin-san, kenapa kau mengajukan permintaan seperti itu?" Trunks bertanya.
"I-Itu, aku hanya kasihan karena di dalam tubuh mereka ada bahan peledaknya"
"Krilin-san memang baik" Ucap Gohan.
"Yamcha-san, maafkan aku ya. Aku tak bertanya terlebih dahulu padamu sebelum mengajukan permintaan. Gara-gara itu, kau tak jadi mendapatkan kalungnya ..."
"Ahaha, ja-jangan bodoh, permintaanmu tadi itu sangat bagus" Yamcha kembali salah tingkah, "Lagipula kita tak mungkin meminta pada Shenlong permintaan yang tidak berguna seperti itu kan, hahaha"
"Ngomong-ngomong Krilin, kenapa kau mencabut bahan peledak yang ada di dalam tubuh Android 17 juga?"
"Oh, itu, mmm, mungkin karena aku rasa Android 18 dan 17 itu ...
Pasangan yang cocok. Jadi ..."
"Kau menyedihkan" Ucap Yamcha. "Hahaha"
"Aku benar-benar tak mengerti apa yang kalian bicarakan" Ucap Picollo.
"Cih!!" Android 18 keluar dari tempat persembunyiannya.
"A-Android 18!?"
"Bodoh!" Bentak gadis android itu. "Android 17 itu adalah adikku"
"Dia itu adikmu!!?" Krilin baru tahu.
"Jadi, jangan mengambil keputusan seenaknya. Aku juga sama sekali tak akan berterimakasih karena telah mencabut bahan peledak yang ada di tubuh kami, dasar botak!!!"
Krilin hanya bisa terdiam, menundukan kepala.
Tapi kemudian, Android 18 mengucapkan sesuatu yang benar-benar tidak diduganya, yaitu, "Sampai jumpa" Gadis itu berpamitan sebelum akhirnya benar-benar pergi dari tempat itu.
"Oi oi Krilin!!" Yamcha heboh sendiri, "Tadi dia bilang sampai jumpa kan? Sepertinya kau masih punya harapan, Krilin"
"Benarkah!!???"
"Yah, sepertinya dia masih ingin bertemu denganmu lagi"
"Aku juga berharap begitu" Pikir Krilin dengan wajah memerah.
"Tapi Krilin, jangan sampai kau tergoda hanya karena dia cantik. Siapa tahu saja dia akan membunuhmu nanti. Jadi, kau berhati-hatilah" Yamcha mengingatkan. "Hahaha"
"Rasanya, aku hanya setengah bahagia ..." Ucap Krilin.
"Tanpa Goku, rasanya sangat sepi"
"Ah, ya ..."
Sejenak mereka kembali terdiam.
"Aku mau pulang" Ucap Ten Shin Han. "Chaos pasti sudah menungguku. Mungkin aku tak akan bertemu dengan kalian lagi. Kalian semua jaga kesehatan ya"
"Kau juga ya"
"Selamat tinggal, titip salam untuk Chaos ya" Ucap Gohan.
"Sip, Gohan. Kau juga harus melakukan apa yang pernah dikatakan ayahmu. Rawatlah ibumu"
"Baik"
"Trunks, ini saatnya bagimu untuk menyingkirkan para Android dan Cell yang ada di masa depan. Berjuanglah"
"Baik" Ucap Trunks. "Terimakasih"
"Selamat tinggal" Ten Shin Han terbang dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Nah, kalau begitu ayo kita semua juga harus pulang"
"Trunks, kapan kau akan kembali ke masa depan?" Gohan bertanya. kemudian Trunks menjawab, "Aku mau beristirahat dulu malam ini, jadi aku akan pergi besok pagi"
"Yosh, kalau begitu aku akan menemanimu besok" Ucap Krilin.
"Ya"
"Picollo-san, apakah kau akan tinggal di sini?"
"Ya, sepertinya begitu" Ucap Picollo.
"Bolehkah kapan-kapan aku main kesini?"
"Tentu saja"
"Semuanya, aku benar-benar berterimakasih pada kalian" Ucap Dende.
"Sampai jumpa ya, Dende"
"Jangan lupa mampir ke sini ya" Ucap dende lagi.
"Sampai jumpa juga, Popo-san"
Setelahnya, merekapun kembali pulang ke rumah masing-masing. "Yosh, ayo berangkat!"
Mereka meloncat, melewati menara Karin sebelum akhirnya berpencar menuju arah rumah masing-masing.
"Sampai jumpa besok di Perusahaan Kapsul ya"
Gohan searah dengan Krilin, sementara Trunks searah dengan Yamcha. Dan di perjalanan, Yamcha menjelaskan mengenai kejadian tadi saat Trunks mati dan Vegeta marah.
"Ayahku?"
"Ya. Setelah kau mati, dia benar-benar marah. Dia menghadapi Cell dengan gagah berani"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 5
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Permintaanmu akan aku kabulkan" Shenlong menyanggupinya.
"Bagus!" Krilin senang.
"Krilin-san ..."
Shenlongpun melakukannya, dan, "Permintaamu sudah aku kabulkan. Kalau begitu, selamat tinggal"
Dua permohonan telah dikabulkan. Shenlong menghilang dan bola-bola naganya kembali terpencar ke berbagai penjuru planet Bumi. Dan tak lama setelahnya, langit yang gelap kembali menjadi cerah.
"Krilin-san, kenapa kau mengajukan permintaan seperti itu?" Trunks bertanya.
"I-Itu, aku hanya kasihan karena di dalam tubuh mereka ada bahan peledaknya"
"Krilin-san memang baik" Ucap Gohan.
"Yamcha-san, maafkan aku ya. Aku tak bertanya terlebih dahulu padamu sebelum mengajukan permintaan. Gara-gara itu, kau tak jadi mendapatkan kalungnya ..."
"Ahaha, ja-jangan bodoh, permintaanmu tadi itu sangat bagus" Yamcha kembali salah tingkah, "Lagipula kita tak mungkin meminta pada Shenlong permintaan yang tidak berguna seperti itu kan, hahaha"
"Ngomong-ngomong Krilin, kenapa kau mencabut bahan peledak yang ada di dalam tubuh Android 17 juga?"
"Oh, itu, mmm, mungkin karena aku rasa Android 18 dan 17 itu ...
Pasangan yang cocok. Jadi ..."
"Kau menyedihkan" Ucap Yamcha. "Hahaha"
"Aku benar-benar tak mengerti apa yang kalian bicarakan" Ucap Picollo.
"Cih!!" Android 18 keluar dari tempat persembunyiannya.
"A-Android 18!?"
"Bodoh!" Bentak gadis android itu. "Android 17 itu adalah adikku"
"Dia itu adikmu!!?" Krilin baru tahu.
"Jadi, jangan mengambil keputusan seenaknya. Aku juga sama sekali tak akan berterimakasih karena telah mencabut bahan peledak yang ada di tubuh kami, dasar botak!!!"
Krilin hanya bisa terdiam, menundukan kepala.
Tapi kemudian, Android 18 mengucapkan sesuatu yang benar-benar tidak diduganya, yaitu, "Sampai jumpa" Gadis itu berpamitan sebelum akhirnya benar-benar pergi dari tempat itu.
"Oi oi Krilin!!" Yamcha heboh sendiri, "Tadi dia bilang sampai jumpa kan? Sepertinya kau masih punya harapan, Krilin"
"Benarkah!!???"
"Yah, sepertinya dia masih ingin bertemu denganmu lagi"
"Aku juga berharap begitu" Pikir Krilin dengan wajah memerah.
"Tapi Krilin, jangan sampai kau tergoda hanya karena dia cantik. Siapa tahu saja dia akan membunuhmu nanti. Jadi, kau berhati-hatilah" Yamcha mengingatkan. "Hahaha"
"Rasanya, aku hanya setengah bahagia ..." Ucap Krilin.
"Tanpa Goku, rasanya sangat sepi"
"Ah, ya ..."
Sejenak mereka kembali terdiam.
"Aku mau pulang" Ucap Ten Shin Han. "Chaos pasti sudah menungguku. Mungkin aku tak akan bertemu dengan kalian lagi. Kalian semua jaga kesehatan ya"
"Kau juga ya"
"Selamat tinggal, titip salam untuk Chaos ya" Ucap Gohan.
"Sip, Gohan. Kau juga harus melakukan apa yang pernah dikatakan ayahmu. Rawatlah ibumu"
"Baik"
"Trunks, ini saatnya bagimu untuk menyingkirkan para Android dan Cell yang ada di masa depan. Berjuanglah"
"Baik" Ucap Trunks. "Terimakasih"
"Selamat tinggal" Ten Shin Han terbang dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Nah, kalau begitu ayo kita semua juga harus pulang"
"Trunks, kapan kau akan kembali ke masa depan?" Gohan bertanya. kemudian Trunks menjawab, "Aku mau beristirahat dulu malam ini, jadi aku akan pergi besok pagi"
"Yosh, kalau begitu aku akan menemanimu besok" Ucap Krilin.
"Ya"
"Picollo-san, apakah kau akan tinggal di sini?"
"Ya, sepertinya begitu" Ucap Picollo.
"Bolehkah kapan-kapan aku main kesini?"
"Tentu saja"
"Semuanya, aku benar-benar berterimakasih pada kalian" Ucap Dende.
"Sampai jumpa ya, Dende"
"Jangan lupa mampir ke sini ya" Ucap dende lagi.
"Sampai jumpa juga, Popo-san"
Setelahnya, merekapun kembali pulang ke rumah masing-masing. "Yosh, ayo berangkat!"
Mereka meloncat, melewati menara Karin sebelum akhirnya berpencar menuju arah rumah masing-masing.
"Sampai jumpa besok di Perusahaan Kapsul ya"
Gohan searah dengan Krilin, sementara Trunks searah dengan Yamcha. Dan di perjalanan, Yamcha menjelaskan mengenai kejadian tadi saat Trunks mati dan Vegeta marah.
"Ayahku?"
"Ya. Setelah kau mati, dia benar-benar marah. Dia menghadapi Cell dengan gagah berani"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 5
Comments
Post a Comment