Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 202 Bagian 3
"Apa kau tak bisa lebih dekat lagi?" tanya Videl ke pilot.
"Sepertinya ini sudah jarak yang paling dekat. Kobaran api itu terlalu berbahaya!"
"Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang terjebak di sana?" Videl melihat keadaan, dan kemudian ia melihat ada sesuatu di bagian atap gedung. "Di sana ada sebuah tangki besar, apa itu bisa dimanfaatkan?"
"Apa maksudmu?"
"Apa aku bisa menggunakan air dari tangki itu untuk memadamkan apinya?" Videl menghubungi bagian informasi melalui alat komunikasi. Bagian informasi kemudian mengecek tangki itu, dan memberi penjelasan, "Sepertinya tidak bisa. Tapi, ada sebuah katup darurat eksternal di sana."
"Jika aku membukanya, maka airnya akan keluar, kan?"
"Aku tidak yakin apa itu cukup untuk memadamkan apinya."
"Paling tidak itu bisa mengulur waktu untuk mengevakuasi gedung, kan?"
"Videl-san, jangan nekat melakukan itu!" ucap pilot pesawat. Akan tetapi, tekad Videl sudah bulat untuk menuju tangki tersebut, "Aku harus mencobanya." ucap Videl. Dan akhirnya, ia meloncat dari pesawat itu. "Videl-san!!"
Videl mendarat dengan selamat, dan kemudian menuju tangki itu. Akan tetapi, katupnya begitu panas. Videl mencoba untuk memutarnya, namun tangannya kepanasan. Tapi, Videl tak menyerah. Tak peduli tangannya kepanasan, ia kembali mencoba untuk memutar kunci air tersebut. Namun sayangnya, kekuatan Videl tidak cukup untuk membukanya.
Dari bawah, Gohan yang melihat tak bisa membiarkannya begitu saja. Ia menyusul.
"Gohan-kun, kau mau kemana?" tanya khawatir Angela. Lalu Gohan menjawab, "Aku harus menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalam gedung."
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkan orang-orang?"
"Eh? Aku kan pahlawan keadilan, tentu saja bisa." ucap Gohan dan pergi.
"Gohan-kun ..."
Di atas, Videl masih berusaha untuk membuka kunci airnya. Akan tetapi, kekuatannya masih benar-benar belum cukup. Sementara itu, ledakan terus terjadi. "Ki-kita akan mati!!" ucap salah seorang korban yang terjebak. Ledakan kembali terjadi, dan tangki itu oleng, jatuh dan hampir mengenai Videl. Untung saja, dengan cepat Great Saiyaman datang dan menahannya. "Great Saiyaman datang untuk menyelamatkan kalian!!!" seru sang pahlawan.
"Cepatlah menyingkir." ucap Great Saiyaman ke Videl. Perempuan itu menurut, dan Great Saiyamanpun melakukan aksinya. Ia memukul-mukul tangki tersebut, hingga menciptakan lubang yang membuat airnya mengalir keluar. Kemudian, air itu mengalir ke sepanjang gedung, menyapu kobaran api yang ada.
Dengan adanya celah di lantai dan atap, airnya semakin mudah untuk menyebar. Apipun berhasil dipadamkan, dan semua orang berhasil diselamatkan. "Kita selamat!!" ucap orang-orang.
Kasus berakhir, dan Great Saiyaman kembali ke bawah, kembali ke pakaian Gohannya. Gohan mengendap-endap di balik mobil pemadam. Videl yang sedang diwawancarai oleh wartawan secara tak sengaja melihatnya, hingga membuat kecurigaannya semakin tinggi.
"Son Gohan-kun." Videl memanggil. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"Ah, ti-tidak ada." ucap Gohan.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu????"
"A-aku tak menyembunyikan apapun." ucap Gohan. Tapi, Videl terus menatapnya dengan curiga.
Sementara itu, Angela masih mencari-cari Gohan. Dan saat melihat ia sedang bersama dengan Videl, Angela cemburu. "Aaah!!!! Kamu jahat, Gohan-san!!" teriaknya setengah menangis.
"Ah, A-Angela-san?"
"Aku tahu, ternyata kau memang punya pacar! Videl-san adalah pacarmu, kan?"
Videl bengong tak mengerti, sementara Angera terus menyebutkan tuduhannya.
"Itulah kenapa kau real untuk ke gedung yang terbakar itu!!" ucapnya. Kemudian, "Videl-san, apa kau tahu rahasia Gohan?"
"Rahasia apa?"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 202 Bagian 5
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
"Apa kau tak bisa lebih dekat lagi?" tanya Videl ke pilot.
"Sepertinya ini sudah jarak yang paling dekat. Kobaran api itu terlalu berbahaya!"
"Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang terjebak di sana?" Videl melihat keadaan, dan kemudian ia melihat ada sesuatu di bagian atap gedung. "Di sana ada sebuah tangki besar, apa itu bisa dimanfaatkan?"
"Apa maksudmu?"
"Apa aku bisa menggunakan air dari tangki itu untuk memadamkan apinya?" Videl menghubungi bagian informasi melalui alat komunikasi. Bagian informasi kemudian mengecek tangki itu, dan memberi penjelasan, "Sepertinya tidak bisa. Tapi, ada sebuah katup darurat eksternal di sana."
"Jika aku membukanya, maka airnya akan keluar, kan?"
"Aku tidak yakin apa itu cukup untuk memadamkan apinya."
"Paling tidak itu bisa mengulur waktu untuk mengevakuasi gedung, kan?"
"Videl-san, jangan nekat melakukan itu!" ucap pilot pesawat. Akan tetapi, tekad Videl sudah bulat untuk menuju tangki tersebut, "Aku harus mencobanya." ucap Videl. Dan akhirnya, ia meloncat dari pesawat itu. "Videl-san!!"
Videl mendarat dengan selamat, dan kemudian menuju tangki itu. Akan tetapi, katupnya begitu panas. Videl mencoba untuk memutarnya, namun tangannya kepanasan. Tapi, Videl tak menyerah. Tak peduli tangannya kepanasan, ia kembali mencoba untuk memutar kunci air tersebut. Namun sayangnya, kekuatan Videl tidak cukup untuk membukanya.
Dari bawah, Gohan yang melihat tak bisa membiarkannya begitu saja. Ia menyusul.
"Gohan-kun, kau mau kemana?" tanya khawatir Angela. Lalu Gohan menjawab, "Aku harus menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalam gedung."
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk menyelamatkan orang-orang?"
"Eh? Aku kan pahlawan keadilan, tentu saja bisa." ucap Gohan dan pergi.
"Gohan-kun ..."
Di atas, Videl masih berusaha untuk membuka kunci airnya. Akan tetapi, kekuatannya masih benar-benar belum cukup. Sementara itu, ledakan terus terjadi. "Ki-kita akan mati!!" ucap salah seorang korban yang terjebak. Ledakan kembali terjadi, dan tangki itu oleng, jatuh dan hampir mengenai Videl. Untung saja, dengan cepat Great Saiyaman datang dan menahannya. "Great Saiyaman datang untuk menyelamatkan kalian!!!" seru sang pahlawan.
"Cepatlah menyingkir." ucap Great Saiyaman ke Videl. Perempuan itu menurut, dan Great Saiyamanpun melakukan aksinya. Ia memukul-mukul tangki tersebut, hingga menciptakan lubang yang membuat airnya mengalir keluar. Kemudian, air itu mengalir ke sepanjang gedung, menyapu kobaran api yang ada.
Dengan adanya celah di lantai dan atap, airnya semakin mudah untuk menyebar. Apipun berhasil dipadamkan, dan semua orang berhasil diselamatkan. "Kita selamat!!" ucap orang-orang.
Kasus berakhir, dan Great Saiyaman kembali ke bawah, kembali ke pakaian Gohannya. Gohan mengendap-endap di balik mobil pemadam. Videl yang sedang diwawancarai oleh wartawan secara tak sengaja melihatnya, hingga membuat kecurigaannya semakin tinggi.
"Son Gohan-kun." Videl memanggil. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"Ah, ti-tidak ada." ucap Gohan.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu????"
"A-aku tak menyembunyikan apapun." ucap Gohan. Tapi, Videl terus menatapnya dengan curiga.
Sementara itu, Angela masih mencari-cari Gohan. Dan saat melihat ia sedang bersama dengan Videl, Angela cemburu. "Aaah!!!! Kamu jahat, Gohan-san!!" teriaknya setengah menangis.
"Ah, A-Angela-san?"
"Aku tahu, ternyata kau memang punya pacar! Videl-san adalah pacarmu, kan?"
Videl bengong tak mengerti, sementara Angera terus menyebutkan tuduhannya.
"Itulah kenapa kau real untuk ke gedung yang terbakar itu!!" ucapnya. Kemudian, "Videl-san, apa kau tahu rahasia Gohan?"
"Rahasia apa?"
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 202 Bagian 5
Comments
Post a Comment