Sebelumnya : Cøde:Breaker Chapter 27
Hitomi memanfaatkan teman-teman Sakura sebagai sandera. Masing-masing dari mereka telah membawa senjata tajam, dan siap untuk bunuh diri. Satu-satunya cara agar mereka selamat adalah dengan menyerahkan perdana mentri.
"Jika kau memberikan perdana mentri Fujiwara padaku, maka aku akan membiarkan teman-temanmu pergi tanpa luka. Tapi kalau tidak, maka semuanya akan mati di sini." ancam Hitomi.
Ogami diam, tak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Ah, kita harus memikirkan cara untuk menyelamatkan mereka." ucap Sakura. Tapi, "Itu tak bisa dilakukan." ucap Toki. "Kita tak akan memberikan perdana mentri padanya. Karena itu, suatu pengorbanan memang diperlukan. Dengan kata lain, kita harus mengorbankan para sandera."
"A-apa, bagaimana bisa kau menjadi sangat kejam, hah!? Bisakah kau mengatakan hal yang sama jika kak Nenene adalah salah satu sanderanya?"
"Berhentilah bersikap seperti anak kecil. Kita bukan Tuhan yang bisa melindungi kedua sisi dalam waktu bersamaan, mengerti? Jenis langka bodoh." ucap Toki.
"Walaupun misalnya kita melempar jenis langka dan membiarkan dia menggunakan serangan pelakukannya untuk menghilangkan pengaruh Hitomi, kau pikir berapa banyak yang bisa diselamatkan? Satu? Dua? Mustahil. Kecuali Hitomi memberikan kita suatu kesempatan, mereka semua akan mati."
"Hoaahm, jadi mana yang kalian pilih? Cepatlah, aku sudah mengantuk." ucap Hitomi.
"Tolong dengarkan aku, kak Hitomi!!" Teriak Sakura, "Ambil saja aku sebagai pengganti Aoba dan teman-temanku yang lainnya."
"Apa yang kau kataka, Sakurakouji!?"
"Tolong biarkan aku, bu Kanda! Aku tak bisa menerima ini!!" ucap Sakura.
"Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika aku meninggalkan mereka sekarang. Aku tak bisa membuat alasan apapun untuk diriku sendiri! Karena itulah, aku tak akan membiarkan teman-temanku maupun perdana mentri mati."
Sakurakouji melepas pegangan tangan bu Kanda dan kemudian berlari ke arah Hitomi, "Sakurakouji, umur 16, aku datang!!" ucapnya. Tapi tiba-tiba, Ogami memegang tangan Sakura.
"O-Ogami ... Kau tak akan bisa menghentikanku." ucap Sakura, "Kau juga mengerti, bukan? Aoba dan yang lainnya adalah orang-orang baik, yang selalu memperhatikanku. Juga ketika kau pindah ke sini, kau ingat apa yang terjadi, kan? Mereka adalah teman yang sangat penting bagiku. Aku tak ingin kehilangan mereka. Aku tak ingin kehilangan siapapun lagi."
"Omong kosong." ucap Ogami. "Menukarkan perdana mentri dengan kumpulan bocah seperti mereka? Itu tak akan pernah terjadi. Aku tak akan pernah melakukan seperti yang kau inginkan, Hitomi."
"Tapi ini cukup membuatku terkejut, Hitomi menggunakan taktik seperti ini."
"Yaah, sebagai orang dewasa aku punya pertimbangan tersendiri." ucap Hitomi. "Kematian orang yang tak bersalah, bukankah itu hal yang paling kau benci?"
"Aku tak akan tunduk pada sampah sepertimu!!!" Ogami maju. Tak peduli meski Hitomi memiliki sandera, Ogami bersiap untuk menyerang dengan api di tangan kirinya.
"Benarkah? Kalau begitu negosiasi kita berakhir. Untuk teman-temanku, kupikir aku harus membunuh mereka semua." Hitomi bersiap untuk memberi perintah dengan menggerakan jarinya. Tapi tiba-tiba, tali Heike mengikat jarinya.
"Kak Heike!?"
"Bagus, dengan ini kita punya kesempatan!"
"Sebenarnya aku tak suka kalau harus mengikatmu, Hitomi." ucap Heike.
"Begitukah? Tapi kelihatannya kau menikmatinya, Heike."
Sementara itu, Ogami masih bersiap dengan apinya, kemudia ia menyerang namun Hitomi masih mampu menghindarinya. Lelaki itu hanya mendapat luka kecil. Tapi kemudian, "Menarilah!" Heike menariknya hingga ia terjatuh.
Hitomi menjadi sasaran empuk sekarang. Ogami masih siap dengan api di tangannya, kemudian tanpa ragu menyerang. Namun meski tak bisa menghindar, Hitomi masih memiliki kekuatan listriknya. Dengan itu, ia menahan serangan Ogami.
"Sungguh merupakan suatu kehormatan menjadi lawan dari dua orang Cøde:Breaker. Tapi ... Tetap saja kau tak akan bisa menyelamatkan sandera!!" Hitomi kembali mampu mengendalikan mereka. Namun, senjata-senjata tajam yang teman-teman Sakura bawa sudah tak ada di tangan mereka.
"Sepertinya tidak begitu." dengan kemampuan magnetiknya, Toki telah mengambil semuanya. "Kau telah memberikan kami kesempatan, Hitomi. Ogami, menyelamatkan para sandera bukalah bagian dari tugas kita, berhenti melakukan hal-hal yang tidak perlu."
Sementara itu, Sakura telah membebaskan pengaruh listrik Hitomi pada teman-temannya.
"Ogami, jadi kau ...
Jadi yang barusan kau lakukan adalah untuk menyelamatkan semuanya?"
"Hitomi, sekarang aku bisa membakarmu tanpa ragu lagi." Tiga orang Cøde:Breaker telah mengepung Hitomi sekarang. "Oh tidak, bagaimana bisa aku jatuh ke dalam masalah sedalam ini? Bagaimana bisa aku membiarkan kalian bertiga mendapatkan sanderanya kembali? Tapi ...
Aku juga melakukan hal yang sama"
Mayat para agen masih mampu digerakan oleh Hitomi, dan mereka telah menangkap bu Kanda dan perdana mentri. Ya, akhirnya Hitomi berhasil mendapat targetnya. Tapi yang lebih mengejutkan, "Mayatnya bergerak?"
"Meskipun mereka sudah mati, tetap saja mereka tak akan bisa lepas dari kendaliku. Bahkan jika otaknya mati, aku masih tetap bisa mengendalikan otot-otot mereka." jelas Hitomi. "Apa yang aku inginkan adalah kematian perdana mentri Fujiwara. Dan peristiwa ini akan diingat selamanya oleh semua orang. Sekarang, selamat tinggal ..."
"Tunggu sebentar, Hitomi!!!" teriak Toki. "Bahkan orang seperti dia, dia memiliki keluarga yang membutuhkannya!! Aku tak akan membiarkanmu membunuh ..."
"Jangan datang kesini!!" ucap perdana mentri pada Toki, anaknya.
"Kakak perempuanmu ... Aku serahkan dia padamu." ucap perdana mentri sebelum akhirnya menghilang bersama dengan Hitomi.
"Me-mereka melarikan diri?"
"Cih!! Ini semua salahmu!!" Toki mencengkram leher baju Ogami, "Karena kau mencoba untuk menyelamatkan para sandera. Kalau sesuatu terjadi padanya, aku benar-benar akan membunuhmu!!" Toki begitu kesal.
"Apa yang dia lakukan juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita juga, bukan? Tanggung jawabmu dan aku, Toki." ucap Heike. "Yah, ini sesuatu yang mengejutkan. Tak biasanya kau bertingkah seperti itu, Ogami."
"Huh ..." Toki melepas cengkramannya.
"Jika tujuannya adalah untu membunuh perdana mentri, dia pasti sudah melakukannya. Karena dia tidak melakukannya, berarti dia mencoba menggunakannya untuk melakukan sesuatu." ucap Ogami, "Kita masih memiliki waktu. Sampai saat itu, kita harus menyelamatkan perdana mentri."
"Hmm, permisi, tapi, aku tak melihat Sakurakouji dan si anak anjing, kemana ya mereka?" ucap bu Kanda. "Eh? Benar juga, aku tak melihatnya."
"Ja-jangan bilang kalau dia pergi bersama dengan Hitomi dan perdana mentri!!!???"
"Oh, kalian berdua baru menyadarinya ya." ucap Heike, dan ternyata kejadiannya memang seperti itu. "Aaaah, dasar jenis langka bodoh!!!" teriak Toki.
Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 29
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Hitomi memanfaatkan teman-teman Sakura sebagai sandera. Masing-masing dari mereka telah membawa senjata tajam, dan siap untuk bunuh diri. Satu-satunya cara agar mereka selamat adalah dengan menyerahkan perdana mentri.
"Jika kau memberikan perdana mentri Fujiwara padaku, maka aku akan membiarkan teman-temanmu pergi tanpa luka. Tapi kalau tidak, maka semuanya akan mati di sini." ancam Hitomi.
Ogami diam, tak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Ah, kita harus memikirkan cara untuk menyelamatkan mereka." ucap Sakura. Tapi, "Itu tak bisa dilakukan." ucap Toki. "Kita tak akan memberikan perdana mentri padanya. Karena itu, suatu pengorbanan memang diperlukan. Dengan kata lain, kita harus mengorbankan para sandera."
"A-apa, bagaimana bisa kau menjadi sangat kejam, hah!? Bisakah kau mengatakan hal yang sama jika kak Nenene adalah salah satu sanderanya?"
Cøde:Breaker Chapter 28 - Sesuatu yang Dia Tidak Ingin Kehilangannya
Teks Version by www.Beelzeta.com
Teks Version by www.Beelzeta.com
"Berhentilah bersikap seperti anak kecil. Kita bukan Tuhan yang bisa melindungi kedua sisi dalam waktu bersamaan, mengerti? Jenis langka bodoh." ucap Toki.
"Walaupun misalnya kita melempar jenis langka dan membiarkan dia menggunakan serangan pelakukannya untuk menghilangkan pengaruh Hitomi, kau pikir berapa banyak yang bisa diselamatkan? Satu? Dua? Mustahil. Kecuali Hitomi memberikan kita suatu kesempatan, mereka semua akan mati."
"Hoaahm, jadi mana yang kalian pilih? Cepatlah, aku sudah mengantuk." ucap Hitomi.
"Tolong dengarkan aku, kak Hitomi!!" Teriak Sakura, "Ambil saja aku sebagai pengganti Aoba dan teman-temanku yang lainnya."
"Apa yang kau kataka, Sakurakouji!?"
"Tolong biarkan aku, bu Kanda! Aku tak bisa menerima ini!!" ucap Sakura.
"Aku tak akan memaafkan diriku sendiri jika aku meninggalkan mereka sekarang. Aku tak bisa membuat alasan apapun untuk diriku sendiri! Karena itulah, aku tak akan membiarkan teman-temanku maupun perdana mentri mati."
Sakurakouji melepas pegangan tangan bu Kanda dan kemudian berlari ke arah Hitomi, "Sakurakouji, umur 16, aku datang!!" ucapnya. Tapi tiba-tiba, Ogami memegang tangan Sakura.
"O-Ogami ... Kau tak akan bisa menghentikanku." ucap Sakura, "Kau juga mengerti, bukan? Aoba dan yang lainnya adalah orang-orang baik, yang selalu memperhatikanku. Juga ketika kau pindah ke sini, kau ingat apa yang terjadi, kan? Mereka adalah teman yang sangat penting bagiku. Aku tak ingin kehilangan mereka. Aku tak ingin kehilangan siapapun lagi."
"Omong kosong." ucap Ogami. "Menukarkan perdana mentri dengan kumpulan bocah seperti mereka? Itu tak akan pernah terjadi. Aku tak akan pernah melakukan seperti yang kau inginkan, Hitomi."
"Tapi ini cukup membuatku terkejut, Hitomi menggunakan taktik seperti ini."
"Yaah, sebagai orang dewasa aku punya pertimbangan tersendiri." ucap Hitomi. "Kematian orang yang tak bersalah, bukankah itu hal yang paling kau benci?"
"Aku tak akan tunduk pada sampah sepertimu!!!" Ogami maju. Tak peduli meski Hitomi memiliki sandera, Ogami bersiap untuk menyerang dengan api di tangan kirinya.
"Benarkah? Kalau begitu negosiasi kita berakhir. Untuk teman-temanku, kupikir aku harus membunuh mereka semua." Hitomi bersiap untuk memberi perintah dengan menggerakan jarinya. Tapi tiba-tiba, tali Heike mengikat jarinya.
"Kak Heike!?"
"Bagus, dengan ini kita punya kesempatan!"
"Sebenarnya aku tak suka kalau harus mengikatmu, Hitomi." ucap Heike.
"Begitukah? Tapi kelihatannya kau menikmatinya, Heike."
Sementara itu, Ogami masih bersiap dengan apinya, kemudia ia menyerang namun Hitomi masih mampu menghindarinya. Lelaki itu hanya mendapat luka kecil. Tapi kemudian, "Menarilah!" Heike menariknya hingga ia terjatuh.
Hitomi menjadi sasaran empuk sekarang. Ogami masih siap dengan api di tangannya, kemudian tanpa ragu menyerang. Namun meski tak bisa menghindar, Hitomi masih memiliki kekuatan listriknya. Dengan itu, ia menahan serangan Ogami.
"Sungguh merupakan suatu kehormatan menjadi lawan dari dua orang Cøde:Breaker. Tapi ... Tetap saja kau tak akan bisa menyelamatkan sandera!!" Hitomi kembali mampu mengendalikan mereka. Namun, senjata-senjata tajam yang teman-teman Sakura bawa sudah tak ada di tangan mereka.
"Sepertinya tidak begitu." dengan kemampuan magnetiknya, Toki telah mengambil semuanya. "Kau telah memberikan kami kesempatan, Hitomi. Ogami, menyelamatkan para sandera bukalah bagian dari tugas kita, berhenti melakukan hal-hal yang tidak perlu."
Sementara itu, Sakura telah membebaskan pengaruh listrik Hitomi pada teman-temannya.
"Ogami, jadi kau ...
Jadi yang barusan kau lakukan adalah untuk menyelamatkan semuanya?"
"Hitomi, sekarang aku bisa membakarmu tanpa ragu lagi." Tiga orang Cøde:Breaker telah mengepung Hitomi sekarang. "Oh tidak, bagaimana bisa aku jatuh ke dalam masalah sedalam ini? Bagaimana bisa aku membiarkan kalian bertiga mendapatkan sanderanya kembali? Tapi ...
Aku juga melakukan hal yang sama"
Mayat para agen masih mampu digerakan oleh Hitomi, dan mereka telah menangkap bu Kanda dan perdana mentri. Ya, akhirnya Hitomi berhasil mendapat targetnya. Tapi yang lebih mengejutkan, "Mayatnya bergerak?"
"Meskipun mereka sudah mati, tetap saja mereka tak akan bisa lepas dari kendaliku. Bahkan jika otaknya mati, aku masih tetap bisa mengendalikan otot-otot mereka." jelas Hitomi. "Apa yang aku inginkan adalah kematian perdana mentri Fujiwara. Dan peristiwa ini akan diingat selamanya oleh semua orang. Sekarang, selamat tinggal ..."
"Tunggu sebentar, Hitomi!!!" teriak Toki. "Bahkan orang seperti dia, dia memiliki keluarga yang membutuhkannya!! Aku tak akan membiarkanmu membunuh ..."
"Jangan datang kesini!!" ucap perdana mentri pada Toki, anaknya.
"Kakak perempuanmu ... Aku serahkan dia padamu." ucap perdana mentri sebelum akhirnya menghilang bersama dengan Hitomi.
"Me-mereka melarikan diri?"
"Cih!! Ini semua salahmu!!" Toki mencengkram leher baju Ogami, "Karena kau mencoba untuk menyelamatkan para sandera. Kalau sesuatu terjadi padanya, aku benar-benar akan membunuhmu!!" Toki begitu kesal.
"Apa yang dia lakukan juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita juga, bukan? Tanggung jawabmu dan aku, Toki." ucap Heike. "Yah, ini sesuatu yang mengejutkan. Tak biasanya kau bertingkah seperti itu, Ogami."
"Huh ..." Toki melepas cengkramannya.
"Jika tujuannya adalah untu membunuh perdana mentri, dia pasti sudah melakukannya. Karena dia tidak melakukannya, berarti dia mencoba menggunakannya untuk melakukan sesuatu." ucap Ogami, "Kita masih memiliki waktu. Sampai saat itu, kita harus menyelamatkan perdana mentri."
"Hmm, permisi, tapi, aku tak melihat Sakurakouji dan si anak anjing, kemana ya mereka?" ucap bu Kanda. "Eh? Benar juga, aku tak melihatnya."
"Ja-jangan bilang kalau dia pergi bersama dengan Hitomi dan perdana mentri!!!???"
"Oh, kalian berdua baru menyadarinya ya." ucap Heike, dan ternyata kejadiannya memang seperti itu. "Aaaah, dasar jenis langka bodoh!!!" teriak Toki.
Bersambung ke Cøde:Breaker Chapter 29
Comments
Post a Comment