Skip to main content

Versi Teks Hunter x Hunter Chapter 146

Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 145

"Kalau kepalan tangan atau guu adalah kekuatan, dan telapak tangan atau paa adalah emisi, maka gunting atau chocki adalah transformasi, begitu kan?"

"Ya" Jawab Biscuit.

"Jan! Ken! Chi!!! Kalau saja aku bisa memotong batu seperti itu" Gon mengayunkan tangannya, berharap bisa menciptakan tebasan udara yang mampu membelah batu.

"Mau membuatnya seperti pedang ya? Lumayan logis sih" Ucap Biscuit, sedangkan dalam hati ia berpikir kalau ide Gon kekanak-kanakan.

"Saat kau mengonsentrasikan nen di kepalan tanganmu, kau butuh waktu. Jadi aku memikirkan suatu jalan untuk menggunakan waktu itu seefektif mungkin. Dan saat kau menyebut janken, aku jadi berpikir, dan aku memang suka janken" Ucap Gon.

"Baiklah, intuisi seperti itu memang sangat penting" Ucap Biscuit.
"Apalagi untuk suatu teknik khusus nen, perasaan seperti itu sangatlah penting. Bagus jika kau cocok dengan itu. Dan aku kira akan lebih baik lagi kalau menemukan sesuatu saat latihan tertentu"

"Ehm" Killua hendak menunjukan kemampuannya. Ia mendekatkan kedua ujung jari telunjuknya dan bersiap untuk mengeluarkan listrik. Sampai akhirnya, kilatan listrikpun keluar, teknik yang membuat Gon dan Biscuit merasa kaget


"Untuk sekarang aku hanya bisa segini, tapi kekuatan listriknya meningkat saat aku mengisinya" Jelas Killua, dengan kilatan-kilatan listrik yang masih mengalir dari ujung-ujung jarinya. "Aku juga sudah siap. Aku tinggal menentukan bagaimana cara memakainya saat latihan"

"Wow Killua, kau mirip belut listrik" Ucap Gon kagum.
"Hei hei, kalau mau cari pembanding yang bagusan dikit"

"Untuk bisa mengubah auranya menjadi listrik di usia seperti itu ...
Mengerikan" Pikir Biscuit. "Tapi lebih dari itu, anak itu menyedihkan. Hidupnya pasti sudah seperti di Neraka. Sebuah keajaiban dia masih bisa terseyum seperti itu. Mereka benar-benar kombinasi yang bagus, mereka berdua ..."

"Bagaimana kalau hari ini kita istirahat lebih awal? Seharusnya kita berpesta" Ucap Biscuit.

"Eh?"

"Di negara kalian, bagaimana cara untuk merayakannya?"

"Merayakan?" Gon dan Killua benar-benar tak mengerti.

"Heh, kalian terlalu konsentrasi latihan sampai-sampai tidak sadar ya ...
Di dunia luar, sebentar lagi akan tahun baru"

"Ng?"

"Kalian tidak tahu ya? Di dalam permainan, waktu berjalan sama seperti di dunia nyata" Jelas Biscuit.

"Sial" Ucap Gon.
"Eh?"

"Ujian Hunternya!!"

"Ah, iya juga, sudah hampir waktunya ya" Killua ingat.
"Kalau tidak segera mendaftar, kau tidak akan bisa ikut"

"Yah, padahal latihannya sudah mulai seru, tapi bagaimanapun ujian hunter hanya ada satu tahun sekali"

"Ngomong-ngomong, hari ini tanggal berapa?" Gon bertanya.
"Dua puluh sembilan Desember. Pendaftara akan ditutup pada tanggal tiga puluh satu, jadi kau tak punya banyak waktu"

"Jadi sebelum itu, Killua harus segera keluar dari permainan ini. Hmm, tapi bagaimana caranya?"
"Orang tadi bilang kalau kita bisa keluar dari game jika melakukan sesuatu dan sepertinya kita juga bisa keluar dengan menggunakan kartu sihir"

"Kalau begitu, kita ke Masadora!"
"Setuju"


Singkat cerita, mereka bertiga telah sampai di kota yang menjual kartu sihir itu, Masadora.

"Tunggu Killua! Jalanmu terlalu cepat!" Ucap Biscuit.

"Kaulah yang terlalu lambat"

"Tidak, Killua, kaulah yang sagat cepat" Ucap Gon juga.

"Mau berhenti untuk minum sebentar?"

"Mana mungkin, kita tak punya banyak waktu untuk sesuatu yang kecil"
"Pertama kita harus ke trade shop untuk menanyakan informasi"

Merekapun pergi ke tempat yang dimaksud, dan bertanya pasa seorang bapak-bapak.

"Untuk informasi ini, kalian akan dikenakan biaya sebesar tiga ribu jenis"

"Bagaimana? Mau bayar?"
"Tentu saja" Merekapun membayar, dan bapak-bapak NPC itu memberikan informasi.

"Jika kalian pergi lima puluh kilo meter ke arah barat, kalian akan menemukan sebuah pelabuhan unik negara ini. Orang yang bertugas akan menanyakan hal-hal yang tidak masuk akal tentang penjelajahan. Dan, dia akan membiarkan kalian lewat jika kalian menyogoknya. Siapkan saja sejumlah uang yang besar dan pergi ke pelabuhan itu"

"Sejumlah uang yang besar?"

"Jumlahnya tergantung suasana hatinya"

"Oh"

"Lalu, kalian juga bisa keluar dengan menggunakan kartu sihir. Tapi, itu sangat langka dan sangat sulit untuk didapatkan, berhati-hatilah"

"Hmm, apa yang harus kita lakukan? Pergi ke pelabuhan atau beli kartunya disini?"
"Ke pelabuhan. Beli kartu adalah pilihan terburuk, sampai uang kita habispun belum tentu kita bisa mendapatkannya"

"Benar juga"

Merekapun pergi dari kota itu.

"Yah, lagi-lagi kita tidak mendapat apa-apa"
"Kurasa kita memang tidak berjodoh dengan kota itu"

Merekapun menuju tempat yang dimaksud, melewati hutan yang penuh dengan monster ...

"Gyou!" Mereka melihat monster-monster srigala yang hendak menyerang menggunakan gyou.

"Hati-hatilah, mereka terlihat mirip tapi kekuatan serang mereka berbeda" Ucap Killua.
"Ya!!"

Setelahnya Gon dan Killua menghajar monster-monster itu hingga mereka berubah menjadi kartu dengan ranking C-45.

"Kemenangan mereka yang mudah membuat monsternya terlihat lemah. Mereka mungkin bisa mengalahkan monster tingkat B juga dengan mudah" Pikir Biscuit yang hanya memperhatikan.

Setelahnya, mereka pergi ke pelabuhan dan mendapatkan kartu Passing Ticket, ranking B-150.
Ternyata, untuk mendapatkan itu mereka tak perlu membayar. Berapapun uang yang dibayar tak akan cukup. yang harus mereka lakukan hanyalah merubah penjaga menjadi kartu dengan mengalahkannya.

"Dengan ini, aku akan coba untuk kembali"

"Ya. lalu, Killua, dekat pelabuhan Dore, di gunung, di bawah pohon Criptomeria, disana tinggal keluarga monster. Jika kau bilang kalau kau adalah temanku, mereka akan membantumu menuju tempat ujiannya" Ucap Gon.

"Juga, jangan lupa untuk tetap berlatih nen yang berbeda tipe dengan urutan Transformasi, kekuatan, Transformasi, materialisasi, Transformasi"

"Baiklah" Killuapun segera pergi.

"Kalau begitu, kita kembali ke Masadora dan melanjutkan latihan kita" Ucap Biscuit ke Gon.
"Baik!" Ucap Gon. "Lalu ngomong-ngomong, Bisk, slot bebasku sudah hampir penuh dengan monster"

"Ah, benar juga. Mulai sekarang, kita akan ada di sekitar Masadora dan melanjutkan latihan. Saat kembali kesini, kita akan menukarkan kartunya dengan uang dan menyimpannya di Bank" Jelas Biscuit, dan merekapun memulai perjalanan.

"Kemudian sekarang, ayo latihan sambil berlari. Coba gunakan transformasi level satu, yaitu merubah bentuk"

"Baik!" Gon berusaha sekuat tenaga merubah aura di ujung jarinya menjadi bentuk angka nol.

"Buat angka dari nol sampai sembilan dalam waktu kurang dari satu menit. dan terakhir, kau harus bisa melakukannya dalam lima detik"


Di sisi lain, Killua telah sampai di tempat sebelum sampai dunia luar, ruangn yang sama dengan saat pertama ia masuk, ruangan tempat seorang perempuan menyambutnya. Begitu mirip, hanya saja kini warna pakaiannya berbeda.

"Selamat datang" Sapa perempuan itu.

"Sama seperti yang di awal? Tidak, perempuan ini memang mirip, tapi ...
Yah, hal seperti itu biasa kan di dalam game, warnanya saja yang dirubah, tapi yang lainnya sama" Pikir Killua.

"Anda ingin meninggalkan pulau ini? Tolong tentukan tempat tujuan anda. Anda bebas memilih lebih dari lima puluh pelabuhan, tolong pilih tempat tujuan yang anda inginkan"

"Apakah pelabuhan Dore masuk dalam daftar?"

"Ya, ada"

"Kalau begitu, kesana"

"Baiklah. Saat anda meninggalkan pulau ini, semua data yang ada di slot bebas anda akan hilang, setuju?"

"Ya, tak masalah"

Setelahnya, Killuapun menghilang, dan sampai di tempat yang dimaksud.

"Aku kembali ke Dunia nyata? Kenapa rasanya tidak berbeda sama sekali ya?
Book" Killua mencoba untuk mengeluarkan buku penyimpanannya. Namun tentu saja, ini bukan di dalam game dan buku tersebut tidak muncul.

"Yah, ternyata disini memang tidak bisa"

Selanjutnya Killua pergi ke tempat pendaftaran dan, Killua mendapat selembar kertas ...

"Tempat pertemuan ujian : Bisuka Fumaro, tak ada petunjuk lain. Hmm, yah, pertama-tama aku harus mencari pohon Criptomeria. Tapi sebelum itu, aku harus mandi dan ganti baju"


Kembali ke game, di sisi Gon dan Killua ...

"Suara itu!?"

Terdengar suara dari kejauhan dan semakin mendekat. Seseorang melesat menggunakan suatu efek sihir menuju mereka. Dan ternyata orang itu tak lain adalah Abengane, lelaki berkulit hitam yang dipundaknya tertempel bom dari bomber.

"Ng? Bukankah seharusnya kalian bertiga?"

"Kau ..."
"benda di pundakmu, apa itu sebenarnya?"

"Ini adalah ulah Bomber. Izinkan aku menjelaskannya" Ucap lelaki itu.

Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 147
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments