Skip to main content

Versi Teks Hunter x Hunter Chapter 149

Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 148

Setelah lulus ujian, Killua kembali masuk ke permainan. Ia masuk melewati tempat yang sama, dan disambut oleh gadis yang sama, "Selamat datang di Greed Island. Ah, anda Killua kan?"

"Ya"

"Apa anda mau mendengar penjelasannya lagi?"

"Tidak usah." Tolak Killua dan langsung masuk menuju pulau.


Di sana, Gon dan Biscuit dengan menunggu, "Selamat datang, Killua!! Jadi, bagaimana?"

"Aku lulus." Ucap Killua, "Yah, sebenarnya, yang lama itu perjalanan untuk kembali kesini"

"Maaf mengganggu, tapi ..." Biscuit memperlihatkan bukup penyimpanannya, "Killua, biasakah kau melihat kartu kami?"

"Yang mana?" Killua melihatnya, "Ooh, banyak sekali. Aku penasaran berapa banyak yang bisa kita dapat kalau menjual kartu level S itu."

"Bagaimana kalau kita tanya saja di toko?" Saran Biscuit, yang kemudian langsung ditolak oleh Gon, "Tidak, kita harus menggunakannya."

"Kenapa tidak? Kan tidak akan bayar kalau hanya menanyakannya?"
"Memang, Tapi kalau harganya mahal, kau pasti akan menjualnya." Ucap Gon, dan lalu ia bertanya pada Killua, "Jadi, apa yang harus kita lakukan?"

"Hmmm. Ya, tidak ada gunanya juga kalau kita menggunakannya, kita kan tidak punya kartu di slot kunci. Dan kalau kita menyimpannya dulu, ku rasa itu cukup aman, bagaimanapun kita memiliki banyak kartu pertahanan. Apa kalian sudah mencoba kartunya?"

"Mmm, kami baru saja menggunakan Blackout Curtain."

"Benarkah? Sekarang karena kita punya banyak kartu, lebih baik kita manfaatkan dengan baik. Dan kita harus terbiasa dalam menggunakannya, atau kita tidak akan bisa saat kita harus. Pertama-tama, coba kartu ini."

Killua mengeluarkan kartu Contact, yaitu kartu untuk berkomunikasi dengan orang yang pernah ditemui dalam game.

"Tak hanya berkomunikasi, kita bisa mengetahui orang-orang yang pernah kita temui di dalam game."

"Baik. Aktifkan Contact." Gon melakukannya. Dan kemudian di halaman terakhir buku penyimpanannya yang dibawa oleh Killua, terlihat daftar nama orang-orang yang pernah mereka temui.

"Kita lihat, satu ... dua ... tiga ... Ah, banyak sekali." Killua terus melihat, sampai akhirnya, ia menemukan sebuah nama yang membuatnya kaget. "H-hei, Gon, apa benar kita pernah bertemu dengan orang ini?"

"Eh? Yang mana?" Gon ikut melihat dan, ia juga kaget. Karena ternyata, di daftar terdapat nama : Kuroro Lucifer.

"Kuroro!!!!?" Serentak mereka kaget, sementara Biscuit tampak tidak mengerti, "Siapa itu Kuroro?"

"Aku yakin kita belum melihatnya di permainan."
"Eh? Bagaimana bisa? Apa kita tak sadar sama sekali? Atau di tahu, tapi kita tidak?"
"Tetap saja aneh, dia kan masih ada di bawah pengaruh nen milik Kurapika."

"Siapa lagi itu Kurapika!?" Biscuit semakin tak mengerti.

"Benar, bagaimanapun dia butuh nen untuk bisa masuk kan. Hmm, pasti ada penjelasan lain."

"Hei!!!!" Biscuit kesal karena tidak dianggap, "Aku juga mau ikut dalam pembicaraan ini tahu!!!!" Ia memukul dan membuat mereka berdua melayang ke udara.


Kemudian sambil melakukan perjalanan, Killua dan Gon menceritakan semuanya, terutama tentang kemungkinan kalau Kuroro menghapus pengaruh nen Kurapika. Dan kemudian Biscuit membenarkan kalau memang ada teknik semacam itu, "Ada, teknik yang digunakan untuk menghapus nen yang dibuat oleh lawan."

"Benarkah?"

"Tentu saja. Jika ada teknik untuk memasang, pasti ada juga untuk menghilangkannya kan. Kemampuan itu disebut sebagai penghapusan. Tapi, tidak banyak yang bisa melakukannya."

"Jadi, itu berarti Kuroro sudah menghapus pengaruh nen Kurapika dan lalu masuk ke permainan ini, begitu?"
"Tapi, apa yang mau dilakukannya ke tempat ini?"

"Aku tidak tahu, tapi ...
Lebih baik kita memberitahu Kurapika. Aku akan keluar sebentar." Ucap Killua.

"Kau bisa menggunakan kartu sihir kalau kau mau."

"Tidak usah, aku akan kembali dalam waktu empat jam." Killua pergi.


Di sisi lain, para Ryodan yang ada di dalam game juga mengalami hal yang sama. Mereka kaget akan adanya nama pemimpin mereka di buku penyimpanan yang mereka miliki. Namun kemudian, Shalnark mengerti dan akhirnya tertawa.

"Ahahahaha, aku mengerti, jadi begitu ya."

"Hei Shal, cepat jelaskan, jangan hanya tertawa." Ucap Franklin tak sabar.

"Maaf, maaf. Kemungkinan besar, itu bukanlah ketua." Ucap Shalnark, "Mustahil kalau nennya sudah dihapus dan masuk ke permainan ini. Dengan kata lain, pertama, ketua masih belum bebas, dan, dia pernah datang kesini tanpa tahu kalau ini adalah Greed Island."

"Eh?"

"Seharusnya aku memikirkan itu sejak tadi. Bagian timur dekat York Shin adalah Greed Island."

"Ah!" Para Ryodan baru ingat.
"Ramalan ketua yang waktu itu ..."

"Benar. Dia datang kesini karena dia sedang mencari orang yang bisa melakukan penghapusan. Tapi kemudian, Razor mengeluarkannya seperti kita waktu itu karena dianggap pendatang sebagai objek illegal. Itulah akhirnya dia tahu kalau ini adalah Greed Island. Lalu karena dia tak bisa menggunakan nen, dia kembali dengan jalan yang biasa. Mungkin dia menggunakan seseorang dan menyuruhnya untuk masuk ke Greed Island dan memberikan namanya agar kita mengerti pesannya. Yaitu, ada orang yang bisa melakukan penghapusan di Greed Island."

"Hehe, jadi tujuan kita berubah lagi ya" Ucap Phinks, "Yah, ayo segera panggil yang lainnya juga. Jadi, kita bisa mencari orang itu bersama-sama."

"Kalau kita berhasil menemukan orang itu, kita hanya perlu mencari orang yang dikirim bos kesini." Ucap Franklin.

"Ada sedikit koreksi untuk penjelasanmu tadi." Seseorang tiba-tiba saja muncul dari balik pepohonan.

"Ti-tidak mungkin ..." Para Ryodan kaget, karena itu tak lain adalah, "Hisoka!?"

"Menggunakan nama Kuroro adalah ideku sendiri. Saat masuk ke permainan, aku tahu kalau kita boleh menggunakan nama apa saja. Jadi seharusnya kalian berterimakasih padaku karena kalian sudah mengerti apa maksudku." Ucap Hisoka.

"Kau, sialan!!" Phinks kesal, "Kami tidak pernah menyuruhmu untuk melakukan apapun. Mulai dari sekarang, hanya lakukan apa yang kami perintahkan. Dan, kami semua tahu apa yang ingin kau lakukan. Aku ingin membunuhmu, tapi kuserahkan saja itu pada ketua."

"Fufufu" Hisoka hanya tertawa dan bersiap untuk pergi kembali. "Yah, kalau kalian mendapat sesuatu, hubungi saja aku dengan Contact. Aku juga akan melakukan hal yang sama kalau aku menemukan suatu kabar baru. Sampai nanti." Hisoka pergi.

"Hmm, ketua memanggil Hisoka ...
Kita tak bisa melakukan apa-apa tentang itu, tapi rasanya meragukan ...
Aku yakin yang dia cari hanyalah pertarungan setelah nen itu dihapus" Ucap Shizuku.

"Mungkin. Tapi kembalinya ketua, hanya tingal masalah waktu." Ucap Shalnark.


Di sisi lain, Killua telah sampai di dunia nyata, dan ia menelpon Kurapika, memberitahu mengenai adanya Kuroro di Greed Island, dan analisanya kalau ia sudah bebas dari pengaruh nen Kurapika.

"Itu tidak mungkin." Ucap Kurapika. "JIka Kuroro atau anggota Genei Ryodan lainnya yang aku tempeli nen menghapus itu, aku akan tahu."

"Jadi kau terus mengwasi nenmu?"

"Tentu saja."

"Yah, setidaknya aku sudah memberitahumu. Mulai dari sini, itu adalah tugasmu." Ucap Killua.

"Terimakasih, aku sangat menghargai informasi itu." Ucap Kurapika. Ia lalu menutup telpon dan berpikir, "Itu pasti bukan Kuroro. Tapi, itu juga bukan kebetulan."

"Kurapika, Bos mau bertanya padamu." Senritsu meminta Kurapika untuk menemui Bos.

Bos Killua tampak begitu kebingungan. Hancur, urang-urangan, tampangnya begitu menyedihkan. Setelah Neon kehilangan kemampuan meramalnya karena dicuri oleh Kuroro, karirnya hancur.

"Anda ingin bertanya pada saya?"

"Bu-bulan ini, a-apa yang harus aku lakukan? Katakan apa yang harus aku lakukan!!!"

"Jangan khawatir tentang itu, aku akan mengurusnya. Semua akan baik-baik saja." Ucap Kurapika.

"Apa yang kau tahu tentang itu!!? Bagaimana mungkin kau bisa tahu apa yang akan terjadi hah!!? Neon!! Ia harus mendapatkan kembali kemampuan meramalnya segera!!! Sial, sial!! Uukh, kenapa ..."


Killua telah kembali, dan iapun menjelaskannya pada Gon.

"Jadi?"

"Dia bukan Kuroro yang asli." Ucap Killua.

"Benarkah?"

"Saat aku bilang Kuroro. dia tenang-tenang saja. Aku tidak tahu, tapi itu aneh. Aku sangat kaget dia bisa setenang itu."

"Hmmm ..."

"Nah, kalau rasa penasaran kalian sudah hilang, itu hal yang bagus, kalian bisa konsentrasi ke latihan lagi!" Ucap Biscuit, dan, "Gon! Ayo tunjukan teknik rahasiamu padanya!"

"???" Killua penasaran.

Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 150
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments