Sebelumnya : Dragon Ball Z Episode 204 Bagian 2
Induk Chibi adalah naga raksasa yang bisa saja mengamuk dan merusak kota demi menyelematkan anaknya. Tak mau hal itu terjadi, Gohanpun memikirkan rencana. Ia berubah ke wujud Great Saiyaman, kemudian mengendap-endap ke tempat Chibi dikurung.
"Sekarang kau aman, Chibi." ucap Great Saiyaman. "Ini aku, Gohan. Kau akan baik-baik saja."
Gohan merusak kurungan besinya, dan melepas borgol yang mengikatnya, "Aku akan segera mengembalikanmu pada indukmu." Gohan menggendongnya, dan bersiap untuk terbang. Akan tetapi, seseorang memergokinya. "Apa yang sedang kau lakukan!?"
"Aku adalah pahlawan keadilan!" ucap Gohan.
"Huh? Dasar pencuri!" orang itu menghantam Gohan dengan besi.
"Kau salah!" Gohan menghindarinya, kemudian menagkapnya, dan membanting balik orang itu. "Berbahaya sekali jika kau menggunakan ini." ucap Gohan, dan kemudian pergi meninggalkannya.
Di ruangannya, Musuka sibuk menghitung penghasilan yang diperolehnya dari atraksi Chibi. Sampai kemudian, orang-orangnya melapor, "Bos, gawat, monsternya diculik!!" ucap anak buahnya. "Apa!?" Musuka kaget.
Gohan telah membawa Chibi pergi, dan sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju ke perbukitan. Saat terbang, Chibi yang takut ketinggian membuat Gohan kewalahan. "Hei hei, ada apa denganmu? Kenapa kau terus meronta? Apa kau takut ketinggian?"
Gohanpun turun ke jalanan. "Yah, sebaiknya aku berlari. Bagaimanapun dia masih bayi. Tapi, Chibi, kalau sudah besar nanti, kau wajib bisa terbang." Gohan menggedongnya dan bersiap untuk lari. Namun belum sempat ia melakukannya, mobil polisi mendekat ke arahnya.
"Itu dia pelakunya, tangkap dia!" perintah Musuka, yang berada di dalam mobil polisi tersebut. "Meskipun dia Great Saiyaman, aku tak akan membiarkannya melakukan hal ini." ucap polisi yang menyetir. "Kembalikan monster itu!!"
"Aah, ayo cepat kita pergi!!" Gohan berlari, dan mobil-mobil polisi itu terus mengejar. Mereka saling kejar, berputar-putar di sekeliling kota. Dan setelah berhasil lolos dari polisi, Videl mencegatnya. "Jangan kabur kau, Great Saiyaman!" ucap perempuan yang berada di dalam pesawat kuning itu.
"Kau menjadi pahlawan keadilan hanya untuk mencuri, Great Saiyaman!" Videl keluar dari pesawat. "Mencuri?" Gohan tak mengerti. "Videl-san, dia masih bayi." ucap Great Saiyaman. "Aku harus membawanya kembali ke induknya. Jika tidak, sesuatu yang mengerikan akan terjadi."
Videl tak peduli. "Berikan monster itu padaku!" perintahnya. "Jika tidak, aku akan menggunakan kekerasan. Dan, jangan salahkan aku jika aku membongkar identitasmu, Great Saiyaman. Hahaha!"
Tak lama setelahnya, polisi yang tadi mengejar sampai, dan mereka semua keluar dari mobil. "Kenapa kau membuang-buang waktu!?" teriak Musuka. "Bukankah sudah tugasmu untuk menangkap pencuri!?"
"Jangan khawatir, kita serahkan semuanya pada Videl-san." ucap polisi. "Memangnya, siapa gadis itu?" Musuka tak tahu. "Dia adalah putri dari Mr.Satan, Videl-san." ucap polisi. "Jadi, dia adalah putri dari juara dunia, Mr.Satan?"
"Aku tak percaya kalau aku harus melawan Videl-san hanya karena masalah ini." pikir Gohan. "Sial ..." ia terkepung, di depannya Videl, sementara di belakang polisi. Dan lama-lama, orang-orang mengerumuni tempat tersebut. Gohan tak tahu harus berbuat apa, begitu bodohnya sampai lupa kalau ia bisa terbang, lol.
"Hentikan, Videl-san!" bentak Gohan.
"Kenapa? Apa kau takut padaku?"
Videl menyerang, dan tentunysa dengan mudah Gohan berhasil menghindarinya. Namun kemudian saat ia mencoba untuk lari, Videl berhasil menarik jubahnya. Great Saiyaman terjatuh.
"Aku ingin mengetahui seberapa kuatnya dirimu, dan aku juga ingin tahu siapa kau sebenarnya. Ini adalah kesempatan bagiku, lawanlah aku."
"Aku tidak mengerti maksudmu." ucap Great Saiyaman.
"Aku akan melawanmu dengan serius!" ucap Videl dan kemudian menyerang. Gohan tak mampu melawan, yang ia lakukan hanyalah menghindari semua serangan. "Videl cukup hebat, dia jauh lebih kuat dari Mr.Satan." pikir Gohan.
Sementara mereka bertarung, Chibi ditinggalkan sendiri. "Ini kesempatanku!" pikir Musuka, dan kemudian menangkap kembali bayi naga itu. Chibi meronta, namun ia masih kecil dan belum kuat. "Apa kau pikir kau bisa melawanku, hah!?"
Musuka menggunakan cambuk untuk menyerangnya.
"Chibi!?" Gohan kaget. "Jangan mengkhawatirkannya, Great Saiyaman!" Videl terus menyerang. Namun kali ini, Gohan menangkap pukulannya. "Kau salah paham!"
"Apa yang kau bicarakan!?"
"Jika aku tidak mengembalikan Chibi, sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada kota ini. Aku bersungguh-sungguh, Videl-san."
"Apa kau pikir aku akan tertipu dengan trik seperti itu!?"
"Mengertilah, Videl-san!"
Videl tetap tidak peduli, dan kembali menyerang. "Apa yang harus aku lakukan supaya dia mengerti?" Gohan bingung. Akan tetapi, semuanya sudah terlanjur. Chibi berteriak, berteriak untuk memanggil induknya. "Chibi!?"
Suara Chibi begitu keras, terdengar sampai ke langit. Dan tak lama setelahnya, dua sosok monster naga raksasa muncul. "Sial ..." ucap Gohan. Videl kaget, begitu pula dengan orang-orang. "Mo-monster!!"
Polisi menembak, namun itu tak mempan sama sekali. "Hentikan, mereka kesini hanya untuk mengambil kembali anaknya!!" teriak Great Saiyaman. "Videl-san, cepat bawa Chibi. Jika Chibi dikembalikan, mereka pasti akan tenang. Cepatlah, sebelum hal buruk terjadi!"
"Ba-baik." Videl mengerti.
"Jangan menembak!" perintah Videl ke para polisil, dan kemudian ia mengambil Chibi. Musuka lari. Sementara itu, Gohan mencoba untuk menenangkan kedua induk Chibi. "Tenanglah!" ucapnya. "Aku akan mengembalikan Chibi, jadi tenanglah!"
"Apa kau kenal dengan monster-monster itu?"
"Ya, mereka teman bermainku sejak kecil." ucap Gohan.
"Saat mereka marah, mereka akan menjadi ganas." lanjutnya.
"Meski aku berubah, seharusnya mereka tahu siapa aku."
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 204 Bagian 4
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Induk Chibi adalah naga raksasa yang bisa saja mengamuk dan merusak kota demi menyelematkan anaknya. Tak mau hal itu terjadi, Gohanpun memikirkan rencana. Ia berubah ke wujud Great Saiyaman, kemudian mengendap-endap ke tempat Chibi dikurung.
"Sekarang kau aman, Chibi." ucap Great Saiyaman. "Ini aku, Gohan. Kau akan baik-baik saja."
Gohan merusak kurungan besinya, dan melepas borgol yang mengikatnya, "Aku akan segera mengembalikanmu pada indukmu." Gohan menggendongnya, dan bersiap untuk terbang. Akan tetapi, seseorang memergokinya. "Apa yang sedang kau lakukan!?"
"Aku adalah pahlawan keadilan!" ucap Gohan.
"Huh? Dasar pencuri!" orang itu menghantam Gohan dengan besi.
"Kau salah!" Gohan menghindarinya, kemudian menagkapnya, dan membanting balik orang itu. "Berbahaya sekali jika kau menggunakan ini." ucap Gohan, dan kemudian pergi meninggalkannya.
Di ruangannya, Musuka sibuk menghitung penghasilan yang diperolehnya dari atraksi Chibi. Sampai kemudian, orang-orangnya melapor, "Bos, gawat, monsternya diculik!!" ucap anak buahnya. "Apa!?" Musuka kaget.
Gohan telah membawa Chibi pergi, dan sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju ke perbukitan. Saat terbang, Chibi yang takut ketinggian membuat Gohan kewalahan. "Hei hei, ada apa denganmu? Kenapa kau terus meronta? Apa kau takut ketinggian?"
Gohanpun turun ke jalanan. "Yah, sebaiknya aku berlari. Bagaimanapun dia masih bayi. Tapi, Chibi, kalau sudah besar nanti, kau wajib bisa terbang." Gohan menggedongnya dan bersiap untuk lari. Namun belum sempat ia melakukannya, mobil polisi mendekat ke arahnya.
"Itu dia pelakunya, tangkap dia!" perintah Musuka, yang berada di dalam mobil polisi tersebut. "Meskipun dia Great Saiyaman, aku tak akan membiarkannya melakukan hal ini." ucap polisi yang menyetir. "Kembalikan monster itu!!"
"Aah, ayo cepat kita pergi!!" Gohan berlari, dan mobil-mobil polisi itu terus mengejar. Mereka saling kejar, berputar-putar di sekeliling kota. Dan setelah berhasil lolos dari polisi, Videl mencegatnya. "Jangan kabur kau, Great Saiyaman!" ucap perempuan yang berada di dalam pesawat kuning itu.
"Kau menjadi pahlawan keadilan hanya untuk mencuri, Great Saiyaman!" Videl keluar dari pesawat. "Mencuri?" Gohan tak mengerti. "Videl-san, dia masih bayi." ucap Great Saiyaman. "Aku harus membawanya kembali ke induknya. Jika tidak, sesuatu yang mengerikan akan terjadi."
Videl tak peduli. "Berikan monster itu padaku!" perintahnya. "Jika tidak, aku akan menggunakan kekerasan. Dan, jangan salahkan aku jika aku membongkar identitasmu, Great Saiyaman. Hahaha!"
Tak lama setelahnya, polisi yang tadi mengejar sampai, dan mereka semua keluar dari mobil. "Kenapa kau membuang-buang waktu!?" teriak Musuka. "Bukankah sudah tugasmu untuk menangkap pencuri!?"
"Jangan khawatir, kita serahkan semuanya pada Videl-san." ucap polisi. "Memangnya, siapa gadis itu?" Musuka tak tahu. "Dia adalah putri dari Mr.Satan, Videl-san." ucap polisi. "Jadi, dia adalah putri dari juara dunia, Mr.Satan?"
"Aku tak percaya kalau aku harus melawan Videl-san hanya karena masalah ini." pikir Gohan. "Sial ..." ia terkepung, di depannya Videl, sementara di belakang polisi. Dan lama-lama, orang-orang mengerumuni tempat tersebut. Gohan tak tahu harus berbuat apa, begitu bodohnya sampai lupa kalau ia bisa terbang, lol.
"Hentikan, Videl-san!" bentak Gohan.
"Kenapa? Apa kau takut padaku?"
Videl menyerang, dan tentunysa dengan mudah Gohan berhasil menghindarinya. Namun kemudian saat ia mencoba untuk lari, Videl berhasil menarik jubahnya. Great Saiyaman terjatuh.
"Aku ingin mengetahui seberapa kuatnya dirimu, dan aku juga ingin tahu siapa kau sebenarnya. Ini adalah kesempatan bagiku, lawanlah aku."
"Aku tidak mengerti maksudmu." ucap Great Saiyaman.
"Aku akan melawanmu dengan serius!" ucap Videl dan kemudian menyerang. Gohan tak mampu melawan, yang ia lakukan hanyalah menghindari semua serangan. "Videl cukup hebat, dia jauh lebih kuat dari Mr.Satan." pikir Gohan.
Sementara mereka bertarung, Chibi ditinggalkan sendiri. "Ini kesempatanku!" pikir Musuka, dan kemudian menangkap kembali bayi naga itu. Chibi meronta, namun ia masih kecil dan belum kuat. "Apa kau pikir kau bisa melawanku, hah!?"
Musuka menggunakan cambuk untuk menyerangnya.
"Chibi!?" Gohan kaget. "Jangan mengkhawatirkannya, Great Saiyaman!" Videl terus menyerang. Namun kali ini, Gohan menangkap pukulannya. "Kau salah paham!"
"Apa yang kau bicarakan!?"
"Jika aku tidak mengembalikan Chibi, sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada kota ini. Aku bersungguh-sungguh, Videl-san."
"Apa kau pikir aku akan tertipu dengan trik seperti itu!?"
"Mengertilah, Videl-san!"
Videl tetap tidak peduli, dan kembali menyerang. "Apa yang harus aku lakukan supaya dia mengerti?" Gohan bingung. Akan tetapi, semuanya sudah terlanjur. Chibi berteriak, berteriak untuk memanggil induknya. "Chibi!?"
Suara Chibi begitu keras, terdengar sampai ke langit. Dan tak lama setelahnya, dua sosok monster naga raksasa muncul. "Sial ..." ucap Gohan. Videl kaget, begitu pula dengan orang-orang. "Mo-monster!!"
Polisi menembak, namun itu tak mempan sama sekali. "Hentikan, mereka kesini hanya untuk mengambil kembali anaknya!!" teriak Great Saiyaman. "Videl-san, cepat bawa Chibi. Jika Chibi dikembalikan, mereka pasti akan tenang. Cepatlah, sebelum hal buruk terjadi!"
"Ba-baik." Videl mengerti.
"Jangan menembak!" perintah Videl ke para polisil, dan kemudian ia mengambil Chibi. Musuka lari. Sementara itu, Gohan mencoba untuk menenangkan kedua induk Chibi. "Tenanglah!" ucapnya. "Aku akan mengembalikan Chibi, jadi tenanglah!"
"Apa kau kenal dengan monster-monster itu?"
"Ya, mereka teman bermainku sejak kecil." ucap Gohan.
"Saat mereka marah, mereka akan menjadi ganas." lanjutnya.
"Meski aku berubah, seharusnya mereka tahu siapa aku."
Selanjutnya : Dragon Ball Z Episode 204 Bagian 4
Comments
Post a Comment