Sebelumnya : Dragon Ball Movie Special 2 Bagian 3
"Ya." ucap Frieza. Dan setelahnya, sebagian gas kembali menyatu. Tak hanya satu, kali ini ia membentuk tiga sosok yang juga sudah tak asing.
"Lama tak jumpa."
"Cooler!?"
"Senang bisa bertemu lagi denganmu."
"Slug!?"
"Apa kalian tahu berapa banyak orang yang membenci bangsa Saiya?"
"Tullece!?"
Penjahat-penjahat dari masa lalu terbentuk dari gas berbahaya tersebut. "Ba-bagaimana bisa!?" ucap kaget Son Gohan. "Padahal, ayah sudah membunuh mereka semua." Cooler, Slug, Tullece, ketiga penjahat itu memang sudah dibunuh oleh Son Goku.
"Huh, apa yang kau katakan hanyalah omong kosong belaka." ucap Bezita. "Bagaimanapun, tak mungkin kalian mengalahkan kami." dengan kekuatan mereka yang sekarang, seharusnya Goku dkk tak punya masalah untuk membunuh mereka sekali lagi.
"Sepertinya kau telah menjadi lebih cerewet dari terakhir kita bertemu, Bezita." ucap Frieza.
"Yang banyak omong kosong itu sebenarnya adalah kau sendiri." lanjut Cooler, kakaknya.
"Jadi, bagaimana kalau kita buktikan saja?"
"Cih!" pertarungan dimulai. Empat lawan lima, semua telah bersama dengan lawan masing-masing. Goku dalam mode super saiya bertarung melawan Cooler. "Ternyata mereka semua memang nyata." ucap Son Goku.
Trunks berhadapan dengan Frieza. Picollo melawan Slug, dan Gohan melawan Tullece. Masalah kekuatan, Son Goku dan yang lainnya sebenarnya menang telak. Goku mampu menghajar lawannya, begitu pula dengan yang lain. Namun tiap kali ia hendak menghabisinya, lawan berubah menjadi gas dan kembali ke keadaan semula.
"A-apa!?"
"Mereka tak ada habisnya!!" ucap Picollo. Tak peduli berapa kali dicoba, hal seperti tadi tetap terulang kembali. "Mereka bangkit berkali-kali." ucap Gohan. Dan lama-lama, racun gas itu mulai berefek pada mereka. "Ukh ..."
"Ternyata kalian heran juga, ya?" ucap Frieza.
Mereka tertawa, sementara efek gas itu semakin menguat.
"Ukkh, tubuhku ..." Picollo bahkan sudah mulai merasa sulit untuk bergerak.
"Gas ini ..." Bezita ingat kalau Bulma sempat mengatakan kalau gas ini dapat membunuh mahluk hidup.
"Sepertinya efek gas Destron sudah mulai bekerja." ucap mereka.
"Yah, sayang sekali sudah terlambat kalau kalian meminta ampun pada kami."
penjahat-penjahat itu memanfaatkan kondisi mereka yang telah lemah untuk menyerang. Goku dan yang lainnya dilempar menghantam bangunan. Dan dari atas, mereka berempat bersiap untuk menembak.
"Ke-kekuatanku menghilang ..." Goku tak mampu bergerak.
"Sial ..." mereka berlima tak mampu bergerak.
"Tamatlah riwayat kalian ..."
"Semuanya!!!" seseorang tiba-tiba saja muncul dari kejauhan. Dan ternyata, orang itu tak lain adalah Bulma, yang datang dengan menggunakan pesawat. "Aku sudah berhasil menganalisa gas Destron itu. Kemudian, ini dia penangkalnya!"
Selanjutnya : Dragon Ball Movie Special 2 Bagian 5
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Ya." ucap Frieza. Dan setelahnya, sebagian gas kembali menyatu. Tak hanya satu, kali ini ia membentuk tiga sosok yang juga sudah tak asing.
"Lama tak jumpa."
"Cooler!?"
"Senang bisa bertemu lagi denganmu."
"Slug!?"
"Apa kalian tahu berapa banyak orang yang membenci bangsa Saiya?"
"Tullece!?"
Penjahat-penjahat dari masa lalu terbentuk dari gas berbahaya tersebut. "Ba-bagaimana bisa!?" ucap kaget Son Gohan. "Padahal, ayah sudah membunuh mereka semua." Cooler, Slug, Tullece, ketiga penjahat itu memang sudah dibunuh oleh Son Goku.
"Huh, apa yang kau katakan hanyalah omong kosong belaka." ucap Bezita. "Bagaimanapun, tak mungkin kalian mengalahkan kami." dengan kekuatan mereka yang sekarang, seharusnya Goku dkk tak punya masalah untuk membunuh mereka sekali lagi.
"Sepertinya kau telah menjadi lebih cerewet dari terakhir kita bertemu, Bezita." ucap Frieza.
"Yang banyak omong kosong itu sebenarnya adalah kau sendiri." lanjut Cooler, kakaknya.
"Jadi, bagaimana kalau kita buktikan saja?"
"Cih!" pertarungan dimulai. Empat lawan lima, semua telah bersama dengan lawan masing-masing. Goku dalam mode super saiya bertarung melawan Cooler. "Ternyata mereka semua memang nyata." ucap Son Goku.
Trunks berhadapan dengan Frieza. Picollo melawan Slug, dan Gohan melawan Tullece. Masalah kekuatan, Son Goku dan yang lainnya sebenarnya menang telak. Goku mampu menghajar lawannya, begitu pula dengan yang lain. Namun tiap kali ia hendak menghabisinya, lawan berubah menjadi gas dan kembali ke keadaan semula.
"A-apa!?"
"Mereka tak ada habisnya!!" ucap Picollo. Tak peduli berapa kali dicoba, hal seperti tadi tetap terulang kembali. "Mereka bangkit berkali-kali." ucap Gohan. Dan lama-lama, racun gas itu mulai berefek pada mereka. "Ukh ..."
"Ternyata kalian heran juga, ya?" ucap Frieza.
Mereka tertawa, sementara efek gas itu semakin menguat.
"Ukkh, tubuhku ..." Picollo bahkan sudah mulai merasa sulit untuk bergerak.
"Gas ini ..." Bezita ingat kalau Bulma sempat mengatakan kalau gas ini dapat membunuh mahluk hidup.
"Sepertinya efek gas Destron sudah mulai bekerja." ucap mereka.
"Yah, sayang sekali sudah terlambat kalau kalian meminta ampun pada kami."
penjahat-penjahat itu memanfaatkan kondisi mereka yang telah lemah untuk menyerang. Goku dan yang lainnya dilempar menghantam bangunan. Dan dari atas, mereka berempat bersiap untuk menembak.
"Ke-kekuatanku menghilang ..." Goku tak mampu bergerak.
"Sial ..." mereka berlima tak mampu bergerak.
"Tamatlah riwayat kalian ..."
"Semuanya!!!" seseorang tiba-tiba saja muncul dari kejauhan. Dan ternyata, orang itu tak lain adalah Bulma, yang datang dengan menggunakan pesawat. "Aku sudah berhasil menganalisa gas Destron itu. Kemudian, ini dia penangkalnya!"
Selanjutnya : Dragon Ball Movie Special 2 Bagian 5
Comments
Post a Comment