Sebelumnya : Dragon Ball Z Kai Episode 199
Tujuh tahun telah berlalu setelah Gohan dengan bantuan ayahnya berhasil mengalahkan Cell. Selama selang waktu tersebut, kehidupan di Bumi kembali menjadi normal. Para penduduk kembali bisa merasakan kedamaian, dan semuanya berlalu begitu saja. Namun, akankah kedamaian itu terus bertahan, tak ada yang bisa menjaminnya.
Suatu hari yang cerah, mobil berwarna biru muda tiba-tiba saja berhenti tepat di depan sebuah bank. Pintu mobil terbuka, dan beberapa bertopeng dengan senjata api di tangan masuk ke dalam bank tersebut. Kelihatannya, mereka adalah perambok.
Dor Dor!! Kawanan perampok tersebut tak segan-segan untuk membunuh salah seorang pegawai bank. Pegawai yang lain ketakutan, dan tak mampu melawan. Bagaimanapun mereka hanyalah wanita dan lelaki lemah, sementara perampoknya membawa senjata api.
Jauh dari bank tadi, jauh dari kota tempat bank tadi berada, terlihat Gohan sedang bergegas menuju ke sekolah. Bukan dengan jalan kaki, apalagi naik mobil, Gohan berangkat dengan menggunakan awan kinton.
Ini akan menjadi hari pertama Son Gohan bersekolah. Awan Kinton terbang melewati pegunungan, pedesaan, sampai akhirnya di kota tempat sekolah Son Gohan berada. "Sepertinya sudah sampai, aku harus segera turun." ucap Gohan dan kemudian terjun dari awan itu. "Bye bye, Kinton! Setelah pulang nanti, jemput aku lagi ya."
Awan Kinton melesat kembali ke tempatnya, sementara Gohan mendarat di sebuah jalan yang sepi. Tak ada siapa-siapa di sana, dan Gohan memang tak ingin ada orang yang melihatnya datang dengan menggunakan awan sebagai kendaraan.
Sekarang adalah masa damai. Hal-hal semacam kekuatan super pasti akan dianggap aneh.
Di depan Gohan, terpampang sebuah plang bergambar Mr.Satan. Pasca kekalahan Cell, orang-orang mengira kalau ialah yang telah menyelamatkan Bumi dan menganggapnya sebagai pahlawan. Dan kota tempat Gohan bersekolah, tak lain adalah kota tempat Mr.Satan tinggal, Satan city.
"Ayah, sekarang aku berada di satan city untuk menuntut ilmu." lamun Gohan. "Seperti dugaanku, ternyata Mr.Satan memegang peranan penting di kota ini. Satan city, ini pasti akan menjadi menarik." Gohan melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan jalan kaki, berlari.
Kembali ke perampokkan, "Hei, cepat serahkan seluruh uang kalian pada kami!!" Perampok menodongnya senjata apinya. "Apa kalian ingin mati, hah?? Jangan membuang-buang waktu kami!"
Perempuan pegawai bankpun memasukkan beberapa tumpuk uang ke dalam tas yang sudah perampok siapkan. Pistol perampok berada tepat beberapa centi di depan kepalanya. Jadi, tak ada kesempatan untuk menolak apalagi melawan. "Cepat masukkan semuanya!!" Perintah perampok.
"Oi, sepertinya polisi akan segera datang." ucap salah seorang dari mereka. Kemudian yang lain berkata, "Oke, ayo cepat kita pergi dari sini. Tapi ..." Mereka kembali menodong para pegawai, "Setelah uang yang kami rampok kali ini habis, kami akan mampi lagi kemari! Yaahaha!!!"
"Aaah, sepertinya aku terlalu banyak membuang-buang waktu." ucap Gohan sambil melihat ke arah jam tangannya. Dari tadi, ia memang hanya berlari dengan pelan, takut kalau nanti ada yang tahu kehebatannya. Tapi kemudian, setelah melihat kanan kiri dan tak ada siapa-siapa, iapun memutuskan untuk berlari dengan kecepatan super, "Baiklah!" Whusss ...
Gohan terus berlari. Tapi kemudian, langkahnya tiba-tiba saja terhenti saat mendengar suara tembakkan. Ternyata asalnya dari pintu bank tadi. Perampok-perampok itu telah keluar, dan sekarang sedang beradu tembakan dengan polisi. "Yaahaha, tembak terus!!!" Kelima perampok menembaki mobil polisi.
Polisi yang datang hanyalah dua orang. Jadi, mereka kalah jumlah dan hanya bisa bersembunyi di balik mobilnya, pasrah sambil menunggu bantuan.
"Ya ampun ..." ucap Gohan dari kejauhan. "Kehidupan di kota ternyata tak pernah berubah. Hmm, sebaiknya aku berubah agar tak ada yang tahu identitasku." Son Gohan menaruh tasnya, kemudian berubah ke wujud super saiya.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 2
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Tujuh tahun telah berlalu setelah Gohan dengan bantuan ayahnya berhasil mengalahkan Cell. Selama selang waktu tersebut, kehidupan di Bumi kembali menjadi normal. Para penduduk kembali bisa merasakan kedamaian, dan semuanya berlalu begitu saja. Namun, akankah kedamaian itu terus bertahan, tak ada yang bisa menjaminnya.
Suatu hari yang cerah, mobil berwarna biru muda tiba-tiba saja berhenti tepat di depan sebuah bank. Pintu mobil terbuka, dan beberapa bertopeng dengan senjata api di tangan masuk ke dalam bank tersebut. Kelihatannya, mereka adalah perambok.
Dor Dor!! Kawanan perampok tersebut tak segan-segan untuk membunuh salah seorang pegawai bank. Pegawai yang lain ketakutan, dan tak mampu melawan. Bagaimanapun mereka hanyalah wanita dan lelaki lemah, sementara perampoknya membawa senjata api.
-------- Dragon Ball Z Episode 200 --------
Tujuh Tahun setelah Kejadian Itu, Gohan Masuk Sekolah Tinggi!
Teks Version by www.Beelzeta.com
Tujuh Tahun setelah Kejadian Itu, Gohan Masuk Sekolah Tinggi!
Teks Version by www.Beelzeta.com
Jauh dari bank tadi, jauh dari kota tempat bank tadi berada, terlihat Gohan sedang bergegas menuju ke sekolah. Bukan dengan jalan kaki, apalagi naik mobil, Gohan berangkat dengan menggunakan awan kinton.
Ini akan menjadi hari pertama Son Gohan bersekolah. Awan Kinton terbang melewati pegunungan, pedesaan, sampai akhirnya di kota tempat sekolah Son Gohan berada. "Sepertinya sudah sampai, aku harus segera turun." ucap Gohan dan kemudian terjun dari awan itu. "Bye bye, Kinton! Setelah pulang nanti, jemput aku lagi ya."
Awan Kinton melesat kembali ke tempatnya, sementara Gohan mendarat di sebuah jalan yang sepi. Tak ada siapa-siapa di sana, dan Gohan memang tak ingin ada orang yang melihatnya datang dengan menggunakan awan sebagai kendaraan.
Sekarang adalah masa damai. Hal-hal semacam kekuatan super pasti akan dianggap aneh.
Di depan Gohan, terpampang sebuah plang bergambar Mr.Satan. Pasca kekalahan Cell, orang-orang mengira kalau ialah yang telah menyelamatkan Bumi dan menganggapnya sebagai pahlawan. Dan kota tempat Gohan bersekolah, tak lain adalah kota tempat Mr.Satan tinggal, Satan city.
"Ayah, sekarang aku berada di satan city untuk menuntut ilmu." lamun Gohan. "Seperti dugaanku, ternyata Mr.Satan memegang peranan penting di kota ini. Satan city, ini pasti akan menjadi menarik." Gohan melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan jalan kaki, berlari.
Kembali ke perampokkan, "Hei, cepat serahkan seluruh uang kalian pada kami!!" Perampok menodongnya senjata apinya. "Apa kalian ingin mati, hah?? Jangan membuang-buang waktu kami!"
Perempuan pegawai bankpun memasukkan beberapa tumpuk uang ke dalam tas yang sudah perampok siapkan. Pistol perampok berada tepat beberapa centi di depan kepalanya. Jadi, tak ada kesempatan untuk menolak apalagi melawan. "Cepat masukkan semuanya!!" Perintah perampok.
"Oi, sepertinya polisi akan segera datang." ucap salah seorang dari mereka. Kemudian yang lain berkata, "Oke, ayo cepat kita pergi dari sini. Tapi ..." Mereka kembali menodong para pegawai, "Setelah uang yang kami rampok kali ini habis, kami akan mampi lagi kemari! Yaahaha!!!"
"Aaah, sepertinya aku terlalu banyak membuang-buang waktu." ucap Gohan sambil melihat ke arah jam tangannya. Dari tadi, ia memang hanya berlari dengan pelan, takut kalau nanti ada yang tahu kehebatannya. Tapi kemudian, setelah melihat kanan kiri dan tak ada siapa-siapa, iapun memutuskan untuk berlari dengan kecepatan super, "Baiklah!" Whusss ...
Gohan terus berlari. Tapi kemudian, langkahnya tiba-tiba saja terhenti saat mendengar suara tembakkan. Ternyata asalnya dari pintu bank tadi. Perampok-perampok itu telah keluar, dan sekarang sedang beradu tembakan dengan polisi. "Yaahaha, tembak terus!!!" Kelima perampok menembaki mobil polisi.
Polisi yang datang hanyalah dua orang. Jadi, mereka kalah jumlah dan hanya bisa bersembunyi di balik mobilnya, pasrah sambil menunggu bantuan.
"Ya ampun ..." ucap Gohan dari kejauhan. "Kehidupan di kota ternyata tak pernah berubah. Hmm, sebaiknya aku berubah agar tak ada yang tahu identitasku." Son Gohan menaruh tasnya, kemudian berubah ke wujud super saiya.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 200 Bagian 2
Comments
Post a Comment