Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 162
Dengan kemampuan Bunge Gum yang ia miliki, Hisoka mampumengendalikan bola itu. Menarik atau menahannya, saat ini bola itu bagaikan yoyo di tangannya. "Yah!! Dengan ini kita akan mengalahkan mereka!" ucap orang-orang di luar. "Dan meskipun mereka menggunakan Back, hanya ada lima orang yang tersisa!"
"Dengan Bunge Gum, tak peduli berapa banyak ia melempar, ia bisa menariknya kembali dan terus menyerang. Sekarang kita hanya perlu memikirkan cara menyelesaikannya." Pikir Killua. Kemudian, ia bertanya pada wasit.
"Wasit, aku mau bertanya! Bisakah orang yang terakhir di arena mengatakan Back sesaat setelah ia keluar?"
"Tentu saja tidak. Kalau yang terakhir terkenal bola, maka sesaat setelahnya ia dianggap sudah kalah. Tapi beda masalahnya jika yang berdiri di lapangan luar yang mengatakan Back dan kembali sesaat sebelum yang ada di tengah terkena. Tapi perlu diingatm yang mendapatkan hak untuk kembali hanyalah yang menyebutkan Back, jadi tolong berhati-hati."
"Hmm, aku mengerti, Hisoka ..."
"Yah, aku paham." ucap Hisoka dan kemudian ia kembali bersiap untuk menyerang, "yang harus ku keluarkan terakhir adalah si Razor itu kan?"
"Orang itu memiliki lemparan yang bagus." Pikir Razor. Di sebelahnya, masih tersisa nomor 2, 6, dan 7. Termasuk ia dan pemain yang ada di lapangan luar, anggota kelompoknya hanya tersisa lima pemain. "Tidak mungkin nomor 2, 6, atau 7 menghentikannya ..."
Wusshhhh!!! Hisoka melempar dengan kekuatan yang sempurna dan terarah.
"Kalau berjalan lancar, kita bisa mengenai 6 dan 7 sekaligus!!" Pikir Killua. Namun di luar dugaan, nomor 6 dan 7 malah bergabung. Ya, mereka bergabung menjadi nomor 13.
"Me-mereka bergabung!?"
Tubuh mereka menjadi lebih besar, dan hebatnya mereka bisa menangkap tembakan Hisoka. Hisoka mencoba untuk menariknya kembali menggunakan Bunge Gum, bola itu sudah benar-benar berada di cengkraman nomor 13.
"Dia kuat." Pikir Hisoka dan akhirnya secara terpaksa melepas Bunge Gumnya.
"Apa itu diizinkan!?" Protes Killua.
"Ya, diizinkan." ucap wasit.
"Kalau gabung diperbolehkan, memisahkan diri juga boleh kan?"
"Ya, tapi kalau memisahkan diri sampai jumlah pemainnya melibihi jumlah awal pemain, tetap saja itu dilarang."
"Kelihatannya kalian butuh perubahan strategi." ucap Razor, dan ia bersiap untuk melempar bolanya.
"Kali ini kita harus memperoleh kembali bolanya!" ucap Gon.
"Dan untuk menghentikan bolanya ..." Killua dan Gon telah memasang kuda-kuda, "Ken!"
"Ooh ..." Razor tertarik melihat aura mereka.
"Benar-benar halus, namun kuat, mereka pasti berlatih keras setiap hari." Pikir Tsezugera. "Kalau seperti ini, mereka pasti mampu mengatur nen untu menyerang dan bertahan dengan sangat amat cepat. Tapi meski begitu, kalau Razor melempar dengan kekuatan penuh, bertahan dengan Ken tetap saja mereka akan mendapat luka. Tembakannya akan mengoyak daging dan meretakkan tulang."
"Jadi kalian bisa menggunakan Ken ya." ucap Razor, "Kalau begitu kalian tak akan mati karena ini. Itupun kalau pertahanan kalian cukup sih. Ayo kita mulai, Gon!"
"Lakukan saja!!" Gon sudah siap untuk menahannya.
Razor kemudian melempar, dengan kekuatan yang benar-benar mengerikan.
"Percuma saja, lari saja, bola itu akan membunuhmu!!!" Teriak Tsezugera. Akan tetapi, Gon tetap berdiri. Bola itu mengarah tepat ke kepalanya, kemudian Gon menggunakan Kou.
Kedua telapak tangannya ia tempatkan di dahi, dengan hampir semua auranya melekat di sana. Kemudian dengan itu, iapun menangkisnya. Jbuakkkk!!!! Akibatnya Gon terlempar jauh ke belakang hingga membentur tembok.
"Gon!!?"
"Kembana bolanya!?"
Gon membentur tembok, sementara bolanya mental dan menabrak langit-langit.
"Padahal tempat ini dibangun dengan sangat amat baik." ucap Razor saat melihat bola itu menciptakan lubang yang cukup dalam di atas. "Berapa dalam lubangnya? Masih belum jatuh juga ..."
"Gon!" Killua dan Biscuit menghampirinya, "Apa kau baik-baik saja!?"
"Tentu saja!!" Gon kembali bangun dengan kepala yang berdarah.
"Hei, baik-baik saja apanya?"
"Aku bahkan masih bisa menggerakan tanganku, tadi itu aku terlempar karena sedikitnya aura pertahanan di kaki, serangan selanjutnya aku pasti bisa menahannya."
"Tempat bolanya terjatuh adalah ..." Bola itu jatuh dalam keadaan tidak utuh lagi, dan jatuhnya di wilayah lapangan Gon. "Ah, dengan ini, bola diberikan pada kelompok Gon!" ucap wasit, "Dan atap-atap maupun dinding tetap di anggap sebagai lantai. Jadi, Gon dianggap keluar!"
"Aku akan menggunakan Back." ucap Gon.
"Tapi, kau ..."
"Aku akan melakukanya."
"Saat dia sudah seperti itu, percuma menahannya." ucap Killua.
"Baiklah, aku mengerti, tapi tunggu sampai kita hanya tersisa dua anggota, kau mengerti?"
"Baik, pertandingan kembali dimulai!!" ucap wasit.
"Gon, pertama-tama obatilah lukamu." Killua melempar bolanya ke Goreinu yang ada di luar. Mereka saling lempar, mengulur-ulur waktu untuk kesembuhan Gon. "Saling lempar seperti ini tidak melanggar peraturan kan?"
"Ya, tak apa." ucap wasit.
Tapi kemudian, Goreinu malah membawa bolanya dan tidak melempar lagi ke Killua.
"Hei!?" Killua tak mengerti kenapa. Kemudian Goreinu menjelaskan, "Menghindar seperti ini bukanlah gayaku, aku akan membalasmu!" Goreinu hendak melempar bolanya pada Razor, "Rasakan ini!!!! Goreinu hitam!!"
Namun bukannya ke arah Razor, Goreinu melemparnya tepat ke arah kepala Goreinu hitam. Dan secara mengejutkan, mahluk panggilan itu bertukar tempat dengan Razor sesaat sebelum ia terkena. Jadi, bola itupun mengenai wajah Razor secara telak.
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Dengan kemampuan Bunge Gum yang ia miliki, Hisoka mampumengendalikan bola itu. Menarik atau menahannya, saat ini bola itu bagaikan yoyo di tangannya. "Yah!! Dengan ini kita akan mengalahkan mereka!" ucap orang-orang di luar. "Dan meskipun mereka menggunakan Back, hanya ada lima orang yang tersisa!"
"Dengan Bunge Gum, tak peduli berapa banyak ia melempar, ia bisa menariknya kembali dan terus menyerang. Sekarang kita hanya perlu memikirkan cara menyelesaikannya." Pikir Killua. Kemudian, ia bertanya pada wasit.
"Wasit, aku mau bertanya! Bisakah orang yang terakhir di arena mengatakan Back sesaat setelah ia keluar?"
"Tentu saja tidak. Kalau yang terakhir terkenal bola, maka sesaat setelahnya ia dianggap sudah kalah. Tapi beda masalahnya jika yang berdiri di lapangan luar yang mengatakan Back dan kembali sesaat sebelum yang ada di tengah terkena. Tapi perlu diingatm yang mendapatkan hak untuk kembali hanyalah yang menyebutkan Back, jadi tolong berhati-hati."
"Hmm, aku mengerti, Hisoka ..."
"Yah, aku paham." ucap Hisoka dan kemudian ia kembali bersiap untuk menyerang, "yang harus ku keluarkan terakhir adalah si Razor itu kan?"
"Orang itu memiliki lemparan yang bagus." Pikir Razor. Di sebelahnya, masih tersisa nomor 2, 6, dan 7. Termasuk ia dan pemain yang ada di lapangan luar, anggota kelompoknya hanya tersisa lima pemain. "Tidak mungkin nomor 2, 6, atau 7 menghentikannya ..."
Wusshhhh!!! Hisoka melempar dengan kekuatan yang sempurna dan terarah.
"Kalau berjalan lancar, kita bisa mengenai 6 dan 7 sekaligus!!" Pikir Killua. Namun di luar dugaan, nomor 6 dan 7 malah bergabung. Ya, mereka bergabung menjadi nomor 13.
"Me-mereka bergabung!?"
Tubuh mereka menjadi lebih besar, dan hebatnya mereka bisa menangkap tembakan Hisoka. Hisoka mencoba untuk menariknya kembali menggunakan Bunge Gum, bola itu sudah benar-benar berada di cengkraman nomor 13.
"Dia kuat." Pikir Hisoka dan akhirnya secara terpaksa melepas Bunge Gumnya.
"Apa itu diizinkan!?" Protes Killua.
"Ya, diizinkan." ucap wasit.
"Kalau gabung diperbolehkan, memisahkan diri juga boleh kan?"
"Ya, tapi kalau memisahkan diri sampai jumlah pemainnya melibihi jumlah awal pemain, tetap saja itu dilarang."
"Kelihatannya kalian butuh perubahan strategi." ucap Razor, dan ia bersiap untuk melempar bolanya.
"Kali ini kita harus memperoleh kembali bolanya!" ucap Gon.
"Dan untuk menghentikan bolanya ..." Killua dan Gon telah memasang kuda-kuda, "Ken!"
"Ooh ..." Razor tertarik melihat aura mereka.
"Benar-benar halus, namun kuat, mereka pasti berlatih keras setiap hari." Pikir Tsezugera. "Kalau seperti ini, mereka pasti mampu mengatur nen untu menyerang dan bertahan dengan sangat amat cepat. Tapi meski begitu, kalau Razor melempar dengan kekuatan penuh, bertahan dengan Ken tetap saja mereka akan mendapat luka. Tembakannya akan mengoyak daging dan meretakkan tulang."
"Jadi kalian bisa menggunakan Ken ya." ucap Razor, "Kalau begitu kalian tak akan mati karena ini. Itupun kalau pertahanan kalian cukup sih. Ayo kita mulai, Gon!"
"Lakukan saja!!" Gon sudah siap untuk menahannya.
Razor kemudian melempar, dengan kekuatan yang benar-benar mengerikan.
"Percuma saja, lari saja, bola itu akan membunuhmu!!!" Teriak Tsezugera. Akan tetapi, Gon tetap berdiri. Bola itu mengarah tepat ke kepalanya, kemudian Gon menggunakan Kou.
Kedua telapak tangannya ia tempatkan di dahi, dengan hampir semua auranya melekat di sana. Kemudian dengan itu, iapun menangkisnya. Jbuakkkk!!!! Akibatnya Gon terlempar jauh ke belakang hingga membentur tembok.
"Gon!!?"
"Kembana bolanya!?"
Gon membentur tembok, sementara bolanya mental dan menabrak langit-langit.
"Padahal tempat ini dibangun dengan sangat amat baik." ucap Razor saat melihat bola itu menciptakan lubang yang cukup dalam di atas. "Berapa dalam lubangnya? Masih belum jatuh juga ..."
"Gon!" Killua dan Biscuit menghampirinya, "Apa kau baik-baik saja!?"
"Tentu saja!!" Gon kembali bangun dengan kepala yang berdarah.
"Hei, baik-baik saja apanya?"
"Aku bahkan masih bisa menggerakan tanganku, tadi itu aku terlempar karena sedikitnya aura pertahanan di kaki, serangan selanjutnya aku pasti bisa menahannya."
"Tempat bolanya terjatuh adalah ..." Bola itu jatuh dalam keadaan tidak utuh lagi, dan jatuhnya di wilayah lapangan Gon. "Ah, dengan ini, bola diberikan pada kelompok Gon!" ucap wasit, "Dan atap-atap maupun dinding tetap di anggap sebagai lantai. Jadi, Gon dianggap keluar!"
"Aku akan menggunakan Back." ucap Gon.
"Tapi, kau ..."
"Aku akan melakukanya."
"Saat dia sudah seperti itu, percuma menahannya." ucap Killua.
"Baiklah, aku mengerti, tapi tunggu sampai kita hanya tersisa dua anggota, kau mengerti?"
"Baik, pertandingan kembali dimulai!!" ucap wasit.
"Gon, pertama-tama obatilah lukamu." Killua melempar bolanya ke Goreinu yang ada di luar. Mereka saling lempar, mengulur-ulur waktu untuk kesembuhan Gon. "Saling lempar seperti ini tidak melanggar peraturan kan?"
"Ya, tak apa." ucap wasit.
Tapi kemudian, Goreinu malah membawa bolanya dan tidak melempar lagi ke Killua.
"Hei!?" Killua tak mengerti kenapa. Kemudian Goreinu menjelaskan, "Menghindar seperti ini bukanlah gayaku, aku akan membalasmu!" Goreinu hendak melempar bolanya pada Razor, "Rasakan ini!!!! Goreinu hitam!!"
Namun bukannya ke arah Razor, Goreinu melemparnya tepat ke arah kepala Goreinu hitam. Dan secara mengejutkan, mahluk panggilan itu bertukar tempat dengan Razor sesaat sebelum ia terkena. Jadi, bola itupun mengenai wajah Razor secara telak.
Comments
Post a Comment