Sebelumnya : Cøde:Breaker Chapter 26
Hitomi duduk sendiri di atas pagar gedung sekolah. Dengan wajah mengantuknya, pemuda itu terlihat begitu santai. "Ogami, Toki, aku penasaran bagaimana kalian akan melindungi perdana mentri Fujiwara sambil melawan Kanda dan bawahannya?" ucap Hitomi. Dengan kemampuan listriknya, Hitomi mampu mengendalikan seseorang dan menjadikan mereka sebagai pasukannya.
Itulah yang terjadi pada Kanda dan anak buahnya. Saat mereka hendak mengepung Hitomi, merekalah yang malah dimanfaatkan olehnya. Hitomi mengendalikan mereka, dan kemudian mengirimnya untuk menyerang Ogami dan yang lainnya.
"Oh?" Hitomi melihat ke bawah, "Kelihatannya mainan yang lain sudah datang." ucapnya ketika melihat beberapa orang berdiri di depan gerbang sekolah itu.
Di ruang musik, bu Kanda dan anak buahnya masih terus menembaki Ogami dan yang lainnya secara membabi buta.
Toki berusaha untuk menahan peluru-peluru tersebut menggunakan kekuatannya, dan memerintahkan yang lain untuk pergi, "Cepat pergi dari sini!!"
"Bu-bu Kanda, apa yang terjadi dengannya?" Sakura masih belum mengerti. Ogamipun menjelaskan, "Ini adalah salah satu kekuatan listrik Hitomi. Ia bisa menyetrum bagian tertentu dalam otak dan mematirasakan kepribadian pemilik otak itu dan mengontrolnya seperti robot. Sepertinya, ia memberi perintah kepada para agen untuk membunuh Perdana Mentri dan siapapun yang ada di sekitarnya."
"La-lalu ... Aa yang harus kita lakukan!?"
Ogami mencengkram kepala salah seorang dari mereka, tak peduli meskipun sebenarnya mereka adalah agen sekutu Cøde:Breaker. Ogami yang sudah membuka sarung tangannya lalu bersiap untuk membakar, "Bakar Hingga ..."
"Hentikan!!!!" Sakura menarik tangan Ogami. "Ogami, apa yang kau lakukan!? Mereka adalah teman kita ka..."
"Menunduk!!" Ogami memaksa Sakura untuk tiarap. Dan bersamaan dengan itu, hujan peluru mengarah ke arah mereka. Untung saja Ogami dan Sakura sudah menunduk, tembakan-tembakan tersebut malah hanya mengenai salah seorang dari mereka yang kebetulan berada di dekat Sakura.
"A-apa? Mereka menembak teman mereka sendiri?" Sakura tak habis pikir.
"Seseorang yang otaknya sudah disetrum tak akan pernah pulih kembali. Mereka tak akan bisa membedakan antara teman dan musuh." Jelas Ogami.
"Ta-tapi, apa kau juga akan membunuh mereka walaupun mereka tidak jahat? Jawab aku, Ogami!!"
"Para agen juga merupakan bagian dari Cøde:Breaker, dan aku yakin mereka sudah siap untuk mati. Kau harus membuang semuanya untuk bisa berada di dalam Cøde:Breaker. Tak peduli berapa banyak yang mati, kami tak akan terhitung mati. Tolong kau duduk saja di sana."
"Jangan bertindak bodoh ..." ucap Sakura, "Aku tak akan membiarkanmu melakukan sesuatu seperti itu!!!" Sakura menggendong perdana mentri dan membawanya pergi ke luar jendela, nekat meloncat dengan lincah bagaikan seorang ninja.
Ogami kaget, dan Toki bahkan jauh lebih kaget lagi.
"Aku akan melindungi perdana mentri tanpa membunuh satupun dari mereka, tak peduli meskipun mereka sudah siap untuk mati!!" Sakura membawa pergi perdana mentri. Bu kanda dan para agenpun keluar lewat pintu, dan bergegas menyusulnya.
"A-apa katamu, jenis langka!!?" teriak Toki.
"Kadang dia memang melakukan sesuatu yang tidak terduga." ucap Ogami.
"Jangan mengaguminya!!!"
Sakura menggendong perdana mentri melewati lorong-lorong sekolah, "To-Toki, kelihatannya dia benar-benar marah. Yah, mungkin karena aku telah menculik ayahnya. Tapi jangan khawatir, aku tak akan membiarkan dua orang itu membunuh orang lagi, terlebih bu Kanda dan para agen."
"Fufufu, kau benar-benar anak yang menarik." ucap perdana mentri Fujiwara. ternyata ia sudah tersadar. "Eeh!? Pe-perdana Mentri!!? Ah, aku senang kau sudah sadar." ucap Sakura, "Aku yakin Toki pasti akan lega mengetahui ini."
"Haha, benar kah? Kau tahu, dia selalu membanggakan dirinya sendiri dan sekarang di dalam usia yang suka memberontak, aku benar-benar kehabisan akal." ucap perdana mentri.
"Usia yang suka memberontak ..." Sakura teringat akan kata-kata Toki, "Kita bukan ayah dan anak lagi!"
"Apakah itu alasan kenapa dia berkata seperti itu??" Pikir Sakura. "Toki, bagaimanapun dia adalah ayah yang baik, kau tahu. kenapa kak Hitomi menargetkan seseorang seperti ini?"
"!!!!" Bu Kanda meloncat dari atas dan telah siap dengan sebuah pisau di tangan.
Refleks, Sakura menyadarinya dan langsung mendorong tubuh perdana mentri. "Bu Kanda, tolong berhenti!!" Teriak Sakura. Dua bongkah balok loker lalu terlempar dari belakang Sakura dan langsung menghantam tubuh bu Kanda.
"Toki!?"
"Aku sudah memberitahumu kan, kau tak akan bisa melindungi apa yang berharga untuknya hanya dengan sebuah ide." ucap Toki. Dengan kekuatan elektromagnetiknya, ialah yang tadi menembakan dua balok besi itu.
"Apa anda baik-baik saja, perdana mentri!?" Sakura menghampiri ayah Toki.
"Ya, ini hanyalah luka kecil."
"Toki, jadi kau sangat mengkhawatirkan ayahmu?"
"Aku tak peduli dengan bajingan itu." ucap Toki. Sakura kaget, dan kemudian Tokipun melanjutkan kata-katanya. "Tapi, dari semua orang, jika dia mati, Nenene akan di tinggal sendirian."
"Toki ..."
"Karena aku tidak eksis, akun akan mengorbankan apapun untuk melindungi apa yang penting bagiku, inilah keadilanku!!!" Toki kembali bersiap untuk menggunakan kemampuannya. Tabi tiba-tiba, Ogami datang dan langsung memegang tangan Toki.
"Hentikan, Toki ..." ucap Ogami. Dan melihat ia melakukan hal itu,
Sakura senang, "Ogami, kau ..."
"Apa kau kasihan terhadap Kanda yang sudah jatuh ke tangan Hitomi? Seperti biasanya, kau baik, Ogami." ucap Toki. Tapi sebenarnya, maksud dari Ogami menghentikan Toki tadi adalah, "Aku sendirilah yang akan membunuh Kanda." Pemuda itu telah siap dengan tangan api birunya.
"O-Ogami, apa yang kau katakan!!?"
"Tidak, tidak ..." Bu Kanda menodongkan pistol namun terlihat kalau dirinya mencoba untuk melawan. "Dia adalah tuanku, aku tak akan ... menembak ... Aaaah!!!" Namun meski ia mencoba, pengaruh Hitomi terlihat semakin menguat.
"Bu Kanda!!!" Teriak Sakura. "Apa dia masih mengenali Ogami? Dia melawan listrik yang mengontrolnya?"
"Ma-mati ... Tidak, tidak, tuanku ... Tidak ..." Bu Kanda terus mencoba untuk melawan, ia bahkan sampai meneteskan air mata. "Tuanku ..."
"Kanda ..." Ogami teringat akan kenangan-kenangan Kanda, kenangan saat guru cantik itu mengatakan, "Ya, tuanku, walaupun dengan nyawaku, tuanku ..." sambil tersenyum, Ogami masih mengingatnya. Akan tetapi, kenangan itu malah membuat Ogami semakin ingin membunuhnya. "Nyawamu sudah berada di tanganku, dan sekarang, aku akan membebaskanmu dari rasa sakit itu!!!"
"Jangan!!!" Sakura melompat dan langsung memeluk bu kanda, menyelamatkannya sesaat sebelum api Ogami melalap tubuhnya. Ogami kaget, juga Toki. "Ogami, tadi itu ..."
"Ah, sakit ..." ucap bu Kanda, yang secara mengejutkan tiba-tiba saja sadar kembali. "Sa-Sakurakouji? Ada apa?? Kenapa kamu memelukku secara tiba-tiba??"
"Bu ... Bu Kanda!!?" Sakura kaget. Dan yang pasti, ia juga senang. "Kau, kau telah pulih ...
Aku sangat senang, jadi kesetiaanmu terhadap Ogami telah membuatmu mampu melawan pengaruh listriknya Hitomi ya?" Sakura salah sangka, padahal kemampuannyalah yang sudah melepas pengaruh Hitomi.
"Eh? Apa yang kau bicarakan?" Bu Kanda tak mengerti.
"Kesetiaan katanya? Barusan itu kekuatan jenis langkanya, kan?" ucap Toki.
"Kekuatannya tak hanya mengecilkan apiku, tetapi juga bekerja pada kekuatan lainnya, huh. Berkat dia kita selamat." ucap Ogami.
"Berarti, selanjutnya mereka. Jika kita bisa membuat para agen itu kembali menjadi normal dengan serangan pelukan jenis langka, maka ..."
"Aarkhhhh!!!" Sisa-sisa agen itu tiba-tiba malah menjerit. Otak mereka diserang listrik aliran tinggi, dan setelahnya langsung tewas, terbaring di sana. "A-apa!? Semuanya ..."
"Mereka semua tersetrum? Bagaimana bisa!?"
"Mainan yang tak dapat dipakai harus ditangani sebelum malah menjadi musuh lagi, bukankah begitu?" ucap Hitomi. Dari balik jendela, terlihat pemuda itu masih duduk di atas pagar. Dan yang lebih mengejutkan, di depannya tampak telah berkumpul teman-teman sekelas Sakura.
Ternyata merekalah yang tadi Hitomi maksud dengan mainan yang baru. "Mainan yang ini, kupikir mereka akan mati bahkan sebelum si jenis langka menyelamatkannya." ucap Hitomi.
"A-Aoba, semuanya ..." Sakura semakin kaget, teman-temannya kini tampak bagaikan robot di depannya, berkumpul dan dengan tatapan mata yang kosong, telah siap dengan senjata. Tentunya bukan pistol seperti tadi, melainkan hanya pisau.
"Terkejut? Aku mendapat informasi ini dari kanda." ucap Hitomi. "Jadi, aku membuatnya menelpon mereka agar kemari. Mereka adalah temam baik kalian, bukan? Walaupun kalian bisa memejamkan mata atas kematian para agen, kalian akan sedikit menderita kalau melihat orang biasa yang adalah teman-teman kalian mati di depan mata kalian, bukan?"
Posisi Ogami dan yang lainnya benar-benar terpojokkan sekarang. "Oh, atau begini saja, bagaimana kalau kita menukar perdana mentri dengan teman-temanmu, Ogami?" usul Hitomi, membuat posisi Ogami malah menjadi semakin sulit saja.
Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 28
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Hitomi duduk sendiri di atas pagar gedung sekolah. Dengan wajah mengantuknya, pemuda itu terlihat begitu santai. "Ogami, Toki, aku penasaran bagaimana kalian akan melindungi perdana mentri Fujiwara sambil melawan Kanda dan bawahannya?" ucap Hitomi. Dengan kemampuan listriknya, Hitomi mampu mengendalikan seseorang dan menjadikan mereka sebagai pasukannya.
Itulah yang terjadi pada Kanda dan anak buahnya. Saat mereka hendak mengepung Hitomi, merekalah yang malah dimanfaatkan olehnya. Hitomi mengendalikan mereka, dan kemudian mengirimnya untuk menyerang Ogami dan yang lainnya.
"Oh?" Hitomi melihat ke bawah, "Kelihatannya mainan yang lain sudah datang." ucapnya ketika melihat beberapa orang berdiri di depan gerbang sekolah itu.
Di ruang musik, bu Kanda dan anak buahnya masih terus menembaki Ogami dan yang lainnya secara membabi buta.
Toki berusaha untuk menahan peluru-peluru tersebut menggunakan kekuatannya, dan memerintahkan yang lain untuk pergi, "Cepat pergi dari sini!!"
"Bu-bu Kanda, apa yang terjadi dengannya?" Sakura masih belum mengerti. Ogamipun menjelaskan, "Ini adalah salah satu kekuatan listrik Hitomi. Ia bisa menyetrum bagian tertentu dalam otak dan mematirasakan kepribadian pemilik otak itu dan mengontrolnya seperti robot. Sepertinya, ia memberi perintah kepada para agen untuk membunuh Perdana Mentri dan siapapun yang ada di sekitarnya."
"La-lalu ... Aa yang harus kita lakukan!?"
Ogami mencengkram kepala salah seorang dari mereka, tak peduli meskipun sebenarnya mereka adalah agen sekutu Cøde:Breaker. Ogami yang sudah membuka sarung tangannya lalu bersiap untuk membakar, "Bakar Hingga ..."
"Hentikan!!!!" Sakura menarik tangan Ogami. "Ogami, apa yang kau lakukan!? Mereka adalah teman kita ka..."
"Menunduk!!" Ogami memaksa Sakura untuk tiarap. Dan bersamaan dengan itu, hujan peluru mengarah ke arah mereka. Untung saja Ogami dan Sakura sudah menunduk, tembakan-tembakan tersebut malah hanya mengenai salah seorang dari mereka yang kebetulan berada di dekat Sakura.
"A-apa? Mereka menembak teman mereka sendiri?" Sakura tak habis pikir.
"Seseorang yang otaknya sudah disetrum tak akan pernah pulih kembali. Mereka tak akan bisa membedakan antara teman dan musuh." Jelas Ogami.
"Ta-tapi, apa kau juga akan membunuh mereka walaupun mereka tidak jahat? Jawab aku, Ogami!!"
"Para agen juga merupakan bagian dari Cøde:Breaker, dan aku yakin mereka sudah siap untuk mati. Kau harus membuang semuanya untuk bisa berada di dalam Cøde:Breaker. Tak peduli berapa banyak yang mati, kami tak akan terhitung mati. Tolong kau duduk saja di sana."
"Jangan bertindak bodoh ..." ucap Sakura, "Aku tak akan membiarkanmu melakukan sesuatu seperti itu!!!" Sakura menggendong perdana mentri dan membawanya pergi ke luar jendela, nekat meloncat dengan lincah bagaikan seorang ninja.
Ogami kaget, dan Toki bahkan jauh lebih kaget lagi.
"Aku akan melindungi perdana mentri tanpa membunuh satupun dari mereka, tak peduli meskipun mereka sudah siap untuk mati!!" Sakura membawa pergi perdana mentri. Bu kanda dan para agenpun keluar lewat pintu, dan bergegas menyusulnya.
"A-apa katamu, jenis langka!!?" teriak Toki.
"Kadang dia memang melakukan sesuatu yang tidak terduga." ucap Ogami.
"Jangan mengaguminya!!!"
Sakura menggendong perdana mentri melewati lorong-lorong sekolah, "To-Toki, kelihatannya dia benar-benar marah. Yah, mungkin karena aku telah menculik ayahnya. Tapi jangan khawatir, aku tak akan membiarkan dua orang itu membunuh orang lagi, terlebih bu Kanda dan para agen."
"Fufufu, kau benar-benar anak yang menarik." ucap perdana mentri Fujiwara. ternyata ia sudah tersadar. "Eeh!? Pe-perdana Mentri!!? Ah, aku senang kau sudah sadar." ucap Sakura, "Aku yakin Toki pasti akan lega mengetahui ini."
"Haha, benar kah? Kau tahu, dia selalu membanggakan dirinya sendiri dan sekarang di dalam usia yang suka memberontak, aku benar-benar kehabisan akal." ucap perdana mentri.
"Usia yang suka memberontak ..." Sakura teringat akan kata-kata Toki, "Kita bukan ayah dan anak lagi!"
"Apakah itu alasan kenapa dia berkata seperti itu??" Pikir Sakura. "Toki, bagaimanapun dia adalah ayah yang baik, kau tahu. kenapa kak Hitomi menargetkan seseorang seperti ini?"
"!!!!" Bu Kanda meloncat dari atas dan telah siap dengan sebuah pisau di tangan.
Refleks, Sakura menyadarinya dan langsung mendorong tubuh perdana mentri. "Bu Kanda, tolong berhenti!!" Teriak Sakura. Dua bongkah balok loker lalu terlempar dari belakang Sakura dan langsung menghantam tubuh bu Kanda.
"Toki!?"
"Aku sudah memberitahumu kan, kau tak akan bisa melindungi apa yang berharga untuknya hanya dengan sebuah ide." ucap Toki. Dengan kekuatan elektromagnetiknya, ialah yang tadi menembakan dua balok besi itu.
"Apa anda baik-baik saja, perdana mentri!?" Sakura menghampiri ayah Toki.
"Ya, ini hanyalah luka kecil."
"Toki, jadi kau sangat mengkhawatirkan ayahmu?"
"Aku tak peduli dengan bajingan itu." ucap Toki. Sakura kaget, dan kemudian Tokipun melanjutkan kata-katanya. "Tapi, dari semua orang, jika dia mati, Nenene akan di tinggal sendirian."
"Toki ..."
"Karena aku tidak eksis, akun akan mengorbankan apapun untuk melindungi apa yang penting bagiku, inilah keadilanku!!!" Toki kembali bersiap untuk menggunakan kemampuannya. Tabi tiba-tiba, Ogami datang dan langsung memegang tangan Toki.
"Hentikan, Toki ..." ucap Ogami. Dan melihat ia melakukan hal itu,
Sakura senang, "Ogami, kau ..."
"Apa kau kasihan terhadap Kanda yang sudah jatuh ke tangan Hitomi? Seperti biasanya, kau baik, Ogami." ucap Toki. Tapi sebenarnya, maksud dari Ogami menghentikan Toki tadi adalah, "Aku sendirilah yang akan membunuh Kanda." Pemuda itu telah siap dengan tangan api birunya.
"O-Ogami, apa yang kau katakan!!?"
"Tidak, tidak ..." Bu Kanda menodongkan pistol namun terlihat kalau dirinya mencoba untuk melawan. "Dia adalah tuanku, aku tak akan ... menembak ... Aaaah!!!" Namun meski ia mencoba, pengaruh Hitomi terlihat semakin menguat.
"Bu Kanda!!!" Teriak Sakura. "Apa dia masih mengenali Ogami? Dia melawan listrik yang mengontrolnya?"
"Ma-mati ... Tidak, tidak, tuanku ... Tidak ..." Bu Kanda terus mencoba untuk melawan, ia bahkan sampai meneteskan air mata. "Tuanku ..."
"Kanda ..." Ogami teringat akan kenangan-kenangan Kanda, kenangan saat guru cantik itu mengatakan, "Ya, tuanku, walaupun dengan nyawaku, tuanku ..." sambil tersenyum, Ogami masih mengingatnya. Akan tetapi, kenangan itu malah membuat Ogami semakin ingin membunuhnya. "Nyawamu sudah berada di tanganku, dan sekarang, aku akan membebaskanmu dari rasa sakit itu!!!"
"Jangan!!!" Sakura melompat dan langsung memeluk bu kanda, menyelamatkannya sesaat sebelum api Ogami melalap tubuhnya. Ogami kaget, juga Toki. "Ogami, tadi itu ..."
"Ah, sakit ..." ucap bu Kanda, yang secara mengejutkan tiba-tiba saja sadar kembali. "Sa-Sakurakouji? Ada apa?? Kenapa kamu memelukku secara tiba-tiba??"
"Bu ... Bu Kanda!!?" Sakura kaget. Dan yang pasti, ia juga senang. "Kau, kau telah pulih ...
Aku sangat senang, jadi kesetiaanmu terhadap Ogami telah membuatmu mampu melawan pengaruh listriknya Hitomi ya?" Sakura salah sangka, padahal kemampuannyalah yang sudah melepas pengaruh Hitomi.
"Eh? Apa yang kau bicarakan?" Bu Kanda tak mengerti.
"Kesetiaan katanya? Barusan itu kekuatan jenis langkanya, kan?" ucap Toki.
"Kekuatannya tak hanya mengecilkan apiku, tetapi juga bekerja pada kekuatan lainnya, huh. Berkat dia kita selamat." ucap Ogami.
"Berarti, selanjutnya mereka. Jika kita bisa membuat para agen itu kembali menjadi normal dengan serangan pelukan jenis langka, maka ..."
"Aarkhhhh!!!" Sisa-sisa agen itu tiba-tiba malah menjerit. Otak mereka diserang listrik aliran tinggi, dan setelahnya langsung tewas, terbaring di sana. "A-apa!? Semuanya ..."
"Mereka semua tersetrum? Bagaimana bisa!?"
"Mainan yang tak dapat dipakai harus ditangani sebelum malah menjadi musuh lagi, bukankah begitu?" ucap Hitomi. Dari balik jendela, terlihat pemuda itu masih duduk di atas pagar. Dan yang lebih mengejutkan, di depannya tampak telah berkumpul teman-teman sekelas Sakura.
Ternyata merekalah yang tadi Hitomi maksud dengan mainan yang baru. "Mainan yang ini, kupikir mereka akan mati bahkan sebelum si jenis langka menyelamatkannya." ucap Hitomi.
"A-Aoba, semuanya ..." Sakura semakin kaget, teman-temannya kini tampak bagaikan robot di depannya, berkumpul dan dengan tatapan mata yang kosong, telah siap dengan senjata. Tentunya bukan pistol seperti tadi, melainkan hanya pisau.
"Terkejut? Aku mendapat informasi ini dari kanda." ucap Hitomi. "Jadi, aku membuatnya menelpon mereka agar kemari. Mereka adalah temam baik kalian, bukan? Walaupun kalian bisa memejamkan mata atas kematian para agen, kalian akan sedikit menderita kalau melihat orang biasa yang adalah teman-teman kalian mati di depan mata kalian, bukan?"
Posisi Ogami dan yang lainnya benar-benar terpojokkan sekarang. "Oh, atau begini saja, bagaimana kalau kita menukar perdana mentri dengan teman-temanmu, Ogami?" usul Hitomi, membuat posisi Ogami malah menjadi semakin sulit saja.
Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 28
Comments
Post a Comment