Sebelumnya : Beelzebub Chapter 46
Hanya dengan menggunakan tangan kanannya, sosok misterius berambut panjang itu mampu menahan telapak kaki bayi Beel. Baginya, injakan bayi berukuran Godzila tersebut tak lebih dari injakan bayi biasa. Dan ia bahkan meremehkan Oga, "Aku pikir kontraktor keluarga kerajaan sekuat apa, tapi ternyata mengecewakan sekali."
"Si-siapa kau hah!?" Oga bertanya, namun orang itu tak menjawab sama sekali.
"I-Ini bercanda ya? Hanya dengan satu tangan?" Pikir Furuichi kaget. Dan sama halnya dengan Oga, kelihatannya ia tak tahu siapa orang itu. Namun berbeda dengan mereka, lamia teringat sesuatu. "Orang ini, dia yang waktu itu di rumah Angelica kan?" Pikirnya.
Sambil terus menahan pijakan bayi Beel, orang itu memberi perintah ke Oga, "Cepat gunakan mantramu!" Namun, Oga tak mengerti sama sekali. "Apa?"
"Mantra yang digunakan untuk menghentikan bayi, mantra yang hanya diketahui oleh kontraktor. Apa kau juga tak bisa melakukannya? Mengecewakan sekali." ucap orang itu. "Mungkin lebih baik aku bunuh dia saja!!!"
Orang itu begitu kuat. Tak hanya menahan, ia bahkan mampu melempar kaki Beel, membuatnya tak seimbang dan hampir terjatuh.
Semuanya semakin kaget. Dan sesaat sebelum ia hendak menebas dengan pedangnya, Oga teringat akan suatu mantra : "Waktunya makan!!!!"
"Da!!!!" Bayi Beel tiba-tiba saja kembali mengecil dan berada di depan Oga.
"..." Oga dan orang itu terdiam.
"Daa!!!" Bayi Beel kembali menjadi bayi imut seperti semula. "Dia kembali seperti semula!!" ucap Angelica. Sementara Lamia dan Furuichi, mereka masih terdiam, "Jadi itu ... Mantranya ya?" pikir mereka.
"Hei kau, jangan menyusahkanku lagi ya." ucap Oga ke bayi Beel.
"Apa dia sengaja memanggil saat bayi itu tepat berada di depannya untuk mengembalikannya menjadi seperti semula? Benar-benar sembrono." Pikir orang tadi. Kemudian ia berkata, "Pemimpin lalat, semoga lain kali kita bisa bertemu lagi, secepatnya. Dan sampai saat itu tiba, kuharap kau masih hidup."
"Tunggu!! Kau bukan anggota perampok sialan itu kan!!?" Oga menoleh ke arahnya, namun orang itu sudah menghilang begitu saja. "Dia pergi? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa tadi dia itu menolong kita?" Furuichi bertanya-tanya.
"Menolong kita? Yang benar saja. kalau mau, dia bisa membunuh kita kapan saja." Pikir Lamia.
Pada akhirnya, petualangan mereka di Dunia Iblis berakhir tanpa memecahkan misteri. Tanpa pemimpinnya, para perampok hanya tersisa dalam kawanan kecil. Markas yang merupakan tempat tinggal mereka mereka telah mereka tinggalkan, dan hewan buas yang sudah mereka tangkap telah dilepas oleh Oga dan yang lainnya.
Yang mengejutkan, Angelica mampu meyakinkan master raksasa Vlad Haunt itu untuk kembali. Dan akhirnya, sekarang adalah waktunya perpisahan.
"Hiks, hiks, tuan Beelze ..." Lamia menangis. "Jangan menangis."
"Apa boleh buat!? Hiks ..." Lamia masih terus menangis.
"Seperti bayi saja." ucap Oga. "Apa kau sebegitu tidak teganya untuk meninggalkan kami?"
"Yang kutangisi cuma bayi Beel, sialan!!!" Lamia menendang selangkangan Oga.
"Gyaaa!!!"
"Aku hanya sedih karena tak bisa bersama tuan Beelze lagi! Aku akan kesepian! Siapa yang menangis demi kamu hah!!? Tapi ... Kurasa aku perlu berterimakasih karena kau sudah menolongku sebelumnya." Lamia memalingkan wajah merahnya.
"Aaah! Dan ngomong-ngomong, mulai sekarang kau harus menjaga tuan Beelze lebih dari sebelumnya!! Kau harus membayar mahal kalau dia sakit lagi!!!"
"Ya!" Sanggup Oga, "Kalaupun itu terjadi lagi, aku akan langsung memanggilmu."
"Huh, silakan saja!" ucap Lamia dengan mata yang masih menahan haru.
"Siapa peduli dengan itu semua?" pikir Furuichi, "Yang terpenting sekarang, kalau Angelica akan memindahkan kami, itu artinya, dia akan membelah tubuhnya kan?? Dan kami akan masuk ke ..." Furuichi benar-benar serius. "Ini benar-benar seksi." Pikirnya. Tapi, setelah ia menoleh ke arah Angelica.
Seseorang berdiri di sebelah Angelica dan melambaikan tangannya, lelaki yang sudah sangat tidak asing lagi. "Ah, ayahku sudah kembali." ucap Angelica.
Furuichi terdiam, penuh dengan rasa kecewa.
"Maaf tadi aku tidak bilang apa-apa. Sebenarnya dia sudah ada di sini sejak tadi, tapi aku tak mau mengganggu kalian." ucap angelica.
"Senang bisa melihat kalian lagi." ucap Alaindelon.
"Alaindelon ... Kau masih hidup!!?" Oga dan yang lainnya baru sadar.
"Hahaha, memangnya kalian pikir aku akan mati hanya karena luka dan memar saja?" Alaindelon malah tertawa.
"Apa kau tak sadar betapa besar kekusahan yang kami dapatkan karenamu hah!?"
"Kemana saja kau pergi!?"
"Haha, ayo lupakan hal kecil itu." ucap Alaindelon. Dan singkat cerita, iapun mengirim Oga, bayi Beel, dan Furuichi kembali ke dunia mereka. "Gyaaa!!!!!"
"Jangan dekat-dekat denganku! Padahal aku mau Angelica yang mengantarku!"
"Kurasa, aku harus mengatakannya, selamat datang!" Hilda sudah menunggu di sana, dan ia menyambut kedatangan mereka.
Pada akhirnya mereka pulang, begitulah. lalu musim panas yang panjang akhirnya berakhir. Semester baru dimulai, di sekolah yang baru, dengan teman-teman yang baru. Tapi ...
"Hei, pembagian kelas macam apa ini!?"
Seluruh berandal Ishiyama ditaruh dalam satu ruang kelas. Tak peduli meski mereka beda tingkatan, Oga sekelas dengan Aoi, Toujou, Himekawa, Kanzaki, serta yang lainnya.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 48
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Hanya dengan menggunakan tangan kanannya, sosok misterius berambut panjang itu mampu menahan telapak kaki bayi Beel. Baginya, injakan bayi berukuran Godzila tersebut tak lebih dari injakan bayi biasa. Dan ia bahkan meremehkan Oga, "Aku pikir kontraktor keluarga kerajaan sekuat apa, tapi ternyata mengecewakan sekali."
"Si-siapa kau hah!?" Oga bertanya, namun orang itu tak menjawab sama sekali.
"I-Ini bercanda ya? Hanya dengan satu tangan?" Pikir Furuichi kaget. Dan sama halnya dengan Oga, kelihatannya ia tak tahu siapa orang itu. Namun berbeda dengan mereka, lamia teringat sesuatu. "Orang ini, dia yang waktu itu di rumah Angelica kan?" Pikirnya.
Sambil terus menahan pijakan bayi Beel, orang itu memberi perintah ke Oga, "Cepat gunakan mantramu!" Namun, Oga tak mengerti sama sekali. "Apa?"
"Mantra yang digunakan untuk menghentikan bayi, mantra yang hanya diketahui oleh kontraktor. Apa kau juga tak bisa melakukannya? Mengecewakan sekali." ucap orang itu. "Mungkin lebih baik aku bunuh dia saja!!!"
Orang itu begitu kuat. Tak hanya menahan, ia bahkan mampu melempar kaki Beel, membuatnya tak seimbang dan hampir terjatuh.
Semuanya semakin kaget. Dan sesaat sebelum ia hendak menebas dengan pedangnya, Oga teringat akan suatu mantra : "Waktunya makan!!!!"
"Da!!!!" Bayi Beel tiba-tiba saja kembali mengecil dan berada di depan Oga.
"..." Oga dan orang itu terdiam.
"Daa!!!" Bayi Beel kembali menjadi bayi imut seperti semula. "Dia kembali seperti semula!!" ucap Angelica. Sementara Lamia dan Furuichi, mereka masih terdiam, "Jadi itu ... Mantranya ya?" pikir mereka.
"Hei kau, jangan menyusahkanku lagi ya." ucap Oga ke bayi Beel.
"Apa dia sengaja memanggil saat bayi itu tepat berada di depannya untuk mengembalikannya menjadi seperti semula? Benar-benar sembrono." Pikir orang tadi. Kemudian ia berkata, "Pemimpin lalat, semoga lain kali kita bisa bertemu lagi, secepatnya. Dan sampai saat itu tiba, kuharap kau masih hidup."
"Tunggu!! Kau bukan anggota perampok sialan itu kan!!?" Oga menoleh ke arahnya, namun orang itu sudah menghilang begitu saja. "Dia pergi? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa tadi dia itu menolong kita?" Furuichi bertanya-tanya.
"Menolong kita? Yang benar saja. kalau mau, dia bisa membunuh kita kapan saja." Pikir Lamia.
Pada akhirnya, petualangan mereka di Dunia Iblis berakhir tanpa memecahkan misteri. Tanpa pemimpinnya, para perampok hanya tersisa dalam kawanan kecil. Markas yang merupakan tempat tinggal mereka mereka telah mereka tinggalkan, dan hewan buas yang sudah mereka tangkap telah dilepas oleh Oga dan yang lainnya.
Yang mengejutkan, Angelica mampu meyakinkan master raksasa Vlad Haunt itu untuk kembali. Dan akhirnya, sekarang adalah waktunya perpisahan.
"Hiks, hiks, tuan Beelze ..." Lamia menangis. "Jangan menangis."
"Apa boleh buat!? Hiks ..." Lamia masih terus menangis.
"Seperti bayi saja." ucap Oga. "Apa kau sebegitu tidak teganya untuk meninggalkan kami?"
"Yang kutangisi cuma bayi Beel, sialan!!!" Lamia menendang selangkangan Oga.
"Gyaaa!!!"
"Aku hanya sedih karena tak bisa bersama tuan Beelze lagi! Aku akan kesepian! Siapa yang menangis demi kamu hah!!? Tapi ... Kurasa aku perlu berterimakasih karena kau sudah menolongku sebelumnya." Lamia memalingkan wajah merahnya.
"Aaah! Dan ngomong-ngomong, mulai sekarang kau harus menjaga tuan Beelze lebih dari sebelumnya!! Kau harus membayar mahal kalau dia sakit lagi!!!"
"Ya!" Sanggup Oga, "Kalaupun itu terjadi lagi, aku akan langsung memanggilmu."
"Huh, silakan saja!" ucap Lamia dengan mata yang masih menahan haru.
"Siapa peduli dengan itu semua?" pikir Furuichi, "Yang terpenting sekarang, kalau Angelica akan memindahkan kami, itu artinya, dia akan membelah tubuhnya kan?? Dan kami akan masuk ke ..." Furuichi benar-benar serius. "Ini benar-benar seksi." Pikirnya. Tapi, setelah ia menoleh ke arah Angelica.
Seseorang berdiri di sebelah Angelica dan melambaikan tangannya, lelaki yang sudah sangat tidak asing lagi. "Ah, ayahku sudah kembali." ucap Angelica.
Furuichi terdiam, penuh dengan rasa kecewa.
"Maaf tadi aku tidak bilang apa-apa. Sebenarnya dia sudah ada di sini sejak tadi, tapi aku tak mau mengganggu kalian." ucap angelica.
"Senang bisa melihat kalian lagi." ucap Alaindelon.
"Alaindelon ... Kau masih hidup!!?" Oga dan yang lainnya baru sadar.
"Hahaha, memangnya kalian pikir aku akan mati hanya karena luka dan memar saja?" Alaindelon malah tertawa.
"Apa kau tak sadar betapa besar kekusahan yang kami dapatkan karenamu hah!?"
"Kemana saja kau pergi!?"
"Haha, ayo lupakan hal kecil itu." ucap Alaindelon. Dan singkat cerita, iapun mengirim Oga, bayi Beel, dan Furuichi kembali ke dunia mereka. "Gyaaa!!!!!"
"Jangan dekat-dekat denganku! Padahal aku mau Angelica yang mengantarku!"
"Kurasa, aku harus mengatakannya, selamat datang!" Hilda sudah menunggu di sana, dan ia menyambut kedatangan mereka.
Pada akhirnya mereka pulang, begitulah. lalu musim panas yang panjang akhirnya berakhir. Semester baru dimulai, di sekolah yang baru, dengan teman-teman yang baru. Tapi ...
"Hei, pembagian kelas macam apa ini!?"
Seluruh berandal Ishiyama ditaruh dalam satu ruang kelas. Tak peduli meski mereka beda tingkatan, Oga sekelas dengan Aoi, Toujou, Himekawa, Kanzaki, serta yang lainnya.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 48
Comments
Post a Comment