Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 201 Bagian 4
"Kami telah memberikan uang yang kalian minta, sekarang cepat bebaskan sanderanya!!!" teriak polisi di luar lewat pengeras suara. Akan tetapi, boss perampok itu malah tertawa, "Hahaha, dasar bodoh!!!" lelaki itu kembali menembaki para polisi dan memilih untuk membawa sanderanya kabur, "Ayo kita pergi!!"
"Baik!!!" salah seorang anggota perampok mengemudi dan menerobos blokade yang dibuat oleh mobil polisi. para polisi bersiap untuk menembak, namun sayangnya di sana masih ada sandera.
"Jangan menembak, di sana masih ada sandera!!" ucap ketua polisi.
"Yahaha!!!" kawanan perampok tertawa puas.
Bus yang dibajak adalah kendaraan wisata yang membawa orang-orang jompo. Anehnya, kakek dan nenek yang dijadikan sandera malah senang-senang saja, tak tahu kalau mereka sedang berada dalam bahaya. "Ah, akhirnya busnya jalan juga, aku penasaran kemana mereka akan membawa kita."
"Aku juga tidak tahu, ini pertama kalinya aku diculik." ucap seorang kakek.
"Yaah, aku harap kita diculiknya tidak lama."
"Pak perampok, boleh aku memfoto kalian untuk kenang-kenangan?"
"Diam!! Kalian itu sandera!!!" teriak perampok.
"Ayolah, senyum ..."
pada akhirnya kedua anggota perampok itu mau saja berpose dan difoto.
"Dasar bodoh, perhatikan jalan kalau sedang menyetir!!"
Bus itu melewati daerah perbukitan, sementara mobil-mobil polisi terus saja mengikuti mereka. Ketua perampok itu membuka jendela dan kembali menembaki mereka dari sana. Drdddd!!!!!
Mobil-mobil polisi tergelincir sampai tak bisa mengikuti lagi. "Sial!!!" ucap polisi. Tapi kemudian, dari atas muncullah suatu pesawat berwarna kuning. "Itu helicopter Videl-san!!"
"Videl-san!!!" teriak senang para polisi, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu datang juga.
Helicopter Videl mengejar bus itu. "Boss, lihatlah yang ada di atas kita!!"
"Apa!?" ketua perampok melihat ke arah helicopter Videl. Kemudian ia menembak, namun Videl berhasil menghindari semua tembakannya.
"Uwaaah, dia adalah pahlawan pembela keadilan cepat foto dia!!" ucap kakek-kakek sandera.
Di sisi lain, Great Saiyaman juga semakin mendekat. "Ah, itu dia mereka."
Videl mengaktifkan mode auto-pilot dan turun dari helicopternya, mendarat dengan berani di atas mobil bus yang dibajak. "Lumayan juga ..." ucap Gohan.
Drrrddd!!!! Ketua perampok menembaki atap bus. Untung saja, tembakkan itu tak ada yang mengenai Videl. Tapi ia terus menembak, sampai akhirnya peluru senjata itu habis. "Sial ..." lelaki itu hendak mengisi kembali pelurunya. Namun sebelum sempat mengambil peluru yang ada di sakunya, Videl masuk lewat jendela dan langsung menendangnya.
Di dalam bus, Videl menghajar para perampok itu.
"Habisi mereka, Videl-san!!" ucap para sandera.
Bahkan perampok yang mengemudi, semua dihajar oleh Videl. "Waah, semuanya dihajar oleh Videl-san. Hmm, boleh aku mengambil gambar?" pinta salah seorang sandera. "Aaah ..." Videl merasa tersanjung. Akan tetapi, "Aaah, lihat!!!" teriak salah seorang kakek-kakek. Karena dalam keadaan tak terkendali, bus itu malah melaju dan terjatuh ke dalam jurang.
"Uwaaaaa!!!!!!!" para sandera berteriak, panik, sementara Videl sudah menutup mata. Tapi tiba-tiba, busnya berhenti terjatuh sebelum sampai di dasar jurang. "Apa yang terjadi?" Videl kaget dan kemudian melihat ke luar jendela. "Aaaah!!"
Ternyata Great Saiyaman menolong mereka. Dengan kekuatannya, ia mengangkat bus yang hampir jatuh ke dasar jurang itu.
Para sandera bertepuk tangan. Great Saiyaman membawa busnya kembali ke atas, dan ketiga penjahat itupun diikat.
"Tadi itu perjalanan yang benar-benar menyenangkan."
"Menyenangkan sekali." ucap senang para sandera.
"Kamu ... kamu siapa?" Videl bertanya pada Great Saiyaman. Kemudian, pahlawan baru itupun memasang pose, "Aku adalah pembenci kejahatan, pembela keadilan ... Great Saiyaman!!"
"Sepertinya poseku sudah sempurna." pikir Gohan. Tapi kenyataannya, Videl terdiam dan dalam hati berkata, "Norak sekali. Jadi itu Great Saiyaman."
"Yosh, sampai jumpa, Videl-san." ucap Great Saiyaman dan lalu pergi.
"Eeehh!!?" Videl kaget, "Ba-bagaimana dia bisa tahu namaku!?" pikirnya.
Sementara itu, para sandera masih bersorak. Dengan ini, dimulailah petualangan Gohan sebagai pahlawan baru, Great Saiyaman.
Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 202
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Kami telah memberikan uang yang kalian minta, sekarang cepat bebaskan sanderanya!!!" teriak polisi di luar lewat pengeras suara. Akan tetapi, boss perampok itu malah tertawa, "Hahaha, dasar bodoh!!!" lelaki itu kembali menembaki para polisi dan memilih untuk membawa sanderanya kabur, "Ayo kita pergi!!"
"Baik!!!" salah seorang anggota perampok mengemudi dan menerobos blokade yang dibuat oleh mobil polisi. para polisi bersiap untuk menembak, namun sayangnya di sana masih ada sandera.
"Jangan menembak, di sana masih ada sandera!!" ucap ketua polisi.
"Yahaha!!!" kawanan perampok tertawa puas.
Bus yang dibajak adalah kendaraan wisata yang membawa orang-orang jompo. Anehnya, kakek dan nenek yang dijadikan sandera malah senang-senang saja, tak tahu kalau mereka sedang berada dalam bahaya. "Ah, akhirnya busnya jalan juga, aku penasaran kemana mereka akan membawa kita."
"Aku juga tidak tahu, ini pertama kalinya aku diculik." ucap seorang kakek.
"Yaah, aku harap kita diculiknya tidak lama."
"Pak perampok, boleh aku memfoto kalian untuk kenang-kenangan?"
"Diam!! Kalian itu sandera!!!" teriak perampok.
"Ayolah, senyum ..."
pada akhirnya kedua anggota perampok itu mau saja berpose dan difoto.
"Dasar bodoh, perhatikan jalan kalau sedang menyetir!!"
Bus itu melewati daerah perbukitan, sementara mobil-mobil polisi terus saja mengikuti mereka. Ketua perampok itu membuka jendela dan kembali menembaki mereka dari sana. Drdddd!!!!!
Mobil-mobil polisi tergelincir sampai tak bisa mengikuti lagi. "Sial!!!" ucap polisi. Tapi kemudian, dari atas muncullah suatu pesawat berwarna kuning. "Itu helicopter Videl-san!!"
"Videl-san!!!" teriak senang para polisi, akhirnya yang mereka tunggu-tunggu datang juga.
Helicopter Videl mengejar bus itu. "Boss, lihatlah yang ada di atas kita!!"
"Apa!?" ketua perampok melihat ke arah helicopter Videl. Kemudian ia menembak, namun Videl berhasil menghindari semua tembakannya.
"Uwaaah, dia adalah pahlawan pembela keadilan cepat foto dia!!" ucap kakek-kakek sandera.
Di sisi lain, Great Saiyaman juga semakin mendekat. "Ah, itu dia mereka."
Videl mengaktifkan mode auto-pilot dan turun dari helicopternya, mendarat dengan berani di atas mobil bus yang dibajak. "Lumayan juga ..." ucap Gohan.
Drrrddd!!!! Ketua perampok menembaki atap bus. Untung saja, tembakkan itu tak ada yang mengenai Videl. Tapi ia terus menembak, sampai akhirnya peluru senjata itu habis. "Sial ..." lelaki itu hendak mengisi kembali pelurunya. Namun sebelum sempat mengambil peluru yang ada di sakunya, Videl masuk lewat jendela dan langsung menendangnya.
Di dalam bus, Videl menghajar para perampok itu.
"Habisi mereka, Videl-san!!" ucap para sandera.
Bahkan perampok yang mengemudi, semua dihajar oleh Videl. "Waah, semuanya dihajar oleh Videl-san. Hmm, boleh aku mengambil gambar?" pinta salah seorang sandera. "Aaah ..." Videl merasa tersanjung. Akan tetapi, "Aaah, lihat!!!" teriak salah seorang kakek-kakek. Karena dalam keadaan tak terkendali, bus itu malah melaju dan terjatuh ke dalam jurang.
"Uwaaaaa!!!!!!!" para sandera berteriak, panik, sementara Videl sudah menutup mata. Tapi tiba-tiba, busnya berhenti terjatuh sebelum sampai di dasar jurang. "Apa yang terjadi?" Videl kaget dan kemudian melihat ke luar jendela. "Aaaah!!"
Ternyata Great Saiyaman menolong mereka. Dengan kekuatannya, ia mengangkat bus yang hampir jatuh ke dasar jurang itu.
Para sandera bertepuk tangan. Great Saiyaman membawa busnya kembali ke atas, dan ketiga penjahat itupun diikat.
"Tadi itu perjalanan yang benar-benar menyenangkan."
"Menyenangkan sekali." ucap senang para sandera.
"Kamu ... kamu siapa?" Videl bertanya pada Great Saiyaman. Kemudian, pahlawan baru itupun memasang pose, "Aku adalah pembenci kejahatan, pembela keadilan ... Great Saiyaman!!"
"Sepertinya poseku sudah sempurna." pikir Gohan. Tapi kenyataannya, Videl terdiam dan dalam hati berkata, "Norak sekali. Jadi itu Great Saiyaman."
"Yosh, sampai jumpa, Videl-san." ucap Great Saiyaman dan lalu pergi.
"Eeehh!!?" Videl kaget, "Ba-bagaimana dia bisa tahu namaku!?" pikirnya.
Sementara itu, para sandera masih bersorak. Dengan ini, dimulailah petualangan Gohan sebagai pahlawan baru, Great Saiyaman.
Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 202
Comments
Post a Comment