Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 203 Bagian 4
Di lokasi kejadian, pertarungan natara Videl melawan orang itu terus berlanjut. Bos menyerang, Videl menghindar. Dan saat Videl menyerang, lelaki itu mampu menahannya tanpa luka berarti. "Lumayan juga kau." ucap lelaki itu.
"Hehe ..."
Drrrddd!!!!! anggota Red Rock menembaki Videl dengan pistol semi otomatis. Videl kaget, berusaha menghindar, dan konsentrasinya terhadap pertarungan menjadi buyar. Akhirnya dengan mudah, bos genk itupun berhasil memukul jatuh Videl. Gadis itu terhempas hingga menabrak semak-semak.
"Videl-san!!" teriak khawatir walikota. Dan saat itulah, Great Saiyaman muncul. "Itu tidak adil." ucap Great Saiyaman.
"Siapa kau?" salah seorang anggota genk itu menodongkan senapan ke arahnya. Tapi hanya dengan dua jari, ia mampu membengkokkan senjata yang terbuat dari besi itu. "Aku adalah pembasmi kejahatan, pembela keadilan, aku adalah ..."
"Great Saiyaman!!" Videl berteriak.
"Eeh, Videl-san, itu bagianku." ucap Great Saiyaman.
"Ini adalah pertarunganku, kau jangan ikut campur!!" ucap Great Saiyaman. "Aku tak pernah meminta bantuanmu." ucap Videl. "Tapi kan ..."
"Apa yang sedang mereka lakukan?" ucap bingung orang-orang termasuk polisi yang ada di sekitar mereka. "Pergi saja dari sini!" ucap Videl. "Tapi kan, Videl-san ..."
"Oi, cepat bunuh orang aneh bertopeng itu!!" perintah bos genk pada anak buahnya. Merekapun menyerang Great Saiyaman, namun tentunya dengan mudah Gohan menghajar mereka. Dan setelahnya, ia membebaskan pak walikota. "Terimakasih." ucap walikota.
"Mati kau!!" anggota genk tadi tak mau menyerah. Salah seorang dari mereka mengeluarkan bazoka dan menembakannya. Namun dengan mudah, Great Saiyaman menahan dan membalikannya.
"Kurang ajar kau ..." ucap bos mereka. Dan sekarang, ia telah berhasil menyandera Videl. "Videl-san!!" teriak khawatir Great Saiyaman. Akan tetapi, Videl mampu memukup perut lelaki itu dan melepaskan diri. Setelahnya, Videl menendang jatuh bos itu.
"Sepertinya aku tak perlu khawatir." pikir Gohan. "Dia cukup kuat."
Setelahnya, polisipun menangkap para penjahat itu, termasuk bosa mereka, yang sudah berhasil dikalahkan oleh Videl. Sementara Great Saiyaman, iapun pergi, "Sampai jumpa, Videl-san."
"Tunggu!" Videl mencegatnya.
"Eh?" Gohan kaget. Tapi ternyata, Videl hanya mau menyampaikan, "Terimakasih."
"Ah, ya, sama-sama." ucap Great Saiyaman.
"Tapi aku masih penasaran siapa kau sebenarnya. Aku akan terus mencoba untuk mencaritahunya." ucap Videl. "Ahaha, ya, coba saja." ucap Gohan dan kemudian benar-benar pergi.
Setelahnya, dalam perjalanan pulang dari sekolah, Eliza menceritakan pada Videl mengenai apa yang Gohan lakukan tadi. "Eh? Gohan-kun melakukan itu?" Videl kaget. "Ya, dia begitu ketakutan saat ada gempa dan kemudian menghilang. Dia kembali sesaat sebelum kau datang."
"Jadi dia ... Gohan-kun!" Videl menoleh ke belakang, ke tempat dimana seharusnya Gohan berada. Akan tetapi, ia sudah tak ada. "Bukankah tadi dia ada di belakangku?"
"Hahaha, dia memang hebat dalam masalah kabur." ucap Sharpener.
Gohan menyembunyikan dirinya, identitasnya. Dan untuk saat ini, identiasnya tersebut masih aman. Namun, kelihatannya itu tak akan bertahan lama ...
Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 204
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Di lokasi kejadian, pertarungan natara Videl melawan orang itu terus berlanjut. Bos menyerang, Videl menghindar. Dan saat Videl menyerang, lelaki itu mampu menahannya tanpa luka berarti. "Lumayan juga kau." ucap lelaki itu.
"Hehe ..."
Drrrddd!!!!! anggota Red Rock menembaki Videl dengan pistol semi otomatis. Videl kaget, berusaha menghindar, dan konsentrasinya terhadap pertarungan menjadi buyar. Akhirnya dengan mudah, bos genk itupun berhasil memukul jatuh Videl. Gadis itu terhempas hingga menabrak semak-semak.
"Videl-san!!" teriak khawatir walikota. Dan saat itulah, Great Saiyaman muncul. "Itu tidak adil." ucap Great Saiyaman.
"Siapa kau?" salah seorang anggota genk itu menodongkan senapan ke arahnya. Tapi hanya dengan dua jari, ia mampu membengkokkan senjata yang terbuat dari besi itu. "Aku adalah pembasmi kejahatan, pembela keadilan, aku adalah ..."
"Great Saiyaman!!" Videl berteriak.
"Eeh, Videl-san, itu bagianku." ucap Great Saiyaman.
"Ini adalah pertarunganku, kau jangan ikut campur!!" ucap Great Saiyaman. "Aku tak pernah meminta bantuanmu." ucap Videl. "Tapi kan ..."
"Apa yang sedang mereka lakukan?" ucap bingung orang-orang termasuk polisi yang ada di sekitar mereka. "Pergi saja dari sini!" ucap Videl. "Tapi kan, Videl-san ..."
"Oi, cepat bunuh orang aneh bertopeng itu!!" perintah bos genk pada anak buahnya. Merekapun menyerang Great Saiyaman, namun tentunya dengan mudah Gohan menghajar mereka. Dan setelahnya, ia membebaskan pak walikota. "Terimakasih." ucap walikota.
"Mati kau!!" anggota genk tadi tak mau menyerah. Salah seorang dari mereka mengeluarkan bazoka dan menembakannya. Namun dengan mudah, Great Saiyaman menahan dan membalikannya.
"Kurang ajar kau ..." ucap bos mereka. Dan sekarang, ia telah berhasil menyandera Videl. "Videl-san!!" teriak khawatir Great Saiyaman. Akan tetapi, Videl mampu memukup perut lelaki itu dan melepaskan diri. Setelahnya, Videl menendang jatuh bos itu.
"Sepertinya aku tak perlu khawatir." pikir Gohan. "Dia cukup kuat."
Setelahnya, polisipun menangkap para penjahat itu, termasuk bosa mereka, yang sudah berhasil dikalahkan oleh Videl. Sementara Great Saiyaman, iapun pergi, "Sampai jumpa, Videl-san."
"Tunggu!" Videl mencegatnya.
"Eh?" Gohan kaget. Tapi ternyata, Videl hanya mau menyampaikan, "Terimakasih."
"Ah, ya, sama-sama." ucap Great Saiyaman.
"Tapi aku masih penasaran siapa kau sebenarnya. Aku akan terus mencoba untuk mencaritahunya." ucap Videl. "Ahaha, ya, coba saja." ucap Gohan dan kemudian benar-benar pergi.
Setelahnya, dalam perjalanan pulang dari sekolah, Eliza menceritakan pada Videl mengenai apa yang Gohan lakukan tadi. "Eh? Gohan-kun melakukan itu?" Videl kaget. "Ya, dia begitu ketakutan saat ada gempa dan kemudian menghilang. Dia kembali sesaat sebelum kau datang."
"Jadi dia ... Gohan-kun!" Videl menoleh ke belakang, ke tempat dimana seharusnya Gohan berada. Akan tetapi, ia sudah tak ada. "Bukankah tadi dia ada di belakangku?"
"Hahaha, dia memang hebat dalam masalah kabur." ucap Sharpener.
Gohan menyembunyikan dirinya, identitasnya. Dan untuk saat ini, identiasnya tersebut masih aman. Namun, kelihatannya itu tak akan bertahan lama ...
Bersambung ke Dragon Ball Z Episode 204
Comments
Post a Comment