Sebelumnya : Hunter x Hunter Chapter 175
Pertarungan dimulai. Killua dan Biscuit telah bergerak ke posisi masing-masing, sementara Gensuru berhadapan dengan Gon. Ia mulai menyerang, telapak tangannya mengarah menuju ke arah Gon. Namun dengan begitu halus, Gon menepisnya dan kemudian melesat ke belakang.
Gensuru kaget, "Gerakkan yang sempurna, meski dia masih harus memikirkannya." pikirnya. Kemudian, ia bertanya, "Apa kau tahu kalau aku adalah Bomber?"
"Ya, Tsezugera mengatakannya padaku." ucap Gon. "Oh ... Lalu, siapa yang memberitahumu tentang kekuatanmu?" tanya Gensuru lagi. Deg, Gon kaget. "Hebat, dia langsung tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu." pikirnya. "Inilah jarak antara aku dan dia ..."
"Seharusnya, tidak banyak yang tahu kekuatanku. Jadi, masih ada yang selamat ya ..." ucap Gensuru.
"Book!!" Gon mengeluarkan buku penyimpanannya. "Aku tak akan membiarkannya mengendalikan pertarungan." pikir Gon. "Aku memandang hina orang yang dengan mudah mengambil kartu dari orang lain dengan membunuhnya. Jadi, mari kita bertransaksi secara adil, yang pertama kali mengatakan aku kalah akan menyerahkan semua kartunya!" ucap Gon.
"Kurasa kau salah." ucap Gensuru, "Kau tidak sedang dalam posisi memerintahku."
"Sudah bilang, hanya itu kondisinya." ucap Gon. "Kalau kau tidak setuju, kau tak akan pernah mendapatkannya. Kau harus membuatku menyerah sebelum aku mati. Kalau kau tak setuju, aku tak akan menyerahkan kartu-kartuku meski aku harus mati. Aku tak akan pernah mengeluarkan bukunya!"
"Hah, berani juga kau. Kau lebih gila dari yang aku kira." ucap Gensuru.
"Baiklah, aku janji." iapun setuju. "Aku memiliki total 131 kartu, dimana 97 di antaranya adalah kartu kunci."
"Aku memiliki 102 kartu, 71 kartu kunci." ucap Gon.
"Kau memiliki Coastline of One Tsubo dan Lucky Alexander, kan?"
"Ya!" ucap Gon.
"Itu saja sudah cukup buatku." ucap Gensuru, dan ia kembali bersiap untuk menyerang. Sementara itu, Gon bersiaga dengan nennya. "Nennya bagus juga." pikir Gensuru, "Meski masih dalam perkembangan ..."
"Haaah!!" Gon menyerang mendahului.
"Menyerang adalah pertahanan terbaik. Gunakan 90% aura untuk serangan, selimuti kepalan tangan. Walau dia menggunakan Little Flower, kau masih bisa menahannnya." Gon teringat akan pesan-pesat Biscuit.
Gon menyerang, namun Gensuru mampu menahan dan menghindarinya. Akan tetapi, tetap saja serangan tersebut berhasil sedikit memojokannya. "Dia terlatih." pikir Gensuru. "Tapi, dia masih pemula dalam menggerakan nennya. Dia belum bisa menggerakkan nennya dengan cepat sesuai dengan serangannya. Pengalaman anak ini masih nol, tapi dia berani bicara besar seperti itu."
"Aku jauh di bawahnya dalam hal pengalaman dan nen. Kalau aku terus menyerang, aku hanya akan terluka parah." pikir Gon, "Tapi meski begitu, aku masih ingin terus melakukannya!!" Gon terus menyerang, namun sampai saat ini belum ada satupun serangannya yang kena. Sampai kemudian, Gensurulah yang berhasil memukul jatuhnya pertama.
Gon terpental, namun ia mencoba untuk bangkit kembali.
"Aku masih belum mendengar jawabanmu. Siapa yang memberitahumu tentang kekuatanku? Tapi, itu bukan masalah. Aku hanya ingin bilang, melawan orang sepertimu, aku bahkan tak perlu menggunakan kekuatanku." ucap Gensuru.
"Sesuai rencana." pikir Gon.
"Perbedaan kemampuan bisa saja menguntungkan. Saat kau sudah melewati titik putus asa, gerakanmu akan menjadi lebih alami. Saat lawan sudah yakin dengan kekuatannya, kau bisa mulai mengumpannya ke dalam perangkapmu."
Gon kembali berdiri, "Aku benci harus menerima kekalahan seperti ini. Aku mau mencobanya, aku akan terus mencobanya." pikir Gon, dan ia kembali bersiap untuk menyerangnya.
"Masih belum cukup ya?"
Buakkk!!!! Gensuru kembali menendang Gon. Meski mampu menangkisnya dengan tangan, namun tetap saja Gon kesakitan.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 177
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD
Pertarungan dimulai. Killua dan Biscuit telah bergerak ke posisi masing-masing, sementara Gensuru berhadapan dengan Gon. Ia mulai menyerang, telapak tangannya mengarah menuju ke arah Gon. Namun dengan begitu halus, Gon menepisnya dan kemudian melesat ke belakang.
Gensuru kaget, "Gerakkan yang sempurna, meski dia masih harus memikirkannya." pikirnya. Kemudian, ia bertanya, "Apa kau tahu kalau aku adalah Bomber?"
"Ya, Tsezugera mengatakannya padaku." ucap Gon. "Oh ... Lalu, siapa yang memberitahumu tentang kekuatanmu?" tanya Gensuru lagi. Deg, Gon kaget. "Hebat, dia langsung tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu." pikirnya. "Inilah jarak antara aku dan dia ..."
"Seharusnya, tidak banyak yang tahu kekuatanku. Jadi, masih ada yang selamat ya ..." ucap Gensuru.
"Book!!" Gon mengeluarkan buku penyimpanannya. "Aku tak akan membiarkannya mengendalikan pertarungan." pikir Gon. "Aku memandang hina orang yang dengan mudah mengambil kartu dari orang lain dengan membunuhnya. Jadi, mari kita bertransaksi secara adil, yang pertama kali mengatakan aku kalah akan menyerahkan semua kartunya!" ucap Gon.
"Kurasa kau salah." ucap Gensuru, "Kau tidak sedang dalam posisi memerintahku."
"Sudah bilang, hanya itu kondisinya." ucap Gon. "Kalau kau tidak setuju, kau tak akan pernah mendapatkannya. Kau harus membuatku menyerah sebelum aku mati. Kalau kau tak setuju, aku tak akan menyerahkan kartu-kartuku meski aku harus mati. Aku tak akan pernah mengeluarkan bukunya!"
"Hah, berani juga kau. Kau lebih gila dari yang aku kira." ucap Gensuru.
"Baiklah, aku janji." iapun setuju. "Aku memiliki total 131 kartu, dimana 97 di antaranya adalah kartu kunci."
"Aku memiliki 102 kartu, 71 kartu kunci." ucap Gon.
"Kau memiliki Coastline of One Tsubo dan Lucky Alexander, kan?"
"Ya!" ucap Gon.
"Itu saja sudah cukup buatku." ucap Gensuru, dan ia kembali bersiap untuk menyerang. Sementara itu, Gon bersiaga dengan nennya. "Nennya bagus juga." pikir Gensuru, "Meski masih dalam perkembangan ..."
"Haaah!!" Gon menyerang mendahului.
"Menyerang adalah pertahanan terbaik. Gunakan 90% aura untuk serangan, selimuti kepalan tangan. Walau dia menggunakan Little Flower, kau masih bisa menahannnya." Gon teringat akan pesan-pesat Biscuit.
Gon menyerang, namun Gensuru mampu menahan dan menghindarinya. Akan tetapi, tetap saja serangan tersebut berhasil sedikit memojokannya. "Dia terlatih." pikir Gensuru. "Tapi, dia masih pemula dalam menggerakan nennya. Dia belum bisa menggerakkan nennya dengan cepat sesuai dengan serangannya. Pengalaman anak ini masih nol, tapi dia berani bicara besar seperti itu."
"Aku jauh di bawahnya dalam hal pengalaman dan nen. Kalau aku terus menyerang, aku hanya akan terluka parah." pikir Gon, "Tapi meski begitu, aku masih ingin terus melakukannya!!" Gon terus menyerang, namun sampai saat ini belum ada satupun serangannya yang kena. Sampai kemudian, Gensurulah yang berhasil memukul jatuhnya pertama.
Gon terpental, namun ia mencoba untuk bangkit kembali.
"Aku masih belum mendengar jawabanmu. Siapa yang memberitahumu tentang kekuatanku? Tapi, itu bukan masalah. Aku hanya ingin bilang, melawan orang sepertimu, aku bahkan tak perlu menggunakan kekuatanku." ucap Gensuru.
"Sesuai rencana." pikir Gon.
"Perbedaan kemampuan bisa saja menguntungkan. Saat kau sudah melewati titik putus asa, gerakanmu akan menjadi lebih alami. Saat lawan sudah yakin dengan kekuatannya, kau bisa mulai mengumpannya ke dalam perangkapmu."
Gon kembali berdiri, "Aku benci harus menerima kekalahan seperti ini. Aku mau mencobanya, aku akan terus mencobanya." pikir Gon, dan ia kembali bersiap untuk menyerangnya.
"Masih belum cukup ya?"
Buakkk!!!! Gensuru kembali menendang Gon. Meski mampu menangkisnya dengan tangan, namun tetap saja Gon kesakitan.
Bersambung ke Hunter x Hunter Chapter 177
Comments
Post a Comment