Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 151
"Kita sudah menukar semua kartu Leap yang kita punya, tapi ..."
"Pada akhirnya , pada akhirnya semua kartu itu tidak muat untuk dimasukkan ke buku penyimpanan lagi dan berubah menjadi benda."
Gon dan yang lainnya memiliki batasan untuk menyimpan kartu di slot bebas. Dan saat slot bebas mereka benar-benar telah penuh, kartu-kartu yang sudah tidak muat untuk ditampung itu secara otomatis berubah ke wujud benda.
"Slot bebas mulai jadi masalah, kita harus mengatur ulang dan mensortir apa yang kita miliki." Ucap Killua. "Kita bertiga total memiliki 135 slot bebas, akan lebih baik kalau setiap orang dari kita menyisakan lima slot bebas untuk berjaga-jaga."
"Biscuit dan aku akan menyimpan kartu slot kuncinya." Ucap Gon. "Killua, kau atur kartu sihirnya. Dan, Bisc, kau juga harus menyimpan kartu sihir pertahanan."
"Tu-tunggu! Aku juga harus menggunakannya!? Tapi aku tidak tahu caranya."
"Kalau begitu," Killua memberi saran, "Cepat belajar!!"
Sampai saat ini, kartu kunci yang mereka miliki antara lain :
03 - Vase of Boiling Water
10 - Gold Rurubu (2 Lembar)
11 - Gold Scales
19 - Playing Spirit's Pillow
20 - Spirit Pulsations Water
21 - Skeleton Glasses (2 Lembar)
23 - Ad Lib Book (3 Lembar)
24 - Probable TV
25 - Risky Dice
26 - Seven Working Dwarves
27 - VIP Pass
37 - Super Top Class Athlete's Egg
38 - Super Top Class Artist's Egg
40 - Super Top Class Musician's Egg
41 - Super Top Class Pilot's Egg
43 - Great Gambler's Egg
44 - Great Actor's Egg
45 - Big Boss Egg
46 - Gold Powder Young Girl
47 - Sleeping Young Girl
48 - Perfumed Young Girl
49 - Hand Riding Mermaid
50 - Hand Riding Saurus
52 - Pearl Locust (2 Lembar)
53 - King White Ookuwagata (3 Lembar)
54 - One Thousand Year's Butterfly
55 - Revenge Bookshop
56 - Memories Photo Studio
57 - Real Estate of Hidden Houses
58 - Hidden Video Club
59 - Instant Foreign Language School
60 - Lost Objects Homw Delivery Company
61 - Coin Dog
62 - King of Clubs
63 - Virtual Restaurant
64 - Witch's Aphrodisiac (2 Lembar)
66 - Witch's Slimming Medicine
67 - Eldest's Growth Medicine (2 Lembar)
68 - Eldest's Increasing Energy Medicine
69 - Eldest's Hair Growth Medicine
70 - Mad Doctorate's Muscle Enhancement Drug
71 - Mad Doctorate's Orthopedics Machine
74 - Sage's Aquamarine
76 - Loitering Ruby
79 - Rainbow Diamond
82 - Divine Punishment Cane
84 - Knight Necklace
86 - Discouragement Bow
88 - Gold Hammer of Immortality
90 - Memory Helmet
Total berjumlah 61, dengan 51 jenis yang berbeda.
"Sampai saat ini, kita selalu menghindari interaksi dengan pemain lain, tapi ...
Mulai dari sekarang, kita perlu berhubungan dengan pemain lain." Ucap Gon, "Pada beberapa kasus, kita harus menukar informasi atau kartu untuk bisa mendapat suatu kartu."
"Resikonya memang tinggi, pemain itu bisa saja malah menyerang kita. Tapi, untuk mendapat kartu level langka kita memang harus berani mengambil resiko." Ucap Killua.
"Juga, beberapa kartu memiliki batas waktu, seperti kartu dari Turnamen Bulanan. Kita tak punya banyak waktu untuk menunggu pertandingannya, jadi akan lebih baik kalau kita mendapatkannya melalui pertukaran atau pertarungann dengan pemain lain." Ucap Biscuit.
"Sepertinya kita memang harus bertarung. Kalau hanya mengunakan kartu sihir, mereka pasti sudah berjaga-jaga dengan sihir pertahanan, dan tak ada kartu sihir yang efeknya tidak bisa ditahan."
"Yah, untuk sekarang kita cari saja dulu yang masih mungkin kita temukan sendiri. Dan kalau kita bertemu pemain lain di dalam perjalanan, kita akan coba untuk bernegosiasi dengan mereka."
"Ya"
"Ayo lanjut ke kota selanjutnya!" Ajak Biscuit.
"Ya!!" Merekapun kembali melanjutkan perjalanan.
Sementara itu di sebuah hutan, ketiga Bomber tampak sedang berkumpul. Sabu, Bara, dan tentu saja sang ketua, Gensuru. Kemudian, muncul suatu pemberitahuan dari buku penyimpanan kalau, "Seorang pemain menggunakan Contact pada anda."
Gensuru menerimanya. Kemudian, orang yang menghubungi itupun mulai berbicara. "Ini Tsezugera"
"Kau lagi!?" Kelihatannya ini bukan pertama kalinya Tsezugera menghubungi mereka.
"Apa kalian mau bertukar untuk kartu Secret of One Tsubo?" Tsezugera memberi penawaran.
"Tidak akan." Hensuru menolaknya mentah-mentah, "Berapa kali harus kubilang, aku tak mau bernegosiasi denganmu."
"Bahkan jika aku menggunakan Clone? Tinggalkan saja Archangel's Breath di slot kunci dan ..."
"Hei! Aku ini bukan orang bodoh, aku tahu cara menggunakannya. Dan kukatakan sekali lagi, aku tidak punya waktu untuk bernegosiasi denganmu. Menurut informasiku, kau punya 92 tipe kartu kunci kan sekarang?"
"Sebenarnya 95" Ucap Tsezugera dalam hati.
"Kartu yang kau perlukan sekarang tinggal kartu yang sudah dimonopoli oleh pemain lain kan? Kau pasti sudah memiliki barangnya, tetapi tidak bisa merubahnya menjadi kartu. Singkatnya, kau hanya tinggal menunggu pemain lain menggain kartu itu. Dan dengan asumsi kalau kartu nomor 000 adalah kartu yang akan muncul setelah 99 tipe kartu sudah terkumpul, aku tebak Archangel's Breath adalah kartu terakhir yang kau cari. Begitu, kan?"
"Berhentilah berpura-pura dan sok tahu begitu." Ucap Tsezugera, "Aku tahu kalau kalian memonopoli kartu Archangel's Breath dan juga Jade of Darkness. Saat ini, kami masih kekurangan tujuh tipe kartu."
"Benarkah?" Gensuru ragu. Dalam hati ia yakin kalau, "Seharusnya hanya tinggal lima."
"Bagaimana kalau aku menukar kartu-kartu ini? Nomor 1, Secret Wood of One Tsubi, Nomor 5, Hidden Spirits Cave, dan Nomor 51, Hand Riding Dragon. Dan kami tidak perlu Archangel's Breath, cukup Jade of Darkness saja. Dengan kata lain, kami akan menukar dua lembar kartu ranking SS kami ditambah selembar kartu ranking S hanya demi sebuah kartu ranking A yang kalian milikki, tidakkah tawaran ini istimewa?" Tsezugera memberikan penawaran yang benar-benar menggiurkan.
Kali ini, Gensuru dkk tidak bisa menolak begitu saja, dan akhirnya meminta waktu untuk berpikir, "Berikan kami waktu untuk mendiskusikannya."
"Baiklah, kami akan menghubungi kalian satu jam lagi. Tapi aku ingatkan, ini adalah tawaran terakhir kami. Kami tidak akan menyerahkan lebih dari itu." Kontak berakhir sampai sana.
"Terima saja, penawaran yang diberikannya cukup bagus." Saran Bara.
"Tapi bagaimana kalau itu perangkap? Penawarannya terlalu bagus." Ucap Sabu.
"Tsezugera adalah orang yang hati-hati, dia akan menghindari pertarungan." Ucap Gensuru, "Dan, dia juga bukan tipe yang mau bernegosiasi kalau tidak mendapat apa-apa. Bahkan dengan pertukaran yang tidak menguntungkan ini, dia sangat yakin kalau dia bisa mendapat seratus tipe itu. Dengan kata lain, dia pasti berpikir kalau dia bisa mendapatkan Archangel's Breath."
"Apa jangan-jangan, orang itu sudah mengumpulkan 40 kartu sihir?"
"Mungkin saja." Ucap Gensuru, "Kalau begitu mereka hanya tinggal menunggu agar orang yang memiliki Archangel's Breath menggain kartunya. Kita sudah memonopoli Archangel's Breath setelah menggunakan Clone. Kalau salah satu dari kita terluka, dan nyaris mati, kita pasti akan menggunakannya kan. Dan kalau mereka sudah menukar keempat puluh kartu sihir yang mereka miliki dengan Exchange Ticket di Toko, mereka akan langsung memperoleh kartu Archangel's Breath saat kita menggainnya."
"Lagipula, kita juga memonopoli Jade of Darkness untuk kita sendiri. Kalau salah satu Jade of Darkness dihancurkan oleh Stone Throw atau Shot, salah satu Jade kita yang berupa benda akan otomatis berubah menjadi kartu."
"Justru karena itulah, mereka lebih tertarik untuk mendapat kartu beranking A yaitu Jade of Darkness daripada ranking SS yaitu Archangel's Breath. Ini sebuah judi ..." Ucap Gensuru.
"Benar, kalau kita menerima tiga kartu dari mereka, kita akan memiliki 91 kartu. Dengan tidak menghitung kartu nomor 000, total kita hanya butuh 8 kartu lagi. 4 dari mereka tinggal menunggu gain, 2 sudah kita tahu bagaimana cara mendapatkannya, sementara dua lagi belum kita ketahui bagaimana cara menemukannya, yaitu kartu nomor 2 dan 75. Walau kita berhasil mendapatkan lokasinya dengan Guidepost, kita tetap tidak bisa menemukannya."
"Kartu nomor 2 yaitu Coastline of One Tsubo harus ditemukan oleh seseorang dulu, itu adalah kartu ranking SS, jadi sangat sulit untuk didapat."
"Kartu nomor 75 yaitu Alexzndrite Luck adalah kartu ranking A, mungkin kita mengabaikan sesuatu ..."
"Yah, lakukan saja pertukatan itu."
"Kita harus mengumpulkan kartu ranking atas secepatnya."
"Hmm," Gensuru mendapat suatu ide, "Untuk kartu ranking A ke bawah, dengan sedikit keberuntungan, pasti bisa didapatkan ..." Ia menghampiri dua lelaki yang kelihatannya merupakan tawanan mereka. Dua pemain itu diikat dan kelihatannya habis disiksa.
"Sisa berapa?" Gensuru bertanya ke Sabu.
"Hmm, lima ..."
"Semoga saja ini berhasil," Gensuru menyerahkan sebuah Risky Dice pada salah seorang tawanannya, kemudian memberi perintah, "Lempar dadu ini."
"To-Tolong, jangan itu, kumohon ..." Sang tawanan memelas. Meskipun kemungkinannya kecil, tetap saja jika kesialan yang nanti muncul, dia akan mendapat kesialan yang benar-benar sial.
"Ini baru yang ketiga kali kan? Tenang saja, kau tak akan mati, lemparlah." Rayu Gensuru.
"Tidak, kau salah! Kau salah!! Aku tahu, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, kesialan keluar saat pelemparan pertama, dan orang itu mati!! Aku sangat yakin, ini pasti ada hubungannya!! Kalau kesialan keluar saat aku melemparnya, aku pasti akan mendapat semua kesedihan yang sebanding dengan keberuntungan dari pemain yang melempar dadu sebelumnya ..."
Jlebbbb, Gensuru mencengkram wajah orang itu, "Aku tidak peduli, lempar! Atau, kau mau mati sekarang juga?"
Akhirnya dengan terpaksa, lelaki itupun melempar dadu beresiko itu, "Kumohon ..."
Ia berdoa, dan akhirnya dadu itu berhenti berputar di lambang keberuntungan.
"Tuh kan, kesialan tidak akan keluar semudah itu." Ucap Gensuru.
"Kalau kartu yang kami cari muncul, kau akan dibebaskan." Sabu memberikan selembar kartu sihir Loterry pada lelaki yang sudah mendapat keberuntungan itu.
"Kumohon, kumohon!! Aktifkan Loterry!!!"
Ia berharap dari kartu sihir itu akan muncul kartu nomor 75. Akan tetapi ...
"Cepat berikan!" Bara mengambil kartu hasilnya. Dan ternyata, "Ah ..."
Kelihatannya keberuntungannya masih belum cukup. Lelaki itu hanya mendapat selembar kartu nomor 70 yaitu Loitering Ruby.
"Aaah, sayang sekali!!"
"Meleset sedikit, sial sekali nasibmu!!"
"Ah, ah ..."
"Ayo coba sekali lagi, ya!!!! Sekarang giliranmu, Motarike-kun ..." Kali ini mereka memberikan dadunya ke tawanan yang satunya. Namun sampai akhir, tetap saja mereka tidak bisa mendapat kartu yang dimaksud, yaitu kartu nomor 75.
"Pada akhirnya, tidak berhasil ..."
"Kita masih bisa pergi dan membeli beberapa kartu sihir lain ..."
"Tapi ngomong-ngomong, masih ada hal yang membuatku khawatir." Ucap Bara. Gensuru tak mengerti, kemudian lelaki anggota bomber itu menjelaskan, "Beberapa minggu yang lalu, ada sebuah kelompok yang dengan cepat berhasil mengumpulkan kartu. Mereka adalah kelompok yang terdiri dari tiga anak kecil, dua lelaki dan satu perempuan."
"Ah, yang kita temui sekali di Masadora itu ya ..."
"Berapa banyak kartu yang sudah mereka kumpulkan?" Gensuru bertanya.
"Sekitar lima puluhan ...
Jadi mereka sekitar ranking 20. Tapi lebih dari itu, kecepatan mereka membuatku khawatir ..."
"Apa mereka memiliki kartu berharga?"
"Tidak, aku sudah memeriksanya dengan Sight Vision, tapi mereka hanya punya kartu ranking A dan B."
"Kalau begitu, tak perlu khawatir kan? Aku yakin mereka akan hancur saat mendapat enam puluh lima kartu." Tebak Gensuru.
"Selain kelompok Tsezugera, kita harus waspada pada Berama bersaudara, kelompok Tokuharone, dan kelompok Hagakushi. Ada juga kelompok yang tidak punya banyak kartu tetapi berbahaya, yaitu Feitan dan Phinks ..."
"Yah, sudah waktunya untuk bernegosiasi, dan kita tak perlu kaget kalau ada persoalan yang aneh ..."
"Maksumu kali ini, bukan kita yang memimpin?"
"Tentu saja. Kalau kita menggunakannya, itu akan menjadi deklarasi perang, dan akan jadi mustahil untuk bernegosiasi setelah itu. Dan juga, ada resiko yang besar."
"Benarkah? Strategi apa itu?" Gensuru tidak tahu.
"Kita akan memakai kartu Tax Collector's Gauntlet, dan lalu Risky Dice." Jelas Bara.
Tax Collector Gauntllet adalah kartu nomor 80, ranking A-20, memiliki efek yaitu jika digunakan, pengguna akan bisa mendapat kartu sihir Levy. Tapi, setiap kali itu digunakan, satu kartu dari slot kunci milik penggunanya akan hancur, dan Levy tak akan bisa digunakan jika di slot kunci pemain tidak terdapat kartu apa-apa.
"Dengan ini, kita bisa mendapat delapan kartu sekaligus dari merea. Peluang untuk mendapatkan kartu yang kita cari sangat besar jika berhasil mendapat keberuntungan dari Risky Dice. Akan tetapi kalau yang muncul adalah kesialan, kita pasti akan mati. Dan, ini terlalu penting, kita tak bisa mempercayakannya pada mereka ..." Gensuru nekat dan mengambil Risky Dice yang dibawa oleh tawanan tadi.
"Eeeh!? Apa yang akan kau lakukan!?" Dua rekan Gensuru kaget.
Dan ternyata, Gensuru memang nekat. Ia melempar dadu beresiko itu dengan tangannya sendiri.
"Aku selalu bilang kan? Saat kita harus menghadapi bahaya, kita akan melakukannya bersama-sama, kita bertiga."
Dadu berhenti berputar. Dan hasilnya adalah ...
Keberuntungan.
"Fiuhhh ..." Mereka bisa lega.
"Kau, benar-benar tidak masuk akal!" Ucap Sabu.
"Hehe, jangan khawatir, aku yakin ini akan berjalan dengan mulus." Ucap Gensuru.
"Ya"
Tiba-tiba, buku penyimpanan Gensuru memberi pemberitahuan, "Seorang pemain menggunakan contact pada anda."
Itu tak lain adalah dari Tsezugera.
"Ini Tsezugera, bagaimana jawaban kalian?"
Merekapun menjawab.
"Oke, negosiasi selesai."
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 153
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Kita sudah menukar semua kartu Leap yang kita punya, tapi ..."
"Pada akhirnya , pada akhirnya semua kartu itu tidak muat untuk dimasukkan ke buku penyimpanan lagi dan berubah menjadi benda."
Gon dan yang lainnya memiliki batasan untuk menyimpan kartu di slot bebas. Dan saat slot bebas mereka benar-benar telah penuh, kartu-kartu yang sudah tidak muat untuk ditampung itu secara otomatis berubah ke wujud benda.
"Slot bebas mulai jadi masalah, kita harus mengatur ulang dan mensortir apa yang kita miliki." Ucap Killua. "Kita bertiga total memiliki 135 slot bebas, akan lebih baik kalau setiap orang dari kita menyisakan lima slot bebas untuk berjaga-jaga."
"Biscuit dan aku akan menyimpan kartu slot kuncinya." Ucap Gon. "Killua, kau atur kartu sihirnya. Dan, Bisc, kau juga harus menyimpan kartu sihir pertahanan."
"Tu-tunggu! Aku juga harus menggunakannya!? Tapi aku tidak tahu caranya."
"Kalau begitu," Killua memberi saran, "Cepat belajar!!"
Sampai saat ini, kartu kunci yang mereka miliki antara lain :
03 - Vase of Boiling Water
10 - Gold Rurubu (2 Lembar)
11 - Gold Scales
19 - Playing Spirit's Pillow
20 - Spirit Pulsations Water
21 - Skeleton Glasses (2 Lembar)
23 - Ad Lib Book (3 Lembar)
24 - Probable TV
25 - Risky Dice
26 - Seven Working Dwarves
27 - VIP Pass
37 - Super Top Class Athlete's Egg
38 - Super Top Class Artist's Egg
40 - Super Top Class Musician's Egg
41 - Super Top Class Pilot's Egg
43 - Great Gambler's Egg
44 - Great Actor's Egg
45 - Big Boss Egg
46 - Gold Powder Young Girl
47 - Sleeping Young Girl
48 - Perfumed Young Girl
49 - Hand Riding Mermaid
50 - Hand Riding Saurus
52 - Pearl Locust (2 Lembar)
53 - King White Ookuwagata (3 Lembar)
54 - One Thousand Year's Butterfly
55 - Revenge Bookshop
56 - Memories Photo Studio
57 - Real Estate of Hidden Houses
58 - Hidden Video Club
59 - Instant Foreign Language School
60 - Lost Objects Homw Delivery Company
61 - Coin Dog
62 - King of Clubs
63 - Virtual Restaurant
64 - Witch's Aphrodisiac (2 Lembar)
66 - Witch's Slimming Medicine
67 - Eldest's Growth Medicine (2 Lembar)
68 - Eldest's Increasing Energy Medicine
69 - Eldest's Hair Growth Medicine
70 - Mad Doctorate's Muscle Enhancement Drug
71 - Mad Doctorate's Orthopedics Machine
74 - Sage's Aquamarine
76 - Loitering Ruby
79 - Rainbow Diamond
82 - Divine Punishment Cane
84 - Knight Necklace
86 - Discouragement Bow
88 - Gold Hammer of Immortality
90 - Memory Helmet
Total berjumlah 61, dengan 51 jenis yang berbeda.
"Sampai saat ini, kita selalu menghindari interaksi dengan pemain lain, tapi ...
Mulai dari sekarang, kita perlu berhubungan dengan pemain lain." Ucap Gon, "Pada beberapa kasus, kita harus menukar informasi atau kartu untuk bisa mendapat suatu kartu."
"Resikonya memang tinggi, pemain itu bisa saja malah menyerang kita. Tapi, untuk mendapat kartu level langka kita memang harus berani mengambil resiko." Ucap Killua.
"Juga, beberapa kartu memiliki batas waktu, seperti kartu dari Turnamen Bulanan. Kita tak punya banyak waktu untuk menunggu pertandingannya, jadi akan lebih baik kalau kita mendapatkannya melalui pertukaran atau pertarungann dengan pemain lain." Ucap Biscuit.
"Sepertinya kita memang harus bertarung. Kalau hanya mengunakan kartu sihir, mereka pasti sudah berjaga-jaga dengan sihir pertahanan, dan tak ada kartu sihir yang efeknya tidak bisa ditahan."
"Yah, untuk sekarang kita cari saja dulu yang masih mungkin kita temukan sendiri. Dan kalau kita bertemu pemain lain di dalam perjalanan, kita akan coba untuk bernegosiasi dengan mereka."
"Ya"
"Ayo lanjut ke kota selanjutnya!" Ajak Biscuit.
"Ya!!" Merekapun kembali melanjutkan perjalanan.
Sementara itu di sebuah hutan, ketiga Bomber tampak sedang berkumpul. Sabu, Bara, dan tentu saja sang ketua, Gensuru. Kemudian, muncul suatu pemberitahuan dari buku penyimpanan kalau, "Seorang pemain menggunakan Contact pada anda."
Gensuru menerimanya. Kemudian, orang yang menghubungi itupun mulai berbicara. "Ini Tsezugera"
"Kau lagi!?" Kelihatannya ini bukan pertama kalinya Tsezugera menghubungi mereka.
"Apa kalian mau bertukar untuk kartu Secret of One Tsubo?" Tsezugera memberi penawaran.
"Tidak akan." Hensuru menolaknya mentah-mentah, "Berapa kali harus kubilang, aku tak mau bernegosiasi denganmu."
"Bahkan jika aku menggunakan Clone? Tinggalkan saja Archangel's Breath di slot kunci dan ..."
"Hei! Aku ini bukan orang bodoh, aku tahu cara menggunakannya. Dan kukatakan sekali lagi, aku tidak punya waktu untuk bernegosiasi denganmu. Menurut informasiku, kau punya 92 tipe kartu kunci kan sekarang?"
"Sebenarnya 95" Ucap Tsezugera dalam hati.
"Kartu yang kau perlukan sekarang tinggal kartu yang sudah dimonopoli oleh pemain lain kan? Kau pasti sudah memiliki barangnya, tetapi tidak bisa merubahnya menjadi kartu. Singkatnya, kau hanya tinggal menunggu pemain lain menggain kartu itu. Dan dengan asumsi kalau kartu nomor 000 adalah kartu yang akan muncul setelah 99 tipe kartu sudah terkumpul, aku tebak Archangel's Breath adalah kartu terakhir yang kau cari. Begitu, kan?"
"Berhentilah berpura-pura dan sok tahu begitu." Ucap Tsezugera, "Aku tahu kalau kalian memonopoli kartu Archangel's Breath dan juga Jade of Darkness. Saat ini, kami masih kekurangan tujuh tipe kartu."
"Benarkah?" Gensuru ragu. Dalam hati ia yakin kalau, "Seharusnya hanya tinggal lima."
"Bagaimana kalau aku menukar kartu-kartu ini? Nomor 1, Secret Wood of One Tsubi, Nomor 5, Hidden Spirits Cave, dan Nomor 51, Hand Riding Dragon. Dan kami tidak perlu Archangel's Breath, cukup Jade of Darkness saja. Dengan kata lain, kami akan menukar dua lembar kartu ranking SS kami ditambah selembar kartu ranking S hanya demi sebuah kartu ranking A yang kalian milikki, tidakkah tawaran ini istimewa?" Tsezugera memberikan penawaran yang benar-benar menggiurkan.
Kali ini, Gensuru dkk tidak bisa menolak begitu saja, dan akhirnya meminta waktu untuk berpikir, "Berikan kami waktu untuk mendiskusikannya."
"Baiklah, kami akan menghubungi kalian satu jam lagi. Tapi aku ingatkan, ini adalah tawaran terakhir kami. Kami tidak akan menyerahkan lebih dari itu." Kontak berakhir sampai sana.
"Terima saja, penawaran yang diberikannya cukup bagus." Saran Bara.
"Tapi bagaimana kalau itu perangkap? Penawarannya terlalu bagus." Ucap Sabu.
"Tsezugera adalah orang yang hati-hati, dia akan menghindari pertarungan." Ucap Gensuru, "Dan, dia juga bukan tipe yang mau bernegosiasi kalau tidak mendapat apa-apa. Bahkan dengan pertukaran yang tidak menguntungkan ini, dia sangat yakin kalau dia bisa mendapat seratus tipe itu. Dengan kata lain, dia pasti berpikir kalau dia bisa mendapatkan Archangel's Breath."
"Apa jangan-jangan, orang itu sudah mengumpulkan 40 kartu sihir?"
"Mungkin saja." Ucap Gensuru, "Kalau begitu mereka hanya tinggal menunggu agar orang yang memiliki Archangel's Breath menggain kartunya. Kita sudah memonopoli Archangel's Breath setelah menggunakan Clone. Kalau salah satu dari kita terluka, dan nyaris mati, kita pasti akan menggunakannya kan. Dan kalau mereka sudah menukar keempat puluh kartu sihir yang mereka miliki dengan Exchange Ticket di Toko, mereka akan langsung memperoleh kartu Archangel's Breath saat kita menggainnya."
"Lagipula, kita juga memonopoli Jade of Darkness untuk kita sendiri. Kalau salah satu Jade of Darkness dihancurkan oleh Stone Throw atau Shot, salah satu Jade kita yang berupa benda akan otomatis berubah menjadi kartu."
"Justru karena itulah, mereka lebih tertarik untuk mendapat kartu beranking A yaitu Jade of Darkness daripada ranking SS yaitu Archangel's Breath. Ini sebuah judi ..." Ucap Gensuru.
"Benar, kalau kita menerima tiga kartu dari mereka, kita akan memiliki 91 kartu. Dengan tidak menghitung kartu nomor 000, total kita hanya butuh 8 kartu lagi. 4 dari mereka tinggal menunggu gain, 2 sudah kita tahu bagaimana cara mendapatkannya, sementara dua lagi belum kita ketahui bagaimana cara menemukannya, yaitu kartu nomor 2 dan 75. Walau kita berhasil mendapatkan lokasinya dengan Guidepost, kita tetap tidak bisa menemukannya."
"Kartu nomor 2 yaitu Coastline of One Tsubo harus ditemukan oleh seseorang dulu, itu adalah kartu ranking SS, jadi sangat sulit untuk didapat."
"Kartu nomor 75 yaitu Alexzndrite Luck adalah kartu ranking A, mungkin kita mengabaikan sesuatu ..."
"Yah, lakukan saja pertukatan itu."
"Kita harus mengumpulkan kartu ranking atas secepatnya."
"Hmm," Gensuru mendapat suatu ide, "Untuk kartu ranking A ke bawah, dengan sedikit keberuntungan, pasti bisa didapatkan ..." Ia menghampiri dua lelaki yang kelihatannya merupakan tawanan mereka. Dua pemain itu diikat dan kelihatannya habis disiksa.
"Sisa berapa?" Gensuru bertanya ke Sabu.
"Hmm, lima ..."
"Semoga saja ini berhasil," Gensuru menyerahkan sebuah Risky Dice pada salah seorang tawanannya, kemudian memberi perintah, "Lempar dadu ini."
"To-Tolong, jangan itu, kumohon ..." Sang tawanan memelas. Meskipun kemungkinannya kecil, tetap saja jika kesialan yang nanti muncul, dia akan mendapat kesialan yang benar-benar sial.
"Ini baru yang ketiga kali kan? Tenang saja, kau tak akan mati, lemparlah." Rayu Gensuru.
"Tidak, kau salah! Kau salah!! Aku tahu, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, kesialan keluar saat pelemparan pertama, dan orang itu mati!! Aku sangat yakin, ini pasti ada hubungannya!! Kalau kesialan keluar saat aku melemparnya, aku pasti akan mendapat semua kesedihan yang sebanding dengan keberuntungan dari pemain yang melempar dadu sebelumnya ..."
Jlebbbb, Gensuru mencengkram wajah orang itu, "Aku tidak peduli, lempar! Atau, kau mau mati sekarang juga?"
Akhirnya dengan terpaksa, lelaki itupun melempar dadu beresiko itu, "Kumohon ..."
Ia berdoa, dan akhirnya dadu itu berhenti berputar di lambang keberuntungan.
"Tuh kan, kesialan tidak akan keluar semudah itu." Ucap Gensuru.
"Kalau kartu yang kami cari muncul, kau akan dibebaskan." Sabu memberikan selembar kartu sihir Loterry pada lelaki yang sudah mendapat keberuntungan itu.
"Kumohon, kumohon!! Aktifkan Loterry!!!"
Ia berharap dari kartu sihir itu akan muncul kartu nomor 75. Akan tetapi ...
"Cepat berikan!" Bara mengambil kartu hasilnya. Dan ternyata, "Ah ..."
Kelihatannya keberuntungannya masih belum cukup. Lelaki itu hanya mendapat selembar kartu nomor 70 yaitu Loitering Ruby.
"Aaah, sayang sekali!!"
"Meleset sedikit, sial sekali nasibmu!!"
"Ah, ah ..."
"Ayo coba sekali lagi, ya!!!! Sekarang giliranmu, Motarike-kun ..." Kali ini mereka memberikan dadunya ke tawanan yang satunya. Namun sampai akhir, tetap saja mereka tidak bisa mendapat kartu yang dimaksud, yaitu kartu nomor 75.
"Pada akhirnya, tidak berhasil ..."
"Kita masih bisa pergi dan membeli beberapa kartu sihir lain ..."
"Tapi ngomong-ngomong, masih ada hal yang membuatku khawatir." Ucap Bara. Gensuru tak mengerti, kemudian lelaki anggota bomber itu menjelaskan, "Beberapa minggu yang lalu, ada sebuah kelompok yang dengan cepat berhasil mengumpulkan kartu. Mereka adalah kelompok yang terdiri dari tiga anak kecil, dua lelaki dan satu perempuan."
"Ah, yang kita temui sekali di Masadora itu ya ..."
"Berapa banyak kartu yang sudah mereka kumpulkan?" Gensuru bertanya.
"Sekitar lima puluhan ...
Jadi mereka sekitar ranking 20. Tapi lebih dari itu, kecepatan mereka membuatku khawatir ..."
"Apa mereka memiliki kartu berharga?"
"Tidak, aku sudah memeriksanya dengan Sight Vision, tapi mereka hanya punya kartu ranking A dan B."
"Kalau begitu, tak perlu khawatir kan? Aku yakin mereka akan hancur saat mendapat enam puluh lima kartu." Tebak Gensuru.
"Selain kelompok Tsezugera, kita harus waspada pada Berama bersaudara, kelompok Tokuharone, dan kelompok Hagakushi. Ada juga kelompok yang tidak punya banyak kartu tetapi berbahaya, yaitu Feitan dan Phinks ..."
"Yah, sudah waktunya untuk bernegosiasi, dan kita tak perlu kaget kalau ada persoalan yang aneh ..."
"Maksumu kali ini, bukan kita yang memimpin?"
"Tentu saja. Kalau kita menggunakannya, itu akan menjadi deklarasi perang, dan akan jadi mustahil untuk bernegosiasi setelah itu. Dan juga, ada resiko yang besar."
"Benarkah? Strategi apa itu?" Gensuru tidak tahu.
"Kita akan memakai kartu Tax Collector's Gauntlet, dan lalu Risky Dice." Jelas Bara.
Tax Collector Gauntllet adalah kartu nomor 80, ranking A-20, memiliki efek yaitu jika digunakan, pengguna akan bisa mendapat kartu sihir Levy. Tapi, setiap kali itu digunakan, satu kartu dari slot kunci milik penggunanya akan hancur, dan Levy tak akan bisa digunakan jika di slot kunci pemain tidak terdapat kartu apa-apa.
"Dengan ini, kita bisa mendapat delapan kartu sekaligus dari merea. Peluang untuk mendapatkan kartu yang kita cari sangat besar jika berhasil mendapat keberuntungan dari Risky Dice. Akan tetapi kalau yang muncul adalah kesialan, kita pasti akan mati. Dan, ini terlalu penting, kita tak bisa mempercayakannya pada mereka ..." Gensuru nekat dan mengambil Risky Dice yang dibawa oleh tawanan tadi.
"Eeeh!? Apa yang akan kau lakukan!?" Dua rekan Gensuru kaget.
Dan ternyata, Gensuru memang nekat. Ia melempar dadu beresiko itu dengan tangannya sendiri.
"Aku selalu bilang kan? Saat kita harus menghadapi bahaya, kita akan melakukannya bersama-sama, kita bertiga."
Dadu berhenti berputar. Dan hasilnya adalah ...
Keberuntungan.
"Fiuhhh ..." Mereka bisa lega.
"Kau, benar-benar tidak masuk akal!" Ucap Sabu.
"Hehe, jangan khawatir, aku yakin ini akan berjalan dengan mulus." Ucap Gensuru.
"Ya"
Tiba-tiba, buku penyimpanan Gensuru memberi pemberitahuan, "Seorang pemain menggunakan contact pada anda."
Itu tak lain adalah dari Tsezugera.
"Ini Tsezugera, bagaimana jawaban kalian?"
Merekapun menjawab.
"Oke, negosiasi selesai."
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 153
Comments
Post a Comment