Sebelumnya : One Piece Chapter 573
Ace melindungi adiknya. Tanpa ragu, ia menahan pukulan Akainu menggunakan tubuhnya sendiri. Luffy berhasil diselamatkan. Namun sebagai gantinya, punggung Ace harus tembus hingga ke perut. Tak peduli meskipun ia adalah seorang logia, haki Akainu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya terluka parah.
Untuk sesaat, para bajak laut dari pihak Shirohige bersama dengan rekan-rekannya terdiam, sebelum akhirnya dengan hati yang bimbang berteriak, "Ia berhasil mendapatkan Ace!!"
Tampak jelas kalau kapten dari divisi Shirohige, Jimbei, bahkan Garp, begitu terpukul atas insiden yang menimpa Ace ini.
"Semuanya, hentikan Akainu!!! Tembak!!" Tembakan demi tembakanmu diluncurkan menuju tempat Akainu berdiri. Dan tak hanya orang-orang yang ada di sana, mereka yang ada di Sabaody juga masih menyaksikan kejadian tersebut.
Namun tak peduli berapa kalipun menembak, Akainu yang juga adalah seorang Logia sama sekali tak bisa dihentikan. "Ini buruk, serangan kita sama sekali tak bisa menghentikannya." ucap salah seorang dari pihak Shirohige.
Dengan tenangnya, Akainu yang sudah menjauh dari Ace kembali mendekat padanya, dan bersiap untuk kembali menyerang. "Sepertinya kau belum benar-benar mati ..."
"Hentikan!!!" Teriak Luffy. Namun bagaimanapun, lelaki itu tetap melancarkan serangan keduanya. Akan tetapi, kali ini Jimbei datang dengan cepat dan langsung menahan serangan itu dengan kedua tangannya. "Aku tak akan membiarkanmu bertindak lebih jauh dari ini!"
"Jimbei!!?"
Di sisi lain, Mr.3 telah ditemukan dan dibawa ke tempat Marco. "Aaaah, aku senang sekali, padahal kupikir aku akan mati ..." ucapnya. "Sudah, cepat buka saja borgolku ini! Sekarang!!" Perintah Marco.
"Ukhhh ..." Jimbei menahan rasa sakit dari serangan Akainu tadi. "Yang kau lakukan hanyalah mengulur-ngulur waktu, Jimbe. Sebagai mantan seorang Shichibukai, kau tahu kan bagaimana kekuatanku." ucap Akainu. Namun kemudian Jimbei menegaskan, "Meski harus mengorbankan nyawa ini, bisa mengulur waktu saja sudah membuatku puas!! Dan sejak awal aku memang sudah siap untuk mati!!"
Sementara itu, perlahan dengan langkah dan tatapan yang mengerikan, Garp berjalan menuju ke arah Akainu berada. Bagaimanapun, Ace adalah cucunya. Seorang kakek tentu saja kesal dan marah ketika cucunya hendak dibunuh, tak peduli apapun alasannya.
"Vice-Admiral Garp, apa yang akan anda lakukan!!?" Teriak salah seorang pasukan angkatan laut. "Kau pikir apa yang akan kau lakukan, hah!!?"
Jbuaghhh!!!! Sengoku menghantam dan menancapkan kepala Garp ke tanah, menahannya agar tak mampu bergerak.
"Hah, sebaiknya kau tetap menahanku seperti ini, Sengoku!! Karena kalau tidak, aku akan ke sana dan membunuh Sakazuki!!!"
"Dasar bodoh!!!" ucap Sengoku.
Kembali ke sisi Jimbei, setelah menahan serangan tadi, telapak tangannya mengalami luka bakar. Ia kelelahan, sementara Akainu masih berdiri dengan tegak. "Sepertinya aku juga harus mengeksekusi pengkhianat!" ucapnya, dan kembali bersiap untuk menyerang.
"Jimbei, menunduk!!" Marco dan Vista melesat dari belakang Jimbei dan langsung menyerang Akainu. Vista dengan tebasan pedangnya, sementara Marco dengan tubuhnya yang telah kembali mampu berubah ke mode phoenix.
"Komandan Vista! Komandan Marco!?"
"Hah! Ini semakin mengganggu saja, jadi kalian pengguna Haki juga ya?" ucap Akainu, yang masih mampu bertahan dari serangan tadi itu.
"Tadi aku lengah, aku benar-benar menyesal." ucap Vista.
"Bagaimana bisa kami membiarkan ini terjadi!?" ucap Marco.
"Hah, apa kalian masih tak sadar ya kalau Hiken no Ace sudah tak bisa ditolong lagi!!?"
Bruuukkk ...
Ace yang semula masih berdiri kini ambruk dan jatuh di rangkulan Luffy.
"Ace!!!?" Teriak orang-orang Shirohige.
"Maafkan aku, Luffy ..." ucap lelaki itu.
"Ace, kau harus segera mendapat perawatan, lukamu ..."
"Aku tak bisa membuatmu menyelamatkanku, aku minta maaf ..." Keadaan Ace sekarang benar-benar semakin kritis. Dan di saat-saat terakhirnya itu, kilasan masa lalu terlintas di benak Ace. Saat ia masih kecil, saat ia dimarahi oleh Dadan karena membuat keributan di kota ...
"Luffy ... Kalau bertemu dengan Dadan, maukah kau menyampaikan salamku padanya? Ini aneh ... Sekarang aku akan segera mati, dan aku merasa kangen dengan si bodoh itu. Dan sayang sekali ... Aku tak akan mampu melihatmu meraih mimpimu ... Tapi aku yakin, kau pasti bisa mencapainya. Bagaimanapun kau adalah saudaraku kan ..."
"Seperti janji kita waktu itu, aku tak pernah menyesali bagaimana caraku menjalani hidup ..." ucap Ace lagi. "Itu bohong!" ucap Luffy. Kemudian Ace kembali berkata, "Tidak, itu benar. Apa yang aku inginkan pada akhirnya bukanlah ketenaran ... Melainkan jawaban dari pertanyaan, apakah aku layak untuk dilahirkan?"
"Haah ... Suaraku mulai melemah ...
Luffy, aku ingin kau mendengar apa yang aku katakan sekarang dengan baik, dan kemudian memberitahukannya pada yang lainnya. Pada pak tua, kalian semua, dan, Luffy ...
Meskipun aku tak bagus dalam apapun selama hidupku, hah ...
Meskipun aku mewarisi darah iblis di dalam tubuhku, kalian semua tetap mencintaiku ...
Terimakasih banyak ..." Ace menangis, di saat terakhir ia menenteskan air mata.
Nyawa Ace perlahan benar-benar menghilang. Setelahnya ia benar-benar rebah, tanpa mampu berkata apa-apa lagi. Hanya ada kilasan balik ingatannya, yang terlintas untuk terakhir kalinya, kenangan saat waktu itu ia bertanya pada Garp ...
"Kakek ... Apa menurutmu, aku ini layak untuk dilahirkan?"
"Itu ... Adalah sesuatu yang hanya bisa kau jawab setelah menjalani hidup"
Di saat terakhir, Luffy juga kembali teringat dengan kenangannya dulu bersama dengan sang kakak. Saat ia menangis dan kakaknya memarahi, ketika Ace berjanji untuk akan terus hidup ...
Sama hanya dengan Luffy, Garp juga teringat akan kenangan masa lalu, kata-kata ibu Ace ...
"Kalau dia laki-laki, berilah nama Ace ... Gold D Ace, itulah nama anak kami ..."
Bersambung ke One Piece Chapter 575
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Ace melindungi adiknya. Tanpa ragu, ia menahan pukulan Akainu menggunakan tubuhnya sendiri. Luffy berhasil diselamatkan. Namun sebagai gantinya, punggung Ace harus tembus hingga ke perut. Tak peduli meskipun ia adalah seorang logia, haki Akainu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya terluka parah.
Untuk sesaat, para bajak laut dari pihak Shirohige bersama dengan rekan-rekannya terdiam, sebelum akhirnya dengan hati yang bimbang berteriak, "Ia berhasil mendapatkan Ace!!"
Tampak jelas kalau kapten dari divisi Shirohige, Jimbei, bahkan Garp, begitu terpukul atas insiden yang menimpa Ace ini.
"Semuanya, hentikan Akainu!!! Tembak!!" Tembakan demi tembakanmu diluncurkan menuju tempat Akainu berdiri. Dan tak hanya orang-orang yang ada di sana, mereka yang ada di Sabaody juga masih menyaksikan kejadian tersebut.
Namun tak peduli berapa kalipun menembak, Akainu yang juga adalah seorang Logia sama sekali tak bisa dihentikan. "Ini buruk, serangan kita sama sekali tak bisa menghentikannya." ucap salah seorang dari pihak Shirohige.
Dengan tenangnya, Akainu yang sudah menjauh dari Ace kembali mendekat padanya, dan bersiap untuk kembali menyerang. "Sepertinya kau belum benar-benar mati ..."
"Hentikan!!!" Teriak Luffy. Namun bagaimanapun, lelaki itu tetap melancarkan serangan keduanya. Akan tetapi, kali ini Jimbei datang dengan cepat dan langsung menahan serangan itu dengan kedua tangannya. "Aku tak akan membiarkanmu bertindak lebih jauh dari ini!"
"Jimbei!!?"
Di sisi lain, Mr.3 telah ditemukan dan dibawa ke tempat Marco. "Aaaah, aku senang sekali, padahal kupikir aku akan mati ..." ucapnya. "Sudah, cepat buka saja borgolku ini! Sekarang!!" Perintah Marco.
"Ukhhh ..." Jimbei menahan rasa sakit dari serangan Akainu tadi. "Yang kau lakukan hanyalah mengulur-ngulur waktu, Jimbe. Sebagai mantan seorang Shichibukai, kau tahu kan bagaimana kekuatanku." ucap Akainu. Namun kemudian Jimbei menegaskan, "Meski harus mengorbankan nyawa ini, bisa mengulur waktu saja sudah membuatku puas!! Dan sejak awal aku memang sudah siap untuk mati!!"
Sementara itu, perlahan dengan langkah dan tatapan yang mengerikan, Garp berjalan menuju ke arah Akainu berada. Bagaimanapun, Ace adalah cucunya. Seorang kakek tentu saja kesal dan marah ketika cucunya hendak dibunuh, tak peduli apapun alasannya.
"Vice-Admiral Garp, apa yang akan anda lakukan!!?" Teriak salah seorang pasukan angkatan laut. "Kau pikir apa yang akan kau lakukan, hah!!?"
Jbuaghhh!!!! Sengoku menghantam dan menancapkan kepala Garp ke tanah, menahannya agar tak mampu bergerak.
"Hah, sebaiknya kau tetap menahanku seperti ini, Sengoku!! Karena kalau tidak, aku akan ke sana dan membunuh Sakazuki!!!"
"Dasar bodoh!!!" ucap Sengoku.
Kembali ke sisi Jimbei, setelah menahan serangan tadi, telapak tangannya mengalami luka bakar. Ia kelelahan, sementara Akainu masih berdiri dengan tegak. "Sepertinya aku juga harus mengeksekusi pengkhianat!" ucapnya, dan kembali bersiap untuk menyerang.
"Jimbei, menunduk!!" Marco dan Vista melesat dari belakang Jimbei dan langsung menyerang Akainu. Vista dengan tebasan pedangnya, sementara Marco dengan tubuhnya yang telah kembali mampu berubah ke mode phoenix.
"Komandan Vista! Komandan Marco!?"
"Hah! Ini semakin mengganggu saja, jadi kalian pengguna Haki juga ya?" ucap Akainu, yang masih mampu bertahan dari serangan tadi itu.
"Tadi aku lengah, aku benar-benar menyesal." ucap Vista.
"Bagaimana bisa kami membiarkan ini terjadi!?" ucap Marco.
"Hah, apa kalian masih tak sadar ya kalau Hiken no Ace sudah tak bisa ditolong lagi!!?"
Bruuukkk ...
Ace yang semula masih berdiri kini ambruk dan jatuh di rangkulan Luffy.
"Ace!!!?" Teriak orang-orang Shirohige.
"Maafkan aku, Luffy ..." ucap lelaki itu.
"Ace, kau harus segera mendapat perawatan, lukamu ..."
"Aku tak bisa membuatmu menyelamatkanku, aku minta maaf ..." Keadaan Ace sekarang benar-benar semakin kritis. Dan di saat-saat terakhirnya itu, kilasan masa lalu terlintas di benak Ace. Saat ia masih kecil, saat ia dimarahi oleh Dadan karena membuat keributan di kota ...
"Luffy ... Kalau bertemu dengan Dadan, maukah kau menyampaikan salamku padanya? Ini aneh ... Sekarang aku akan segera mati, dan aku merasa kangen dengan si bodoh itu. Dan sayang sekali ... Aku tak akan mampu melihatmu meraih mimpimu ... Tapi aku yakin, kau pasti bisa mencapainya. Bagaimanapun kau adalah saudaraku kan ..."
"Seperti janji kita waktu itu, aku tak pernah menyesali bagaimana caraku menjalani hidup ..." ucap Ace lagi. "Itu bohong!" ucap Luffy. Kemudian Ace kembali berkata, "Tidak, itu benar. Apa yang aku inginkan pada akhirnya bukanlah ketenaran ... Melainkan jawaban dari pertanyaan, apakah aku layak untuk dilahirkan?"
"Haah ... Suaraku mulai melemah ...
Luffy, aku ingin kau mendengar apa yang aku katakan sekarang dengan baik, dan kemudian memberitahukannya pada yang lainnya. Pada pak tua, kalian semua, dan, Luffy ...
Meskipun aku tak bagus dalam apapun selama hidupku, hah ...
Meskipun aku mewarisi darah iblis di dalam tubuhku, kalian semua tetap mencintaiku ...
Terimakasih banyak ..." Ace menangis, di saat terakhir ia menenteskan air mata.
Nyawa Ace perlahan benar-benar menghilang. Setelahnya ia benar-benar rebah, tanpa mampu berkata apa-apa lagi. Hanya ada kilasan balik ingatannya, yang terlintas untuk terakhir kalinya, kenangan saat waktu itu ia bertanya pada Garp ...
"Kakek ... Apa menurutmu, aku ini layak untuk dilahirkan?"
"Itu ... Adalah sesuatu yang hanya bisa kau jawab setelah menjalani hidup"
Di saat terakhir, Luffy juga kembali teringat dengan kenangannya dulu bersama dengan sang kakak. Saat ia menangis dan kakaknya memarahi, ketika Ace berjanji untuk akan terus hidup ...
Sama hanya dengan Luffy, Garp juga teringat akan kenangan masa lalu, kata-kata ibu Ace ...
"Kalau dia laki-laki, berilah nama Ace ... Gold D Ace, itulah nama anak kami ..."
Bersambung ke One Piece Chapter 575
Comments
Post a Comment