Sebelumnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 2
"Tolong hidupkan kembali semua orang yang telah dibunuh oleh Cell" Ucap Yamcha.
"Permintaanmu akan aku kabulkan" Shenlong melakukannya. Dan dengan ini, semuanya yang Cell bunuh kembali, termasuk Trunks.
Dari balik tiang, Android 18 semakin kaget dengan apa yang dilihatnya.
"Tidak, ini buruk" Ucap Picollo. "Aku belum bisa merasakan pancaran tenaga Goku. Sepertinya, dia memang sudah tak bisa dihidupkan kembali"
"Begitu ya ..."
"Masih ada satu permintaan lagi. Silakan katakan permintaanmu" Ucap Shenlong.
Kemudian tanpa banyak berpikir, Yamcha langsung bertanya, "Son Goku, bisakah dia dihidupkan kembali? Apakah kau bisa melakukan sesuatu untuk menghidupkannya kembali?"
"Son Goku sudah pernah dihidupkan kembali ...
Jadi, permintaan itu tak bisa dikabulkan. Sebutkan permintaan yang lain"
"Ternyata memang tidak bisa" Ucap Yamcha.
"Tidak, pasti masih ada cara, coba pikirkan lagi"
"Bagaimana kalau kita minta agar waktu dikembalikan sebelum Goku mati?" Krilin memberi saran.
"Ah, benar juga" Ucap Yamcha. Tapi kemudian, Picollo, "Jika kau melakukan itu, maka Cell yang mau meledak juga akan muncul. Itu tak berguna"
"Begitu ya ..."
"Oh ya, di planet Namek, Porunga masih bisa menolongnya" Dende membawa secerca harapan.
"Aku mengerti, Porunga memang bisa menghidupkan kembali seseorang lebih dari satu kali"
"Jadi, kalau kita pergi ke Planet Namek dan meminta bantuan Porunga ..."
"Bagaimana kalau permintaan keduanya kita gunakan untuk itu?"
"Semuanyam tunggu sebentar" Tiba-tiba terdengar suara Son Goku. "Ini aku, Goku!" Ia berbicara menggunakan bantuan dewa Kaiou.
"Goku?"
"Ayah ..."
"Meskipun kalian tak bisa berbicara denganku, tapi dengarkanlah aku. Dulu Bulma pernah bilang kalau aku hanya mengundang orang-orang jahat untuk berdatangan. Dan setelah aku pikir-pikir, sepertinya itu benar juga. Dengan kata lain, Bumi akan menjadi damai kalau aku tidak ada. Dewa kaiou juga menyetujui perkataanku ini. Aku bicara begini bukan karena ingin berkorban demi Bumi loh. Dewa Kaiou bilang, disini aku akan diistimewakan karena aku pernah menyelamatkan Bumi. Lagipula kalau masih ada orang jahat seperti Cell muncul, aku tak perlu khawatir lagi. Ini tidak terlalu buruk kok. Aku juga tak akan merasa bosan karena dewa Kaiou bilang disini ada banyak petarung-petarung hebat dari zaman dahulu. Dewa Kaiou juga bisa dihidupkan kembali, tapi dia mau menemaniku disini. Lagipula, aku masih bisa mengunjungi Bumi sekali-sekali"
"Aku yakin kalau Chichi dan Gohan pasti tidak akan setuju dengan ini. Tapi, inilah keputusanku. Gohan, kau juga sudah lebih kuat daripada aku kan"
"Tapi, ayah ..."
"Sudah dulu ya, dadah ...
Sampai jumpa nanti di akhirat"
Akhirnya suara Goku menghilang, Goku sudah pergi, akan tetapi ...
"Walaupun dia sudah meninggal, tapi aku sama sekali tidak merasa seperti itu" Ucap Krilin.
"Habisnya, dia tidak kelihatan menyesal sih"
"Ya, dia memang sudah seperti itu sejak kecil" Ucap Yamcha.
Bayangan-bayangan akan masa lalu mereka bersama Goku terlintas. Mulai dari saat Goku kecil kaget dan kebingungan karena ekornya hilang, tapi kemudian dengan santainya bilang, "Yah, tak apa sih"
Sampai ketika bertarung melawan Picollo, dan real memberinya kacang ajaib saat keadaannya sekarat.
"Dia selalu begitu, memberikan kacang ajaib pada orang yang bahkan mencoba untuk membunuhnya. Kebaikannya benar-benar mulia" Ucap Picollo.
"Ayah adalah orang yang sangat baik ...
Dan, dia juga selalu memberikanku kekuatan.
Ayah, terimakasih"
Mereka sibuk mengenang kepergian Goku, sampai-sampai lupa kalau masih ada satu permintaan yang tersisa. "Hei hei, apakah sudah tak ada permintaan lagi?" Shenlong menunggu dari tadi.
"Bagaimana?" Shenlong kembali bertanya. "Ayo sebutkanlah permintaanmu"
"Jika itu masih berada di batas kekuatanku, maka aku pasti akan mengabulkannya"
"Apa yang harus kita minta ya?" Mereka bingung.
"AYo cepat katakan permintaan pada Shenlong"
"Apakah sudah tak ada?" Shenlong bosan dari tadi hanya menunggu.
"Ahaha" Tiba-tiba Yamcha teringat sesuatu, "Oh iya, pacarku yang baru meminta sebuah kalung yang mahal untuk kencan kami nanti. Boleh tidak?"
"..." Semuanya terdiam kok.
"Cuma bercanda kok" Yamcha salah tingkah.
"Ayo cepat, bagaimana? Beritahu aku"
"She-Shenlong ..." Akhirnya Krilin menemukan suatu permintaan. "Bisakah kau membuat Android 17 dan 18 kembali menjadi manusia biasa?"
"Eeh!?" Semuanya kaget, termasuk Android 18 sendiri yang masih mengamati mereka dari balik sebuah tiang. "Bodoh" Ucapnya dalam hati.
Tapi kemudian, Shenlong malah berkata kalau, "Aku tidak bisa melakukannya. Mengubah Android menjadi manusia itu di luar batas kekuatanku. Keinginan itu tak bisa aku kabulkan"
Krilin tampak sedikit kecewa. "Ja-jadi tidak bisa ya ..."
"Kenapa Android 17 juga?" Yamcha tak mengerti. "Dia kan sudah hancur"
"Tidak, semua orang yang diserap oleh Cell pasti hidup kembali" Ucap Picollo.
"Begitu ya. Tapi, tetap saja ..."
"Kalau begitu" Krilin memikirkan permintaan lain, dan kemudian menyampaikannya, "Bisakah kau mencabut bahan peledak yang ada di dalam tubuh mereka?"
"Permintaanmu akan aku kabulkan" Shenlong menyanggupinya.
"Bagus!" Krilin senang.
"Krilin-san ..."
Shenlongpun melakukannya, dan, "Permintaamu sudah aku kabulkan. Kalau begitu, selamat tinggal"
Dua permohonan telah dikabulkan. Shenlong menghilang dan bola-bola naganya kembali terpencar ke berbagai penjuru planet Bumi. Dan tak lama setelahnya, langit yang gelap kembali menjadi cerah.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 4
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Tolong hidupkan kembali semua orang yang telah dibunuh oleh Cell" Ucap Yamcha.
"Permintaanmu akan aku kabulkan" Shenlong melakukannya. Dan dengan ini, semuanya yang Cell bunuh kembali, termasuk Trunks.
Dari balik tiang, Android 18 semakin kaget dengan apa yang dilihatnya.
"Tidak, ini buruk" Ucap Picollo. "Aku belum bisa merasakan pancaran tenaga Goku. Sepertinya, dia memang sudah tak bisa dihidupkan kembali"
"Begitu ya ..."
"Masih ada satu permintaan lagi. Silakan katakan permintaanmu" Ucap Shenlong.
Kemudian tanpa banyak berpikir, Yamcha langsung bertanya, "Son Goku, bisakah dia dihidupkan kembali? Apakah kau bisa melakukan sesuatu untuk menghidupkannya kembali?"
"Son Goku sudah pernah dihidupkan kembali ...
Jadi, permintaan itu tak bisa dikabulkan. Sebutkan permintaan yang lain"
"Ternyata memang tidak bisa" Ucap Yamcha.
"Tidak, pasti masih ada cara, coba pikirkan lagi"
"Bagaimana kalau kita minta agar waktu dikembalikan sebelum Goku mati?" Krilin memberi saran.
"Ah, benar juga" Ucap Yamcha. Tapi kemudian, Picollo, "Jika kau melakukan itu, maka Cell yang mau meledak juga akan muncul. Itu tak berguna"
"Begitu ya ..."
"Oh ya, di planet Namek, Porunga masih bisa menolongnya" Dende membawa secerca harapan.
"Aku mengerti, Porunga memang bisa menghidupkan kembali seseorang lebih dari satu kali"
"Jadi, kalau kita pergi ke Planet Namek dan meminta bantuan Porunga ..."
"Bagaimana kalau permintaan keduanya kita gunakan untuk itu?"
"Semuanyam tunggu sebentar" Tiba-tiba terdengar suara Son Goku. "Ini aku, Goku!" Ia berbicara menggunakan bantuan dewa Kaiou.
"Goku?"
"Ayah ..."
"Meskipun kalian tak bisa berbicara denganku, tapi dengarkanlah aku. Dulu Bulma pernah bilang kalau aku hanya mengundang orang-orang jahat untuk berdatangan. Dan setelah aku pikir-pikir, sepertinya itu benar juga. Dengan kata lain, Bumi akan menjadi damai kalau aku tidak ada. Dewa kaiou juga menyetujui perkataanku ini. Aku bicara begini bukan karena ingin berkorban demi Bumi loh. Dewa Kaiou bilang, disini aku akan diistimewakan karena aku pernah menyelamatkan Bumi. Lagipula kalau masih ada orang jahat seperti Cell muncul, aku tak perlu khawatir lagi. Ini tidak terlalu buruk kok. Aku juga tak akan merasa bosan karena dewa Kaiou bilang disini ada banyak petarung-petarung hebat dari zaman dahulu. Dewa Kaiou juga bisa dihidupkan kembali, tapi dia mau menemaniku disini. Lagipula, aku masih bisa mengunjungi Bumi sekali-sekali"
"Aku yakin kalau Chichi dan Gohan pasti tidak akan setuju dengan ini. Tapi, inilah keputusanku. Gohan, kau juga sudah lebih kuat daripada aku kan"
"Tapi, ayah ..."
"Sudah dulu ya, dadah ...
Sampai jumpa nanti di akhirat"
Akhirnya suara Goku menghilang, Goku sudah pergi, akan tetapi ...
"Walaupun dia sudah meninggal, tapi aku sama sekali tidak merasa seperti itu" Ucap Krilin.
"Habisnya, dia tidak kelihatan menyesal sih"
"Ya, dia memang sudah seperti itu sejak kecil" Ucap Yamcha.
Bayangan-bayangan akan masa lalu mereka bersama Goku terlintas. Mulai dari saat Goku kecil kaget dan kebingungan karena ekornya hilang, tapi kemudian dengan santainya bilang, "Yah, tak apa sih"
Sampai ketika bertarung melawan Picollo, dan real memberinya kacang ajaib saat keadaannya sekarat.
"Dia selalu begitu, memberikan kacang ajaib pada orang yang bahkan mencoba untuk membunuhnya. Kebaikannya benar-benar mulia" Ucap Picollo.
"Ayah adalah orang yang sangat baik ...
Dan, dia juga selalu memberikanku kekuatan.
Ayah, terimakasih"
Mereka sibuk mengenang kepergian Goku, sampai-sampai lupa kalau masih ada satu permintaan yang tersisa. "Hei hei, apakah sudah tak ada permintaan lagi?" Shenlong menunggu dari tadi.
"Bagaimana?" Shenlong kembali bertanya. "Ayo sebutkanlah permintaanmu"
"Jika itu masih berada di batas kekuatanku, maka aku pasti akan mengabulkannya"
"Apa yang harus kita minta ya?" Mereka bingung.
"AYo cepat katakan permintaan pada Shenlong"
"Apakah sudah tak ada?" Shenlong bosan dari tadi hanya menunggu.
"Ahaha" Tiba-tiba Yamcha teringat sesuatu, "Oh iya, pacarku yang baru meminta sebuah kalung yang mahal untuk kencan kami nanti. Boleh tidak?"
"..." Semuanya terdiam kok.
"Cuma bercanda kok" Yamcha salah tingkah.
"Ayo cepat, bagaimana? Beritahu aku"
"She-Shenlong ..." Akhirnya Krilin menemukan suatu permintaan. "Bisakah kau membuat Android 17 dan 18 kembali menjadi manusia biasa?"
"Eeh!?" Semuanya kaget, termasuk Android 18 sendiri yang masih mengamati mereka dari balik sebuah tiang. "Bodoh" Ucapnya dalam hati.
Tapi kemudian, Shenlong malah berkata kalau, "Aku tidak bisa melakukannya. Mengubah Android menjadi manusia itu di luar batas kekuatanku. Keinginan itu tak bisa aku kabulkan"
Krilin tampak sedikit kecewa. "Ja-jadi tidak bisa ya ..."
"Kenapa Android 17 juga?" Yamcha tak mengerti. "Dia kan sudah hancur"
"Tidak, semua orang yang diserap oleh Cell pasti hidup kembali" Ucap Picollo.
"Begitu ya. Tapi, tetap saja ..."
"Kalau begitu" Krilin memikirkan permintaan lain, dan kemudian menyampaikannya, "Bisakah kau mencabut bahan peledak yang ada di dalam tubuh mereka?"
"Permintaanmu akan aku kabulkan" Shenlong menyanggupinya.
"Bagus!" Krilin senang.
"Krilin-san ..."
Shenlongpun melakukannya, dan, "Permintaamu sudah aku kabulkan. Kalau begitu, selamat tinggal"
Dua permohonan telah dikabulkan. Shenlong menghilang dan bola-bola naganya kembali terpencar ke berbagai penjuru planet Bumi. Dan tak lama setelahnya, langit yang gelap kembali menjadi cerah.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 4
Comments
Post a Comment