Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter
Setelah merekrut Hisoka, kini mereka pergi untuk menemui Tsezugera. Setelahnya mereka sampai, dan Goreinupun memberitahukan tujuan mereka, serta persyaratannya, "Yah, persyaratannya adalah kalau kau memenangkan game ini, kau harus membagikan sepuluh persen dari lima puluh milyarmu pada kami, yaitu sekitar lima milyar. Kalau kau menolaknya, kami tak akan memberimu informasi mengenai Coastline of One Tsubo."
"Tidakkah itu terlalu banyak?" Tsezugera sempat ragu. Namun kemudian, Goreinu kembali meyakinkan, "Ini akan setara, tanpa informasi dari kami mendapatkan kartu itu pasti akan sangat sulit bagimu. Setelah kau mendengar penjelasanku, kau pasti akan mengerti kenapa."
Mendengar itu, Tsezugerapun pikir-pikir kembali. "Tepat sekali, saat aku mendapatkan kartu ranking SS sejenis yaitu Secret Woods of One Tsubo, itu memang hanyalah gabungan dari keberuntungan dan kesempatan. Kami mendapatkannya dari seseorang yang mengklon kartu yang ia curi dari pemain lain menggunakan Lottery."
Tsezugera hampir setuju. Namun sebelum itu, ia hendak meyakinkan sesuatu, "Apa benar kalian belum mendapatkan kartu itu?" Tsezugera bertanya.
"Ya, dengan keadaan kami yang sekarang, mustahil bagi kami untuk mendapatkannya. Kalau kami bisa, kami tak akan meminta bantuan jumlah kan." ucap Goreinu. Dan setelahnya, Tsezugerapun setuju. "Baiklah, aku menerima persyaratannya. Ayo sekarang jelaskan pada kami."
setelah itu, Goreinupun menjelaskan keadaannya. Bagaimana cara memperoleh kartu itu, dan tentang mereka yang kekurangan anggota untuk melawan kelompok Razor.
"Hehehe, begitu ya. Jadi itu kenapa kau bilang kalian ingin menemui kami secara langsung. Jadi, kalian ingin menyatukan kekuatan dengan kami untuk mendapatkan kartunya ya."
"Seperti yang kami duga, kau bisa mengerti dengan cepat." ucap Goreinu. "Aku tidak berpikir kalau proporsinya buruk."
"Saat ini kalian baru punya lima orang kan?" Tsezugera bertanya. "Ah, ya, seperti yang bisa kau lihat." ucap Goreinu. "Kami memiliki dua rekan lainnya, Jadi itu berarti, totalnya kita sudah memiliki sembila orang. Bagaimana dengan sisanya?"
"Dari enam sisanya itu, kita tinggal mengisinya dengan orang-orang yang ingin kembali ke dunia nyata tapi tidak bisa. Kita tak perlu mengandalkan kekuatan mereka kan ..."
"Dengan begitu kita tak perlu mempermasalahkan pembagian kartunya kan?"
"Tepat sekali." ucap Goreinu.
"Dan dengan kata lain, dari kita bersembilan, delapan harus menang, dan yang lainnya tak masalah. Begitu kan?"
"Aku tak bisa terlalu yakin. Tapi selain boss mereka, aku rasa kemampuan mereka dibawah kami." Jelas Goreinu. Kemudian Killua menjelaskan, "Kalaupun karena suatu hal kita tak bisa menang, kita bisa merubah anggotanya dan mencoba lagi. Dan dengan ini juga berarti, menang atau tidaknya kita akan bergantung padamu."
Killua mendekat ke Tsezugera, kemudian selayaknya dulu saat ia dites oleh lelaki itu, sekarang Killua balik memintanya, "Tunjukan renmu pada kami. Mari kita lihat apakah kau layak atau tidak."
"Hehe, kelihatannya roda memang terus berputar. Baiklah, aku akan menunjukannya." Tsezugera berjongkok, memasang kuda-kuda dan kemudian, "Haaaa!!!!!" Ia melesat, meloncat jauh ke atas dengan ketinggian yang luar biasa.
"Ooh!"
"Hebat ..." ucap Gon dan Killua.
"Hehehe, kalau tadi aku menggunakan seluruh kekuatanku, aku bisa meloncat bahkan lebih tinggi lagi. Rekor terbaikku adalah 16 meter 80 centi." Jelas Tsezugera.
"Sepertinya dia mengonsentrasikan auranya pada kaki sebelum ia melompat."
"Aku juga mau mencobanya!!" ucap Gon.
"Baiklah, ayo bersiap ..." Gon dan Killua memasang kuda-kuda seperti Tsezugera tadi, bersiap untuk melompat dan kemudian ... Wushhh!!! Mereka melesat, begitu cepat bahkan jauh melampaui Tsezugera.
"!!?" Tsezugera kaget. Dalam hati ia benar-benar tak percaya, "Me-mereka jauh melampaui rekor tertinggiku!? O-orang-orang ini ... Dalam waktu yang singkat mereka ... Sudah berapa banyak mereka tumbuh!?"
"Ooh, aku menang!!" ucap Killua. Loncatannya sedikit lebih tinggi dari Gon. "Ah, sial." ucap Gon. Dan kemudian merekapun kembali mendarat.
"Fufufu, kalian cukup hebat juga." ucap Tsezugera dengan sedikit berpura-pura, jaga gengsi, "Yah, tapi masih belum bisa mencapai aku saat menggunakan kekuatan penuhku sih ..."
"Satu kali lagi!" ucap Gon ke Killua.
"Tak mungkin, kau pasti akan terus meminta sampai kau menang!"
"Sekali lagi, sekali lagi saja!!"
"..." Tsezugera tak dianggap.
"Ah, oh iya, kau boleh gaung, lompatanmu boleh juga." ucap Killua.
"Maaf, bagaimanapun mereka masih anak-anak, jadi tolong maafkan." ucap Goreinu, sementara Gon dan Killua telah kembali melompat seperti tadi.
"Kami percaya dengan kemampuan kalian, dan pertandingannya hanya seputar olah raga. Jadi, kunci kesuksesannya adalah memilih orang yang tepat untuk olah raga yang tepat."
"Memangnya apa saja jenis-jenis olah raga yang akan dipertandingkan?"
Goreinupun menjelaskan, sementara Gon dan Killua kembali melompat.
"Yah, pertandingan yang kami tahu baru delapan jenis ini. Tapi tergantung mereka, kemungkinan jenis-jenisnya bisa saja berubah."
"Hmm, kalau begitu aku akan mengurus Volley." ucap Tsezugera.
"Aku akan mengurus gulat." ucap Goreinu.
"Aku sumo." ucap Killua.
"Ayolah sekali lagi." ucap Gon. Sementara yang lain memutuskan rencana, Gon masih saja menantang Killua.
"Kalau masalah tinju, serahkan saja padaku, aku memoliki rencana untuk menahan kemampuan nen lawan." ucap salah seorang anggota kelompok Tsezugera.
"Benarkah? Kalau begitu sepertinya aku harus mencari olah raga lain." ucap Gon.
"Tapi kau tak memiliki pengalaman dalam olah raga apapun kan?" ucap Killua.
"Kalau aku, aku cocok di bowling." ucap anggota Tsezugera lainnya, "Dengan menggunakan nen, bahkan skor sempurna terlalu mudah untukku. Di sisi lain, aku bisa memprediksi apa yang akan lawanku lakukan."
"Juggling bola serahkan saja padaku. Dengan menggunakan Bungee Gumku, kurasa aku bisa menang." ucap Hisoka.
"Aku, hmm ... aku ..." Gon masih bingung, sampai akhirnya ia memutuskan. "Aku pingpong, dan aku akan melakukan lemparan bebas."
"..."
"Huh, kelihatannya kau lebih baik menjadi partnerku." ucap Tsezugera. "Dengan kemampuan melompatmu tadi, kau tak akan memiliki masalah dalam menyerang, tapi ... Karena kau tak memiliki pengalaman, aku akan memberikanmu pelatihan."
"Baik, kami akan mulai mencari anggota lainnya."
"Ini buruk!!" Salah seorang anggota Tsezugera kaget saat melihat buku penyimpanannya.
"Kelompok Gensuru telah mengumpulkan 97 kartu!!"
"Ini berarti, yang mereka butuhkan hanya Coastline of One Tsubo dan Alexandrite Luck ..."
Mereka tak punya waktu untuk bersantai-santai lagi. Gensuru hampir mendapatkan semuanya, jadi mereka harus bertindak cepat. Singkat cerita, waktu berlalu dan Gon dkk telah berhasil mengumpulkan orang-orang. Jumlah mereka telah genap 15 sekarang, dan merekapun bergegas menuju tempat itu.
"Kita sudah selesai dengan semua latihannya minggu lalu. Berpikir kalau kelompok Gensuru telah hampir mengumpulkan semuanya, kita benar-benar tak boleh kalah." Tsezugera memberi pengarahan singkat, sebelum akhirnya merekapun masuk ke dalam bangunan itu.
Pertandingan akan segera dimulai. Dan seperti rencana awal, untuk tinju salah seorang anggota Tsezugera menjadi wakilnya.
Kedua peserta telah bersiap di dalam ring. "Hehehe, aku akan membuatmu memakan kotoranku." ucap peserta dari pihak Razor. Tapi kemudian setelah pertandingan dimulai, ternyata ia terdesak.
Petarung yang berasal dari kelompok Tsezugera melesat cepat dan langsung menyerangnya di jarak yang begitu dekat. "Dia seorang petarung In!? Dan dia juga cepat!" Pikir petinju dari pihak Razor itu. "Kalau jaraknya sedekat ini, segala keuntungan seorang tipe emisi tidak akan berguna." Ia terdesak, sampai akhirnya iapun benar-benar kalah.
Setelahnya, kemenangan kembali diraih secara berturut-turut pada dua pertandingan berikutnya. Rodoriotto, dan Kesuu, dengan ini pihak Gon telah mendapat tiga kemenangan. "Yeah, dengan ini kita mendapat tiga kemenangan!"
Dan bagusnya, masih tersisa enam orang terkuat kelompok itu. Gon, Killua, Biscuit, Hisoka, Goreinu, Tsezugera ...
"Level bertarung keenam orang-orang itu ideal, ini semakin menarik." Pikir Razor. Kemudian, ia memberi perintah ke para anak buahnya, "Kalian, tak apa kalau kalian kalah, setelah ini aku yang akan menangani mereka."
"Mengerti ..."
"Tidak!!" lelaki besar yang kesal dengan Killua tidak setuju. "Aku tak ingin menuruti perintahmu lagi! Mulai sekarang, biarkan aku melakukan semua yang aku mau!!"
"Hei!!"
"Menyingkir kau, Squirt!!"
"Hmm, tindakanmu melanggar kontrak, Bopobo, kau aka dikembalikan ke kurungan." ucap Razor. Tapi, lelaki bertubuh besar itu sudah benar-benar tak tahan lagi. "Begitukah!? Aku berhenti dari game sialan ini!!!" ucapnya.
"!!?" Orang-orang kaget.
"Kenapa kita harus mendengarkannya!? Ayo kita bersatu! Kalau kita semua melawannya, dia pasti bisa kita bunuh!! Selanjutnya kita hanya perlu mencari kapal atau semacamnya untuk keluar dari pulau sial ini!!"
"Hmm ..." Razor menciptakan suatu bola aura di telapak tangannya. kemudian dengan itu, ia menembak tepat wajah Bepobo, membuatnya hancur hingga bahkan isi kepalanya muncrat kemana-mana.
"Kalian akan dihukum kalau berani melawan, bukankah aku sudah memberitahunya?" ucap Razor. "Y-ya, kau sudah memberitahunya."
"Yah, lalu baiklah, selanjutnya adalah giliranku." kali ini Razor sendiri yang maju sebagai penantang.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 161
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Setelah merekrut Hisoka, kini mereka pergi untuk menemui Tsezugera. Setelahnya mereka sampai, dan Goreinupun memberitahukan tujuan mereka, serta persyaratannya, "Yah, persyaratannya adalah kalau kau memenangkan game ini, kau harus membagikan sepuluh persen dari lima puluh milyarmu pada kami, yaitu sekitar lima milyar. Kalau kau menolaknya, kami tak akan memberimu informasi mengenai Coastline of One Tsubo."
"Tidakkah itu terlalu banyak?" Tsezugera sempat ragu. Namun kemudian, Goreinu kembali meyakinkan, "Ini akan setara, tanpa informasi dari kami mendapatkan kartu itu pasti akan sangat sulit bagimu. Setelah kau mendengar penjelasanku, kau pasti akan mengerti kenapa."
Mendengar itu, Tsezugerapun pikir-pikir kembali. "Tepat sekali, saat aku mendapatkan kartu ranking SS sejenis yaitu Secret Woods of One Tsubo, itu memang hanyalah gabungan dari keberuntungan dan kesempatan. Kami mendapatkannya dari seseorang yang mengklon kartu yang ia curi dari pemain lain menggunakan Lottery."
Tsezugera hampir setuju. Namun sebelum itu, ia hendak meyakinkan sesuatu, "Apa benar kalian belum mendapatkan kartu itu?" Tsezugera bertanya.
"Ya, dengan keadaan kami yang sekarang, mustahil bagi kami untuk mendapatkannya. Kalau kami bisa, kami tak akan meminta bantuan jumlah kan." ucap Goreinu. Dan setelahnya, Tsezugerapun setuju. "Baiklah, aku menerima persyaratannya. Ayo sekarang jelaskan pada kami."
setelah itu, Goreinupun menjelaskan keadaannya. Bagaimana cara memperoleh kartu itu, dan tentang mereka yang kekurangan anggota untuk melawan kelompok Razor.
"Hehehe, begitu ya. Jadi itu kenapa kau bilang kalian ingin menemui kami secara langsung. Jadi, kalian ingin menyatukan kekuatan dengan kami untuk mendapatkan kartunya ya."
"Seperti yang kami duga, kau bisa mengerti dengan cepat." ucap Goreinu. "Aku tidak berpikir kalau proporsinya buruk."
"Saat ini kalian baru punya lima orang kan?" Tsezugera bertanya. "Ah, ya, seperti yang bisa kau lihat." ucap Goreinu. "Kami memiliki dua rekan lainnya, Jadi itu berarti, totalnya kita sudah memiliki sembila orang. Bagaimana dengan sisanya?"
"Dari enam sisanya itu, kita tinggal mengisinya dengan orang-orang yang ingin kembali ke dunia nyata tapi tidak bisa. Kita tak perlu mengandalkan kekuatan mereka kan ..."
"Dengan begitu kita tak perlu mempermasalahkan pembagian kartunya kan?"
"Tepat sekali." ucap Goreinu.
"Dan dengan kata lain, dari kita bersembilan, delapan harus menang, dan yang lainnya tak masalah. Begitu kan?"
"Aku tak bisa terlalu yakin. Tapi selain boss mereka, aku rasa kemampuan mereka dibawah kami." Jelas Goreinu. Kemudian Killua menjelaskan, "Kalaupun karena suatu hal kita tak bisa menang, kita bisa merubah anggotanya dan mencoba lagi. Dan dengan ini juga berarti, menang atau tidaknya kita akan bergantung padamu."
Killua mendekat ke Tsezugera, kemudian selayaknya dulu saat ia dites oleh lelaki itu, sekarang Killua balik memintanya, "Tunjukan renmu pada kami. Mari kita lihat apakah kau layak atau tidak."
"Hehe, kelihatannya roda memang terus berputar. Baiklah, aku akan menunjukannya." Tsezugera berjongkok, memasang kuda-kuda dan kemudian, "Haaaa!!!!!" Ia melesat, meloncat jauh ke atas dengan ketinggian yang luar biasa.
"Ooh!"
"Hebat ..." ucap Gon dan Killua.
"Hehehe, kalau tadi aku menggunakan seluruh kekuatanku, aku bisa meloncat bahkan lebih tinggi lagi. Rekor terbaikku adalah 16 meter 80 centi." Jelas Tsezugera.
"Sepertinya dia mengonsentrasikan auranya pada kaki sebelum ia melompat."
"Aku juga mau mencobanya!!" ucap Gon.
"Baiklah, ayo bersiap ..." Gon dan Killua memasang kuda-kuda seperti Tsezugera tadi, bersiap untuk melompat dan kemudian ... Wushhh!!! Mereka melesat, begitu cepat bahkan jauh melampaui Tsezugera.
"!!?" Tsezugera kaget. Dalam hati ia benar-benar tak percaya, "Me-mereka jauh melampaui rekor tertinggiku!? O-orang-orang ini ... Dalam waktu yang singkat mereka ... Sudah berapa banyak mereka tumbuh!?"
"Ooh, aku menang!!" ucap Killua. Loncatannya sedikit lebih tinggi dari Gon. "Ah, sial." ucap Gon. Dan kemudian merekapun kembali mendarat.
"Fufufu, kalian cukup hebat juga." ucap Tsezugera dengan sedikit berpura-pura, jaga gengsi, "Yah, tapi masih belum bisa mencapai aku saat menggunakan kekuatan penuhku sih ..."
"Satu kali lagi!" ucap Gon ke Killua.
"Tak mungkin, kau pasti akan terus meminta sampai kau menang!"
"Sekali lagi, sekali lagi saja!!"
"..." Tsezugera tak dianggap.
"Ah, oh iya, kau boleh gaung, lompatanmu boleh juga." ucap Killua.
"Maaf, bagaimanapun mereka masih anak-anak, jadi tolong maafkan." ucap Goreinu, sementara Gon dan Killua telah kembali melompat seperti tadi.
"Kami percaya dengan kemampuan kalian, dan pertandingannya hanya seputar olah raga. Jadi, kunci kesuksesannya adalah memilih orang yang tepat untuk olah raga yang tepat."
"Memangnya apa saja jenis-jenis olah raga yang akan dipertandingkan?"
Goreinupun menjelaskan, sementara Gon dan Killua kembali melompat.
"Yah, pertandingan yang kami tahu baru delapan jenis ini. Tapi tergantung mereka, kemungkinan jenis-jenisnya bisa saja berubah."
"Hmm, kalau begitu aku akan mengurus Volley." ucap Tsezugera.
"Aku akan mengurus gulat." ucap Goreinu.
"Aku sumo." ucap Killua.
"Ayolah sekali lagi." ucap Gon. Sementara yang lain memutuskan rencana, Gon masih saja menantang Killua.
"Kalau masalah tinju, serahkan saja padaku, aku memoliki rencana untuk menahan kemampuan nen lawan." ucap salah seorang anggota kelompok Tsezugera.
"Benarkah? Kalau begitu sepertinya aku harus mencari olah raga lain." ucap Gon.
"Tapi kau tak memiliki pengalaman dalam olah raga apapun kan?" ucap Killua.
"Kalau aku, aku cocok di bowling." ucap anggota Tsezugera lainnya, "Dengan menggunakan nen, bahkan skor sempurna terlalu mudah untukku. Di sisi lain, aku bisa memprediksi apa yang akan lawanku lakukan."
"Juggling bola serahkan saja padaku. Dengan menggunakan Bungee Gumku, kurasa aku bisa menang." ucap Hisoka.
"Aku, hmm ... aku ..." Gon masih bingung, sampai akhirnya ia memutuskan. "Aku pingpong, dan aku akan melakukan lemparan bebas."
"..."
"Huh, kelihatannya kau lebih baik menjadi partnerku." ucap Tsezugera. "Dengan kemampuan melompatmu tadi, kau tak akan memiliki masalah dalam menyerang, tapi ... Karena kau tak memiliki pengalaman, aku akan memberikanmu pelatihan."
"Baik, kami akan mulai mencari anggota lainnya."
"Ini buruk!!" Salah seorang anggota Tsezugera kaget saat melihat buku penyimpanannya.
"Kelompok Gensuru telah mengumpulkan 97 kartu!!"
"Ini berarti, yang mereka butuhkan hanya Coastline of One Tsubo dan Alexandrite Luck ..."
Mereka tak punya waktu untuk bersantai-santai lagi. Gensuru hampir mendapatkan semuanya, jadi mereka harus bertindak cepat. Singkat cerita, waktu berlalu dan Gon dkk telah berhasil mengumpulkan orang-orang. Jumlah mereka telah genap 15 sekarang, dan merekapun bergegas menuju tempat itu.
"Kita sudah selesai dengan semua latihannya minggu lalu. Berpikir kalau kelompok Gensuru telah hampir mengumpulkan semuanya, kita benar-benar tak boleh kalah." Tsezugera memberi pengarahan singkat, sebelum akhirnya merekapun masuk ke dalam bangunan itu.
Pertandingan akan segera dimulai. Dan seperti rencana awal, untuk tinju salah seorang anggota Tsezugera menjadi wakilnya.
Kedua peserta telah bersiap di dalam ring. "Hehehe, aku akan membuatmu memakan kotoranku." ucap peserta dari pihak Razor. Tapi kemudian setelah pertandingan dimulai, ternyata ia terdesak.
Petarung yang berasal dari kelompok Tsezugera melesat cepat dan langsung menyerangnya di jarak yang begitu dekat. "Dia seorang petarung In!? Dan dia juga cepat!" Pikir petinju dari pihak Razor itu. "Kalau jaraknya sedekat ini, segala keuntungan seorang tipe emisi tidak akan berguna." Ia terdesak, sampai akhirnya iapun benar-benar kalah.
Setelahnya, kemenangan kembali diraih secara berturut-turut pada dua pertandingan berikutnya. Rodoriotto, dan Kesuu, dengan ini pihak Gon telah mendapat tiga kemenangan. "Yeah, dengan ini kita mendapat tiga kemenangan!"
Dan bagusnya, masih tersisa enam orang terkuat kelompok itu. Gon, Killua, Biscuit, Hisoka, Goreinu, Tsezugera ...
"Level bertarung keenam orang-orang itu ideal, ini semakin menarik." Pikir Razor. Kemudian, ia memberi perintah ke para anak buahnya, "Kalian, tak apa kalau kalian kalah, setelah ini aku yang akan menangani mereka."
"Mengerti ..."
"Tidak!!" lelaki besar yang kesal dengan Killua tidak setuju. "Aku tak ingin menuruti perintahmu lagi! Mulai sekarang, biarkan aku melakukan semua yang aku mau!!"
"Hei!!"
"Menyingkir kau, Squirt!!"
"Hmm, tindakanmu melanggar kontrak, Bopobo, kau aka dikembalikan ke kurungan." ucap Razor. Tapi, lelaki bertubuh besar itu sudah benar-benar tak tahan lagi. "Begitukah!? Aku berhenti dari game sialan ini!!!" ucapnya.
"!!?" Orang-orang kaget.
"Kenapa kita harus mendengarkannya!? Ayo kita bersatu! Kalau kita semua melawannya, dia pasti bisa kita bunuh!! Selanjutnya kita hanya perlu mencari kapal atau semacamnya untuk keluar dari pulau sial ini!!"
"Hmm ..." Razor menciptakan suatu bola aura di telapak tangannya. kemudian dengan itu, ia menembak tepat wajah Bepobo, membuatnya hancur hingga bahkan isi kepalanya muncrat kemana-mana.
"Kalian akan dihukum kalau berani melawan, bukankah aku sudah memberitahunya?" ucap Razor. "Y-ya, kau sudah memberitahunya."
"Yah, lalu baiklah, selanjutnya adalah giliranku." kali ini Razor sendiri yang maju sebagai penantang.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 161
Comments
Post a Comment