Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 161
Pertandingan dimulai, dan yang pertama mendapat bola adalah dari pihak Gon, yaitu Goreinu.
"Akan kujatuhkan satu dari kalian!!!" Ia membawa bola itu, kemudian melemparkannya ke salah satu mahluk bayangan Razor. dan, Batsss!! Tepat mengenai mahluk nomor 4. "Bagus, kena!!" Seru Killua.
"Satu jatuh sebagai tanda dimulainya pertunjukan!!" ucap Goreinu. Bola yang sampai keluar ditangkap oleh kera bayangan Goreinu, dan kemudian dilemparkan kembali ke arahnya. Ia lalu kembali melempar, dan kembali mengenai pemain Razor.
"Yeah, itu yang kedua!"
"Ini terlalu mudah!" ucap dua rekan Tsezugera yang hanya menonton dari luar. Yah, bagaimanapun mereka sudah bertanding dan menang sebelumnya. Jadi, mereka tak boleh ikut lagi.
"Oke, sekarang waktunya." Razor mulai memasang kuda-kuda, serius, dan meminta rekan-rekan bayangannya untuk bersiap.
"Hm? Apa barusan kau mengatakan sesuatu?" Goreinu bertanya.
"Aku bilang kalau persiapan untuk mengalahkan kalian sudah siap." ucap Razor.
"Huh? Menarik, cobalah kalau kau bisa!!!" Goreinu melempar bola itu ke arah Razor. Namun kali ini, bola itu berhasil ditangkap dengan mudah.
"Di-dia menghentikan tembakanku hanya dengan satu tangan!?" Pikir kaget Goreinu. Dan tidak sekedar satu tangan, melainkan satu tangan kiri. "Baik, sekarang waktunya untuk menyerang balik." Bola telah berada di tangan Razor, dan ia bersiap. Dari kejauhan, ia bersiap untuk melempar.
"Dari jarak sejauh itu? Apa dia mau mengumpan?"
Whusss!!!! Ternyata bukan mengumpan. Dengan kuat dan cepat, Razor melempar bola yang telah dialiri aura itu tepat ke arah Goreinu.
"Ku-kuat sekali, cepat ...
Apa aku harus menghindar? Ini buruk, apa aku harus menangkapnya? Bisa-bisa aku mati!!" Pikir Goreinu. Sampai kemudian sesaat sebelum ia terkena lemparan itu, ia menggunakan tekniknya, "Goreinu putih!!"
Tiba-tiba tubuh Goreinu bertukar dengan kera putih yang ada di luar. Dan dengan ini, bola itupun malah mengenai si kera dan membuat ia hancur.
"Rebound yang bagus." ucap Razor. Bolanya memantul dan kembali ke tangannya.
"Goreinu ada di luar lapangan!?" Killua kaget.
"Oh, jadi kau memiliki kemampuan untuk bertukar tempat dengan binatang nenmu ya." ucap Razor.
"Binatang nenya hancur menjadi debu. Hal ini menggambarkan hancurnya mental Goreinu saat melihat serangan razor tadi. Hanya dalam sekejap, ia sudah bisa merasakan perbedaan kekuatan antara mereka." Pikir Biscuit.
"Ini bukanlah gambaran mental yang bisa disembuhkan dalam sehari. Pertandingan ini, untuk memenangkannya sekarang menjadi semakin sulit. Orang itu, sekarang ia sudah tidak berguna lagi." Pikir Tsezugera sambil melihat ke Goreinu yang terjongkok di luar lapangan.
"Dalam situasi ini, yang keluar binatang Goreinu kan?" Killua bertanya. Kemudian wasit menjawab, "Ya, itu adalah pertukaran yang dilakukan menggunakan nen. Jadi, tidak termasuk foul. Namun untuk mengembalikan Goreinu ke dalam lapangan lagi, ia harus menggunakan Back. Tapi yah, boleh juga kalau dia bertukar lagi dengan binatangnya yang satunya yang masih ada di dalam arena."
"Sial ..." ucap Goreinu dalam hati, ia kesal. "Apa akan berakhir seperti ini!?"
"Selanjutnya!!" Razor mengumpan ke salah seorang bayangannya.
"Pass?"
"Itu pass yang sangat cepat!!"
Bayangan-bayangan nen Razor saling mengumpan dengan sangat amat cepat, membuat pergerakan bolannya menjadi sulit untuk diamati.
"Kecepatan pass ini ... Terlalu cepat!"
Wushhh!! Selanjutnya, bukan pass lagi. Salah seorang bayangan Razor melempar ke bagian belakang tubuh Tsezugera. Killua dan Gon tahu dan langsung berteriak, "Tsezugera, di belakangmu!!!"
Tsezugera tak mampu menghindar dan terkena tepat di bagian belakangnya. "Gaaah!!!!"
Bolanya terpental, dan kemudian Killua menangkapnya. "Berat ... Ini seperti bola bowling." Pikir Killua. "Mengenai dan menjatuhkan Tsezugera dengan kekuatan ini ... Ini buruk!!"
"Gaaah!!!" Tsezugera rebah kesakitan.
"Setelah mendengar teriakan kalau ada serangan di belakangmu, dengan waktu yang tepat ia memfokuskan semua auranya di punggung hingga berhasil menghindari luka serius. Lumayan. Tapi walau begitu, tetap saja patah tulang dan luka bagian dalammu tak bisa dihindari." ucap Razor, "Kalian, cepat bantu dia berikan obat-obatan."
"Aku baik-baik saja, jangan sentuh aku!" Tsezugera berdiri dan menolak bantuan dari rekan Razor.
"Pemain yang terluka tidak dapat melanjutkan permainan, berarti pemain itu harus meninggalkan lapangan." ucap wasit, "Mereka tidak termasuk lapangan dalam maupun luar, jadi berhati-hatilah. Namun tenang, kalau dia sudah menang, kemenangannya akan dihitung juga."
"Apa kau baik-baik saja, Tsezugera?" rekan-rekan Tsezugera di luar menghampirinya.
"Ya, tampaknya mereka berhasil menjatuhkanku." ucap Tsezugera.
"Inilah yang aku dapat karena terlalu berhati-hati dan bertarung dengan kemenangan yang pasti." Pikir Tsezugera, "Sudah berapa bulan ya aku tak berlatih sampai-sampai indraku menurun begini? Sial, sial ... Kalau dalam kemampuan bertarung, aku mungkin masih ada di atas mereka. Namun mengenai kecepatan, refleksi, kemampuan dasar, mereka lebih baik." Tsezugera melihat ke arah Gon dan Killua. "Susah sangat lama aku melupakan pikiran itu. Hehehe, kalau dipikir-pikir sudah bertahun-tahun aku tidak melakukan latihan dasar."
"Rencana terbaik adalah dengan terus menjatuhkan mereka tanpa memberikan bolanya pada mereka." Pikir Killua, "Tapi ..."
"Hisoka." Gon memanggil Hisoka.
"Oke, berikan bolanya padaku."
"Ah, benar juga!" Pikir Killua. "Kalau dia memakai Bungee Gum-nya, setelah mengenai seseorang bolanya akan kembali padanya!!"
Hisoka memiliki kemampuan nen yang menyerupai permen karet yang lengket. Jadi jika ia menempelkannya pada bola, saat bola itu mengenai salah seorang lawan, ia bisa dengan mudah menarik bolanya lagi. Dan ternyata, hal ini memang efektif. Hisoka berhasil mengeluarkan pemain nomor 3, dan bolanya kembali ke tangannya.
"Yah, ayo kita buat ini menjadi semakin menarik." ucap Hisoka, "Kau tak akan membiarkan ini berakhir seperti ini begitu saja kan?"
"Hehehe, tentu saja tidak." Razor masih terlihat tenang-tenang saja.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 163
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Pertandingan dimulai, dan yang pertama mendapat bola adalah dari pihak Gon, yaitu Goreinu.
"Akan kujatuhkan satu dari kalian!!!" Ia membawa bola itu, kemudian melemparkannya ke salah satu mahluk bayangan Razor. dan, Batsss!! Tepat mengenai mahluk nomor 4. "Bagus, kena!!" Seru Killua.
"Satu jatuh sebagai tanda dimulainya pertunjukan!!" ucap Goreinu. Bola yang sampai keluar ditangkap oleh kera bayangan Goreinu, dan kemudian dilemparkan kembali ke arahnya. Ia lalu kembali melempar, dan kembali mengenai pemain Razor.
"Yeah, itu yang kedua!"
"Ini terlalu mudah!" ucap dua rekan Tsezugera yang hanya menonton dari luar. Yah, bagaimanapun mereka sudah bertanding dan menang sebelumnya. Jadi, mereka tak boleh ikut lagi.
"Oke, sekarang waktunya." Razor mulai memasang kuda-kuda, serius, dan meminta rekan-rekan bayangannya untuk bersiap.
"Hm? Apa barusan kau mengatakan sesuatu?" Goreinu bertanya.
"Aku bilang kalau persiapan untuk mengalahkan kalian sudah siap." ucap Razor.
"Huh? Menarik, cobalah kalau kau bisa!!!" Goreinu melempar bola itu ke arah Razor. Namun kali ini, bola itu berhasil ditangkap dengan mudah.
"Di-dia menghentikan tembakanku hanya dengan satu tangan!?" Pikir kaget Goreinu. Dan tidak sekedar satu tangan, melainkan satu tangan kiri. "Baik, sekarang waktunya untuk menyerang balik." Bola telah berada di tangan Razor, dan ia bersiap. Dari kejauhan, ia bersiap untuk melempar.
"Dari jarak sejauh itu? Apa dia mau mengumpan?"
Whusss!!!! Ternyata bukan mengumpan. Dengan kuat dan cepat, Razor melempar bola yang telah dialiri aura itu tepat ke arah Goreinu.
"Ku-kuat sekali, cepat ...
Apa aku harus menghindar? Ini buruk, apa aku harus menangkapnya? Bisa-bisa aku mati!!" Pikir Goreinu. Sampai kemudian sesaat sebelum ia terkena lemparan itu, ia menggunakan tekniknya, "Goreinu putih!!"
Tiba-tiba tubuh Goreinu bertukar dengan kera putih yang ada di luar. Dan dengan ini, bola itupun malah mengenai si kera dan membuat ia hancur.
"Rebound yang bagus." ucap Razor. Bolanya memantul dan kembali ke tangannya.
"Goreinu ada di luar lapangan!?" Killua kaget.
"Oh, jadi kau memiliki kemampuan untuk bertukar tempat dengan binatang nenmu ya." ucap Razor.
"Binatang nenya hancur menjadi debu. Hal ini menggambarkan hancurnya mental Goreinu saat melihat serangan razor tadi. Hanya dalam sekejap, ia sudah bisa merasakan perbedaan kekuatan antara mereka." Pikir Biscuit.
"Ini bukanlah gambaran mental yang bisa disembuhkan dalam sehari. Pertandingan ini, untuk memenangkannya sekarang menjadi semakin sulit. Orang itu, sekarang ia sudah tidak berguna lagi." Pikir Tsezugera sambil melihat ke Goreinu yang terjongkok di luar lapangan.
"Dalam situasi ini, yang keluar binatang Goreinu kan?" Killua bertanya. Kemudian wasit menjawab, "Ya, itu adalah pertukaran yang dilakukan menggunakan nen. Jadi, tidak termasuk foul. Namun untuk mengembalikan Goreinu ke dalam lapangan lagi, ia harus menggunakan Back. Tapi yah, boleh juga kalau dia bertukar lagi dengan binatangnya yang satunya yang masih ada di dalam arena."
"Sial ..." ucap Goreinu dalam hati, ia kesal. "Apa akan berakhir seperti ini!?"
"Selanjutnya!!" Razor mengumpan ke salah seorang bayangannya.
"Pass?"
"Itu pass yang sangat cepat!!"
Bayangan-bayangan nen Razor saling mengumpan dengan sangat amat cepat, membuat pergerakan bolannya menjadi sulit untuk diamati.
"Kecepatan pass ini ... Terlalu cepat!"
Wushhh!! Selanjutnya, bukan pass lagi. Salah seorang bayangan Razor melempar ke bagian belakang tubuh Tsezugera. Killua dan Gon tahu dan langsung berteriak, "Tsezugera, di belakangmu!!!"
Tsezugera tak mampu menghindar dan terkena tepat di bagian belakangnya. "Gaaah!!!!"
Bolanya terpental, dan kemudian Killua menangkapnya. "Berat ... Ini seperti bola bowling." Pikir Killua. "Mengenai dan menjatuhkan Tsezugera dengan kekuatan ini ... Ini buruk!!"
"Gaaah!!!" Tsezugera rebah kesakitan.
"Setelah mendengar teriakan kalau ada serangan di belakangmu, dengan waktu yang tepat ia memfokuskan semua auranya di punggung hingga berhasil menghindari luka serius. Lumayan. Tapi walau begitu, tetap saja patah tulang dan luka bagian dalammu tak bisa dihindari." ucap Razor, "Kalian, cepat bantu dia berikan obat-obatan."
"Aku baik-baik saja, jangan sentuh aku!" Tsezugera berdiri dan menolak bantuan dari rekan Razor.
"Pemain yang terluka tidak dapat melanjutkan permainan, berarti pemain itu harus meninggalkan lapangan." ucap wasit, "Mereka tidak termasuk lapangan dalam maupun luar, jadi berhati-hatilah. Namun tenang, kalau dia sudah menang, kemenangannya akan dihitung juga."
"Apa kau baik-baik saja, Tsezugera?" rekan-rekan Tsezugera di luar menghampirinya.
"Ya, tampaknya mereka berhasil menjatuhkanku." ucap Tsezugera.
"Inilah yang aku dapat karena terlalu berhati-hati dan bertarung dengan kemenangan yang pasti." Pikir Tsezugera, "Sudah berapa bulan ya aku tak berlatih sampai-sampai indraku menurun begini? Sial, sial ... Kalau dalam kemampuan bertarung, aku mungkin masih ada di atas mereka. Namun mengenai kecepatan, refleksi, kemampuan dasar, mereka lebih baik." Tsezugera melihat ke arah Gon dan Killua. "Susah sangat lama aku melupakan pikiran itu. Hehehe, kalau dipikir-pikir sudah bertahun-tahun aku tidak melakukan latihan dasar."
"Rencana terbaik adalah dengan terus menjatuhkan mereka tanpa memberikan bolanya pada mereka." Pikir Killua, "Tapi ..."
"Hisoka." Gon memanggil Hisoka.
"Oke, berikan bolanya padaku."
"Ah, benar juga!" Pikir Killua. "Kalau dia memakai Bungee Gum-nya, setelah mengenai seseorang bolanya akan kembali padanya!!"
Hisoka memiliki kemampuan nen yang menyerupai permen karet yang lengket. Jadi jika ia menempelkannya pada bola, saat bola itu mengenai salah seorang lawan, ia bisa dengan mudah menarik bolanya lagi. Dan ternyata, hal ini memang efektif. Hisoka berhasil mengeluarkan pemain nomor 3, dan bolanya kembali ke tangannya.
"Yah, ayo kita buat ini menjadi semakin menarik." ucap Hisoka, "Kau tak akan membiarkan ini berakhir seperti ini begitu saja kan?"
"Hehehe, tentu saja tidak." Razor masih terlihat tenang-tenang saja.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 163
Comments
Post a Comment