Sebelumnya : Beelzebub Chapter 48
Seorang siswa dengan anting dan rambut yang dicat tampak sedang mengendap-endap di bagian khusus yang di dalamnya terdapat kelas untuk para siswa dari ishiyama. "Apa benar ini tempat dimana para siswa Ishiyama yang berbahaya itu?" pikirnya.
"Fiuh, akhirnya selesai juga." Terdengar suara perempuan dari kelompok Aoi. Mereka keluar dari kelas, dan buru-buru lelaki tadi bersembunyi. "Susunan kelas ini benar-benar parah, pelajaran seperti apa yang akan mereka ajarkan?"
"Kak Aoi, kenapa kau lama sekali? Ayo cepat pulang!"
"Ayo, kak Aoi!!"
"Itu kan ... kelompok perempuan terkuat di Kanto, Red Tails!? Manis ..." Pikir siswa yang memata-matai itu. "Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku yang maju pertama? Tunggu sebentar, dia masih belum keluar ... Ayolah, cepat keluar ..."
"Ada apa?" seorang siswi tiba-tiba saja muncul di depannya. "Gyaaa!!!!" siswa itu kaget. "Azusa!!!?"
"Ada apa? Siapa yang kamu tunggu??"
"Sttt!!!! Kenapa kau mengikutiku!? Apa kau tahu kita dimana??"
"Tentu saja aku tahu!" ucap gadis itu, Azusa.
"Suaramu terlalu keras!!!"
"Kamu yang salah, Kazu-kun. Ini penjara sementara untuk mereka. Karena itu, kita dilarang berkeliaran di sekitar sini oleh guru." ucap Azusa.
"Ehm, Azusa, karena kita sudah kenal lama, maka akan kuberitahu yang sebenarnya ..."
"Oh, boleh ... Tapi ... Itu ... Apa kamu tidak merasa sedikit malu bilang kalau kita sudah lama kenal?" wajah Azusa memerah.
"Tentu saja tidak!!" teriak Kazu.
"Sekarang kembali ke topik semula, aku akan jujur padamu. Sebenarnya, aku menghormati para penjahat dari genk itu." ucap Kazu.
"Ah ... Aku sudah tahu itu." ucap Azusa, "Kamu mengecat rambutmu dan memasang anting-anting. Teman-teman bilang kalau kamu sedang ikut ... Debut Liburan Musim Panas. Debut liburan musim panas adalah kondisi dimana orang hidup normal ..."
"Sttt, diam!" Kazu membekap mulut Asuza saat terlihat kelompok Kanzaki lewat.
"Hmm, benar-benar menyebalkan ..." ucap Kanzaki.
"Kanzaki-san, kita mau kemana? KIta tak diperbolehkan ke bagian sekolah itu, kan?"
"Kudengar ada mesin Yogurt di sana, aku cuma mau memastikan itu benar atau tidak." ucap Kanzaki.
"I-Itu kan, salah satu Touhoushinki Ishiyama, Kanzaki Hajime!" pikir Kazu.
"Uwaa, mereka kelihata menyeramkan." ucap Azusa. "Kazu-kun, kamu mau jadi seperti mereka?"
"Sebenarnya, yang membuatku tertarik adalah Oga. Dia lebih baik dari mereka, walau aku belum pernah bertemu dengannya sih."
"Oga?"
"Apa kamu belum pernah mendengar tentangnya? Kalau begitu biar aku ceritakan, Oga adalah ..."
"Hatchiuuuu!!!" Oga bersin. Bersama dengan Furuichi dan bayi Beel, Oga sudah dalam perjalanan menuju pulang. "Aah, sial, apa aku masuk angin ya?"
"Setahuku orang bodoh tidak masuk angin." ucap Furuichi.
Sambil terus bercakap-cakap, mereka berjalan untuk pulang. Sementara tanpa mereka sadari, Kazu dan Azusa membuntuti. "Kelihatannya dia tidak begitu menyeramkan." ucap Azusa. "Kamu yakin itu dia? Dia punya bayi ..."
"Tidak salah lagi, dialah orang yang sudah mengalahkan semua preman yang mengajaknya berkelahi dan membuat mereka menunduk tanpa sempat tertawa. Orang-orang memanggilnya si anak baru iblis legenda yang mempersatukan Ishiyama dengan tangannya sendiri."
"Cuma itu ya?"
"Ya, begitulah ceritanya." ucap Kazu. "Tidak, ia juga dikenal sebagai pemimpin dengan anak kecil." pikirnya.
"Kita tetap akan mengikutinya, aku ingin memastikan kalau dia yang asli."
"Baiklah, ayo pergi." Mereka mengikuti Oga sampai tiba di suatu gang, dimana di sana, puluhan preman telah menunggu dan mengepung Oga.
"Ti-tidak perlu dipastikan lagi, dia asli." pikir Kazu.
"Aku sudah dengar rumor tentang kalian, Ishiyama ..." ucap pemimpin preman itu.
"Katanya kalian sedang bersekolah sekarang. Tapi sayang sekali, sekarang kalian berada di wilayah Skinhead ... Kalau kalian tidak menjaga diri kalian sendiri ..."
Buakkk!!! Oga menendang orang itu hingga terjungkal.
"SHa-Sharaku-kun!!??"
"Maaf, aku sedang tidak enak badan, aku tak bisa bertarung sekarang." ucap Oga.
"Hei, lihat ini!!!!"
"Eh?" Oga menoleh, dan ternyata salah seorang anggota kelompok itu telah menyandera Kazus dan Azusa. "Hehehe, murid dari sekolah sialan, mereka teman-temanmu, kan?"
"Hei ..." Oga menoleh ke Furuichi, dan seolah mau bertanya, "Memangnya mereka teman kita, ya?"
"Cih, apa yang harus aku lakukan sekarang?" pikir Kazu, "Aku tak menyangka kalau sampai harus melibatkan Azusa. Dunia ini memang tidak mudah untuk dimasukki."
"Lepaskan mereka sekarang!" perintah seseorang dari belakang.
"Eh?" Lelaki yang menyandera mereka berdua menoleh ke belakang, dan ia langsung dipukul oleh orang misterius itu hingga terpental. Dan ternyata, orang itu tak lain adalah Aoi, Aoi Kunieda. "Seharusnya kalian berpikir dulu. Kalau kalian melakukan sesuatu pada murid Saint Ishiyama, kami tak akan membiarkannya begitu saja."
"Ah, ratu!" ucap senang Furuichi.
"Hebat ..." ucap Kazu.
"Kamu menolong kami lagi, kupikir kamu sudah pulang." ucap Furuichi.
"Ah, itu, aku ada tugas OSIS, jadi pulangnya agak telat, bukan karena ingin pulang bersama dengan kalian atau apa ..." jawab Aoi malu-malu.
"Permisi ..." Kazu menyela. "Oga-san!!!" Tiba-tiba siswa itu berlutut, menundukkan dirinya. "Tolong jadikan aku bawahanmu!!" pintanya.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 50
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Seorang siswa dengan anting dan rambut yang dicat tampak sedang mengendap-endap di bagian khusus yang di dalamnya terdapat kelas untuk para siswa dari ishiyama. "Apa benar ini tempat dimana para siswa Ishiyama yang berbahaya itu?" pikirnya.
"Fiuh, akhirnya selesai juga." Terdengar suara perempuan dari kelompok Aoi. Mereka keluar dari kelas, dan buru-buru lelaki tadi bersembunyi. "Susunan kelas ini benar-benar parah, pelajaran seperti apa yang akan mereka ajarkan?"
"Kak Aoi, kenapa kau lama sekali? Ayo cepat pulang!"
"Ayo, kak Aoi!!"
"Itu kan ... kelompok perempuan terkuat di Kanto, Red Tails!? Manis ..." Pikir siswa yang memata-matai itu. "Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku yang maju pertama? Tunggu sebentar, dia masih belum keluar ... Ayolah, cepat keluar ..."
"Ada apa?" seorang siswi tiba-tiba saja muncul di depannya. "Gyaaa!!!!" siswa itu kaget. "Azusa!!!?"
"Ada apa? Siapa yang kamu tunggu??"
"Sttt!!!! Kenapa kau mengikutiku!? Apa kau tahu kita dimana??"
"Tentu saja aku tahu!" ucap gadis itu, Azusa.
"Suaramu terlalu keras!!!"
"Kamu yang salah, Kazu-kun. Ini penjara sementara untuk mereka. Karena itu, kita dilarang berkeliaran di sekitar sini oleh guru." ucap Azusa.
"Ehm, Azusa, karena kita sudah kenal lama, maka akan kuberitahu yang sebenarnya ..."
"Oh, boleh ... Tapi ... Itu ... Apa kamu tidak merasa sedikit malu bilang kalau kita sudah lama kenal?" wajah Azusa memerah.
"Tentu saja tidak!!" teriak Kazu.
"Sekarang kembali ke topik semula, aku akan jujur padamu. Sebenarnya, aku menghormati para penjahat dari genk itu." ucap Kazu.
"Ah ... Aku sudah tahu itu." ucap Azusa, "Kamu mengecat rambutmu dan memasang anting-anting. Teman-teman bilang kalau kamu sedang ikut ... Debut Liburan Musim Panas. Debut liburan musim panas adalah kondisi dimana orang hidup normal ..."
"Sttt, diam!" Kazu membekap mulut Asuza saat terlihat kelompok Kanzaki lewat.
"Hmm, benar-benar menyebalkan ..." ucap Kanzaki.
"Kanzaki-san, kita mau kemana? KIta tak diperbolehkan ke bagian sekolah itu, kan?"
"Kudengar ada mesin Yogurt di sana, aku cuma mau memastikan itu benar atau tidak." ucap Kanzaki.
"I-Itu kan, salah satu Touhoushinki Ishiyama, Kanzaki Hajime!" pikir Kazu.
"Uwaa, mereka kelihata menyeramkan." ucap Azusa. "Kazu-kun, kamu mau jadi seperti mereka?"
"Sebenarnya, yang membuatku tertarik adalah Oga. Dia lebih baik dari mereka, walau aku belum pernah bertemu dengannya sih."
"Oga?"
"Apa kamu belum pernah mendengar tentangnya? Kalau begitu biar aku ceritakan, Oga adalah ..."
"Hatchiuuuu!!!" Oga bersin. Bersama dengan Furuichi dan bayi Beel, Oga sudah dalam perjalanan menuju pulang. "Aah, sial, apa aku masuk angin ya?"
"Setahuku orang bodoh tidak masuk angin." ucap Furuichi.
Sambil terus bercakap-cakap, mereka berjalan untuk pulang. Sementara tanpa mereka sadari, Kazu dan Azusa membuntuti. "Kelihatannya dia tidak begitu menyeramkan." ucap Azusa. "Kamu yakin itu dia? Dia punya bayi ..."
"Tidak salah lagi, dialah orang yang sudah mengalahkan semua preman yang mengajaknya berkelahi dan membuat mereka menunduk tanpa sempat tertawa. Orang-orang memanggilnya si anak baru iblis legenda yang mempersatukan Ishiyama dengan tangannya sendiri."
"Cuma itu ya?"
"Ya, begitulah ceritanya." ucap Kazu. "Tidak, ia juga dikenal sebagai pemimpin dengan anak kecil." pikirnya.
"Kita tetap akan mengikutinya, aku ingin memastikan kalau dia yang asli."
"Baiklah, ayo pergi." Mereka mengikuti Oga sampai tiba di suatu gang, dimana di sana, puluhan preman telah menunggu dan mengepung Oga.
"Ti-tidak perlu dipastikan lagi, dia asli." pikir Kazu.
"Aku sudah dengar rumor tentang kalian, Ishiyama ..." ucap pemimpin preman itu.
"Katanya kalian sedang bersekolah sekarang. Tapi sayang sekali, sekarang kalian berada di wilayah Skinhead ... Kalau kalian tidak menjaga diri kalian sendiri ..."
Buakkk!!! Oga menendang orang itu hingga terjungkal.
"SHa-Sharaku-kun!!??"
"Maaf, aku sedang tidak enak badan, aku tak bisa bertarung sekarang." ucap Oga.
"Hei, lihat ini!!!!"
"Eh?" Oga menoleh, dan ternyata salah seorang anggota kelompok itu telah menyandera Kazus dan Azusa. "Hehehe, murid dari sekolah sialan, mereka teman-temanmu, kan?"
"Hei ..." Oga menoleh ke Furuichi, dan seolah mau bertanya, "Memangnya mereka teman kita, ya?"
"Cih, apa yang harus aku lakukan sekarang?" pikir Kazu, "Aku tak menyangka kalau sampai harus melibatkan Azusa. Dunia ini memang tidak mudah untuk dimasukki."
"Lepaskan mereka sekarang!" perintah seseorang dari belakang.
"Eh?" Lelaki yang menyandera mereka berdua menoleh ke belakang, dan ia langsung dipukul oleh orang misterius itu hingga terpental. Dan ternyata, orang itu tak lain adalah Aoi, Aoi Kunieda. "Seharusnya kalian berpikir dulu. Kalau kalian melakukan sesuatu pada murid Saint Ishiyama, kami tak akan membiarkannya begitu saja."
"Ah, ratu!" ucap senang Furuichi.
"Hebat ..." ucap Kazu.
"Kamu menolong kami lagi, kupikir kamu sudah pulang." ucap Furuichi.
"Ah, itu, aku ada tugas OSIS, jadi pulangnya agak telat, bukan karena ingin pulang bersama dengan kalian atau apa ..." jawab Aoi malu-malu.
"Permisi ..." Kazu menyela. "Oga-san!!!" Tiba-tiba siswa itu berlutut, menundukkan dirinya. "Tolong jadikan aku bawahanmu!!" pintanya.
Bersambung ke Beelzebub Chapter 50
Comments
Post a Comment