Sebelumnya : Dragon Ball Z Kai Episode 98 Bagian 3
"Wah, kau masih hidup rupanya ...
Tapi kau itu bodoh sekali ya, selalu saja melakukan usaha yang sia-sia"
"Android 17, aku sedang kesal, bolehkah aku saja yang menghabisinya sendirian? Aku sudah bosan melihatnya"
"Ah, kalau begitu kau akan menghilangkan satu-satunya yang bisa menghibur kita. Tapi tak apa lah, terserah kau saja, Android 18."
Mereka berdua benar-benar meremehkan Trunks.
"Ini akan menjadi lebih menyenangkan daripada bermain game. Hyaaaah!!!!" Android 18 menembakan suatu tembakan ke arah Trunks. Namun dengan cepat, Trunks menghilang dan menghindarinya.
"Di belakangmu, Android 18!!!"
Android 18 menghadap ke belakang, namun sebelum ia benar-benar bisa melakukan itu, dengan cepat Trunks memukulnya hingga ia terpental dan menerobos beberapa tembok gedung.
"Si-sial ..." Android 17 berusaha untuk kembali bangkit. "Akan aku habisi kau!!!" Ia kembali mencoba untuk menyerang. Namun lagi-lagi, Trunks mampu menghindari semua serangannya dan bahkan balas menyerang.
"Sial!!! Akan aku buat kau membayar semua ini!!" Android 18 begitu kesal.
"Kau benar-benar sudah berkembang ya, sampai-sampai berhasil membuat Android 18 marah." Ucap nomor 17.
"Saat aku pergi ke masa lalu, kalian yang ada di sana tidak terlalu jahat. Tapi, kalian yang ada di masa ini benar-benar berbeda. Kalian menghancurkan banyak kota tanpa alasan yang jelas dan menyiksa orang-orang. Aku tak akan membiarkan hal ini terus terjadi!" Ucap Trunks.
"Bicara apa kau ini?" Android 17 masih meremehkan kekuatan Trunks, "Ayo kita buat dia menyesal, Android 17!"
Kini mereka hendak bekerja sama. Tapi tetap saja, kecepatan Trunks jauh berada di atas mereka. Dan, kekuatannya juga, Bahkan dengan sekali tembakan, ia berhasil menghancurkan tubuh nomor 18.
"Ti-tidak mungkin ..." Nomor 17 tampak mulai ketakutan.
"Ba-bagaimana bisa kau mengalahkan Android 18 dengan begitu mudah!?"
"Yang tadi itu adalah untuk teman-temanku yang sudah kalian bunuh." Ucap Trunks. "Lalu yang ini ... Untuk membalaskan kematian Gohan-san!" Trunks menyerang tubuh nomor 17, kemudian ia meloncat dan menembaknya dari atas, "Hancurlah kau!!!!"
Jbuuuuummmm!!!!
Tercipta ledakan yang cukup dahsyat.
Dan dengan itu, kedua android yang menjadi sumber masalah itupun berhasil dilenyapkan untuk selama-lamanya dari masa itu. "Apakah ini sudah berakhir? Tidak, masih belum." Trunks teringat sesuatu. "Masih ada satu lagi."
Setelahnya, beberapa bulan berlalu semenjak hancurnya Android 17 dan 18. Kedamaian muncul kembali, dan perbaikan-perbaikan di kota mulai dilakukan. Sementara itu, energi mesin waktu untuk pergi sekali-sekali telah terkumpul.
"Ibu, aku akan pergi untuk memberitahukan kepada semuanya mengenai kemenanganku melawan Android 17 dan 18" Ucap Trunks.
"Ya, Berhati-hatilah, Trunks." Ucap Bulma.
"Salam untuk semuanya ya."
"Ya, bu"
Sementara itu dari balik tembok, Cell mengawasi. Ya. Di masa itu, Cell belum mati, tapi ia juga belum sampai ke mode sempurnanya.
Trunks menyadari hal ini dan iapun meminta ibunya untuk segera masuk ke rumah, "Ibu, masuklah ke dalam rumah."
"Ehh? Kau mau pergi menemui pacarmu dulu ya?" Bulma curiga.
"Sejak kapan kau ... Ah, jangan malu-malu dengan ibu."
"!!" Trunks memasang wajah serius. Akhirnya Bulma mengerti dan dengan cepat masuk ke rumah.
"Aku tahu kau ada disana, Cell." Ucap Trunks. "Kau pasti mau membunuhku, lalu mencuri mesin waktu ini agar bisa menyerap Android 17 dan 18 yang ada di masa lalu agar kau bisa mencapai wujud sempurnamu, begitu kan?"
"A-apa? Bagaimana kau bisa tahu semua itu!?" Cell kaget.
"Rencanamu akan gagal." Ucap Trunks.
"Dan semuanya akan berakhir disini."
"Rencanaku akan gagal katamu?" Cell keluar dari balik tembok, dan kemudian secara terang-terangan menantang Trunks. "Sombong sekali kau ini."
"Cell, pada wujud sempurna, kau memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Tapi di wujudmu yang sekarang ini, aku bisa mengalahkanmu dengan mudah."
"!!!?" Cell semakin kaget, dan kemudian ia mengerti. "Begitu rupanya, jadi kau sudah pernah kembali ke masa lalu ya? Pantas saja kau jadi sok tahu begitu. Kau terlalu sombong, apa kau pikir kau bisa mengalahkanku? Trunks, aku sudah mempunyai semua data mengenai dirimu melalui robot mata-mata. Jangankah aku, membunuh Android 17 dan 18 saja kau tak akan bisa." Cell masih belum tahu kebenarannya.
"Kalau begitu, kau pikir kenapa Android 17 dan 18 bisa menghilang begitu saja?"
"!!!!!!" Cell semakin kaget. "Ja-jadi, mereka tak ada di masa ini karena ulahmu!? Cih, akan aku buat kau menyesal karena sudah melakukannya. Aku akan membunuhmu, lalu menggunakan mesin waktu untuk pergi ke masa lalu, dan menyerap Android 17 dan 18 yang ada di sana!"
"Kalau kau memang mau bertarung, sebaiknya jangan di sini. Bagaimanapun, di sini sedang diadakan perbaikan kota. Kita pindah tempat saja."
Trunks menghempaskan tubuh Cell menggunakan tembakan angin dan akhirnya merekapun sampai di suatu dataran perbukitan yang jauh dari kota.
Di sana, mereka saling berhadap-hadapan.
"Ternyata kau benar-benar sudah bertambah kuat." Ucap Cell. "Tapi kalau kau pikir kau bisa mengalahkanku, itu adalah sebuah kesalahan besar. Aku adalah android paling sempurna yang diciptakan oleh Dokter Gero. Tak mungkin ada orang yang bisa mengalahkanku!"
"Kita lihat saja nanti." Trunks berubah menjadi super saiya. begitu juga dengan Cell, ia memancarkan kekuatan dan bersiap.
"Tak akan aku biarkan kau pergi ke masa lalu!"
Mereka bertarung, saling pukul, saling tendang, dan Trunks mendominasi di segala bidang.
"I-Ini mustahil ..." Ucap Cell tak percaya.
"Si-sial, sebagai android yang sempurna, aku tak boleh kalah melawan anak itu!"
Cell kembali mencoba untuk menyerang, namun pada akhirnya Trunkslah yang membuatnya babak belur. "Haah, haah, haah ..."
"Cell, aku tidak bisa ... Aku tak bisa membiarkanmu ada di Bumi ini!!" Trunks memegang ekor Cell dan kemudian melemparnya ke udara.
Cell terlempar, lalu kemudian dari sana, ia yang mash keras kepala hendak menembak, "Akan aku buat dia kaget dengan jurus ini. Ka ... Me ... Ha ... Me ... Eehhh!?"
Ternyata di bawah Trunks juga sudah siap untuk menyerang dengan sepenuh jiwa.
"Lenyaplah kau untuk selama-lamanya, Cell!!!"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 98 Bagian 5
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Wah, kau masih hidup rupanya ...
Tapi kau itu bodoh sekali ya, selalu saja melakukan usaha yang sia-sia"
"Android 17, aku sedang kesal, bolehkah aku saja yang menghabisinya sendirian? Aku sudah bosan melihatnya"
"Ah, kalau begitu kau akan menghilangkan satu-satunya yang bisa menghibur kita. Tapi tak apa lah, terserah kau saja, Android 18."
Mereka berdua benar-benar meremehkan Trunks.
"Ini akan menjadi lebih menyenangkan daripada bermain game. Hyaaaah!!!!" Android 18 menembakan suatu tembakan ke arah Trunks. Namun dengan cepat, Trunks menghilang dan menghindarinya.
"Di belakangmu, Android 18!!!"
Android 18 menghadap ke belakang, namun sebelum ia benar-benar bisa melakukan itu, dengan cepat Trunks memukulnya hingga ia terpental dan menerobos beberapa tembok gedung.
"Si-sial ..." Android 17 berusaha untuk kembali bangkit. "Akan aku habisi kau!!!" Ia kembali mencoba untuk menyerang. Namun lagi-lagi, Trunks mampu menghindari semua serangannya dan bahkan balas menyerang.
"Sial!!! Akan aku buat kau membayar semua ini!!" Android 18 begitu kesal.
"Kau benar-benar sudah berkembang ya, sampai-sampai berhasil membuat Android 18 marah." Ucap nomor 17.
"Saat aku pergi ke masa lalu, kalian yang ada di sana tidak terlalu jahat. Tapi, kalian yang ada di masa ini benar-benar berbeda. Kalian menghancurkan banyak kota tanpa alasan yang jelas dan menyiksa orang-orang. Aku tak akan membiarkan hal ini terus terjadi!" Ucap Trunks.
"Bicara apa kau ini?" Android 17 masih meremehkan kekuatan Trunks, "Ayo kita buat dia menyesal, Android 17!"
Kini mereka hendak bekerja sama. Tapi tetap saja, kecepatan Trunks jauh berada di atas mereka. Dan, kekuatannya juga, Bahkan dengan sekali tembakan, ia berhasil menghancurkan tubuh nomor 18.
"Ti-tidak mungkin ..." Nomor 17 tampak mulai ketakutan.
"Ba-bagaimana bisa kau mengalahkan Android 18 dengan begitu mudah!?"
"Yang tadi itu adalah untuk teman-temanku yang sudah kalian bunuh." Ucap Trunks. "Lalu yang ini ... Untuk membalaskan kematian Gohan-san!" Trunks menyerang tubuh nomor 17, kemudian ia meloncat dan menembaknya dari atas, "Hancurlah kau!!!!"
Jbuuuuummmm!!!!
Tercipta ledakan yang cukup dahsyat.
Dan dengan itu, kedua android yang menjadi sumber masalah itupun berhasil dilenyapkan untuk selama-lamanya dari masa itu. "Apakah ini sudah berakhir? Tidak, masih belum." Trunks teringat sesuatu. "Masih ada satu lagi."
Setelahnya, beberapa bulan berlalu semenjak hancurnya Android 17 dan 18. Kedamaian muncul kembali, dan perbaikan-perbaikan di kota mulai dilakukan. Sementara itu, energi mesin waktu untuk pergi sekali-sekali telah terkumpul.
"Ibu, aku akan pergi untuk memberitahukan kepada semuanya mengenai kemenanganku melawan Android 17 dan 18" Ucap Trunks.
"Ya, Berhati-hatilah, Trunks." Ucap Bulma.
"Salam untuk semuanya ya."
"Ya, bu"
Sementara itu dari balik tembok, Cell mengawasi. Ya. Di masa itu, Cell belum mati, tapi ia juga belum sampai ke mode sempurnanya.
Trunks menyadari hal ini dan iapun meminta ibunya untuk segera masuk ke rumah, "Ibu, masuklah ke dalam rumah."
"Ehh? Kau mau pergi menemui pacarmu dulu ya?" Bulma curiga.
"Sejak kapan kau ... Ah, jangan malu-malu dengan ibu."
"!!" Trunks memasang wajah serius. Akhirnya Bulma mengerti dan dengan cepat masuk ke rumah.
"Aku tahu kau ada disana, Cell." Ucap Trunks. "Kau pasti mau membunuhku, lalu mencuri mesin waktu ini agar bisa menyerap Android 17 dan 18 yang ada di masa lalu agar kau bisa mencapai wujud sempurnamu, begitu kan?"
"A-apa? Bagaimana kau bisa tahu semua itu!?" Cell kaget.
"Rencanamu akan gagal." Ucap Trunks.
"Dan semuanya akan berakhir disini."
"Rencanaku akan gagal katamu?" Cell keluar dari balik tembok, dan kemudian secara terang-terangan menantang Trunks. "Sombong sekali kau ini."
"Cell, pada wujud sempurna, kau memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Tapi di wujudmu yang sekarang ini, aku bisa mengalahkanmu dengan mudah."
"!!!?" Cell semakin kaget, dan kemudian ia mengerti. "Begitu rupanya, jadi kau sudah pernah kembali ke masa lalu ya? Pantas saja kau jadi sok tahu begitu. Kau terlalu sombong, apa kau pikir kau bisa mengalahkanku? Trunks, aku sudah mempunyai semua data mengenai dirimu melalui robot mata-mata. Jangankah aku, membunuh Android 17 dan 18 saja kau tak akan bisa." Cell masih belum tahu kebenarannya.
"Kalau begitu, kau pikir kenapa Android 17 dan 18 bisa menghilang begitu saja?"
"!!!!!!" Cell semakin kaget. "Ja-jadi, mereka tak ada di masa ini karena ulahmu!? Cih, akan aku buat kau menyesal karena sudah melakukannya. Aku akan membunuhmu, lalu menggunakan mesin waktu untuk pergi ke masa lalu, dan menyerap Android 17 dan 18 yang ada di sana!"
"Kalau kau memang mau bertarung, sebaiknya jangan di sini. Bagaimanapun, di sini sedang diadakan perbaikan kota. Kita pindah tempat saja."
Trunks menghempaskan tubuh Cell menggunakan tembakan angin dan akhirnya merekapun sampai di suatu dataran perbukitan yang jauh dari kota.
Di sana, mereka saling berhadap-hadapan.
"Ternyata kau benar-benar sudah bertambah kuat." Ucap Cell. "Tapi kalau kau pikir kau bisa mengalahkanku, itu adalah sebuah kesalahan besar. Aku adalah android paling sempurna yang diciptakan oleh Dokter Gero. Tak mungkin ada orang yang bisa mengalahkanku!"
"Kita lihat saja nanti." Trunks berubah menjadi super saiya. begitu juga dengan Cell, ia memancarkan kekuatan dan bersiap.
"Tak akan aku biarkan kau pergi ke masa lalu!"
Mereka bertarung, saling pukul, saling tendang, dan Trunks mendominasi di segala bidang.
"I-Ini mustahil ..." Ucap Cell tak percaya.
"Si-sial, sebagai android yang sempurna, aku tak boleh kalah melawan anak itu!"
Cell kembali mencoba untuk menyerang, namun pada akhirnya Trunkslah yang membuatnya babak belur. "Haah, haah, haah ..."
"Cell, aku tidak bisa ... Aku tak bisa membiarkanmu ada di Bumi ini!!" Trunks memegang ekor Cell dan kemudian melemparnya ke udara.
Cell terlempar, lalu kemudian dari sana, ia yang mash keras kepala hendak menembak, "Akan aku buat dia kaget dengan jurus ini. Ka ... Me ... Ha ... Me ... Eehhh!?"
Ternyata di bawah Trunks juga sudah siap untuk menyerang dengan sepenuh jiwa.
"Lenyaplah kau untuk selama-lamanya, Cell!!!"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Kai Episode 98 Bagian 5
Comments
Post a Comment