Sebelumnya : Fairy Tail Chapter 310
Fairy Tail memimpil perolehan pon dengan lima puluh angka. Sekaligus, Fairy Tail merupakan satu-satunya kelompok yang anggotanya masih lengkap. Karena pasca kekalahan Rufus, Sabertooth, yaitu saingan terberat mereka kehilangan satu pemain.
"Aku sudah mengingatnya ...
Aku kalah ...
Melawan Fairy Tail ..."
Rufus rebah di tengah reruntuhan perpustakaan itu, perpustakaan yang merupakan tempat ia dan Gray tadi bertarung, tempat yang menjadi saksi kemampuan dan kecepatan Gray dalam membentuk serangan.
Sementara itu, Natsu dkk masih berada di ruangan bawah tanah. Meski mereka telah mengalahkan para eksekutor kerajaan itu, tetap saja mereka belum tahu jalan keluar.
"Apa benar ini jalannya?" ucap Natsu. Mereka berjalan menelusuri jalan yang ada seadanya.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa sampai kemari, Loki?"
"Aku hanya meloncat dan sampai di sini."
"Harusnya kau juga tahu cara keluarnya." ucap Wendy.
"Lalu, apa Arcadios-sama baik-baik saja?" Tanya Yukino. Kemudian Loki yang menggendong tubuh Arcadios mengatakan kalau kondisinya tidak terlalu parah. "Mengejutkan kalau dia bisa bertahan hidup dari lahar itu."
"Mungkin itu karena kristal yang dipakai di kalungnya. Itu adalah jimat yang kuat." ucap Wendy, "Kristal dari naga itu, kristal naga Zirconis."
"Ngomong-ngomong tentang kristal, aku jadi teringat dengan putri bernama Hisui itu." ucap Yukino. Karena dalam bahasa Jepang, Hisui dapat berarti kristal. "Arcadios-sama meminta kita untuk segera menemui putri itu setelah keluar dari sini." ucap Lucy.
"Dia juga bilang kalau kita harus menentukan sendiri apakah proyek Gerhana itu benar atau tidak, iya kan." ucap Carla.
"Tapi, putri itu yang melempar kita kemari kan!?" ucap Natsu kesal.
Segera setelahnya, tiba-tiba saja gerbang di depan mereka terbuka. "Pintunya terbuka!!" Natsu berguling-guling tak sabar menuju ke sana.
"Kenapa?"
"Apa ini jebakan?"
"Ah!" Natsu sampai tepat di depan gerbang itu dan, sesorang berdiri di depannya. Dan, ia tak lain adalah perempuan misterius yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Orang yang sempat dicurigai oleh Jellal.
"Siapa ... Kau?" Natsu bertanya.
Di dalam Istana, para pasukan melapor ke tuan putri. "Ini gawat, tuan putri!!!"
"Kami mendapat informasi kalau Order of Hungry Wolves telah dikalahkan oleh mereka!!"
"Tidak mungkin!!" ucap penjaga yang ada di dekat tuan putri, "Mereka dikalahkan oleh sekumpulan penyihir seperti mereka!?"
Sementara mereka khawatir, tuan putri malah memasang wajah yang tampak lega.
"Seharusnya anda tak memasang wajah seperti itu." ucap mentri pertahanan yang tiba-tiba saja datang. "Aku tahu apa yang anda pikrikan." ucapnya.
"Durton!!? Bukankah kau seharusnya berada di Domus Frau bersama dengan yang mulia?"
"Aku kembali kemari karena aku mendapat firasat buruk, dan ternyata memang benar." ucap Durton.
"Apa maksudmu? lalu, kenapa kau mengirim Arcadios ke ruang Neraka tanpa pengadilan yang tepat?"
"Dan kau sengaja mengirim Fairy Tail ke sana untuk menyelamatkannya bukan, tuan putri?"
"Huh."
"Jadi tidak salah lagi kau adalah orang di balik proyek Gerhana ya." ucap lelaki itu, "Arcadios berpura-pura menjadi orang jahat di depanku untuk menyembunyikan orang yang sebenarnya bertanggung jawab, yaitu anda."
"Jadi kau sudah tahu sebanyak itu ya." ucap tuan putri, yang ternyata itulah kenyataannya.
"Tuan putri, seharusnya anda mempertimbangkannya kembali. Hal itu sangatlah berbahaya, dunia tak boleh diubah."
"Tidak, kemungkinan dunia ini harus diubah." ucap Tuan putri.
"Kemungkinan?"
"Sebenarnya aku ... berjanji pada orang itu, untuk tidak memberitahukannya pada siapapun. Tapi, sepertinya aku harus mengatakannya padamu mengenai proyek Gerhana dua."
"Dua!?" Durton kaget, ternyata proyek Gerhana tak hanya sebatas itu.
"Proyek Gerhana yang sesungguhnya. Kalau proyek ini gagal, besok, negara ini akan hancur." ucap tuan putri.
Kembali ke arena, arena turnamen sihir terbesar. "Ini merupakan pertandingan terakhir Daimatou Enbu!! Fairy Tail sedang memimpin!! Kemudian disusul oleh Saber Tooth, Lamia Scale, dan Mermaid Heel!! Fairy Tail masih memiliki kelima anggotanya, ini benar-benar sebuah keuntungan bagi mereka!!!" ucap pembawa acara.
"Bagus!!" ucap para penyihir Fairy Tail.
"Kita akan menang!!"
"Ayo kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya!!"
"Kalau perhitunganku benar ...
Juvia dan Shelia akan bertarung." ucap Mavis. Dan ternyata memang benar. Juvia berdiri di suatu tempat sementara Shelia bersiap untuk menyerangnya dari atas.
"Tenjin no ... Boreas!!!"
"Seperti yang diprediksi oleh master." Pikir Juvia. Dan dengan mudah, ia menghindarinya. Tapi kemudian, Shelia berkata, "Kau wanita yang disukai oleh Lyon kan!? Musnahlah!!" Kemudian ia kembali menyerang.
Juvia kaget dan, mampukah ia menghindarinya?
"Itu Shelia yang mampu menyembuhkan lukanya sendiri kan?"
"Bagaimana bisa ia mengalahkannya?" Dua lelaki Fairy Tail khawatir. Sementara, Mavis hanya memasang senyum licik. "Fufufu, ini cukup bagus dia ada di pelabuhan. Sementara, Erza akan bertarung melawan Minerva."
"Minerva!? Perempuan dari Saber Tooth itu!?"
Erza menunggu di suatu tempat sendirian, "Menurut prediksi master pertama, kalau menunggu di sini aku akan bertarung melawan Minerva." Pikirnya. Namun ternyata, yang datang menyerangnya malah Kagura.
"Kagura!!?" Erza dan Mavis kaget.
"Prediksi master pertama salah!?"
Mereka saling serang, masing-masing pedang yang dibawa oleh mereka berbenturan. Dan sesaat setelah itu, pertarungan pedangpun terjadi. Begitu hebat dan cepat.
"Dia kuat." Pikir Erza.
"Ayo tunjukan padaku kalau kau memang petarung kuat seperti yang diceritakan, Titania!" Pikir Kagura.
"Master pertama ..."
"Mustahil ..."
"Perhitunganku ...
Hiks ..." Mavis meneteskan air mata. "Hiks, perhitunganku ...
Hiks, aku tidak menangis, aku tidak menangis ..."
"Seseorang, tolong hibur master pertama!!" Pinta Makalov.
"Ini menjadi semakin menarik!! Pertarungan yang akan menentukan siapa yang akan menjadi petarung terkuat!!"
"Dia sekuat ini meskipun pedangnya masih memakai sarung." Pikir Erza. Dan tiba-tiba, sesuatu muncul di antara mereka berdua. Suatu caha sihir, yang kemudian dari sana muncul dua tangan dan mendorong kedua wanita itu.
Ternyata, yang muncul tak lain adalah Minerva.
"Apa!!!!?" Ketiga komentator kaget.
"Boleh aku bergabung?" Minerva memasuki pertarungan mereka.
"Minerva masuk ke dalam pertarungan!!!"
"Aku tak bisa ... membuat ... Prediksi ..." Mavis masih prustasi hanya karena prediksinya sedikit meleset.
"Tiba-tiba ini menjadi pertarungan tiga pemain!! Pertarungan antara penyihir wanita terkuat di kompetisi ini!! Siapakah yang akan mampu bertahan!!?"
Bersambung ke Fairy Tail Chapter 312
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Fairy Tail memimpil perolehan pon dengan lima puluh angka. Sekaligus, Fairy Tail merupakan satu-satunya kelompok yang anggotanya masih lengkap. Karena pasca kekalahan Rufus, Sabertooth, yaitu saingan terberat mereka kehilangan satu pemain.
"Aku sudah mengingatnya ...
Aku kalah ...
Melawan Fairy Tail ..."
Rufus rebah di tengah reruntuhan perpustakaan itu, perpustakaan yang merupakan tempat ia dan Gray tadi bertarung, tempat yang menjadi saksi kemampuan dan kecepatan Gray dalam membentuk serangan.
Sementara itu, Natsu dkk masih berada di ruangan bawah tanah. Meski mereka telah mengalahkan para eksekutor kerajaan itu, tetap saja mereka belum tahu jalan keluar.
"Apa benar ini jalannya?" ucap Natsu. Mereka berjalan menelusuri jalan yang ada seadanya.
"Ngomong-ngomong, bagaimana kau bisa sampai kemari, Loki?"
"Aku hanya meloncat dan sampai di sini."
"Harusnya kau juga tahu cara keluarnya." ucap Wendy.
"Lalu, apa Arcadios-sama baik-baik saja?" Tanya Yukino. Kemudian Loki yang menggendong tubuh Arcadios mengatakan kalau kondisinya tidak terlalu parah. "Mengejutkan kalau dia bisa bertahan hidup dari lahar itu."
"Mungkin itu karena kristal yang dipakai di kalungnya. Itu adalah jimat yang kuat." ucap Wendy, "Kristal dari naga itu, kristal naga Zirconis."
"Ngomong-ngomong tentang kristal, aku jadi teringat dengan putri bernama Hisui itu." ucap Yukino. Karena dalam bahasa Jepang, Hisui dapat berarti kristal. "Arcadios-sama meminta kita untuk segera menemui putri itu setelah keluar dari sini." ucap Lucy.
"Dia juga bilang kalau kita harus menentukan sendiri apakah proyek Gerhana itu benar atau tidak, iya kan." ucap Carla.
"Tapi, putri itu yang melempar kita kemari kan!?" ucap Natsu kesal.
Segera setelahnya, tiba-tiba saja gerbang di depan mereka terbuka. "Pintunya terbuka!!" Natsu berguling-guling tak sabar menuju ke sana.
"Kenapa?"
"Apa ini jebakan?"
"Ah!" Natsu sampai tepat di depan gerbang itu dan, sesorang berdiri di depannya. Dan, ia tak lain adalah perempuan misterius yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Orang yang sempat dicurigai oleh Jellal.
"Siapa ... Kau?" Natsu bertanya.
Di dalam Istana, para pasukan melapor ke tuan putri. "Ini gawat, tuan putri!!!"
"Kami mendapat informasi kalau Order of Hungry Wolves telah dikalahkan oleh mereka!!"
"Tidak mungkin!!" ucap penjaga yang ada di dekat tuan putri, "Mereka dikalahkan oleh sekumpulan penyihir seperti mereka!?"
Sementara mereka khawatir, tuan putri malah memasang wajah yang tampak lega.
"Seharusnya anda tak memasang wajah seperti itu." ucap mentri pertahanan yang tiba-tiba saja datang. "Aku tahu apa yang anda pikrikan." ucapnya.
"Durton!!? Bukankah kau seharusnya berada di Domus Frau bersama dengan yang mulia?"
"Aku kembali kemari karena aku mendapat firasat buruk, dan ternyata memang benar." ucap Durton.
"Apa maksudmu? lalu, kenapa kau mengirim Arcadios ke ruang Neraka tanpa pengadilan yang tepat?"
"Dan kau sengaja mengirim Fairy Tail ke sana untuk menyelamatkannya bukan, tuan putri?"
"Huh."
"Jadi tidak salah lagi kau adalah orang di balik proyek Gerhana ya." ucap lelaki itu, "Arcadios berpura-pura menjadi orang jahat di depanku untuk menyembunyikan orang yang sebenarnya bertanggung jawab, yaitu anda."
"Jadi kau sudah tahu sebanyak itu ya." ucap tuan putri, yang ternyata itulah kenyataannya.
"Tuan putri, seharusnya anda mempertimbangkannya kembali. Hal itu sangatlah berbahaya, dunia tak boleh diubah."
"Tidak, kemungkinan dunia ini harus diubah." ucap Tuan putri.
"Kemungkinan?"
"Sebenarnya aku ... berjanji pada orang itu, untuk tidak memberitahukannya pada siapapun. Tapi, sepertinya aku harus mengatakannya padamu mengenai proyek Gerhana dua."
"Dua!?" Durton kaget, ternyata proyek Gerhana tak hanya sebatas itu.
"Proyek Gerhana yang sesungguhnya. Kalau proyek ini gagal, besok, negara ini akan hancur." ucap tuan putri.
Kembali ke arena, arena turnamen sihir terbesar. "Ini merupakan pertandingan terakhir Daimatou Enbu!! Fairy Tail sedang memimpin!! Kemudian disusul oleh Saber Tooth, Lamia Scale, dan Mermaid Heel!! Fairy Tail masih memiliki kelima anggotanya, ini benar-benar sebuah keuntungan bagi mereka!!!" ucap pembawa acara.
"Bagus!!" ucap para penyihir Fairy Tail.
"Kita akan menang!!"
"Ayo kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya!!"
"Kalau perhitunganku benar ...
Juvia dan Shelia akan bertarung." ucap Mavis. Dan ternyata memang benar. Juvia berdiri di suatu tempat sementara Shelia bersiap untuk menyerangnya dari atas.
"Tenjin no ... Boreas!!!"
"Seperti yang diprediksi oleh master." Pikir Juvia. Dan dengan mudah, ia menghindarinya. Tapi kemudian, Shelia berkata, "Kau wanita yang disukai oleh Lyon kan!? Musnahlah!!" Kemudian ia kembali menyerang.
Juvia kaget dan, mampukah ia menghindarinya?
"Itu Shelia yang mampu menyembuhkan lukanya sendiri kan?"
"Bagaimana bisa ia mengalahkannya?" Dua lelaki Fairy Tail khawatir. Sementara, Mavis hanya memasang senyum licik. "Fufufu, ini cukup bagus dia ada di pelabuhan. Sementara, Erza akan bertarung melawan Minerva."
"Minerva!? Perempuan dari Saber Tooth itu!?"
Erza menunggu di suatu tempat sendirian, "Menurut prediksi master pertama, kalau menunggu di sini aku akan bertarung melawan Minerva." Pikirnya. Namun ternyata, yang datang menyerangnya malah Kagura.
"Kagura!!?" Erza dan Mavis kaget.
"Prediksi master pertama salah!?"
Mereka saling serang, masing-masing pedang yang dibawa oleh mereka berbenturan. Dan sesaat setelah itu, pertarungan pedangpun terjadi. Begitu hebat dan cepat.
"Dia kuat." Pikir Erza.
"Ayo tunjukan padaku kalau kau memang petarung kuat seperti yang diceritakan, Titania!" Pikir Kagura.
"Master pertama ..."
"Mustahil ..."
"Perhitunganku ...
Hiks ..." Mavis meneteskan air mata. "Hiks, perhitunganku ...
Hiks, aku tidak menangis, aku tidak menangis ..."
"Seseorang, tolong hibur master pertama!!" Pinta Makalov.
"Ini menjadi semakin menarik!! Pertarungan yang akan menentukan siapa yang akan menjadi petarung terkuat!!"
"Dia sekuat ini meskipun pedangnya masih memakai sarung." Pikir Erza. Dan tiba-tiba, sesuatu muncul di antara mereka berdua. Suatu caha sihir, yang kemudian dari sana muncul dua tangan dan mendorong kedua wanita itu.
Ternyata, yang muncul tak lain adalah Minerva.
"Apa!!!!?" Ketiga komentator kaget.
"Boleh aku bergabung?" Minerva memasuki pertarungan mereka.
"Minerva masuk ke dalam pertarungan!!!"
"Aku tak bisa ... membuat ... Prediksi ..." Mavis masih prustasi hanya karena prediksinya sedikit meleset.
"Tiba-tiba ini menjadi pertarungan tiga pemain!! Pertarungan antara penyihir wanita terkuat di kompetisi ini!! Siapakah yang akan mampu bertahan!!?"
Bersambung ke Fairy Tail Chapter 312
Comments
Post a Comment