Sebelumnya : Fairy Tail Chapter 305
Berikut adalah perolehan poin sementara Daimatou Enbu :
Gray masuk ke ruang perpustakaan dimana disana Rufus telah menunggu. Mereka saling berhadapan, dan pemandangan tersebut bisa dilihat dengan jelas oleh para penoton melalui layar sihir raksasa yang ada di tengah stadium.
"Apakah ini merupakan bagian dari perhitunganmu juga?" Romeo bertanya pada master pertama.
"Ya" Jawab Mavis.
"Jadi dengan kata lain Gray akan menang kan?"
"Aku tidak tahu"
"Apa!?"
Bahkan Mavis yang dari tadi telah memperhitungkan segalanya belum bisa memastikan hasil dari pertarungan mereka berdua. "Tapi, kemenangan ini sangatlah penting. Lelaki itu adalah kunci dari strategi Sabertooth"
"Jadi, bagaimana? Lelaki bernama Rufus itu bisa mengetahui lokasi kita semua?"
"Tepat sekali" Ucap Mavis.
"Dengan kata lain, kita harus mengalahkannya terlebih dahulu, begitu kan?"
"Biar aku yang melakukannya" Gray mengajukan dirinya. Sejak awal, Gray memang memiliki dendam yang harus dibalaskan pada penyihir Sabertooth itu.
"Gray-sama ..."
"Tidak apa-apa kan, master pertama?"
"Berdasarkan perhitunganku, kemampuanmu tidak begitu cocok dengan Rufus ...
Kemungkinan menangnya hanyalah ..."
"Aku tak peduli dengan itu!" Ucap Gray.
"Kita akan menyelamatkan Lucy, dan membayar semua yang telah mereka lakukan pada kita. Kumohon izinkan aku bertarung, sebagai penyihir Fairy Tail"
Akhirnya Mavis tak punya pilihan lain dan membiarkan ia bertarung. Flashback berakhir sampai sana ...
"Terkadang, perasaan dapat melampaui perhitungan. Tolong tunjukan padaku ...
Kekuatan dari perasaanmu"
Pertarungan dimulai ...
"Rasakan ini, lelaki bertopi sialan!!!!" Gray bersiap, sementara Rufus masih tampak tenang-tenang saja, "Ice Make, Freeze Lancer!!!"
Tembakan-tembakan panah es menghujam tubuh Rufus, namun ia berhasil menghindari semuanya.
"Memorize"
"Kau tak akan bisa kabur!!!! Ice Impact!!!!"
Jbuaghhhhh!!!!!! Palu es raksasa menghantam lantai tempat Rufus berada. Namun lagi-lagi, ia berhasil menghindarinya.
"Memorize"
"Cih, bicara apa kau dari tadi hah"
"Ingatan dapat diubah menjadi senjata. Aku mengingat sihir yang aku lihat, dan menggunakannya sebagai dasar, kemudian aku memberi bentuk pada sihir yang baru"
"Apa maksudmu?"
"Ingatanku darimu adalah sihir es, dan ingatanku dari Orga adalah sihir petir. Aku mengingatnya ...
Memory Make ... Freezing Sword of Black Lightning!!!!!" Luar biasa, Rufus menyerang dengan sihir yang berupa campuran dari es dan petir hitam.
"Gaaah!!!!"
"Gray!!!!" Orang-orang dari Fairy Tail yang menonton mulai khawatir.
"Orang itu ... dia bisa menciptakan sihirnya sendiri?"
"Fanged Pillars of Turbulence!" Rufus kembali menyerang dengan beberapa pusaran badai salju.
"Shield!!!!" Gray menciptakan perisai es dan menahannya.
"Shield, memorize, dan dilupakan"
Perisai es Gray tiba-tiba saja menghilang secara perlahan.
"Perisainya menghi ...
Guahhhh!!!!!" Putaran badai salju itupun menerbangkan tubuh Gray.
"Sungguh?"
"Dia bisa membuat sesuatu dilupakan juga?" Para penonton bertanya-tanya.
"Si Rufus itu benar-benar mampu membuat berbagai tipe sihir yang diinginkannya"
"Jadi tiap sihir yang pernah ia gunakan sebelumnya bisa digunakannya lagi?"
"Ini sangat tidak adil!" Ucap Elfman.
"Pertarungan ini adalah lagu dariku untukmu, doa untukmu. Dan ingatlah ini di otakmu, ingatlah kalau kau tak akan bisa mengalahkanku"
"Begitukah ..." Gray bangkit dan melempar bajunya.
"Dia telanjang!" Ucap kaget penonton.
"Dia telanjang!!!????"
Dia telanjang!!!!!??????"
"Gray-sama" Juvia menutup wajah.
"Semenjak aku memiliki lambang Fairy Tail di dadaku, aku tak akan pernah kalah dua kali dari orang yang sama" Ucap Gray.
"Begitukah? Lalu apa kau punya suatu rencana?"
"Ice Make ..." Gray bersiap. Dan begitu pula dengan Rufus, ia bersiap untuk mengingatnya. Akan tetapi ...
"Unlimited!!!"
"!?" Rufus kaget.
Gray menggunakan sihir penciptaan dengan sangat amat cepat dan berkali-kali, menciptakan puluhan atau bahkan mungkin ratusan senjata es yang telah siap untuk menyerang targetnya.
"Ke-kecepatan macam apa itu"
"Apa kau bisa mengingatnya?" Gray terus melakukannya, menciptakan senjata demi senjata es dengan kecepatan yang sulit untuk bahkan sekedar dilihat, apalagi diingat.
"Jadi begitu!!!"
"Kalau dia membuat sebanyak itu bersamaan!!"
"Da-daya ingatku, tak bisa menampungnya?"
"One Sided Chaotic Dance!!!!!!" Dengan itu kemudian Gray menyerang, mementalkan balik tubuh penyihir Sabertooth itu.
Bersambung ke Fairy Tail Chapter 307
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Berikut adalah perolehan poin sementara Daimatou Enbu :
Gray masuk ke ruang perpustakaan dimana disana Rufus telah menunggu. Mereka saling berhadapan, dan pemandangan tersebut bisa dilihat dengan jelas oleh para penoton melalui layar sihir raksasa yang ada di tengah stadium.
"Apakah ini merupakan bagian dari perhitunganmu juga?" Romeo bertanya pada master pertama.
"Ya" Jawab Mavis.
"Jadi dengan kata lain Gray akan menang kan?"
"Aku tidak tahu"
"Apa!?"
Bahkan Mavis yang dari tadi telah memperhitungkan segalanya belum bisa memastikan hasil dari pertarungan mereka berdua. "Tapi, kemenangan ini sangatlah penting. Lelaki itu adalah kunci dari strategi Sabertooth"
"Jadi, bagaimana? Lelaki bernama Rufus itu bisa mengetahui lokasi kita semua?"
"Tepat sekali" Ucap Mavis.
"Dengan kata lain, kita harus mengalahkannya terlebih dahulu, begitu kan?"
"Biar aku yang melakukannya" Gray mengajukan dirinya. Sejak awal, Gray memang memiliki dendam yang harus dibalaskan pada penyihir Sabertooth itu.
"Gray-sama ..."
"Tidak apa-apa kan, master pertama?"
"Berdasarkan perhitunganku, kemampuanmu tidak begitu cocok dengan Rufus ...
Kemungkinan menangnya hanyalah ..."
"Aku tak peduli dengan itu!" Ucap Gray.
"Kita akan menyelamatkan Lucy, dan membayar semua yang telah mereka lakukan pada kita. Kumohon izinkan aku bertarung, sebagai penyihir Fairy Tail"
Akhirnya Mavis tak punya pilihan lain dan membiarkan ia bertarung. Flashback berakhir sampai sana ...
"Terkadang, perasaan dapat melampaui perhitungan. Tolong tunjukan padaku ...
Kekuatan dari perasaanmu"
Pertarungan dimulai ...
"Rasakan ini, lelaki bertopi sialan!!!!" Gray bersiap, sementara Rufus masih tampak tenang-tenang saja, "Ice Make, Freeze Lancer!!!"
Tembakan-tembakan panah es menghujam tubuh Rufus, namun ia berhasil menghindari semuanya.
"Memorize"
"Kau tak akan bisa kabur!!!! Ice Impact!!!!"
Jbuaghhhhh!!!!!! Palu es raksasa menghantam lantai tempat Rufus berada. Namun lagi-lagi, ia berhasil menghindarinya.
"Memorize"
"Cih, bicara apa kau dari tadi hah"
"Ingatan dapat diubah menjadi senjata. Aku mengingat sihir yang aku lihat, dan menggunakannya sebagai dasar, kemudian aku memberi bentuk pada sihir yang baru"
"Apa maksudmu?"
"Ingatanku darimu adalah sihir es, dan ingatanku dari Orga adalah sihir petir. Aku mengingatnya ...
Memory Make ... Freezing Sword of Black Lightning!!!!!" Luar biasa, Rufus menyerang dengan sihir yang berupa campuran dari es dan petir hitam.
"Gaaah!!!!"
"Gray!!!!" Orang-orang dari Fairy Tail yang menonton mulai khawatir.
"Orang itu ... dia bisa menciptakan sihirnya sendiri?"
"Fanged Pillars of Turbulence!" Rufus kembali menyerang dengan beberapa pusaran badai salju.
"Shield!!!!" Gray menciptakan perisai es dan menahannya.
"Shield, memorize, dan dilupakan"
Perisai es Gray tiba-tiba saja menghilang secara perlahan.
"Perisainya menghi ...
Guahhhh!!!!!" Putaran badai salju itupun menerbangkan tubuh Gray.
"Sungguh?"
"Dia bisa membuat sesuatu dilupakan juga?" Para penonton bertanya-tanya.
"Si Rufus itu benar-benar mampu membuat berbagai tipe sihir yang diinginkannya"
"Jadi tiap sihir yang pernah ia gunakan sebelumnya bisa digunakannya lagi?"
"Ini sangat tidak adil!" Ucap Elfman.
"Pertarungan ini adalah lagu dariku untukmu, doa untukmu. Dan ingatlah ini di otakmu, ingatlah kalau kau tak akan bisa mengalahkanku"
"Begitukah ..." Gray bangkit dan melempar bajunya.
"Dia telanjang!" Ucap kaget penonton.
"Dia telanjang!!!????"
Dia telanjang!!!!!??????"
"Gray-sama" Juvia menutup wajah.
"Semenjak aku memiliki lambang Fairy Tail di dadaku, aku tak akan pernah kalah dua kali dari orang yang sama" Ucap Gray.
"Begitukah? Lalu apa kau punya suatu rencana?"
"Ice Make ..." Gray bersiap. Dan begitu pula dengan Rufus, ia bersiap untuk mengingatnya. Akan tetapi ...
"Unlimited!!!"
"!?" Rufus kaget.
Gray menggunakan sihir penciptaan dengan sangat amat cepat dan berkali-kali, menciptakan puluhan atau bahkan mungkin ratusan senjata es yang telah siap untuk menyerang targetnya.
"Ke-kecepatan macam apa itu"
"Apa kau bisa mengingatnya?" Gray terus melakukannya, menciptakan senjata demi senjata es dengan kecepatan yang sulit untuk bahkan sekedar dilihat, apalagi diingat.
"Jadi begitu!!!"
"Kalau dia membuat sebanyak itu bersamaan!!"
"Da-daya ingatku, tak bisa menampungnya?"
"One Sided Chaotic Dance!!!!!!" Dengan itu kemudian Gray menyerang, mementalkan balik tubuh penyihir Sabertooth itu.
Bersambung ke Fairy Tail Chapter 307

Comments
Post a Comment