Sebelumnya : Dragon Ball Z Kai Episode 96
Matinya Cell mengakhiri pertarungan panjang tersebut. Semuanya tampak senang, meski tak bisa dipungkiri mereka juga kelelahan. Yah, rasa senang akan terselamatkannya Bumi membuat rasa lelah mereka tidak begitu terasa.
"Su-sulit dipercaya, kau benar-benar bisa mengalahkan Cell" Ucap Picollo.
"Luar biasa, oi Gohan, kau berhasil mengalahkannya, hebat" Ucap Krilin.
"Ini semua sulit dipercaya. Tapi yang penting, kita selamat"
"Ya"
"Ayo kita semua kembali ke tempat Dende" Ajak Krilin, "Walaupun tak punya kacang ajaib, aku yakin dia bisa menyembuhkan kita semua"
"Yosh, ayo!" Yamcha mengangkat tubuh Gohan.
"Ma-maaf ya" Ucap Gohan dan kemudian ia memejamkan matanya.
"Gohan!?"
"Jangan khawatir, dia baik-baik saja" Ucap Yamcha.
"Aku kurang yakin kalau dia baik-baik saja, Yamcha. Dia kan habis menggunanakan seluruh kekuatannya"
"Apa? Aku yakin Gohan baik-baik saja"
"Begitu ya ... Baik, kalau begitu aku yang akan membawa Trunks" Ten Shin Han berjalan menuju tempat jenazah Trunks berada.
"Ka-kalau begitu, aku yang akan membawa Android 18" Ucap Krilin malu-malu.
"???" Ten Shin Han dan Yamcha melihat kaget ke arah Krilin.
"A-aku hanya ingin membawanya karena dia juga adalah korban Cell" Wajah Krilin memerah, kemudian iapun berlari menuju tempat Android tersebut.
Sementara itu di atas, tampak vegeta masih murung. Picollo yang ada di bawah melihatnya dengan khawatir.
"Picollo, ayo" Masing-masing Yamcha dan Ten Shin Han telah menggendong Gohan dan Trunks, bersiap untuk pergi ke tempat Dende.
"Ya, kalian duluan saja" Ucap Picollo.
"Baiklah kalau begitu" Merekapun pergi mendahului, Ten Shin Han, Yamcha, dan Krilin. Sementara Picollo, ia masih ada sedikit urusan dengan vegeta.
"Mau aku bantu?" Tawar Picollo.
"Ta-tak perlu, pergi sana" Balas vegeta.
"Aku tak butuh bantuanmu"
"Huh, begitu ya" Merasa tak perlu membantu, Picollopun segera terbang dan menyusul rekan-rekannya, meninggalkan Vegeta sendiri melayang di tempat itu.
"Di-dia selalu saja bisa melampauiku, dan sekarang anaknya" Vegeta tampak kesal, "Si-sialan kau, Kakarotto!! Kenapa kau selalu bisa melampauiku!?"
Vegeta menenangkan diri dan kemudian memutuskan, "Aku harus pergi berlatih"
Mereka semua telah pergi, dan kini yang tersisa di bekas arena pertempuran itu hanyalah Mr.Satan dan yang lainnya. Dan dari mereka semua, hanya Mr.Satan yang bar sadarkan diri setelah tadi pingsan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Lelaki itu melihat kaget ke arah depan, sudah tak tampak siapa-siapa.
Selanjutnya, reporter sadar. "Ke-kenapa sepi sekali ya? Oh, Mr.Satan, apa yang sebenarnya telah terjadi?" Ia lalu bertanya. "Sepertinya anak tadi berhasil mengalahkan Cell, kalau benar begitu ... Maka itu berarti kau hanyalah orang bodoh yang tak berguna dan kelihatan bodoh"
"A-ah, itu, ah ..."
"Cell, apa yang sebenarnya terjadi pada Cell?"
"Itu, Cell, mm, aku telah mengalahkannya" Ucap Satan ngarang. "Bagaimana menurutmu?"
Sejenak reporter terdiam, kemudian kembali bertanya, "A-apakah benar kau yang mengalahkannya?"
"Te-tentu saja. Aku sudah bosan melihat mereka menghabiskan waktu dengan tipuan-tipuan murahan mereka itu. Jadi, aku hajar saja Cell dan ia melayang entah kemana, hahaha"
"La-lalu, apa yang terjadi dengan peserta lainnya?"
"Mmm, mereka berterimakasih padaku dan lalu pulang, hahahaha"
"Oi!!!!" Dari kejauhan juru kamera yang juga sudah sadar mengabarkan sesuatu, "Kameranya sudah bekerja kembali!!"
Dengan ini, informasipun kembali bisa disampaikan ke seluruh dunia.
"Dengarlah, para penonton di seluruh dunia, maaf telah membuat kalian menunggu!! Turnamennya telah berakhir dan yang menang adalah kita! Jadi, kita semua bisa kembali hidup tentram. Dan ... itu semua berkat Mr.Satan!!"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 2
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Matinya Cell mengakhiri pertarungan panjang tersebut. Semuanya tampak senang, meski tak bisa dipungkiri mereka juga kelelahan. Yah, rasa senang akan terselamatkannya Bumi membuat rasa lelah mereka tidak begitu terasa.
"Su-sulit dipercaya, kau benar-benar bisa mengalahkan Cell" Ucap Picollo.
"Luar biasa, oi Gohan, kau berhasil mengalahkannya, hebat" Ucap Krilin.
"Ini semua sulit dipercaya. Tapi yang penting, kita selamat"
"Ya"
-------- Dragon Ball Z Kai 97 --------
Senyuman Telah Kembali! Sebuah Masa Depan yang Baru
Teks Version by www.Beelzeta.com
Senyuman Telah Kembali! Sebuah Masa Depan yang Baru
Teks Version by www.Beelzeta.com
"Ayo kita semua kembali ke tempat Dende" Ajak Krilin, "Walaupun tak punya kacang ajaib, aku yakin dia bisa menyembuhkan kita semua"
"Yosh, ayo!" Yamcha mengangkat tubuh Gohan.
"Ma-maaf ya" Ucap Gohan dan kemudian ia memejamkan matanya.
"Gohan!?"
"Jangan khawatir, dia baik-baik saja" Ucap Yamcha.
"Aku kurang yakin kalau dia baik-baik saja, Yamcha. Dia kan habis menggunanakan seluruh kekuatannya"
"Apa? Aku yakin Gohan baik-baik saja"
"Begitu ya ... Baik, kalau begitu aku yang akan membawa Trunks" Ten Shin Han berjalan menuju tempat jenazah Trunks berada.
"Ka-kalau begitu, aku yang akan membawa Android 18" Ucap Krilin malu-malu.
"???" Ten Shin Han dan Yamcha melihat kaget ke arah Krilin.
"A-aku hanya ingin membawanya karena dia juga adalah korban Cell" Wajah Krilin memerah, kemudian iapun berlari menuju tempat Android tersebut.
Sementara itu di atas, tampak vegeta masih murung. Picollo yang ada di bawah melihatnya dengan khawatir.
"Picollo, ayo" Masing-masing Yamcha dan Ten Shin Han telah menggendong Gohan dan Trunks, bersiap untuk pergi ke tempat Dende.
"Ya, kalian duluan saja" Ucap Picollo.
"Baiklah kalau begitu" Merekapun pergi mendahului, Ten Shin Han, Yamcha, dan Krilin. Sementara Picollo, ia masih ada sedikit urusan dengan vegeta.
"Mau aku bantu?" Tawar Picollo.
"Ta-tak perlu, pergi sana" Balas vegeta.
"Aku tak butuh bantuanmu"
"Huh, begitu ya" Merasa tak perlu membantu, Picollopun segera terbang dan menyusul rekan-rekannya, meninggalkan Vegeta sendiri melayang di tempat itu.
"Di-dia selalu saja bisa melampauiku, dan sekarang anaknya" Vegeta tampak kesal, "Si-sialan kau, Kakarotto!! Kenapa kau selalu bisa melampauiku!?"
Vegeta menenangkan diri dan kemudian memutuskan, "Aku harus pergi berlatih"
Mereka semua telah pergi, dan kini yang tersisa di bekas arena pertempuran itu hanyalah Mr.Satan dan yang lainnya. Dan dari mereka semua, hanya Mr.Satan yang bar sadarkan diri setelah tadi pingsan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Lelaki itu melihat kaget ke arah depan, sudah tak tampak siapa-siapa.
Selanjutnya, reporter sadar. "Ke-kenapa sepi sekali ya? Oh, Mr.Satan, apa yang sebenarnya telah terjadi?" Ia lalu bertanya. "Sepertinya anak tadi berhasil mengalahkan Cell, kalau benar begitu ... Maka itu berarti kau hanyalah orang bodoh yang tak berguna dan kelihatan bodoh"
"A-ah, itu, ah ..."
"Cell, apa yang sebenarnya terjadi pada Cell?"
"Itu, Cell, mm, aku telah mengalahkannya" Ucap Satan ngarang. "Bagaimana menurutmu?"
Sejenak reporter terdiam, kemudian kembali bertanya, "A-apakah benar kau yang mengalahkannya?"
"Te-tentu saja. Aku sudah bosan melihat mereka menghabiskan waktu dengan tipuan-tipuan murahan mereka itu. Jadi, aku hajar saja Cell dan ia melayang entah kemana, hahaha"
"La-lalu, apa yang terjadi dengan peserta lainnya?"
"Mmm, mereka berterimakasih padaku dan lalu pulang, hahahaha"
"Oi!!!!" Dari kejauhan juru kamera yang juga sudah sadar mengabarkan sesuatu, "Kameranya sudah bekerja kembali!!"
Dengan ini, informasipun kembali bisa disampaikan ke seluruh dunia.
"Dengarlah, para penonton di seluruh dunia, maaf telah membuat kalian menunggu!! Turnamennya telah berakhir dan yang menang adalah kita! Jadi, kita semua bisa kembali hidup tentram. Dan ... itu semua berkat Mr.Satan!!"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 97 Bagian 2
Comments
Post a Comment