Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 199 Bagian 2
Benturan terjadi antara Pikkon yang melesat dan tembakan Goku itu. Namun dengan kekuatannya, Pikkon mampu mendorong tembakan itu secara perlahan. Sampai akhirnya tembakan Goku benar-benar terdorong, Pikkon sampai tepat di depan Son Goku, dan langsung menendangnya.
Goku hampir terjatuh ke luar arena, untung saja ia cepat dan kembali meloncat ke tengah.
"Haah, haah ..." Mereka berdua sama-sama kelelahan.
"Hampir saja, hampir saja dia mengalahkannya." ucap Kaio Barat.
"Fiuhh ..." Kaiou Utara lega.
"Menakjubkan." ucap Kaio Timur. "Sekarang aku mengerti kenapa timku tak bisa masuk ke babak kedua. Bahkan lima ratus tahun masih terlalu dini untuk melawannya."
Kaio Timur kemudian berbucara pada Dai Kaio, "Dai Kaio-sama, setelah pertarungan ini, kau sendiri yang akan melatih salah satu dari mereka, kan?"
"Benarkah? APa aku telah berjanji seperti itu ya?" pikir Dai Kaio. "Aku tidak ingat sama sekali."
Kembali ke arena, mereka masih berdiri, mengisi kembali tenaga. "Aku tak mengira kalau kau sekuat ini." ucap Pikkon.
"Kau juga sangat kuat." Balas Son Goku. "Aku selalu merasa senang dan bersemangat jika aku bertarung melawan orang yang kuat."
"Aku juga. Dan aku akan segera menyelesaikannya." Pikkon bersiap untuk melancarkan suatu serangan.
"Apa!?" Goku kaget, Pikkon melakukan suatu gerakan-gerakan persiapan, sampai pada akhirnya, "Thunder ... Flash!!!" ia menembakan suatu tembakan api dari kedua tangannya. Goku tak mampu menghindar, tembakan berupa api yang membara itu menabrak tubuhnya.
Hampir saja Goku keluar arena, untung saja ia hanya rebah di pinggir arena. Goku mencoba untuk kembali bangun, meski itu terlihat sulit. "Sial, aku tak bisa melihat serangannya ..." Pikir Goku.
Hanya karena imbasnya saja, pakaian para penonton, keempat Kaio, bahkan Dai Kaio, terlihat sedikit gosong.
Goku berdiri kembali, sementara Pikkon telah kembali bersiap untuk menembakan serangan tadi. Tubuh Goku gemetar, "Aku ... kalah?"
"Thunder ... Flash!!!!"
Goku mencoba untuk bertahan, namun lagi-lagi serangan itu berhasil menjatuhkannya. Serangan Pikkon memang begitu kuat, hingga bahkan membuat seluruh tempat di sekitar arena berguncang hebat.
"Haaa!!!!" Pikkon terbang dan menembak Goku yang rebah. Namun kali ini, dengan cepat Goku menghindar, terbang jauh ke atas. Pikkon menyusulnya, dan tampakknya pertarungan akan dilanjutkan dengan pertandingan udara.
"Kita hampir hangus terbakar." ucap Kaio Timur.
"Arena yang sudah susah payah kita buat menjadi hancur berantakan." ucap Kaio Selatan.
"Pi-Pikkon ... Dia memakai jurus itu tanpa peduli kalau aku juga ada di sini!?" Kaio Barat kesal karena cerminnya sampai retak. "Aku harus bilang padanya untuk tidak melakukan itu lagi!"
Mereka telah sama-sama berada di atas, kemudian saling serang, saling tembak. Dan tembakan ini menciptakan ledakan yang membuat keduanya sama-sama terdorong jauh ke belakang.
"Kemana perginya Pikkon dan Goku!?" Mereka tak bisa dilihat dari bawah karena terlalu tinggi. "Mereka terbang ke udara, tapi kemudian menghilang, apa yang sebenarnya terjadi!?"
"Mereka benar-benar tangguh." Pikir Dai Kaio.
Mereka berdua terlempar ke belakang begitu jauh, sampai kemudian menginjak pinggir langit-langit dan kembali memantulkan diri, melesat ke arah masing-masing. Goku dan Pikkon lalu saling pukul, tendang, tahan, menghindar. Begitu kuat.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 199 Bagian 4
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Benturan terjadi antara Pikkon yang melesat dan tembakan Goku itu. Namun dengan kekuatannya, Pikkon mampu mendorong tembakan itu secara perlahan. Sampai akhirnya tembakan Goku benar-benar terdorong, Pikkon sampai tepat di depan Son Goku, dan langsung menendangnya.
Goku hampir terjatuh ke luar arena, untung saja ia cepat dan kembali meloncat ke tengah.
"Haah, haah ..." Mereka berdua sama-sama kelelahan.
"Hampir saja, hampir saja dia mengalahkannya." ucap Kaio Barat.
"Fiuhh ..." Kaiou Utara lega.
"Menakjubkan." ucap Kaio Timur. "Sekarang aku mengerti kenapa timku tak bisa masuk ke babak kedua. Bahkan lima ratus tahun masih terlalu dini untuk melawannya."
Kaio Timur kemudian berbucara pada Dai Kaio, "Dai Kaio-sama, setelah pertarungan ini, kau sendiri yang akan melatih salah satu dari mereka, kan?"
"Benarkah? APa aku telah berjanji seperti itu ya?" pikir Dai Kaio. "Aku tidak ingat sama sekali."
Kembali ke arena, mereka masih berdiri, mengisi kembali tenaga. "Aku tak mengira kalau kau sekuat ini." ucap Pikkon.
"Kau juga sangat kuat." Balas Son Goku. "Aku selalu merasa senang dan bersemangat jika aku bertarung melawan orang yang kuat."
"Aku juga. Dan aku akan segera menyelesaikannya." Pikkon bersiap untuk melancarkan suatu serangan.
"Apa!?" Goku kaget, Pikkon melakukan suatu gerakan-gerakan persiapan, sampai pada akhirnya, "Thunder ... Flash!!!" ia menembakan suatu tembakan api dari kedua tangannya. Goku tak mampu menghindar, tembakan berupa api yang membara itu menabrak tubuhnya.
Hampir saja Goku keluar arena, untung saja ia hanya rebah di pinggir arena. Goku mencoba untuk kembali bangun, meski itu terlihat sulit. "Sial, aku tak bisa melihat serangannya ..." Pikir Goku.
Hanya karena imbasnya saja, pakaian para penonton, keempat Kaio, bahkan Dai Kaio, terlihat sedikit gosong.
Goku berdiri kembali, sementara Pikkon telah kembali bersiap untuk menembakan serangan tadi. Tubuh Goku gemetar, "Aku ... kalah?"
"Thunder ... Flash!!!!"
Goku mencoba untuk bertahan, namun lagi-lagi serangan itu berhasil menjatuhkannya. Serangan Pikkon memang begitu kuat, hingga bahkan membuat seluruh tempat di sekitar arena berguncang hebat.
"Haaa!!!!" Pikkon terbang dan menembak Goku yang rebah. Namun kali ini, dengan cepat Goku menghindar, terbang jauh ke atas. Pikkon menyusulnya, dan tampakknya pertarungan akan dilanjutkan dengan pertandingan udara.
"Kita hampir hangus terbakar." ucap Kaio Timur.
"Arena yang sudah susah payah kita buat menjadi hancur berantakan." ucap Kaio Selatan.
"Pi-Pikkon ... Dia memakai jurus itu tanpa peduli kalau aku juga ada di sini!?" Kaio Barat kesal karena cerminnya sampai retak. "Aku harus bilang padanya untuk tidak melakukan itu lagi!"
Mereka telah sama-sama berada di atas, kemudian saling serang, saling tembak. Dan tembakan ini menciptakan ledakan yang membuat keduanya sama-sama terdorong jauh ke belakang.
"Kemana perginya Pikkon dan Goku!?" Mereka tak bisa dilihat dari bawah karena terlalu tinggi. "Mereka terbang ke udara, tapi kemudian menghilang, apa yang sebenarnya terjadi!?"
"Mereka benar-benar tangguh." Pikir Dai Kaio.
Mereka berdua terlempar ke belakang begitu jauh, sampai kemudian menginjak pinggir langit-langit dan kembali memantulkan diri, melesat ke arah masing-masing. Goku dan Pikkon lalu saling pukul, tendang, tahan, menghindar. Begitu kuat.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 199 Bagian 4
Comments
Post a Comment