Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 152
Pertukaran akan segera berlangsung, Gensuru dan dua anggotanya tampak tengah menunggu. Sampai akhirnya, Tsezugera dan rekan-rekannyapun tiba. "Mereka datang," Ucap Gensuru.
"Langsung saja kita mulai negosiasinya."
Gensuru dan Tsezugera mewakili pihaknya masing-masing. Mereka maju dan saling mendekat, mengeluarkan buku penyimpanan dan lalu mengambil kartu yang akan ditukarkan. Dan akhirnya, pertukaranpun berlangsung. "Baik, pertukaran selesai." Ucap Tsezugera dan pergi.
"Tidak, tunggu dulu!" Gensuru mencegat.
"Ng?"
"Setelah kami pikir-pikir, pertukaran ini tidak adil." Ucap Gensuru.
"Apa kau bercanda!?" Rekan Tsezugera kesal. "Setelah pertukaran ..."
"Kami memberimu tiga kartu!!"
"Apa yang sebenarnya kalian mau!?"
"Jangan emosi begitu, bukan itu yang kumaksud. Maksudku, ini tidak adil untukmu." Gensuru mengulur-ulur waktu. Dan tanpa mereka sadari Bara dan Sabu muncul dari tanah di belakang kelompok Tsezugera, dan mereka telah memakai gelang The Collector's Gauntlet. Kelihatannya, dua rekan Gensuru yang ada di sebelahnya adalah palsu.
"Misalnya, kalau kami menyelesaikan game ini sebelummu, kami tidak akan puas." Ucap Gensuru lagi. Sementara di belakang, masing-masing Sabu dan Bara asli telah melempar risky dice.
"Jadi, au punya saran. Kanan atau kiri?" Gensuru memegang selembar kartu di tangan kanan dan kirinya. "Kami akan memberikanmu salah satu dari kartu ini, salah satunya adalah kartu tipuan, dan yang satunya adalah Archangel's Breath."
Gensuru benar-benar hanya mengulur waktu, dan membuat Tsezugera dkk terfokus padanya. Sementara, dadu yang Sabu dan Bara lempar telah berhenti dan tepat di keberuntungan.
"Baiklah, maju!!" Merekapun melancarkan rencana.
"!!?" Tsezugera dan rekan-rekannya kaget. Akan tetapi, itu sudah terlambat.
"Aktifkan Levy!!!" Dengan gauntlet di tangan mereka, merekapun mencuri kartu Tsezugera dkk.
"Sial!" Tsezugera kecolongan. Kemudian setelah rencana sukses, mereka bertiga segera mengaktifkan kartu Return, "Kembali ke Masadora!!"
"Sial!!!"
"Ikuti mereka!!"
"Tunggu, kita harus mengecek kartu-kartu kita dulu!"
"Sial, mereka mengambil kartu nomor 80, Floating Stone yang kita monopoli, dan nomor 65, Witch's Rejuvenation Medicine." Ucap Tsezugera, "Bagaimana dengan kalian?"
"Dari penyimpananku, mereka mengambil kartu nomor 42, yaitu Super Top Class Writer's Egg dan nomor 53, King White Ookuwagata, itu kartu yang kita lipat gandakan."
"Dari penyimpananku juga, mereka mendapat kartu yang kita lipat gandakan, nomor 29 yaitu Forced Reservation Ticket dan nomor 24 Probable TV."
"Ini buruk, mereka mengambil dua salinan kartu nomor 35 yaitu Subtitute Armor yang kita monopoli!"
"Kartu yang mereka dapat semuanya kartu kunci? Sial! Mereka pasti menggunakan Risky Dice. Dan lagi, mereka mengambil kartu yang kami monopoli!"
Sret, Tsezugera menatap ke dua Bara dan Sabu palsu yang mereka tinggalkan.
"Ah!"
"Ampuni kami! Mereka menangkap dan memaksa kami untuk bekerja sama!!"
"Mereka mengubah wajah kami dengan menggunakan barang!" Jelas mereka.
"Cih ..."
"Cepat, kita harus mengikuti mereka!"
"Ayo gunakan Accompany!"
"Tidak" Ucap Tsezugera.
"Kenapa tidak?"
"Hei kalian, Gensuru itu Bomber kan?" Tsezugera bertanya pada dua tawanan Gensuru itu.
"Hah? Aku tidak tahu ..."
"Ah! Tapi dia adalah orang yang memiliki kepala dari orang yang ada dengan kami!!"
"Tadi, ada banyak pemain yang mati secara serentak. Mungkin saja Gensuru yang melakukannya. Beberapa waktu kemarin, mereka menyebut bomber padaku saat bernegosiasi. Pergantian topik ini sangat tidak biasa, jadi aku sudah dalam kondisi bertahan sejak saat itu. Aku sudah sangat yakin sejak pembunuhan masal itu, Gensuru adalah bomber. Jika mereka sendiri menyebut bomber, pasti ada kaitannya dengan cara menggunakan kemampuan mereka. Kemampuan mereka, yang pasti adalah untuk membunuh. Mereka adalah prajurit murni, itulah kenapa kita tak bisa merencanakan penyerangan langsung dari depan."
"Tapi ...
Mereka mengambil lima kartu penting yang mereka miliki! Bagaimana kalau kartu mereka sudah lengkap sekarang?"
"Aktifkan List, nomor dua ..." Tsezugera memeriksa data kartu nomor dua. Dan di buku penyimpanannya, tertulis kalau masih belum ada yang mendapatkannya. dengan kata lain, kelompok Gensuru masih belum memiliki semuanya, posisi mereka masih aman.
"Tak apa, mereka masih belum menemukan kartu nomor dua." Ucap Tsezugera. "Sekarang, yang bisa kita lakukan hanyalah menemukan kartu nomor dua sebelum mereka."
"kalau kita bisa memonopolinya dengan Clone dan Transform, kita masih bisa untung."
"Egchange Ticket kita masih selamat."
"Tetap saja, kita harus segera mendapat nomor dua, yaitu Coastline of One Tsubo."
"Aktifkan Accompany, menuju Soufurabi!!"
Merekapun melesat pergi.
Di sisi lain, Tsezugera dan rekan-rekannya tertwa gembira, "Hyahaha!! Kita berhasil, sukses besar!"
"Kombinasi Risky Dice dan Levy memang hebat!"
"Sekarang kita memiliki 93 tipe!"
"Tidak, kita membatalkan transformasi satu kartu, jadi kita punya 92 tipe."
"KIta berhasil mendapatkan dua kartu yang mereka monopoli."
"Dari tujuh yang tersisa, dua kartu hanya tinggal menunggu digain dari grup Hagakushi dan Tokuharone."
"Kita kehilangan kartu Mad Doctorate's Orthopedics Machine, tapi kita bisa mendapatkannya kembali tanpa masalah." Ucap Sabu.
"Ya. Pada akhirnya, yang jadi masalah tetap saja kartu nomor dua. Kita dapatkan yang lain nanti. Pertama, Mad Doctorate's Orthopedics Machine, kemudian nomor 21, Skeleton Glasses, lalu nomor 9, Abundant Harvest Tree. Dan saat kita sudah mempunyai semua itu, baru nomor dua, Coastline of One Tsubo. Untuk nomor 75, yaitu Alexandrite Luck, kita akan mencari seseorang yang memilikinya dan mengambilnya."
Kembali ke sisi Gon dkk, mereka sedang melakukan suatu pertukaran dengan pemain. Liciknya, pemain itu curang dan malah menukar dengan kartu palsu menggunakan fake. Untung saja, Gon yang memakai kalung kebenaran dapat mengetahuinya.
"Tidak baik, kartu ini dibuat dengan Fake." Ucap Gon.
"Ah, maaf, maaf! Ini, kartu nomor 30, Connection yang asli." Akhirnya Gonpun mendapat kartu asli.
"Benar-benar, kau tidak bisa lengah sedikitpun." Ucap Killua.
"Ya, kalung itu sangat berguna." Ucap Biscuit.
"Hmmm," Gon memikirkan sesuatu, "Hei, kalung ini bisa menghilangkan kutukan benda, kan?"
"Bukan, sepertinya hanya bisa untuk kartu." Jawab Killua.
"Ah, begitu, jadi tidak bisa ya ..."
"Memangnya kenapa?"
"Aku penasaran apa penyakit penduduk di hutan itu bukan karena kutukan ..."
"Hutan itu?"
"Ah, benar, para bandit yang menipu kalian itu ya ...
Hmm, tapi karena bukan kartu, jadi tidak bisa." Ucap Biscuit.
"Tidak, kita coba saja." Ucap Killua. Dan kemudian, merekapun pergi ke lokasi yang dimaksud, dan mereka telah sampai di rumah penduduk yang sakit.
"Percayalah pada kami dengan segenap nyawa kalian." Ucap Gon.
"Anda telah menolong kami tanpa imbalan apa-apa, kami percaya pada anda!" Ucap salah seorang penduduk, dan kemudian mereka semua berubah menjadi kartu.
"Ah!"
Setelahnya, Gonpun menggunakan kalung kebenaran pada mereka. Dan dari Sick Villagers, mereka berubah menjadi Healty Villagers.
"Ooh! Kami sembuh total!!" Ucap mereka setelah kembali ke wujud manusia.
"Terimakasih banyak! Ambillah ini sebagai ucapan terimakasih kami!"
"Ya!"
Mereka memberikan sebuah kartu pada Gon, yang ternyata tak lain adalah kartu kunci nomor 75, yaitu Alexandrite Luck.
"Yeah, kita mendapat Alexandrite Luck!!"
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 154
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Pertukaran akan segera berlangsung, Gensuru dan dua anggotanya tampak tengah menunggu. Sampai akhirnya, Tsezugera dan rekan-rekannyapun tiba. "Mereka datang," Ucap Gensuru.
"Langsung saja kita mulai negosiasinya."
Gensuru dan Tsezugera mewakili pihaknya masing-masing. Mereka maju dan saling mendekat, mengeluarkan buku penyimpanan dan lalu mengambil kartu yang akan ditukarkan. Dan akhirnya, pertukaranpun berlangsung. "Baik, pertukaran selesai." Ucap Tsezugera dan pergi.
"Tidak, tunggu dulu!" Gensuru mencegat.
"Ng?"
"Setelah kami pikir-pikir, pertukaran ini tidak adil." Ucap Gensuru.
"Apa kau bercanda!?" Rekan Tsezugera kesal. "Setelah pertukaran ..."
"Kami memberimu tiga kartu!!"
"Apa yang sebenarnya kalian mau!?"
"Jangan emosi begitu, bukan itu yang kumaksud. Maksudku, ini tidak adil untukmu." Gensuru mengulur-ulur waktu. Dan tanpa mereka sadari Bara dan Sabu muncul dari tanah di belakang kelompok Tsezugera, dan mereka telah memakai gelang The Collector's Gauntlet. Kelihatannya, dua rekan Gensuru yang ada di sebelahnya adalah palsu.
"Misalnya, kalau kami menyelesaikan game ini sebelummu, kami tidak akan puas." Ucap Gensuru lagi. Sementara di belakang, masing-masing Sabu dan Bara asli telah melempar risky dice.
"Jadi, au punya saran. Kanan atau kiri?" Gensuru memegang selembar kartu di tangan kanan dan kirinya. "Kami akan memberikanmu salah satu dari kartu ini, salah satunya adalah kartu tipuan, dan yang satunya adalah Archangel's Breath."
Gensuru benar-benar hanya mengulur waktu, dan membuat Tsezugera dkk terfokus padanya. Sementara, dadu yang Sabu dan Bara lempar telah berhenti dan tepat di keberuntungan.
"Baiklah, maju!!" Merekapun melancarkan rencana.
"!!?" Tsezugera dan rekan-rekannya kaget. Akan tetapi, itu sudah terlambat.
"Aktifkan Levy!!!" Dengan gauntlet di tangan mereka, merekapun mencuri kartu Tsezugera dkk.
"Sial!" Tsezugera kecolongan. Kemudian setelah rencana sukses, mereka bertiga segera mengaktifkan kartu Return, "Kembali ke Masadora!!"
"Sial!!!"
"Ikuti mereka!!"
"Tunggu, kita harus mengecek kartu-kartu kita dulu!"
"Sial, mereka mengambil kartu nomor 80, Floating Stone yang kita monopoli, dan nomor 65, Witch's Rejuvenation Medicine." Ucap Tsezugera, "Bagaimana dengan kalian?"
"Dari penyimpananku, mereka mengambil kartu nomor 42, yaitu Super Top Class Writer's Egg dan nomor 53, King White Ookuwagata, itu kartu yang kita lipat gandakan."
"Dari penyimpananku juga, mereka mendapat kartu yang kita lipat gandakan, nomor 29 yaitu Forced Reservation Ticket dan nomor 24 Probable TV."
"Ini buruk, mereka mengambil dua salinan kartu nomor 35 yaitu Subtitute Armor yang kita monopoli!"
"Kartu yang mereka dapat semuanya kartu kunci? Sial! Mereka pasti menggunakan Risky Dice. Dan lagi, mereka mengambil kartu yang kami monopoli!"
Sret, Tsezugera menatap ke dua Bara dan Sabu palsu yang mereka tinggalkan.
"Ah!"
"Ampuni kami! Mereka menangkap dan memaksa kami untuk bekerja sama!!"
"Mereka mengubah wajah kami dengan menggunakan barang!" Jelas mereka.
"Cih ..."
"Cepat, kita harus mengikuti mereka!"
"Ayo gunakan Accompany!"
"Tidak" Ucap Tsezugera.
"Kenapa tidak?"
"Hei kalian, Gensuru itu Bomber kan?" Tsezugera bertanya pada dua tawanan Gensuru itu.
"Hah? Aku tidak tahu ..."
"Ah! Tapi dia adalah orang yang memiliki kepala dari orang yang ada dengan kami!!"
"Tadi, ada banyak pemain yang mati secara serentak. Mungkin saja Gensuru yang melakukannya. Beberapa waktu kemarin, mereka menyebut bomber padaku saat bernegosiasi. Pergantian topik ini sangat tidak biasa, jadi aku sudah dalam kondisi bertahan sejak saat itu. Aku sudah sangat yakin sejak pembunuhan masal itu, Gensuru adalah bomber. Jika mereka sendiri menyebut bomber, pasti ada kaitannya dengan cara menggunakan kemampuan mereka. Kemampuan mereka, yang pasti adalah untuk membunuh. Mereka adalah prajurit murni, itulah kenapa kita tak bisa merencanakan penyerangan langsung dari depan."
"Tapi ...
Mereka mengambil lima kartu penting yang mereka miliki! Bagaimana kalau kartu mereka sudah lengkap sekarang?"
"Aktifkan List, nomor dua ..." Tsezugera memeriksa data kartu nomor dua. Dan di buku penyimpanannya, tertulis kalau masih belum ada yang mendapatkannya. dengan kata lain, kelompok Gensuru masih belum memiliki semuanya, posisi mereka masih aman.
"Tak apa, mereka masih belum menemukan kartu nomor dua." Ucap Tsezugera. "Sekarang, yang bisa kita lakukan hanyalah menemukan kartu nomor dua sebelum mereka."
"kalau kita bisa memonopolinya dengan Clone dan Transform, kita masih bisa untung."
"Egchange Ticket kita masih selamat."
"Tetap saja, kita harus segera mendapat nomor dua, yaitu Coastline of One Tsubo."
"Aktifkan Accompany, menuju Soufurabi!!"
Merekapun melesat pergi.
Di sisi lain, Tsezugera dan rekan-rekannya tertwa gembira, "Hyahaha!! Kita berhasil, sukses besar!"
"Kombinasi Risky Dice dan Levy memang hebat!"
"Sekarang kita memiliki 93 tipe!"
"Tidak, kita membatalkan transformasi satu kartu, jadi kita punya 92 tipe."
"KIta berhasil mendapatkan dua kartu yang mereka monopoli."
"Dari tujuh yang tersisa, dua kartu hanya tinggal menunggu digain dari grup Hagakushi dan Tokuharone."
"Kita kehilangan kartu Mad Doctorate's Orthopedics Machine, tapi kita bisa mendapatkannya kembali tanpa masalah." Ucap Sabu.
"Ya. Pada akhirnya, yang jadi masalah tetap saja kartu nomor dua. Kita dapatkan yang lain nanti. Pertama, Mad Doctorate's Orthopedics Machine, kemudian nomor 21, Skeleton Glasses, lalu nomor 9, Abundant Harvest Tree. Dan saat kita sudah mempunyai semua itu, baru nomor dua, Coastline of One Tsubo. Untuk nomor 75, yaitu Alexandrite Luck, kita akan mencari seseorang yang memilikinya dan mengambilnya."
Kembali ke sisi Gon dkk, mereka sedang melakukan suatu pertukaran dengan pemain. Liciknya, pemain itu curang dan malah menukar dengan kartu palsu menggunakan fake. Untung saja, Gon yang memakai kalung kebenaran dapat mengetahuinya.
"Tidak baik, kartu ini dibuat dengan Fake." Ucap Gon.
"Ah, maaf, maaf! Ini, kartu nomor 30, Connection yang asli." Akhirnya Gonpun mendapat kartu asli.
"Benar-benar, kau tidak bisa lengah sedikitpun." Ucap Killua.
"Ya, kalung itu sangat berguna." Ucap Biscuit.
"Hmmm," Gon memikirkan sesuatu, "Hei, kalung ini bisa menghilangkan kutukan benda, kan?"
"Bukan, sepertinya hanya bisa untuk kartu." Jawab Killua.
"Ah, begitu, jadi tidak bisa ya ..."
"Memangnya kenapa?"
"Aku penasaran apa penyakit penduduk di hutan itu bukan karena kutukan ..."
"Hutan itu?"
"Ah, benar, para bandit yang menipu kalian itu ya ...
Hmm, tapi karena bukan kartu, jadi tidak bisa." Ucap Biscuit.
"Tidak, kita coba saja." Ucap Killua. Dan kemudian, merekapun pergi ke lokasi yang dimaksud, dan mereka telah sampai di rumah penduduk yang sakit.
"Percayalah pada kami dengan segenap nyawa kalian." Ucap Gon.
"Anda telah menolong kami tanpa imbalan apa-apa, kami percaya pada anda!" Ucap salah seorang penduduk, dan kemudian mereka semua berubah menjadi kartu.
"Ah!"
Setelahnya, Gonpun menggunakan kalung kebenaran pada mereka. Dan dari Sick Villagers, mereka berubah menjadi Healty Villagers.
"Ooh! Kami sembuh total!!" Ucap mereka setelah kembali ke wujud manusia.
"Terimakasih banyak! Ambillah ini sebagai ucapan terimakasih kami!"
"Ya!"
Mereka memberikan sebuah kartu pada Gon, yang ternyata tak lain adalah kartu kunci nomor 75, yaitu Alexandrite Luck.
"Yeah, kita mendapat Alexandrite Luck!!"
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 154
Comments
Post a Comment