Skip to main content

Versi Teks Cøde:Breaker Chapter 26

Sebelumnya : Cøde:Breaker Chapter 25

"Hitomi adalah sosok ramah yang sangat dihormati olh Cøde:Breaker ..." ucap bu Kanda.
"Tapi sekarang, dia telah menjadi iblis yang paling berbahaya, aku tak akan pernah memaafkannya." ucap Toki.
"Tapi untuk saat ini, prioritas utama kita adalah untuk melindungi Perdana Mentri Fujiwara." ucap kak Heike.

"Ogami ..." Sakura memecah lamunan Ogami.

"Bagaimana keadaan perdana mentri?"
"Dia masih belum sadar."

Ogami, Toki, dan Sakura sedang berada di dalam sebuah mobil. Termasuk perdana mentri, yang sekarang masih dalam keadaan pingsan.


"Ngomong-ngomong Toki, aku tak pernah menyangka kalau ayahmu adalah perdana mentri Fujiwara." ucap Sakura, "Seharusnya kau memberitahuku sejak awal, kenapa kau malah merahasiakannya? Yah, tapi intinya sekarang ayahmu selamat kan. Dan Toki, melihat dari pandangan seorang anak, apa menurutmu ada sesuatu yang membuatnya dijadikan sebagai target?"

"Entahlah, mungkin karena dia selalu membicarakan sesuatu yang tak bisa diselesaikannya." ucap Toki. "Lagipula kami bukanlah ayah dan anak, jadi aku tidak terlalu peduli." Dengan santainya, Toki mengangkat kedua kakinya dan merebahkan tubuh di dalam mobil itu.

"Eh? Tapi ..."

"Aku akan melindungi nyawanya meskipun harus mengorbankan nyawaku karena itu merupakan tugasku. Aku tak akan pernah membiarkan siapapun menyentuhnya." ucap Toki.

"Toki ..."

"Lalu, Sakura, bukankah seharusnya kau pulang? Tugas yang kami dapat kali ini cukup berat, kau tahu." ucap Toki. Namun, Sakura tak mau pulang, "Tidak masalah! Lagipula aku juga memiliki misi untuk menghentikan Ogami dari membunuh." ucapnya.

"Lagipula, sepertinya kakak itu tahu sesuatu ..." Pikir Sakura, ia penasaran dengan sosok Hitomi, termasuk kata-katanya waktu itu : "Kau telah tumbuh menjadi anak yang jauh lebih baik dari yang kukira."

"Ogami ... Kita mau pergi kemana? Sekarang Hitomi pasti sudah menyelidiki rumah perdana mentri dan rumah kita."
"Aku tahu. Dia selalu memikirkan rencana cadangannya dan bagaimana menusuk lawannya dari belakang, itulah yang Hitomi ajarkan padaku." ucap Ogami.
"Jangan berikan rasa belas kasihan padamu, itu yang Hitomi ajarkan padaku." ucap Toki, "Dia akan menghancurkan mereka seperti yang ia katakan."

"Kaing ... Haaah ..." Tiba-tiba si anak anjing memasang suatu ekspresi yang aneh.
"ANak anjing!? O-Ogami ... Apa dia mabok darat ya? Ini adalah perjalanan pertamanya dengan mobil."

"Hm? Dan ngomong-ngomong, kenapa kau menyetir mobil, Ogami!?" Sakura baru sadar. "Bukankah kau baru kelas satu SMA? umurmu masih 16 tahun kan!?"

"Ini adalah salah satu hak istimewa kami." jelas Toki. "Kami bahkan tak hanya memiliki SIM, namun kami juga punya surat izin untuk helicopter, kapal, pesawat, dan semua jenis kendaraan yang ada."

"La-lalu, bagaimana dengan lembaga pelatihan!?" Di Jepang, tiap orang diwajibkan untuk pergi ke salah satu lembaga pelatihan untuk bisa memperoleh SIM.

"Itu tidak dibutuhkan." ucap Ogami.
"Itu terlalu merepotkan, jadi aku tidak pergi." Lanjut Toki.

"Bagaimana itu mungkin!?"

Perjalanan terus berlanjut, Sampai akhirnya, mereka sampai di depan sebuah gedung, gedung yang sudah tidak asing lagi. "Aku mengerti, benar juga ... Tidak akan ada yang berpikir kalau kita berada di sekolah." ucap Sakura. "Lagipula bertarung di tempat yang kita kenal merupakan suatu keuntungan tersendiri kan."

Kemudian, ponsel Ogami berdering, dan ternyata itu dari bu Kanda. "Oh, Kanda, ada apa?"
"kami telah menemukan tempat persembunyian Hitomi." Jelas bu Kanda.
"Kerja bagus. Tapi kami tak bisa meninggalkan perdana mentri begitu saja. Biarkan ia terkepung dan jangan sampai menyerang. Jika sesuatu terjadi, hubungi aku secepatnya." Perintah Ogami.
"Seperti yang anda katakan, tuan. Aku akan melaksanakan perintahmu meski itu harus mengorbankan nyawaku."

Teleponpun dimatikan.

"Apa dia baik-baik saja?" Sakura mempertanyakan keadaan bu Kanda.
"Jangan khawatir, dia tak akan menyerang markas Hitomi. Karena, akulah yang akan memberinya hukuma, pasti." Ogami tersenyum.


Setelahnya, mereka masuk ke dalam gedung dan kemudian ke salah satu ruangan. "Tapi, kenapa harus ruangan musik?"

"Ini adalah tempat yang paling sulit di sekolah bagi para penembak jitu untuk menembak."

"Oh iya, bu Kanda bilang kalau dulu kak Hitomi sangat dihormati kan, bagaimana bisa begitu?"

"Yah, mungkin karena dia selalu tidur kapanpun dia ada waktu." jawab Toki.
"Eeh?"
"Hitomi benci terikat dengan waktu, jadi dia tak pernah membawa jam atau ponsel. Dia adalah orang yang tidur selama 12 jam per hari dan tetap tidur untuk beberapa jam ketika dia sedang santai. Tapi meski begitu, dia tak pernah membiarkan gekar Code:01 yang diberikan padanya, yaitu sebagai lambang Cøde:Breaker terkuat lepas begitu saja dari genggamannya."

"Cøde:Breaker paling kuat?"
"Code yang lebih kecil artinya dia lebih kuat. Dengan kata lain, aku lebih kuat dari Ogami." Jelas Toki.

"Aku bergabung dengan Cøde:Breaker baru-baru ini, dan semua yang baru bergabung mulai dari 06." ucap Ogami. "Dan meskipun dia disebut sebagai Cøde:Breaker paling kuat, Hitomi telah membantai semua agen yang telah dikirim untuk mengejarnya saat ia melarikan diri. yah, dia hanyalah seorang pembunuh."

"Kejam sekali, padahal dulu kau sangat mengaguminya." ucap Toki.
"Seperti biasa, kau suka mengatakan hal yang aneh-aneh ya, Toki." ucap Ogami.

"Aku tidak mengerti ..." Pikir Sakura, "Kenapa kak Hitomi melarikan diri kalau dia tahu itu membahayakan nyawanya? Dan kenapa dia mengincar perdana mentri Fujiwara?"


Scene berpindah ke sebuah ruangan yang gelap, dengan begitu banyak jam yang menunjuk ke angka berbeda-beda tertempel di dindingnya. dan di sanalah, Hitomi terduduk sendiri. "Masih belum, sebentar lagi ..." ucapnya. Kemudian ia merasakan sesuatu, dan langsung melihat dari balik jendela.

"Oh, jadi mereka telah menemukanku ya. 1 jam 27 menit, kerja yang bagus, suatu peningkatan." ucap Hitomi. "Kanda ... Aku tidak mengharapkan kau untuk datang. Takdir memang sangat kejam, ya?"


Kembali ke ruang musik, "Oh, aku menemukan piano!" Toki membuka suatu kain yang ternyata isinya adalah piano. "Aku sangat pandai bermain piano, kau tahu?"

"Laki-laki selalu saja bermain, I Stepped on a Cat kapanpun mereka menemukan piano, aku heran kenapa." ucap Sakura. Dan setelah mendengar itu, Toki langsung berubah pikiran, "Aku berubah pikiran."

Ogami mendekat dan duduk, bersiap untuk memainkan piano itu.

"Ogami, apa kau akan memainkan I Stepped on a Cat juga? Piano bukanlah sesuatu yang dapat kau tekan dan membuat lagu." ucap Sakura, "Aku memainkannya ketika aku masih kecil, dan entah kenapa tutnya selalu saja hancur tiap aku memainkannya."

Ogami memainkan piano itu, dan tiba-tiba suasana berubah mencekam.

"Wow, tampaknya kita punya musisi di sini." ucap Toki.
"Sama seperti yang aku pikirkan ... kau memainkan piano dengan niat membunuh ... Benar kan?"

"Aah, mungkin memang benar kalau aku tak bisa menggerakkan jariku dengan baik jika tidak dilatih setiap hari." ucap Ogami.

"Ogami!" Sakura mendekat dan langsung menempelkan kepalanya di kepala Ogami. Ogami kaget, kemudian bertanya, "Apa yang kau lakukan?"

"Hmm, seperti yang kupikirkan." ucap Sakura. "Ogami, saat ini kepalamu sangat panas dan kau terlihat seperti gurita rebus!! Apa kau sangat marah karena dikalahkan oleh kak Hitomi? Hmm? Apa kau galau, Ogami??"

Ogami tetap tersenyu, "Apa yang kau katakan itu tidak ..."

"Kau tak bisa menyembunyikannya lagi!!" bentak Sakura, "Kau tak bertingkah seperti biasanya semenjak bertemu dengan kak Hitomi, lagu yang barusan kau mainkan adalah bukti nyata!! Aku tidak tahu itu apa tapi walaupun itu sangat bagus, lagu itu penuh niat membunuh dan balas dendam! Apalagi wajah senyuman topengmu itu, sangat berbeda dari biasanya. Dinginkanlah kepalamu sedikit, kau tak akan bisa melihat jalan kemenangan dalam kondisi seperti ini!!"

"Apa kau mendukungku? Bahkan jika aku membunuh Hitomi?"
"Jangan salah sangka. Kau juga ingin mengetahui kebenaran tentang kak Hitomi kan?" ucap Sakura, "Kalau begitu, satu-satunya cara adalah menang dalam pertempuran dan paksa dia untuk mengatakan yang sebenarnya. Itu tidak akan terlambat."

"Apanya yang tidak akan terlambat?"

"Maksudku adalah Ogami akan berhenti membunuh orang dan jadi guru piano."
"kenapa kau memutuskan sesuatu seperti itu!?"

Deggg ...
Seseorang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan itu.
"Bu Kanda?? Bukankah seharusnya kau ada di tempat kak Hitomi?"

Bu Kanda hanya terdiam.

"Masuklah, tak seharusnya ibu berdiri di sana." ucap Sakura. Namun ...
"Eeh!?"

Ternyata bu Kanda tak hanya sendiri, melainkan dengan mengajak beberapa agen. Dan yang lebih mengejutkan, mereka telah siap dengan masing-masing senjata api di tangan. Mereka hendak menembak Ogami dan yang lainnya.

"Bu-Bu Kanda!?" Sakura kaget, "Apa yang akan ibu ..."


Di atas suatu gedung, Hitomi sedang berdiri sambil menguap. "Kau tidak akan berpikir kalau akan mendapatkan Kanda dan 40 bawahannya sebagai musuh kan? Ogami, Toki, bisakah kalian membunuh teman kalian demi orang yang kalian lindungi itu?"

Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 27
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD



Comments