Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 203 Bagian 1
Videl bingung, ia melihat ke kanan dan ke kiri namun Great Saiyaman tak ada dimana-mana. Ternyata, Gohan bersembunyi di balik sebuah pohon. "Fiuuh, untung saja, sepertinya dia tak akan bisa mengejarku. Dan kalau tidak cepat-cepat, bisa-bisa aku terlambat." pikir Gohan. Tapi ternyata, Videl mengetahui persembunyiannya. Pesawat Videl mendarat tepat di depan pohon tempat Gohan bersembunyi.
"A ... ha ... ha ..." Great Saiyaman benar-benar tak menyangka.Videl keluar dari kendaraannya itu, dan kemudian menghampiri Gohan. "Selamat pagi." sapa Videl. "Se-selamat pagi Videl-san." balas Gohan. "Bagaimana bisa kau menemukanku?" "Kostummu terlalu mencolok, jadi sangat mudah untuk ditemukan." jelas Videl.
"Ngomong-ngomong, siapa kau sebenarnya??" tanya Videl. Great Saiyaman membalikkan badan, dan kemudian hanya berkata, "Bukankah sudah kuberitahu sebelumnya?" Great Saiyaman berjalan beberapa langkah ke depan, kemudian memperkenalkan diri, "Aku adalah pemberantas kejahatan, pembela keadilan, Great Saiyaman!"
"Jangan main-main denganku." ucap Videl.
"Aku tidak main-main." ucap Great Saiyaman.
"Kostummu jelek sekali, tapi kau bisa terbang dan kuat. Kurasa kau pasti bukan manusia normal. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan? Aku benar-benar ingin tahu siapa kau sebenarnya."
Gohan terdesak, dan ia masih belum ingin ada yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Kemudian, iapun meloncat ke belakang Videl dan mengangkat pesawatnya. "A-apa yang akan kau lakukan!?" Videl kaget. "Maaf." Gohan terbang dan membawa pesawat itu terbang.
"Hei, kembalikan pesawatku!!" teriak Videl. Gohan terus terbang, dan kemudian menaruh pesawat itu di atas sebuah gedung bertingkat. "Aku taruh di sini ya. Sampai jumpa. Ah, tidak, maksudku, selamat tinggal!" ucapnya sebelum kemudian pergi ke sekolah.
Videl menjadi semakin penasaran. "Aku akan terus mencari tahu siapa dia sebenarnya." ucapnya. Kemudian, ia naik ke atas gedung secara manual, mengambil pesawatnya, dan akhirnya terbang menuju ke sekolah.
Menghabiskan waktu begitu lama kejar-kejaran dengan Great Saiyaman, tentu saja ia terlambat. "Pak guru, maaf saya terlambat." ucap Videl. Namun karena Videl adalah seorang pahlawan, pak guru memakluminya. "Tidak apa-apa, Videl-kun. Kau punya banyak yang harus dikerjakan, jadi pasti kau sibuk. Silakan duduk."
"Baik." Videlpun duduk di tempat duduknya. "Hmm, apa telah terjadi sesuatu yang tidak terduga?" tanya Eliza. "Yah, begitulah." jawab Videl. "Haha, belakangan ini kau dan Gohan jadi sering terlambat ya." ucap Sharpener. "Eh? Gohan-kun terlambat juga?" Videl kaget. "Yah, dia baru saja sampai."
"A-ah, se-semalam aku tidur terlalu larut." ucap Gohan. Dengan ini, Videl menjadi semakin curiga. "Hmm, tadi Great Saiyaman juga ke sekolah. Aku jadi curiga."
Sementara itu di kediamannya, sebuah rumah mewah yang megah, Mr.Satan tampak sedang menonton sebuah berita di Televisi layar lebarnya. Dan saat itu, televisi sedang menyiarkan mengenai Great Saiyaman. "Sekali lagi, berkat Great Saiyaman, stasiun kota berhasil diselamatkan. Dia adalah pahlawan baru di Satan city, Great Saiyaman!" lapor pembawa acara.
"Huh? Seorang pahlawan baru katanya? Dia tak ada apa-apanya jika dibandingkan denganku." ucap Mr.Satan dan kemudian tertawa.
Beralih dari sana, scene kembali ke sekolah. Tanpa terasa, jam pelajaran telah usai, dan sekolahpun dibubarkan. Murid-murid keluar dan berjalan menuju ke rumah masing-masing, termasuk Son Gohan. Tapi di tengah jalan, Gohan melihat polisi sedang mengejar sebuah mobil penjahat.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 203 Bagian 3
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Videl bingung, ia melihat ke kanan dan ke kiri namun Great Saiyaman tak ada dimana-mana. Ternyata, Gohan bersembunyi di balik sebuah pohon. "Fiuuh, untung saja, sepertinya dia tak akan bisa mengejarku. Dan kalau tidak cepat-cepat, bisa-bisa aku terlambat." pikir Gohan. Tapi ternyata, Videl mengetahui persembunyiannya. Pesawat Videl mendarat tepat di depan pohon tempat Gohan bersembunyi.
"A ... ha ... ha ..." Great Saiyaman benar-benar tak menyangka.Videl keluar dari kendaraannya itu, dan kemudian menghampiri Gohan. "Selamat pagi." sapa Videl. "Se-selamat pagi Videl-san." balas Gohan. "Bagaimana bisa kau menemukanku?" "Kostummu terlalu mencolok, jadi sangat mudah untuk ditemukan." jelas Videl.
"Ngomong-ngomong, siapa kau sebenarnya??" tanya Videl. Great Saiyaman membalikkan badan, dan kemudian hanya berkata, "Bukankah sudah kuberitahu sebelumnya?" Great Saiyaman berjalan beberapa langkah ke depan, kemudian memperkenalkan diri, "Aku adalah pemberantas kejahatan, pembela keadilan, Great Saiyaman!"
"Jangan main-main denganku." ucap Videl.
"Aku tidak main-main." ucap Great Saiyaman.
"Kostummu jelek sekali, tapi kau bisa terbang dan kuat. Kurasa kau pasti bukan manusia normal. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan? Aku benar-benar ingin tahu siapa kau sebenarnya."
Gohan terdesak, dan ia masih belum ingin ada yang mengetahui identitasnya yang sebenarnya. Kemudian, iapun meloncat ke belakang Videl dan mengangkat pesawatnya. "A-apa yang akan kau lakukan!?" Videl kaget. "Maaf." Gohan terbang dan membawa pesawat itu terbang.
"Hei, kembalikan pesawatku!!" teriak Videl. Gohan terus terbang, dan kemudian menaruh pesawat itu di atas sebuah gedung bertingkat. "Aku taruh di sini ya. Sampai jumpa. Ah, tidak, maksudku, selamat tinggal!" ucapnya sebelum kemudian pergi ke sekolah.
Videl menjadi semakin penasaran. "Aku akan terus mencari tahu siapa dia sebenarnya." ucapnya. Kemudian, ia naik ke atas gedung secara manual, mengambil pesawatnya, dan akhirnya terbang menuju ke sekolah.
Menghabiskan waktu begitu lama kejar-kejaran dengan Great Saiyaman, tentu saja ia terlambat. "Pak guru, maaf saya terlambat." ucap Videl. Namun karena Videl adalah seorang pahlawan, pak guru memakluminya. "Tidak apa-apa, Videl-kun. Kau punya banyak yang harus dikerjakan, jadi pasti kau sibuk. Silakan duduk."
"Baik." Videlpun duduk di tempat duduknya. "Hmm, apa telah terjadi sesuatu yang tidak terduga?" tanya Eliza. "Yah, begitulah." jawab Videl. "Haha, belakangan ini kau dan Gohan jadi sering terlambat ya." ucap Sharpener. "Eh? Gohan-kun terlambat juga?" Videl kaget. "Yah, dia baru saja sampai."
"A-ah, se-semalam aku tidur terlalu larut." ucap Gohan. Dengan ini, Videl menjadi semakin curiga. "Hmm, tadi Great Saiyaman juga ke sekolah. Aku jadi curiga."
Sementara itu di kediamannya, sebuah rumah mewah yang megah, Mr.Satan tampak sedang menonton sebuah berita di Televisi layar lebarnya. Dan saat itu, televisi sedang menyiarkan mengenai Great Saiyaman. "Sekali lagi, berkat Great Saiyaman, stasiun kota berhasil diselamatkan. Dia adalah pahlawan baru di Satan city, Great Saiyaman!" lapor pembawa acara.
"Huh? Seorang pahlawan baru katanya? Dia tak ada apa-apanya jika dibandingkan denganku." ucap Mr.Satan dan kemudian tertawa.
Beralih dari sana, scene kembali ke sekolah. Tanpa terasa, jam pelajaran telah usai, dan sekolahpun dibubarkan. Murid-murid keluar dan berjalan menuju ke rumah masing-masing, termasuk Son Gohan. Tapi di tengah jalan, Gohan melihat polisi sedang mengejar sebuah mobil penjahat.
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 203 Bagian 3
Comments
Post a Comment