Sebelumnya : Change Guy Chapter 1 Bagian 1
"Gara-gara kau aku jadi tak bisa menyelesaikan bersih-bersihku!!"
"Ah, ma-maafkan aku, aku tidak tahu." ucap Choi Woo-Soo sambil bergegas memasukan bukunya ke dalam tas. "Perpustakaanya akan segera tutup, jadi cepatlah pulang ke rumah."
Sebenarnya Choi Woo-Soo bukanlah anak yang benar-benar cerdas. Rahasianya hanyalah konsentrasi dan ketekunan dalam belajar. Bahkan saat berjalanpun, ia masih sempat-sempatnya membaca buku. "Nomor satu jawabannya tiga, nomor dua jawabannya empat ..."
"Bocah itu berjalan sambil membaca buku?"
"Hah, akhirnya aku selesai menjawab semuanya. Sekarang waktunya untuk memeriksa jawabanku." iapun pergi. Sementara itu, tukang bersih-bersih melanjutkan pekerjaannya, "Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat, la la la ..."
"Aaaaaaaakhhh!!!!" Tiba-tiba terdengar teriakan Choi Woo-Soo. "A-apa itu!?" ucap kaget tukang bersih-bersih. "Ja-jangan-jangan dia ..." Lelaki itu mengira kalau Choi Woo-Soo terjatuh di tangga karena keasyikan membaca buku. Iapun langsung berlari keluar untuk melihat keadaannya.
"Bodoh!! Harusnya kau lihat jalan kalau mau turun tangga!! Aku tahu ini akan terjadi, dasar bodoh!!!" lelaki itu keluar dan kaget. "Eh? Dia tidak terluka sama sekali??"
"Aaaaah, sial!!!" ternyata Choi Woo-Soo berteriak bukan karena ia jatuh. "Jawaban nomor 23 adalah satu, aku jadi tak bisa mendapat nilai sempurna karena ini, sial!!! Huh, aku harus mempelajari soal nomor ini lagi."
Choi Woo-Soo telah membuat peraturan untuk tidak salah di soal dengan jenis yang sama untuk kedua kalinya.
Seorang lelaki dan wanita ilmuan sedang melakukan suatu percobaan. Di depan mereka, terdapat dua tabung dimana tabung pertama berisi kucing sedangkan tabung kedua berisi anjing. Percobaan dilakukan, dan secara mengejutkan kucing dan anjing itu bertukar.
Tabung pemindah yang mereka ciptakan benar-benar berhasil. Si kucing berpindah ke tempat si anjing berada, begitu juga sebaliknya. Kucing dan anjing itu bertukar posisi.
"Professor!! Kita berhasil!! Ini keajaiban!!!" ucap ilmuan laki-laki. "Yeah, akhirnya kita berhasil melakukannya."
"Kita?" ilmuan wanita memasang tampang kesal. "Ah, benar, ini semua pekerjaanmu." ucap ilmuan laki-laki.
"Mulai sekarang, orang-orang akan bisa menghemat waktu dan bahan dengan menggunakan Cross Bater hasil penemuanku."
"Anda memang hebat, professor!!!"
Cross Bater adalah suatu alat pemindah. Misalnya ada orang dari Amerika ingin pergi ke Korea, dan sebaliknya ada orang yang dari Korea ingin pergi ke Amerika, dengan alat itu mereka akan bertukar dengan cepat dan mudah tanpa harus menaiki pesawat ataupun kapal laut.
Atas keberhasilan ini, ilmuan wanita itu sampai menangis karena terharu.
"Akhirnya anda berhasil menciptakan penemuan yang akan berguna bagi dunia. Selamat, prpfessor, hiks." ilmuan lelaki ikut terharu. Tapi kemudian, ternyata, "Hanya dengan membayangkan berapa banyak uang yang bisa kudapat, aku jadi senang sampai menangis, hiks"
Deg, ilmuan lelaki salah paham.
"Oh iya, sekarang kita harus mengumumkannya pada dunia. Orang-orang pasti akan kaget dengan ini." ucap lelaki ilmuan. Tapi, ilmuan wanita masih merasa ada yang mengganjal. "Belum saatnya." ucap wanita itu. "Kenapa?"
"Mesin impian ini, Cross Bater, pertama-tama harus dicobakan pada manusia terlebih dahulu. Hanya kalau berhasil pada manusialah, baru alat ini akan diterima. Jadi, kau bisa kan mencarikan manusia sebagai obyek percobaan?"
"A-aku? Bagaimana bisa??"
"Kalau kamu tidak mau mencari ya terpaksa kamu yang aku jadikan sebagai bahan percobaannya. Dan jangan khawatir, ini tak akan membunuhmu kok."
"Eeeh!?"
Akhirnya ilmuan lelaki setuju dan mau mencari. Maka, dimulailah perburuan mereka dalam mencari kelinci percobaan. Akan tetapi, tanpa mereka sadari, kucing dan anjing tadi keluar dari tabungnya. Dan yang mengejutkan, si anjing bersikap bagaikan kucing dan begitu juga sebaliknya.
Kedua ilmuan itu pergi ke stasiun untuk memulai pencarian mereka. Ilmuan wanita meminta si lelaki untuk mencari ke dalam kereta. Awalnya, ilmuan lelaki itu tenang-tenang saja. Tapi kemudian, saat kereta tiba, dan pintu terbuka, ekspresi wajahnya berubah. Di gerbong tersebut, duduk kumpulan berandal.
"A-apa ..."
"Kalau kau mau masuk? Cepatlah, sialan." ucap salah seorang dari mereka. Ilmuan itu ketakutan, dan kemudian membatalkan niatnya. Mereka berduapun pergi, mencari lokasi lain untuk mencari kelinci percobaan.
"Huh, kami butuh spasi agar bisa duduk dengan nyaman."
"Jangan biarkan siapapun duduk di sini."
Hampir setengah dari gerbong kereta itu diduduki oleh kumpulan preman itu. Sementara setengah lainnya, digunakan oleh orang-orang biasa sambil berdesakan. Mereka semua lebih memilih untuk berdesak-desakkan daripada mengganggu kenyamanan para berandal tersebut.
Tapi kemudian, sebelum pintu gerbong kembali tertutup, dengan santainya Choi Woo-Soo masuk dan duduk di antara berandal-berandal itu. "Beruntung sekali nasibku hari ini, keretanya sepi jadi tak perlu berdesak-desakkan." ucapnya tanpa peduli sekitar.
"Cih, bocah sialan ini ..."
"Apa dia tak kenal dengan rasa takut, hah?" pikir para berandal. Sementara pemuda berkacamata itu, ia tetap tenang dan bahkan sempat-sempatnya membuka buku untuk belajar.
"Hah, kau ..." berandal di sebelah kanan dan kiri Choi Woo-Soo bangun dari tempat duduknya, dan bersiap untuk menghajar anak itu. "Kukirim kau ke neraka!!!"
Buakkkk!!! Terdengar suara pukulan dari sebelah mereka. Sebelum dua preman itu menghajar anak tadi, salah seorang teman mereka terlebih dahulu dihajar oleh seorang pemuda misterius. "Si-siapa kau!?"
Selanjutnya : Change Guy Chapter 1 Bagian 3
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Gara-gara kau aku jadi tak bisa menyelesaikan bersih-bersihku!!"
"Ah, ma-maafkan aku, aku tidak tahu." ucap Choi Woo-Soo sambil bergegas memasukan bukunya ke dalam tas. "Perpustakaanya akan segera tutup, jadi cepatlah pulang ke rumah."
Sebenarnya Choi Woo-Soo bukanlah anak yang benar-benar cerdas. Rahasianya hanyalah konsentrasi dan ketekunan dalam belajar. Bahkan saat berjalanpun, ia masih sempat-sempatnya membaca buku. "Nomor satu jawabannya tiga, nomor dua jawabannya empat ..."
"Bocah itu berjalan sambil membaca buku?"
"Hah, akhirnya aku selesai menjawab semuanya. Sekarang waktunya untuk memeriksa jawabanku." iapun pergi. Sementara itu, tukang bersih-bersih melanjutkan pekerjaannya, "Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat, la la la ..."
"Aaaaaaaakhhh!!!!" Tiba-tiba terdengar teriakan Choi Woo-Soo. "A-apa itu!?" ucap kaget tukang bersih-bersih. "Ja-jangan-jangan dia ..." Lelaki itu mengira kalau Choi Woo-Soo terjatuh di tangga karena keasyikan membaca buku. Iapun langsung berlari keluar untuk melihat keadaannya.
"Bodoh!! Harusnya kau lihat jalan kalau mau turun tangga!! Aku tahu ini akan terjadi, dasar bodoh!!!" lelaki itu keluar dan kaget. "Eh? Dia tidak terluka sama sekali??"
"Aaaaah, sial!!!" ternyata Choi Woo-Soo berteriak bukan karena ia jatuh. "Jawaban nomor 23 adalah satu, aku jadi tak bisa mendapat nilai sempurna karena ini, sial!!! Huh, aku harus mempelajari soal nomor ini lagi."
Choi Woo-Soo telah membuat peraturan untuk tidak salah di soal dengan jenis yang sama untuk kedua kalinya.
Seorang lelaki dan wanita ilmuan sedang melakukan suatu percobaan. Di depan mereka, terdapat dua tabung dimana tabung pertama berisi kucing sedangkan tabung kedua berisi anjing. Percobaan dilakukan, dan secara mengejutkan kucing dan anjing itu bertukar.
Tabung pemindah yang mereka ciptakan benar-benar berhasil. Si kucing berpindah ke tempat si anjing berada, begitu juga sebaliknya. Kucing dan anjing itu bertukar posisi.
"Professor!! Kita berhasil!! Ini keajaiban!!!" ucap ilmuan laki-laki. "Yeah, akhirnya kita berhasil melakukannya."
"Kita?" ilmuan wanita memasang tampang kesal. "Ah, benar, ini semua pekerjaanmu." ucap ilmuan laki-laki.
"Mulai sekarang, orang-orang akan bisa menghemat waktu dan bahan dengan menggunakan Cross Bater hasil penemuanku."
"Anda memang hebat, professor!!!"
Cross Bater adalah suatu alat pemindah. Misalnya ada orang dari Amerika ingin pergi ke Korea, dan sebaliknya ada orang yang dari Korea ingin pergi ke Amerika, dengan alat itu mereka akan bertukar dengan cepat dan mudah tanpa harus menaiki pesawat ataupun kapal laut.
Atas keberhasilan ini, ilmuan wanita itu sampai menangis karena terharu.
"Akhirnya anda berhasil menciptakan penemuan yang akan berguna bagi dunia. Selamat, prpfessor, hiks." ilmuan lelaki ikut terharu. Tapi kemudian, ternyata, "Hanya dengan membayangkan berapa banyak uang yang bisa kudapat, aku jadi senang sampai menangis, hiks"
Deg, ilmuan lelaki salah paham.
"Oh iya, sekarang kita harus mengumumkannya pada dunia. Orang-orang pasti akan kaget dengan ini." ucap lelaki ilmuan. Tapi, ilmuan wanita masih merasa ada yang mengganjal. "Belum saatnya." ucap wanita itu. "Kenapa?"
"Mesin impian ini, Cross Bater, pertama-tama harus dicobakan pada manusia terlebih dahulu. Hanya kalau berhasil pada manusialah, baru alat ini akan diterima. Jadi, kau bisa kan mencarikan manusia sebagai obyek percobaan?"
"A-aku? Bagaimana bisa??"
"Kalau kamu tidak mau mencari ya terpaksa kamu yang aku jadikan sebagai bahan percobaannya. Dan jangan khawatir, ini tak akan membunuhmu kok."
"Eeeh!?"
Akhirnya ilmuan lelaki setuju dan mau mencari. Maka, dimulailah perburuan mereka dalam mencari kelinci percobaan. Akan tetapi, tanpa mereka sadari, kucing dan anjing tadi keluar dari tabungnya. Dan yang mengejutkan, si anjing bersikap bagaikan kucing dan begitu juga sebaliknya.
Kedua ilmuan itu pergi ke stasiun untuk memulai pencarian mereka. Ilmuan wanita meminta si lelaki untuk mencari ke dalam kereta. Awalnya, ilmuan lelaki itu tenang-tenang saja. Tapi kemudian, saat kereta tiba, dan pintu terbuka, ekspresi wajahnya berubah. Di gerbong tersebut, duduk kumpulan berandal.
"A-apa ..."
"Kalau kau mau masuk? Cepatlah, sialan." ucap salah seorang dari mereka. Ilmuan itu ketakutan, dan kemudian membatalkan niatnya. Mereka berduapun pergi, mencari lokasi lain untuk mencari kelinci percobaan.
"Huh, kami butuh spasi agar bisa duduk dengan nyaman."
"Jangan biarkan siapapun duduk di sini."
Hampir setengah dari gerbong kereta itu diduduki oleh kumpulan preman itu. Sementara setengah lainnya, digunakan oleh orang-orang biasa sambil berdesakan. Mereka semua lebih memilih untuk berdesak-desakkan daripada mengganggu kenyamanan para berandal tersebut.
Tapi kemudian, sebelum pintu gerbong kembali tertutup, dengan santainya Choi Woo-Soo masuk dan duduk di antara berandal-berandal itu. "Beruntung sekali nasibku hari ini, keretanya sepi jadi tak perlu berdesak-desakkan." ucapnya tanpa peduli sekitar.
"Cih, bocah sialan ini ..."
"Apa dia tak kenal dengan rasa takut, hah?" pikir para berandal. Sementara pemuda berkacamata itu, ia tetap tenang dan bahkan sempat-sempatnya membuka buku untuk belajar.
"Hah, kau ..." berandal di sebelah kanan dan kiri Choi Woo-Soo bangun dari tempat duduknya, dan bersiap untuk menghajar anak itu. "Kukirim kau ke neraka!!!"
Buakkkk!!! Terdengar suara pukulan dari sebelah mereka. Sebelum dua preman itu menghajar anak tadi, salah seorang teman mereka terlebih dahulu dihajar oleh seorang pemuda misterius. "Si-siapa kau!?"
Selanjutnya : Change Guy Chapter 1 Bagian 3
Comments
Post a Comment