Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 198 Bagian 4
"Uwooo!!!" Sorakan penonton semakin menjadi.
Pikon telah berada di arena. Sementara Goku, ia masih makan. "Son Goku!! Cepatlah naik ke atas arena!!"
"Berhenti makan!!" Kaiou Utara menarik daging yang hendak Goku makan. "Sekarang kau ada di babak final!!"
"Eh? Jadi Son Goku sedang makan ya?"
"Ini konyol sekali, dasar orang aneh!!" ucap Kaio Barat.
"Apa dia hanya bersikap tenang? Atau dia memang bodoh?" Pikir Pikon.
Di luar, tempat Kaio Timur dan para petarungnya berlatih. "Cepat cepat!! Lari terus!!" Perintahnya. Dan kemudian, "Sepertinya finalnya akan segera dimulai. Kalian teruslah berlari!! Kalau berhenti akan kuhukum!!" ucapnya dan kemudian ia pergi menuju stadiun.
Kembali ke stadiun, Goku dan Pikon telah sama-sama berada di dalam arena. Mereka berdua saling berhadapan. Hingga akhirnya, "Pertarungan dimulai!!"
Dooong!!!
"Hyaaaa!!!!" Goku berlari ke arah Pikon. Ia lalu memukul, menendang, dan semuanya tepat mengenai lawan. Kelihatannya, lawan memang sengaja untuk menerima serangannya.
"Kenapa kau tidak menghindar?"
Pikon tersenyum meremehkan.
"Oh, begitu." ucap Goku, "Kau jangan mengira kalau seranganku itu lemah, karena aku belum menggunakan kekuatanku yang sebenarnya."
"Kita lihat saja!!!" Pikon memukul pipi Son Goku, membuatnya jauh terpental. Dan kemudian dari bawah, ia menembakan dua tembakan dari kedua telapak tangannya. Untung saja, Goku bisa menghindarinya. Ia muncul di atas kepala Pikon, dan kemudian menyerang dari sana. Namun kali ini, lawannya tersebut menghindar.
Pikon terbang jauh ke atas, dan kemudian menembaki Goku secara bertubi-tubi.
Goku tak mau kalah. Setelah menghindar, ia balik menembak. Mereka saling tembak.
Keduanya lalu kembali ke arena, dan kemudian beradu kekuatan tangan.
"Aaarkhhh!!!" Goku mendorong Pikon hingga hampir keluar dari arena.
"Hati-hati Pikon! Jangan sampai terjatuh dari ring!!!" Teriak Kaio Barat.
"Cepat kalahkan dia, Goku!!" Perintah Kaiou Utara.
"Pertarungan yang menakjubkan." ucap Dai Kaio.
Namun tepat sebelum Pikon keluar, ia balik mendorong tubuh Goku. "Sekarang adalah giliranku, apa cuma itu saja kekuatanmu, Goku? Terimalah!!"
Layaknya Pikon tadi, tubuh Goku terdorong. Namun tidak sampai pinggir arena, Goku langsung bisa menahannya saat berada di tengah arena. "Dia tak pernah menyerah." Pikir Pikon.
"Ini mustahil ..."
"Hyaaa!!!" Pikon lalu menendang Son Goku. Namun, ia berhasil menghindar dengan meloncat ke atas. Selanjutnya mereka berdiri, diam sejenak dan kembali lagi saling bertatap-tatapan.
"Ternyata kau lebih kuat dari yang aku perkirakan, Goku." ucap Pikon.
"Gau juga hebat, aku jadi semakin senang dan bersemangat."
Setelahnya, Pikon membuka ikat pinggangnya, kemudian penutup kepala, serta jubahnya.
"Uwooo, Pikon membuka pakaiannya, apakah yang akan dilakukannya!?"
Pikon melempar pakaian-pakaiannya itu dan, buaghh!! Tampak begitu berat. Bahkan lantai arena sampai pecah dibuatnya. Dan saat Goku mencoba untuk mengangkatnya, ternyata memang berat. "I-Ini ... Jadi tadi itu baru pemanasan ya?" ucap Goku. "Kau seperti Picollo."
"Picollo?"
"ya, dia adalah seorang petarung yang hebat sepertimu." Goku melempar pakaian tadi hingga jatuh diluar arena.
"Mari kita mulai." ucap Pikon.
"Baiklah kalau begitu ..." Son Goku juga bersiap. Dan ...
"Hyaaaa!!!!" Ia mengumpulkan kekuatan, dan kemudian berubah ke mode super saiya. Ya, akhirnya Goku serius. "Sekarang aku sudah siap, mari kita bertarung."
Pikon tersenyum, semakin bersemangat untuk menghadapi Son Goku.
Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 199
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Uwooo!!!" Sorakan penonton semakin menjadi.
Pikon telah berada di arena. Sementara Goku, ia masih makan. "Son Goku!! Cepatlah naik ke atas arena!!"
"Berhenti makan!!" Kaiou Utara menarik daging yang hendak Goku makan. "Sekarang kau ada di babak final!!"
"Eh? Jadi Son Goku sedang makan ya?"
"Ini konyol sekali, dasar orang aneh!!" ucap Kaio Barat.
"Apa dia hanya bersikap tenang? Atau dia memang bodoh?" Pikir Pikon.
Di luar, tempat Kaio Timur dan para petarungnya berlatih. "Cepat cepat!! Lari terus!!" Perintahnya. Dan kemudian, "Sepertinya finalnya akan segera dimulai. Kalian teruslah berlari!! Kalau berhenti akan kuhukum!!" ucapnya dan kemudian ia pergi menuju stadiun.
Kembali ke stadiun, Goku dan Pikon telah sama-sama berada di dalam arena. Mereka berdua saling berhadapan. Hingga akhirnya, "Pertarungan dimulai!!"
Dooong!!!
"Hyaaaa!!!!" Goku berlari ke arah Pikon. Ia lalu memukul, menendang, dan semuanya tepat mengenai lawan. Kelihatannya, lawan memang sengaja untuk menerima serangannya.
"Kenapa kau tidak menghindar?"
Pikon tersenyum meremehkan.
"Oh, begitu." ucap Goku, "Kau jangan mengira kalau seranganku itu lemah, karena aku belum menggunakan kekuatanku yang sebenarnya."
"Kita lihat saja!!!" Pikon memukul pipi Son Goku, membuatnya jauh terpental. Dan kemudian dari bawah, ia menembakan dua tembakan dari kedua telapak tangannya. Untung saja, Goku bisa menghindarinya. Ia muncul di atas kepala Pikon, dan kemudian menyerang dari sana. Namun kali ini, lawannya tersebut menghindar.
Pikon terbang jauh ke atas, dan kemudian menembaki Goku secara bertubi-tubi.
Goku tak mau kalah. Setelah menghindar, ia balik menembak. Mereka saling tembak.
Keduanya lalu kembali ke arena, dan kemudian beradu kekuatan tangan.
"Aaarkhhh!!!" Goku mendorong Pikon hingga hampir keluar dari arena.
"Hati-hati Pikon! Jangan sampai terjatuh dari ring!!!" Teriak Kaio Barat.
"Cepat kalahkan dia, Goku!!" Perintah Kaiou Utara.
"Pertarungan yang menakjubkan." ucap Dai Kaio.
Namun tepat sebelum Pikon keluar, ia balik mendorong tubuh Goku. "Sekarang adalah giliranku, apa cuma itu saja kekuatanmu, Goku? Terimalah!!"
Layaknya Pikon tadi, tubuh Goku terdorong. Namun tidak sampai pinggir arena, Goku langsung bisa menahannya saat berada di tengah arena. "Dia tak pernah menyerah." Pikir Pikon.
"Ini mustahil ..."
"Hyaaa!!!" Pikon lalu menendang Son Goku. Namun, ia berhasil menghindar dengan meloncat ke atas. Selanjutnya mereka berdiri, diam sejenak dan kembali lagi saling bertatap-tatapan.
"Ternyata kau lebih kuat dari yang aku perkirakan, Goku." ucap Pikon.
"Gau juga hebat, aku jadi semakin senang dan bersemangat."
Setelahnya, Pikon membuka ikat pinggangnya, kemudian penutup kepala, serta jubahnya.
"Uwooo, Pikon membuka pakaiannya, apakah yang akan dilakukannya!?"
Pikon melempar pakaian-pakaiannya itu dan, buaghh!! Tampak begitu berat. Bahkan lantai arena sampai pecah dibuatnya. Dan saat Goku mencoba untuk mengangkatnya, ternyata memang berat. "I-Ini ... Jadi tadi itu baru pemanasan ya?" ucap Goku. "Kau seperti Picollo."
"Picollo?"
"ya, dia adalah seorang petarung yang hebat sepertimu." Goku melempar pakaian tadi hingga jatuh diluar arena.
"Mari kita mulai." ucap Pikon.
"Baiklah kalau begitu ..." Son Goku juga bersiap. Dan ...
"Hyaaaa!!!!" Ia mengumpulkan kekuatan, dan kemudian berubah ke mode super saiya. Ya, akhirnya Goku serius. "Sekarang aku sudah siap, mari kita bertarung."
Pikon tersenyum, semakin bersemangat untuk menghadapi Son Goku.
Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 199
Comments
Post a Comment