Sebelumnya : Beelzebub Chapter 45
Sambungan telepon antara Oga dan Hilda terputus. Hilda tak tahu harus bagaimana, sementara kakak Oga tiba-tiba saja masuk ke kamarnya dan bertanya, "Hilda-chan, apa kamu tahu dimana Tatsumi berada?"
Hilda gelagapan, kemudian hanya menjawab, "Tidak, aku tidak tahu."
"Aneh, kemana ya perginya anak itu." kakak Ogapun kembali mencari di tempat lain.
Sementara pada kenyataannya, Oga sedang berada di dunia Iblis, dan tepatnya kini ia sedang berada di atas kepala bayi Beel raksasa. Tubuh bayi Beel membesar dan layaknya seorang pemimpin, Oga berdiri memberi perintah dari puncak monster itu.
"Semoga kalian selamat ..." ucap Hilda.
"Kalahkan dia, Changeman nomor 28!!!" Perintah Oga.
"Daaa!!!" Bayi Beel menyerang. Entah darimana mendapatkannya, Oga secara asal menamai bayi raksasa itu dengan sebutan Changeman nomor 28.
"Goahhhh!!!" Monster lawan juga tak mau hanya berdiam diri saja, ia menyerang.
"Eeehhh!?" Orang-orang di bawah masih panik. "Dia mendekat, cepat lari!!"
"Tendangan Changeman!!" Perintah Oga, dengan penghayatan yang benar-benar luar biasa.
"Daaa!!!!" Bayi Beel melancarkan tendangan mematikan, tepat di pipi monster itu. Sang montser terlempar, kemudian terjatuh menimpa kota.
"Mustahil!!"
"Ini bercanda ya!?" ucap orang-orang.
"Gyaaa!!" Mereka berlari.
"Hahahaha!!! Kalian suka kan!!?" ucap Oga bangga.
"Ini konyol." Pikir Furuichi dan Lamia.
Si monster kembali bangun, sementara bayi Beel masih tetap siaga. "Fiuhh, mulai menarik nih." ucap Oga, dan kemudian kembali memberi perintah, "Baiklah bayi Beel, selanjutnya serang dengan jemuran Changeman!!!"
"Daaa!!!!" Bayi Beel menyerang dengan serangan tangan kanan.
"Siku jatuh Changeman!!!!"
"Daaa!!!!" Beel menyiku jatuh si monster bagai dalam acara Smackdown.
"wahaha!! Bagus, sekarang kalahkan dia!! Boston Grap Changeman!!!!"
Bayi Beel mengunci lawannya, hingga akhirnya lawanpun benar-benar tak bisa bertarung lagi. Wow, monster penguasa hutan itu berhasil dikalahkan.
"Daaa!!!!" Bayi Beel mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
"Uwooo, dia menang!!!" ucap orang-orang di bawah.
"Monster yang mirip bayi itu menang!!"
"Mantap! Apa dia melindungi kita!?"
"Haaa!!!!" Bayi Beel melakukan aksi celebrasi.
"Haaahh!!!"
"Dia itu ... Apa yang sedang dilakukannya!?"
"Tidak mungkin ... Kota jadi seperti itu ..." ucap kepala perampok.
"Berhenti sampai di situ saja!!" Furuichi datang menghampiri si kepala perampok dan Angelica sambil memasang tampang sok keren. Dengan pose telapak tangan menutupi setengah wajah ...
"Sekarang, lepaskan gadis itu ..."
"Tuan Furuichi!?"
"Cih, anak sialan!" Kepala perampok itu mengeluarkan pisau.
"Orang ini benar-benar bodoh." pikir Lamia.
"Mau pakai pisau ya? Sebaiknya kau segera menyingkirkannya." ucap Furuichi. Meski dalam hati, ia ketakutan, "Sial, dia punya pisau."
"Akan ada yang terluka ..." ucap Furuichi lagi. Dalam hati, "Ya, itu aku. Sial, aku kira dia bukan tipe petarung."
"Mau apa sih?" Kepala perampok bingung sendiri melihat tingkah laku Furuichi.
"Kenapa? Itu karena ..."
"Karena apa!?"
"Uh, karena ini tipe kemampuan yang hanya diwarisi kepala keluarga, dan aku yang tertua di antara ..." Furuichi mengarang cerita.
"Kamu bicara apa sih!?"
Deggggg!!!!!!!!!! Tiba-tiba Bayi Beel menginjak Furuichi. Namun secara kebetulan, Furuichi berdiri di celah antara dua jari kaki bayi Beel. Jadi, ia tak kenapa-napa. Namun berbeda dengannya, kepala perampok berada tepat di pijakan jempol bayi Beel.
"Benar kan, sudah kubilang jangan coba-coba melawan ...
Inilah yang akan terjadi." ucap Furuichi, padahal tadi itu murni kebetulan.
"Tak bisa dipercaya, dia mengambil keuntungan dari itu." Pikir Lamia.
Kemudian setelah aksi keren tadi, Furuichi membentak ke atas. "Hei sialan!! Oga, tadi itu hampir saja kau tahu!! Untung aku ada di antara jarinya, apa yang kau lakukan kalau tidak berjalan lancar hah!? Hei, apa kau dengar!!?"
"Daa!!!!" Kelihatannya bayi Beel sudah tidak terkontrol lagi.
"Oh? Eh, tu-tunggu ...
Gyaaaa!!!!!" bayi Beel kembali menginjakan kakinya, Furuichi dan yang lainnyapun berlari.
"Hei hei hei, apa-apaan ini!?"
"Apa bayi Beel mengamuk!?"
"Sedang apa sih si Oga itu!!?"
"Hai ..." Oga berdiri di depan mereka dengan wajah terluka.
"Kenapa kau ada di depan kami!!?"
"Karena aku terjatuh."
"Syukurlah kau masih hidup!!"
"Dia mabok dalam kegembiraan, kita harus melakukan sesuatu untuk membuatnya tenang." ucap Angelica. "Apa kau punya rencana!?"
"Kyaaaa!!!" Lamia terjatuh, dan bayi Beelpun bersiap untuk menginjaknya.
"Lamia!? Gawat!!"
"Bayi Beel, berhenti!!!!!!" Teriak Oga. Dan kemudian, bayi itupun berhenti. Namun ternyata, itu bukan karena terikan Oga. Sosok misterius berambut panjang itu muncul di bawah telapak kaki bayi Beel dan menahan injakannya hanya dengan tangan kosong.
"Menyedihkan ... Apa kau benar-benar kontraktornya?" ucapnya dengan nada meremehkan.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 47
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Sambungan telepon antara Oga dan Hilda terputus. Hilda tak tahu harus bagaimana, sementara kakak Oga tiba-tiba saja masuk ke kamarnya dan bertanya, "Hilda-chan, apa kamu tahu dimana Tatsumi berada?"
Hilda gelagapan, kemudian hanya menjawab, "Tidak, aku tidak tahu."
"Aneh, kemana ya perginya anak itu." kakak Ogapun kembali mencari di tempat lain.
Sementara pada kenyataannya, Oga sedang berada di dunia Iblis, dan tepatnya kini ia sedang berada di atas kepala bayi Beel raksasa. Tubuh bayi Beel membesar dan layaknya seorang pemimpin, Oga berdiri memberi perintah dari puncak monster itu.
"Semoga kalian selamat ..." ucap Hilda.
"Kalahkan dia, Changeman nomor 28!!!" Perintah Oga.
"Daaa!!!" Bayi Beel menyerang. Entah darimana mendapatkannya, Oga secara asal menamai bayi raksasa itu dengan sebutan Changeman nomor 28.
"Goahhhh!!!" Monster lawan juga tak mau hanya berdiam diri saja, ia menyerang.
"Eeehhh!?" Orang-orang di bawah masih panik. "Dia mendekat, cepat lari!!"
"Tendangan Changeman!!" Perintah Oga, dengan penghayatan yang benar-benar luar biasa.
"Daaa!!!!" Bayi Beel melancarkan tendangan mematikan, tepat di pipi monster itu. Sang montser terlempar, kemudian terjatuh menimpa kota.
"Mustahil!!"
"Ini bercanda ya!?" ucap orang-orang.
"Gyaaa!!" Mereka berlari.
"Hahahaha!!! Kalian suka kan!!?" ucap Oga bangga.
"Ini konyol." Pikir Furuichi dan Lamia.
Si monster kembali bangun, sementara bayi Beel masih tetap siaga. "Fiuhh, mulai menarik nih." ucap Oga, dan kemudian kembali memberi perintah, "Baiklah bayi Beel, selanjutnya serang dengan jemuran Changeman!!!"
"Daaa!!!!" Bayi Beel menyerang dengan serangan tangan kanan.
"Siku jatuh Changeman!!!!"
"Daaa!!!!" Beel menyiku jatuh si monster bagai dalam acara Smackdown.
"wahaha!! Bagus, sekarang kalahkan dia!! Boston Grap Changeman!!!!"
Bayi Beel mengunci lawannya, hingga akhirnya lawanpun benar-benar tak bisa bertarung lagi. Wow, monster penguasa hutan itu berhasil dikalahkan.
"Daaa!!!!" Bayi Beel mengacungkan jari telunjuknya ke atas.
"Uwooo, dia menang!!!" ucap orang-orang di bawah.
"Monster yang mirip bayi itu menang!!"
"Mantap! Apa dia melindungi kita!?"
"Haaa!!!!" Bayi Beel melakukan aksi celebrasi.
"Haaahh!!!"
"Dia itu ... Apa yang sedang dilakukannya!?"
"Tidak mungkin ... Kota jadi seperti itu ..." ucap kepala perampok.
"Berhenti sampai di situ saja!!" Furuichi datang menghampiri si kepala perampok dan Angelica sambil memasang tampang sok keren. Dengan pose telapak tangan menutupi setengah wajah ...
"Sekarang, lepaskan gadis itu ..."
"Tuan Furuichi!?"
"Cih, anak sialan!" Kepala perampok itu mengeluarkan pisau.
"Orang ini benar-benar bodoh." pikir Lamia.
"Mau pakai pisau ya? Sebaiknya kau segera menyingkirkannya." ucap Furuichi. Meski dalam hati, ia ketakutan, "Sial, dia punya pisau."
"Akan ada yang terluka ..." ucap Furuichi lagi. Dalam hati, "Ya, itu aku. Sial, aku kira dia bukan tipe petarung."
"Mau apa sih?" Kepala perampok bingung sendiri melihat tingkah laku Furuichi.
"Kenapa? Itu karena ..."
"Karena apa!?"
"Uh, karena ini tipe kemampuan yang hanya diwarisi kepala keluarga, dan aku yang tertua di antara ..." Furuichi mengarang cerita.
"Kamu bicara apa sih!?"
Deggggg!!!!!!!!!! Tiba-tiba Bayi Beel menginjak Furuichi. Namun secara kebetulan, Furuichi berdiri di celah antara dua jari kaki bayi Beel. Jadi, ia tak kenapa-napa. Namun berbeda dengannya, kepala perampok berada tepat di pijakan jempol bayi Beel.
"Benar kan, sudah kubilang jangan coba-coba melawan ...
Inilah yang akan terjadi." ucap Furuichi, padahal tadi itu murni kebetulan.
"Tak bisa dipercaya, dia mengambil keuntungan dari itu." Pikir Lamia.
Kemudian setelah aksi keren tadi, Furuichi membentak ke atas. "Hei sialan!! Oga, tadi itu hampir saja kau tahu!! Untung aku ada di antara jarinya, apa yang kau lakukan kalau tidak berjalan lancar hah!? Hei, apa kau dengar!!?"
"Daa!!!!" Kelihatannya bayi Beel sudah tidak terkontrol lagi.
"Oh? Eh, tu-tunggu ...
Gyaaaa!!!!!" bayi Beel kembali menginjakan kakinya, Furuichi dan yang lainnyapun berlari.
"Hei hei hei, apa-apaan ini!?"
"Apa bayi Beel mengamuk!?"
"Sedang apa sih si Oga itu!!?"
"Hai ..." Oga berdiri di depan mereka dengan wajah terluka.
"Kenapa kau ada di depan kami!!?"
"Karena aku terjatuh."
"Syukurlah kau masih hidup!!"
"Dia mabok dalam kegembiraan, kita harus melakukan sesuatu untuk membuatnya tenang." ucap Angelica. "Apa kau punya rencana!?"
"Kyaaaa!!!" Lamia terjatuh, dan bayi Beelpun bersiap untuk menginjaknya.
"Lamia!? Gawat!!"
"Bayi Beel, berhenti!!!!!!" Teriak Oga. Dan kemudian, bayi itupun berhenti. Namun ternyata, itu bukan karena terikan Oga. Sosok misterius berambut panjang itu muncul di bawah telapak kaki bayi Beel dan menahan injakannya hanya dengan tangan kosong.
"Menyedihkan ... Apa kau benar-benar kontraktornya?" ucapnya dengan nada meremehkan.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 47
Comments
Post a Comment