Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 174
Gensuru dan dua rekannya telah sampai di Masadora, dan mereka telah mendapat kartu-kartu Accompany yang mereka butuhkan. "Dengan ini, mereka hanya punya tiga kartu Accompany. Masing-masing dari mereka juga memiliki Return. Jadi, ini seperti mereka memiliki empat Accompany."
"Kita sudah memiliki enam Accompany, jadi seharusnya ini sudah lebih dari cukup." ucap Gensuru. "Ya, kami juga sudah siap untuk bergerak kapan saja." ucap dua rekannya.
"Bocah dengan rambut hitam itu akan menjadi sasaranku, walau mungkin kita tak perlu melawan anak-anak seperti mereka. Shabu, kau akan mengurus bocah yang matanya licik itu. Bati, kuserahkan gadis itu padamu." ucap Gensuru, dan kemudian, "Aktifkan Accompany, menuju Gon!!"
Mereka begerak. Dan dengan cepat, Gensuru dkk telah sampai di hadapan Gon dan yang lainnya. "Apa yang kalian inginkan!?" teriak Killua. "Jangan waspada begitu, kami ke sini hanya ingin bertransaksi." ucap Gensuru. "Transaksi? Tapi kami tak punya apa-apa." ucap Killua.
"Bagus ... Jangan biarkan mereka sadar kalau sebenarnya kita menanti kedatangan mereka." pikir Biscuit. Mereka bertiga memang hanya berpura-pura kaget, padahal semuanya sudah direncanakan.
"Cukup dengarkan kami, ini adalah transaksi yang cukup layak. Bahkan Tsezugerapun menyetujuinya." ucap Gensuru. "Apa!?" Killua kaget, sementara dalam hati, "Dasar penipu." pikirnya. "Apa kalian mau mendengarkannya? Kalau begitu, aku akan ke sana dan kita bisa diskusikan ini."
"Tidak!! Kita bicarakan dari sini." ucap Gon. Mereka ingin menjaga jarak. "Bagus, tetap seperti ini, kita harus pura-pura kalau kita tak tahu apa-apa." pikir Biscuit. "Kita harus kelihatan seperti putus asa, itu kesan yang kita butuhkan."
"Baiklah, itu tidak masalah, karena yang ingin aku bicarakan sederhana. Kami mau berbagi hadiahnya." ucap Gensuru. "Kami akan menyelesaikan game ini demi semua orang. Saat kami kembali ke dunia nyata, kami akan mengumpulkan hadiah dari Battera dan membagikannya dengan kalian. Setuju?" tawar Gensuru.
"Bagaimana bisa kami percaya padamu? Bukannya kau mau membunuh kami?" tanya Killua. "Itu, kami sudah berubah pikiran." ucap Gensuru, "Buktinya, Tsezugera sudah keluar dari game, kau bisa memastikannya kalau tidak percaya."
"Kami tahu dia keluar, tapi itu masih belum cukup untuk membuat kami percaya." ucap Killua. "Hmm, kurasa benar." ucap Gensuru, "Jadi apa yang kalian inginkan? Apa kalian mau mati? Hah, sudah cukup basa-basinya. Berikan kalian kartunya atau kalian akan mati!" Gensuru menunjukkan aura mengerikannya.
"Akhirnya dia kembali ke dirinya semula." ucap Killua. "Aktifkan Accompany, menuju Soufeirabi!!" merekpun pergi ke sana.
"Hehe, mereka hanya tinggal punya dua Accompany lagi. Tak ada Magnetic Force dan Leave, apa mereka bercanda?" ucap Gensuru, dan kemudian merekapun mengikuti. Gon dan yang lainnya terus lari, sampai kemudian Accompanynya habis. Akhirnya, merekapun menggunakan kartu terakhir mereka yaitu Return untuk kembali ke Masadora.
"Masadora? Apa mereka mau membeli kartu?"
"Tidak, mereka ke arah barat, mungkin mereka pergi ke pelabuhan untuk keluar dari game."
"Aktifkan Accompany, Gon!!" mereka terus mengejar.
Sampai di Masadora, Gon dan yang lainnya sudah tidak ada. "Tidak ada. Tapi, mereka pasti belum jauh. Mungkin di sana, di dalam hutan."
"Mereka menyembunyikan aura dan bersembunyi, aku benar-benar tidak menyangka." ucap Gensuru. Sementara itu, Gon dan yang lainnya bersembunyi di balik pepohonan dan mengawasi mereka.
"Periksa toko kartu sihir, bisa gawat kalau mereka berhasil membeli kartu." ucap Gensuru. Mereka masuk ke toko, dan tentu saja Gon dan yang lainnya tak ada di sana. "Tidak ada. Mereka ke arah barat, aku yakin."
"Tidak, bisa saja mereka masih bersembunyi di sekitar sini." ucap Bati.
"Tak ada pilihan lain, kita harus memastikannya." ucap Gensuru. Dan kemudian, "Accompany, Gon!!"
Mereka kembali menggunakan Accompany, akan benar-benar berada di dekat Gon dan yang lainnya. Whusss, kelompok Gensurupun sampai di depan Gon.
"Mereka menemukan kita, lari!!"
"Jangan sampai kehilangan mereka lagi, kita sudah hampir kehabisan Accompany." ucap Gensuru. Saat ini, mereka saling kejar. "Hehehe, cepat juga. Tapi berapa lama mereka akan bisa bertahan?"
Mereka terus berlari, sampai akhirnya di tengah hutan, mereka bertiga mendadak berhenti. "Hehehe, ada apa? Tak ingin bermain petak umpet lagi? Apa kalian sudah memutuskan untuk menyerahkan kartu-kartunya?"
"Tidak akan! Kami tak akan memberikannya padamu." ucap Gon.
"Sesuai dugaanku, mereka ingin melawan kita satu lawan satu." pikir Biscuit.
"Kalau kau mau kartunya, kau harus mengalahkan kami dulu." ucap Gon.
"Gon, jangan!!" teriak Killua. Sementara dalam hati, "Bagus, sekarang kita bisa membuat mereka terpisah."
Satt!!! Mereka mulai bergerak. Killua melesat ke samping, sementara Biscuit ke sisi sebaliknya. Dan seperti apa yang direncanakan, kedua anak buah Gensuru mengukti mereka. "Tanganku baik-baik saja, aku bisa menggunakannya, tapi bukan sekarang." pikir Killua, "Biscuit, lari!!"
"Ta-tapi ..." Biscuit berpura-pura. "Lari!!" teriak Killua lagi. Dan kemudian, merekapun benar-benar terpencar. "Cih, aku tak akan membiarkanmu lolos!!" dua anak buah Gensuru mengejar Killua dan Biscuit.
Sementara itu, Gon masih di sana, lawannya adalah Gensuru. "Kalian berdua, berhati-hatilah." ucap Gon.
"Lawanmu adalah aku!!" Gensuru menyerang.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 176
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Gensuru dan dua rekannya telah sampai di Masadora, dan mereka telah mendapat kartu-kartu Accompany yang mereka butuhkan. "Dengan ini, mereka hanya punya tiga kartu Accompany. Masing-masing dari mereka juga memiliki Return. Jadi, ini seperti mereka memiliki empat Accompany."
"Kita sudah memiliki enam Accompany, jadi seharusnya ini sudah lebih dari cukup." ucap Gensuru. "Ya, kami juga sudah siap untuk bergerak kapan saja." ucap dua rekannya.
"Bocah dengan rambut hitam itu akan menjadi sasaranku, walau mungkin kita tak perlu melawan anak-anak seperti mereka. Shabu, kau akan mengurus bocah yang matanya licik itu. Bati, kuserahkan gadis itu padamu." ucap Gensuru, dan kemudian, "Aktifkan Accompany, menuju Gon!!"
Mereka begerak. Dan dengan cepat, Gensuru dkk telah sampai di hadapan Gon dan yang lainnya. "Apa yang kalian inginkan!?" teriak Killua. "Jangan waspada begitu, kami ke sini hanya ingin bertransaksi." ucap Gensuru. "Transaksi? Tapi kami tak punya apa-apa." ucap Killua.
"Bagus ... Jangan biarkan mereka sadar kalau sebenarnya kita menanti kedatangan mereka." pikir Biscuit. Mereka bertiga memang hanya berpura-pura kaget, padahal semuanya sudah direncanakan.
"Cukup dengarkan kami, ini adalah transaksi yang cukup layak. Bahkan Tsezugerapun menyetujuinya." ucap Gensuru. "Apa!?" Killua kaget, sementara dalam hati, "Dasar penipu." pikirnya. "Apa kalian mau mendengarkannya? Kalau begitu, aku akan ke sana dan kita bisa diskusikan ini."
"Tidak!! Kita bicarakan dari sini." ucap Gon. Mereka ingin menjaga jarak. "Bagus, tetap seperti ini, kita harus pura-pura kalau kita tak tahu apa-apa." pikir Biscuit. "Kita harus kelihatan seperti putus asa, itu kesan yang kita butuhkan."
"Baiklah, itu tidak masalah, karena yang ingin aku bicarakan sederhana. Kami mau berbagi hadiahnya." ucap Gensuru. "Kami akan menyelesaikan game ini demi semua orang. Saat kami kembali ke dunia nyata, kami akan mengumpulkan hadiah dari Battera dan membagikannya dengan kalian. Setuju?" tawar Gensuru.
"Bagaimana bisa kami percaya padamu? Bukannya kau mau membunuh kami?" tanya Killua. "Itu, kami sudah berubah pikiran." ucap Gensuru, "Buktinya, Tsezugera sudah keluar dari game, kau bisa memastikannya kalau tidak percaya."
"Kami tahu dia keluar, tapi itu masih belum cukup untuk membuat kami percaya." ucap Killua. "Hmm, kurasa benar." ucap Gensuru, "Jadi apa yang kalian inginkan? Apa kalian mau mati? Hah, sudah cukup basa-basinya. Berikan kalian kartunya atau kalian akan mati!" Gensuru menunjukkan aura mengerikannya.
"Akhirnya dia kembali ke dirinya semula." ucap Killua. "Aktifkan Accompany, menuju Soufeirabi!!" merekpun pergi ke sana.
"Hehe, mereka hanya tinggal punya dua Accompany lagi. Tak ada Magnetic Force dan Leave, apa mereka bercanda?" ucap Gensuru, dan kemudian merekapun mengikuti. Gon dan yang lainnya terus lari, sampai kemudian Accompanynya habis. Akhirnya, merekapun menggunakan kartu terakhir mereka yaitu Return untuk kembali ke Masadora.
"Masadora? Apa mereka mau membeli kartu?"
"Tidak, mereka ke arah barat, mungkin mereka pergi ke pelabuhan untuk keluar dari game."
"Aktifkan Accompany, Gon!!" mereka terus mengejar.
Sampai di Masadora, Gon dan yang lainnya sudah tidak ada. "Tidak ada. Tapi, mereka pasti belum jauh. Mungkin di sana, di dalam hutan."
"Mereka menyembunyikan aura dan bersembunyi, aku benar-benar tidak menyangka." ucap Gensuru. Sementara itu, Gon dan yang lainnya bersembunyi di balik pepohonan dan mengawasi mereka.
"Periksa toko kartu sihir, bisa gawat kalau mereka berhasil membeli kartu." ucap Gensuru. Mereka masuk ke toko, dan tentu saja Gon dan yang lainnya tak ada di sana. "Tidak ada. Mereka ke arah barat, aku yakin."
"Tidak, bisa saja mereka masih bersembunyi di sekitar sini." ucap Bati.
"Tak ada pilihan lain, kita harus memastikannya." ucap Gensuru. Dan kemudian, "Accompany, Gon!!"
Mereka kembali menggunakan Accompany, akan benar-benar berada di dekat Gon dan yang lainnya. Whusss, kelompok Gensurupun sampai di depan Gon.
"Mereka menemukan kita, lari!!"
"Jangan sampai kehilangan mereka lagi, kita sudah hampir kehabisan Accompany." ucap Gensuru. Saat ini, mereka saling kejar. "Hehehe, cepat juga. Tapi berapa lama mereka akan bisa bertahan?"
Mereka terus berlari, sampai akhirnya di tengah hutan, mereka bertiga mendadak berhenti. "Hehehe, ada apa? Tak ingin bermain petak umpet lagi? Apa kalian sudah memutuskan untuk menyerahkan kartu-kartunya?"
"Tidak akan! Kami tak akan memberikannya padamu." ucap Gon.
"Sesuai dugaanku, mereka ingin melawan kita satu lawan satu." pikir Biscuit.
"Kalau kau mau kartunya, kau harus mengalahkan kami dulu." ucap Gon.
"Gon, jangan!!" teriak Killua. Sementara dalam hati, "Bagus, sekarang kita bisa membuat mereka terpisah."
Satt!!! Mereka mulai bergerak. Killua melesat ke samping, sementara Biscuit ke sisi sebaliknya. Dan seperti apa yang direncanakan, kedua anak buah Gensuru mengukti mereka. "Tanganku baik-baik saja, aku bisa menggunakannya, tapi bukan sekarang." pikir Killua, "Biscuit, lari!!"
"Ta-tapi ..." Biscuit berpura-pura. "Lari!!" teriak Killua lagi. Dan kemudian, merekapun benar-benar terpencar. "Cih, aku tak akan membiarkanmu lolos!!" dua anak buah Gensuru mengejar Killua dan Biscuit.
Sementara itu, Gon masih di sana, lawannya adalah Gensuru. "Kalian berdua, berhati-hatilah." ucap Gon.
"Lawanmu adalah aku!!" Gensuru menyerang.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 176
Comments
Post a Comment