Skip to main content

Versi Teks Fairy Tail Chapter 307

Sebelumnya : Fairy Tail Chapter 306

Setelah Rufus berhasil dikalahkan, Fairy Tail kembali memimpin dengan lima puluh poin, Meninggalkan Sabertooth dan Lamia Scale di posisi kedua dengan skor yang masih tetap sama, yaitu empat puluh sembilan.

"Rufus berhasil dikalahkan!!! Gray menang, pemenangnya adalah Gray dari Fairy Tail!!!" Teriak heboh komentator, yang kemudian diikuti oleh teriakan penuh semangat dari para penonton, terutama pihak pendukung tim Fairy Tail.

"Yeahhhh!!!"
"Bagus!!!!"
"Kau hebat, Gray!!"
"Terus maju!!"

"Hebat sekali" Ucap Mavis.


"Dengan ini, Fairy Tail juga menjadi satu-satunya kelompok yang anggotanya masih utuh"
"Mereka mendominasi" Ucap Yajima, salah satu komentator.
"Uwaaa, Rufus yang tak terkalahkan berhasil dikalahkan" Ucap si Pumpkin, komentator satunya.

"Jadi mereka berhasil mengalahkanmu ya, Rufus" Orga, salah satu anggota Sabertooth mengamati dari layar kaca. Begitu juga dengan anggota Sabertooth lainnya, mereka telah mengetahui hal ini.

"Fairy Tail memang kuat" Ucap Rogue.
"Tapi Gajeel, sampai aku bisa mengalahkanmu ..."

"Rufus ..."

"Apakah Sabertooth akan hancur? Ataukah, Sting ..." Minerva masih tampak tenang-tenang saja.

Sementara itu, berbeda dengan yang lainnya, Sting tampak terduduk di suatu gang, masih teringat akan kucingnya yang sudah mati, "Lector ..."


Crocus Garden, saat Sting menghabisi master Sabertooth ....

"Ba-bagaimana bisa kau ..."
"Sting ..." Para anggota sabertooth termasuk Rogue tampak kaget. Bagaimana tidak, Sting membunuh master mereka. Akan tetapi, Minerva, putri dari sang master malah tampak lega.

"Bagus sekali ..." Ucapnya.

"Ukkkhhh ..." Sang master sekarat, mengeluarkan darah dari mulut, hampir menuju ajalnya.

"Ayo kita akhiri saja teror dari pemerintahan ayahku. Karena kekuatan Sting telah melampauinya, aku rasa dia pantas untuk menjadi master selanjutnya" Ucap Minerva.

"Minerva ..." Sang ayah masih sadar, "Uhkkkk, apa yang kau ..."

"Diam. Kau sendiri yang bilang kan, kita tak butuh pecundang" Ucap Minerva, putrinya sendiri.
"Sting, terdapat satu hal yang Natsu miliki tapi kau tak memilikinya. Yaitu kekuatan perasaan"

"Kekuatan perasaan?"

"Kau tak menyadariya karena selalu berada di bawah pengaruh ayahku, pengaruh kalau kita tak butuh teman, kekuatan adalah segalanya ... Akan tetapi, kau berbeda. Perasaanmu terhadap Lector dapat memberimu kekuatan yang luar biasa. Dan dengan kekuatan itu, kau akan mampu melampaui Natsu"

"Tuan putri, aku ..." Sting masih menangis.

"jangan khawatir, Lector masih hidup" Ucap Minerva.

"!?"

"Aku mengirimnya ke suatu tempat menggunakan sihirku"

"Be-benarkah!?"

"Lector masih hidup ..." Fro terlihat senang.

"Terimakasih, terimakasih, putri! Ku mohon kembalikan Lector, aku benar-benar, terimakasih ..."

"Jangan merengek begitu" Minerva menatap tajam wajah Sting. Semuanya kaget.

"Aku tak akan mengembalikan Lector sebelum kau memenangkan Daimatou Enbu" Itulah persyaratan yang Minerva berikan.

"Apa yang kau katakan, tuan putri? Ku mohon kembalikan Lector ..."

"Aku berbeda dari ayahku. Akan tetapi, aku tetap ingin Sabertooth menjadi guild nomor satu. Kau harus membuktikan kalau kau telah menjadi lebih kuat. Dengan menang, kita akan menunjukan kekuatan kita pada semua orang. Jangan gegabah sedikitpun. Ingatlah kalau nyawa Lector sekarang ada di tanganku"

Flashback berakhir ...

"Aku harus menang, bagaimanapun caranya" Sting serius.


Sementara itu, kembali ke sisi Natsu dan yang lainnya, yang terjebak di ruang bawah tanah kastil kerajaan ...

"Natsu, atapnya juga benar-benar tertutup"
"Kami tak melihat ada jalan keluar sama sekali" Ucap Happy dan Charla, yang baru saja terbang dan melihat keadaan di atas.

"Sial, pdahal sudah sejauh ini" Ucap Natsu.

"Kita datang untuk mendapatkan mereka, tapi malah mereka yang mendapatkan kita"

"Sungguh memalukan"

"Tapi ngomong-ngomong, Natsu, bagaimana dengan turnamennya?" Lucy bertanya.
"Juvia menggantikan posisiku" Jelas Natsu.

"Dia sangat ingin menyelamatkanmu, Lucy" Ucap Happy.
"Yah ..."

"Aaah, kau membuat wajahku memerah"

"Aku juga tidak melupakanmu" Ucap Natsu ke Yukino.
"Aku baik-baik saja" Ucap Yukino.

"Tidakkah gadis ini mirip dengan Lissana?" Mira merangkul pundak gadis itu.
"Eh? Siapa itu Lissana?" Yukino tak tahu. kemudian Mira menjawab, "Adikku ..."

"Hei, ada lorong di sebelah sini!!!" Charla menemukan sesuatu.
"Oh"
"Bagus, Charla!!!"

Benar sekali, terdapat suatu lorong yang sangat amat sempit. Dan akhirnya dengan berdesak-desakkan, merekapun bisa lewat lorong itu.

Kemudian setelah sampai di ujungnya ...

"Ada seseorang di sebelah sana!"

Tampak seseorang tergeletak di sana. Dan ternyata, itu tak lain adalah Arcadios

"Arcadios-sama!" Yukino menghampiri, dan begitu pula dengan yang lainnya.
"Orang itu ..."

"Hei kau, bangunlah!!" Ucap Natsu.
"Kenapa dia ada disini?"
"Apa dia dibuang seperti kita juga?"

"Uhk ..." Arcadios masih sadar. Dan hal pertama yang diucapkanya adalah, "Larilah"

Deg ....
Suasana mendadak tegang. Dan di belakang mereka semua, tampak sesosok lelaki bertubuh besar hendak menyerang. Jbuagggghhhh!!!!!

Untung saja mereka cepat tanggap dan menghindari serangan yang melelehkan tanah itu.

"I-Ini ..."
"Asam?"

"Tai Tai Tai Taai!!!!" Lelaki lain bermunculan dan juga menyerang.
"Big Catch!!!"

Jbuaghhhh!!!!!

Natsu dkk berhasil dipentalkan. Selanjutnya, secara tiba-tiba tumbuh suatu tumbuhan, yang dari sana muncul lagi penyihir lain.

"Ada lagi?"

Juga seorang penyihir dari kertas ...

"Lagi!?"

"Mereka adalah unit independent yang mendukung kerajaan dari bayangan" Jelas Arcadios, "Uhkkkk, ekskutor terkuat kerajaan, Order of the Hungry Wolves"


"Order of the Hungry Wolves ...
Misi 1500, mulai"

"Karena merekalah, mustahil untuk keluar dari tempat Neraka ini" Ucap Arcadios.

"Dengan hak spesial yang diberikan kepada kami, Order of the Hungry Wolves, unit independent Fiore ... Kami akan mengekskusi kriminal" Ucap seseorang yang kelihatannya pemimpin kelompok yang terdiri dari lima penyihir itu.

Bersambung ke Fairy Tail Chapter 308
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments